Yang Harus Diketahui tentang Exercise-Induced Asthma

Oleh

Semua orang butuh olahraga, bahkan orang yang memiliki asma! Tubuh yang kuat adalah salah satu pertahanan dari penyakit. Beberapa orang dengan asma memiliki exercise-induced asthma (EIA). Tetapi dengan penanganan yang baik dan pencegahan serta pengaturan yang sesuai, Anda akan dapat berjalan, menaiki tangga, berlari, dan berpartisipasi dalam aktivitas, olahraga dan latihan tanpa mengalami gejala asma. Jangan biarkan EIA menghambat Anda dalam memperoleh kehidupan yang aktif atau dalam mencapai impian Anda menjadi seorang atlet.

Apa itu exercise-induced asthma?

Olahraga adalah penyebab umum gejala asma. Exercise-induced asthma adalah penyempitan saluran udara di paru-paru yang dipicu oleh olahraga berat. Hal ini menyebabkan napas pendek, mengi, batuk, dan gejala lainnya selama atau sesudah olahraga. Hal ini biasanya disebut exercise-induced asthma (EIA) atau exercise-induced bronchospasm (EIB). Diperkirakan sebanyak 80-90% dari keseluruhan individu yang memiliki asma alergi akan mengalami gejala EIA saat sedang berolahraga atau melakukan aktivitas berat. Untuk remaja dan dewasa muda, ini merupakan penyebab umum dari gejala asma. Untungnya, dengan pengobatan, pemantauan, dan pengelolaan yang baik, Anda tetap akan dapat berpartisipasi dalam aktivitas fisik dan olahraga serta mencapai produktivitas maksimal Anda.

Apa yang menyebabkan exercise-induced asthma?

Ketika Anda berolahraga, Anda bernapas lebih cepat seiring meningkatnya kebutuhan oksigen dalam tubuh. Biasanya selama olahraga Anda akan menarik napas melalui mulut, menyebabkan udara menjadi lebih kering dan dingin dibanding jika Anda bernapas melalui hidung. Hal ini mengurangi kehangatan dan kelembapan yang menyebabkan bronchospasm. Olahraga yang membuat Anda tereskpos udara dingin seperti ski atau hoki es lebih cenderung membuat Anda terkena gejalanya dibanding olahraga yang melibatkan udara hangat dan cukup lembap seperti berenang. Tingkat polusi, banyaknya serbuk sari, dan ekspos terhadap zat iritan lain seperti asap rokok dan aroma yang kuat dapat membuat gejala EIA memburuk. Udara dingin atau sejarah asma dapat membuat Anda lebih sulit untuk berolahraga.

Apa gejala exercise-induced asthma?

Gejala dari exercise-induced asthma meliputi:

  • Batuk disertai asma
  • Sesak di dada
  • Mengi
  • Kelelahan yang tidak biasa setelah berolahraga
  • Napas pendek setelah olahraga

Batuk adalah gejala paling umum pada EIA dan mungkin hanya itu gejala yang terlihat. Gejala dari EIA akan dimulai selama olahraga dan akan memburuk sekitar 5-10 menit setelah berhenti berolahraga. Gejala akan muncul lagi setelah 20-30 menit dan dapat bertahap memburuk. Terkadang, beberapa individu akan merasakan gejala “fase lambat” sekitar 4-12 jam setelah berhenti berolahraga. Fase lambat ini akan mereda bertahap dan dapat memakan waktu hingga 24 jam.

Temui dokter jika Anda mengalami tanda apapun dari gejala EIA. Karena beberapa kondisi dapat menunjukkan gejala yang sama, sangatlah penting untuk mendapatkan diagnosis yang tepat dan akurat.

Segera cari pengobatan darurat jika Anda mengalami gejala yang memburuk:

  • Napas menjadi pendek atau mengi yang cepat sekali memburuk
  • Tidak ada kemajuan setelah menggunakan inhaler yang diresepkan untuk serangan asma

Bagaimana mendiagnosis exercise-induced asthma?

Sangatlah penting untuk mengetahuhi perbedaan antara sesak napas karena kelelahan, dengan exercise-induced asthma. Seseorang yang sehat biasanya hanya mengalami gejala sesak napas setelah aktivitas yang berat saja. Untuk membuat diagnosis, dokter Anda akan merekap riwayat kesehatan Anda dan melakukan beberapa pemeriksaan. Selama pemeriksaan, yang mungkin akan melibatkan uji lari atau treadmill, dokter Anda akan mengukur kapasitas paru-paru Anda menggunakan spirometer sebelum, selama, dan sesudah olahraga. Memantau alur Anda sebelum, selama, dan sesudah olahraga dapat membantu Anda dan dokter Anda mendeteksi penyempitan di saluran udara Anda. Kemudian, menggunakan petunjuk yang diberikan dokter, Anda dapat mencegah gejala asma, berpartisipasi dan menikmati aktivitas fisik. Dokter Anda akan memberi tahu Anda apa yang harus dilakukan ketika sesuatu terjadi.

Penanganan dan pengaturan exercise-induced asthma

Dengan penanganan dan pengaturan yang sesuai, orang dengan EIA dapat berpartisipasi secara aman dan mencapai potensi maksimal mereka. Pengaturan yang sesuai dibutuhkan untuk mengetahui langkah-langkah dalam mencegah munculnya gejala dan berhati-hati dalam memantau status pernapasan Anda sebelum, selama, dan sesudah olahraga. Mengonsumsi obat sebelum olahraga atau aktivitas berat biasanya dapat membantu. Individu yang dapat mentoleransi olahraga berkelanjutan dengan gejala minimal mungkin akan menemukan pemanasan yang sesuai dengan kebutuhan mereka untuk pengobatan yang berulang.

Pengobatan untuk menangani/mencegah exercise-induced asthma?

Ada 3 tipe pengobatan untuk mencegah atau mengatasi gejala EIA. Dokter Anda dapat membantu menentukan perawatan yang terbaik untuk Anda menurut kondisi asma dan tipe aktivitas atau olahraga yang bisa Anda lakukan.

Pengobatan pertama adalah short-acting beta2-agonists, disebut juga bronchodilator. Pengobatan ini dapat mencegah gejala dan harus dikonsumsi 10-15 menit sebelum olahraga. Hal ini dapat mencegah gejala selama 4 jam. Pengobatan ini juga dapat dilakukan untuk mengatasi serta membalikkan gejala EIA saat mereka muncul.

Pengobatan kedua adalah long-acting bronchodilator. Ini harus dikonsumsi 30-60 menit sebelum aktivitas utama dan hanya boleh sekali dalam periode 12 jam. Samaterol dapat membantu mencegah gejala EIA selama 10-12 jam. Pengobatan ini harusnya hanya digunakan untuk mencegah gejala dan jangan pernah digunakan untuk mengobati gejala ketika kambuh karena pengobatan ini tidak dapat menyembuhkan dengan cepat.

Tipe pengobatan ketiga adalah cromolyn atau nedocromil. Mereka juga harus dikonsumsi 15-20 menit sebelum olahraga utama. Ada juga bukti yang menunjukkan bahwa mengonsumsi obat ini dapat membantu mencegah reaksi fase lambat dari EIA yang dialami oleh beberapa individu. Semua pengobatan ini hanya digunakan untuk pencegahan karena mereka tidak meredakan gejala ketika sudah muncul. Beberapa individu menggunakan 1 dari semua pengobatan ini dengan kombinasi short-acting bronchodilator.

Jika Anda memiliki gejala yang muncul teratur dengan aktivitas atau olahraga seperti biasa, konsultasilah pada dokter. Peningkatan pada kontrol pengobatan jarak panjang Anda dapat membantu. Pengobatan anti-peradangan jangka panjang seperti inhaler steroids, dapat mengurangi frekuensi dan nyeri dari EIA.

Guru dan pelatih harus diinformasikan jika seorang anak memiliki EIA. Mereka harus diberitahukan bahwa anak harus dapat berpartisipasi dalam aktivitas, tetapi mungkin membutuhkan pengobatan sebelum aktivitasnya.

Olahraga seperti apa yang baik untuk orang dengan exercise-induced asthma?

Aktivitas yang hanya melibatkan sedikit gerakan atau memiliki jeda yang panjang biasanya dapat ditolerir lebih baik, seperti berjalan, voli, basket, dan senam atau kasti. Berenang yang melibatkan napas yang hangat dan udara lembap, biasanya juga dapat ditolerir. Olahraga aerobik seperti lari berjarak, sepak bola, atau basket biasanya lebih mengakibatkan gejala. Tambahan lagi, olahraga di udara dingin seperti hoki es atau ice-skating juga sebaiknya dihindari

Sangatlah penting untuk berkonsultasi dengan dokter Anda mengenai bagaimana memulai program olahraga dan menantang diri Anda. Dengan pengaturan yang efektif, orang dengan EIA dapat beraksi dan berkembang di berbagai macam olahraga. Banyak atlet Olimpiade dan atlet profesional dengan EIA memiliki perkembangan yang baik di bidang olahraga mereka dan memenangkan medali emas.

Ingatlah, dengan penanganan yang sesuai Anda dapat berjalan, menaiki tangga, berlari, dan berpartisipasi di banyak aktivitas, olahraga, dan latihan tanpa mengalami gejala. Jangan biarkan EIA menghalangi Anda dari hidup yang aktif atau meraih impian atletis Anda.

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca