Autisme biasanya dideteksi lebih awal pada masa kanak-kanak. Laporan CDC (Center of Disease Control, and Prevention) menunjukkan bahwa jumlah anak laki-laki dengan autisme 4 kali lebih banyak dibanding anak perempuan. Periset meyakini jika kemungkinan besar anak perempuan tidak menunjukkan gejala yang kentara sehingga tidak ditangani lebih awal dan semakin bertambah buruk hingga ia dewasa. Jadi, apa saja gejala autisme pada wanita? Yuk, cari tahu jawabannya pada penjelasan berikut ini.

Gejala autisme yang umum terjadi

Gangguan spektrum autisme adalah suatu kondisi yang memengaruhi cara berperilaku, sosialisasi, dan komunikasi seseorang. Biasanya gejalanya akan muncul sebelum anak mencapai usia 2 tahun. Namun, tidak semua anak akan menujukkan gejala autisme yang sama. Apalagi jika kepedulian orangtua pada anak sangat rendah, autisme tentu akan lebih lambat terdeteksi.

Anak dan orang dewasa dengan autisme biasanya akan mengalami kesulitan untuk berhubungan dengan orang lain. Nah, gejala autisme yang terjadi yang umumnya terjadi, meliputi:

  • Ketika dipanggil mereka tidak merespons
  • Sulit mendengarkan pembicaraan orang lain atau terkesan tidak perduli
  • Tidak mau menatap mata langsung lawan bicara
  • Kesulitan memulai percakapan atau melanjutkan pembicaraan
  • Membicarakan suatu hal yang ia sukai tanpa memerhatikan reaksi orang lain
  • Pola bicara yang tidak normal
  • Kesulitan memahami isyarat, seperti gerakan tubuh sederhana
  • Kesulitan mengikuti arahan seseorang
  • Kesulitan mengekspresikan emosi diri sendiri dan mengenali emosi yang ditunjukkan orang lain

Kemudian, gejala autisme juga memengaruhi pola perilaku seseorang, seperti:

  • Melakukan gerakan berulang, seperti menggerakkan kepala atau tangan
  • Sering melukai diri sendiri seperti suka menggigit, membenturkan kepala, atau memukul dirinya sendiri
  • Sering mengulangi kata atau frasa tertentu
  • Sangat mudah terpesona dengan sesuatu
  • Merasakan sensasi yang lebih kuat atau lemah pada suara atau cahaya
  • Saat melakukan sesuatu sangat sulit diganggu dan tidak mau diganggu

Gejala autisme pada wanita menurut penelitian

gejala gangguan kecemasan

Gejala autisme pada wanita sebenarnya tidak berbeda jauh dengan anak-anak dan pria. Namun, periset meyakini jika anak perempuan dan wanita lebih mungkin menyembunyikan gejala autisme. Inilah yang menyebabkan mereka lebih sulit didiagnosis. Ada beberapa cara mereka menyamarkan gejala tersebut, di antaranya:

  • Memaksakan diri untuk melakukan kontak mata dengan lawan bicara selama percakapan
  • Selalu menyiapkan lelucon sebelum memulai percakapan
  • Meniru perilaku sosial orang lain
  • Meniru ekspresi dan gerak tubuh orang lain

Sebuah penelitian yang diterbitkan pada Journal of the America Academy of Child and Adolescent Psychiatry membandingkan gejala autisme pada wanita dengan pria. Hasilnya menunjukkan bahwa wanita lebih mencenderung mengalami beberapa gejala berikut:

  • Lebih banyak mengalami kesulitan bersosialisasi dan berinteraksi
  • Kurang mampu untuk beradaptasi dengan baik
  • Cenderung fokus berlebihan pada suatu aktivitas
  • Lebih banyak mengalami masalah emosional
  • Lebih banyak mengalami masalah dalam berkomunikasi
  • Sering meniru dan menjadi agresif

Hingga kini, periset masih terus melakukan penelitian lebih dalam mengenai gejala autisme pada wanita. Terlebih tidak ada tes medis khusus yang dapat mendiagnosis autisme. Jika Anda merasa si kecil atau anggota keluarga menunjukkan gejala yang telah disebutkan, segera lakukan konsultasi ke dokter.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca