8 Cara Pencegahan Asma yang Utama

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Asma gejalanya mudah kambuh, tapi penyakit pernapasan ini tidak dapat disembuhkan total. Maka dari itu, Anda perlu tahu apa saja langkah pencegahan yang tepat agar gejala asma tidak gampang kumat sewaktu-waktu. Sebab ketika kambuh, asma dapat sangat melemahkan tubuh dan mengganggu aktivitas. Berikut adalah beberapa tips dasar yang perlu Anda terapkan sebagai cara mencegah kekambuhan penyakit asma.

Cara pencegahan asma yang utama

Gejala asma dapat muncul kapan pun dan di mana pun tanpa Anda duga. Langkah pencegahan yang tepat dapat membantu meminimalisir peluang kekambuhan penyakit asma di kemudian hari, sekaligus meringankan intensitas gejala yang mungkin muncul ketika serangan kumat.

Maka, penting bagi setiap pengidap asma untuk menerapkan berbagai cara berikut guna mencegah kekambuhan penyakit mereka.

1. Hindari pemicunya

hewan peliharaan dengan hubungan asmara

Jika sudah resmi didiagnosis penyakit asma, penting untuk Anda mengetahui hal spesifik apa yang khususnya memicu kekambuhan.

Ada banyak sekali faktor pemicu asma, tapi yang paling umum meliputi:

  • Debu, kecoa, bulu binatang, serbuk sari dari pohon, rumput, dan bunga.
  • Alergi terhadap makanan tertentu.
  • Asap rokok, asap pembakaran sampah, dan polusi udara.
  • Bahan kimia dalam produk rumah tangga dan kosmetik.
  • Perubahan cuaca atau iklim yang ekstrem.
  • Wewangian dalam parfum atau produk lainnya.
  • Obat-obatan tertentu, seperti antinyeri (aspirin atau ibuprofen) dan nonselektif beta-blocker untuk penyakit jantung.
  • Riwayat penyakit tertentu. Salah satunya, asam lambung (GERD).
  • Infeksi virus pernapasan bagian atas, seperti pilek influenza dan infeksi sinus.
  • Aktivitas fisik, termasuk olahraga.
  • Stres dan kecemasan berlebihan.
  • Bernyanyi, tertawa, atau menangis yang terlalu berlebihan.

Asma yang dipicu alergi seringkali membuat bingung apa penyebab pastinya. Maka jika Anda punya asma dan curiga memiliki alergi, konsultasikan ke dokter. Dokter dapat menjalankan tes alergi untuk menemukan alergen pemicu gejala asma Anda.

2. Menggunakan pengobatan pencegah (preventif)

asma saat dewasa

Obat asma terbagi dalam dua cara kerja, satu untuk mengendalikan gejala saat penyakit kambuh dan satu untuk mencegah kemunculan serangan saat gejala awalnya mulai terasa.

Pengobatan pencegahan asma dapat digunakan dengan cara dihirup, diminum, atau disuntik. Beberapa yang paling umum adalah:

  1. Kortikosteroid hirup: menghambat dan mengurangi peradangan di saluran pernapasan. Obat ini perlu dipakai setiap hari meski gejala tidak sedang kumat. Pemakaian obat dengan tepat dapat mengurangi frekuensi kekambuhan asma, dan Anda dapat bernapas lebih baik lega setiap hari. Contoh dari obat kortikosteroid untuk mencegah asma adalah budesonide, mometasone, fluticasone furoate, fluticasone,  flunisolide, dan ciclesonide.
  2. Long Acting Beta agonist (bronkodilator): Hampir semua penderita asma menggunakan obat ini untuk mencegah kekambuhan dan mengendalikan gejala asma. Obat ini harus digabungkan dengan kortikosteroid hirup. Long acting beta agonist biasanya ditujukan khusus untuk pengidap asma kronis yang dipicu olahraga atau aktivitas fisik berat. Contoh obat ini adalah salmeterol (Servent) dan formoterol (Foradil, Perforomist).
  3. Leukotriene modifiers: mengatasi alergi sekaligus pencegahan gejala asma. Obat ini bekerja dengan cara melawan leukotrienes, yang menyebabkan penyempitan saluran udara dan produksi lendir berlebih. Obat leukotriene modifiers ditujukan untuk asma yang dipicu efek samping obat-obatan tertentu dan asma yang dipicu oleh olahraga. Contoh dari obat ini adalah zafirlukast (Accolate), montelukast (Singulair), dan zileuton (Zyflo)

Konsultasi lebih lanjut ke dokter terkait obat-obatan pencegah yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

3. Bawa obat ke mana pun Anda pergi

penyakit asma

Jika penyakit asma Anda gampang kambuh, jangan sampai luput membawa obat pereda gejalanya ke mana pun Anda pergi. Termasuk juga saat Anda pergi ke dokter untuk cek kondisi rutin.

Setiap kali akan keluar rumah, pastikan obat asma, setidaknya inhaler, sudah dimasukkan ke dalam tas. Jika bentuknya obat minum, simpan sediaan dosisnya dalam tempat obat transparan.

Taruh di tempat dalam tas yang mudah terlihat dan cepat dijangkau sebagai antisipasi jika sewaktu-waktu gejala asma kambuh.

4. Pakai pelembap udara (humidifer)

jenis-jenis alat diffuser aromaterapi

Tidak banyak orang yang menyadari bahwa terpaan angin AC justru dapat memicu kekambuhan gejala asma. Pasalnya, angin yang keluar dari AC cenderung dingin dan kering sehingga dapat mengiritasi saluran napas dan memicu produksi lendir berlebih.

Sebaiknya, pasanglah mesin pelembap udara (humidifier) di dalam ruangan. Udara lembap dapat mencegah saluran napas teriritasi sehingga risiko serangan asma dapat berkurang.

Namun, hati-hati. Pastikan Anda jangan sampai lupa membersihkan alat ini sebelum dan setiap kali habis memakainya. Bila dibiarkan kotor, humidifier justru jadi sarang kuman dan jamur yang dapat memicu kekambuhan gejala.

Baca petunjuk pemakaian yang tertera pada bungkus kemasan dengan teliti. Jangan malu untuk bertanya pada penjual bagimana cara merawat dan membersihkan humidifier yang benar.

5. Pakai masker mulut

Kualitas udara yang kian hari semakin memburuk nyatanya membuat setiap orang berisiko mengalami berbagai penyakit pernapasan. Apalagi jika Anda sudah memiliki asma.

Maka itu, memakai masker mulut saat beraktivitas di luar ruangan menjadi salah satu upaya pencegahan kekambuhan asma yang patut diterapkan. Lindungi diri Anda dengan memakai masker mulut termasuk saat bermotor atau menggunakan transportasi umum.

Penggunaan masker dapat menghalau debu polusi, udara kotor, dan berbagai benda asing lainnya agar tidak terhirup oleh hidung. Bukan hanya asma, cara ini juga efektif untuk mencegah berbagai infeksi yang ditularkan melalui udara.

6. Imunoterapi

suntik vaksin tifoid

American College of Allergy, Asthma, and Immunology mengungkapkan bahwa imunoterapi efektif sebagai pencegahan penyakit asma yang dicetuskan oleh alergi.

Immunoterapi merupakan pengobatan alergi yang berfungsi untuk meningkatkan atau menekan sistem imun. Dengan imunoterapi, sensitivitas pasien terhadap alergen tertentu perlahan-lahan akan berkurang. Metode pengobatan ini biasanya dilakukan di bawah pengawasan dokter yang memang memiliki spesialisasi di bidang alergi dan imunologi.

Namun sebelum memulai terapi ini, dokter harus tahu dulu alergen apa yang memicu asma Anda. Setelah mengetahui jenis alergen spesifiknya, dokter akan menyuntikan obat khusus ke pembuluh darah Anda.

Untuk beberapa bulan pertama, suntikan akan diberikan biasanya sekali dalam seminggu. Terkadang, dapat juga hanya diberikan sekali dalam sebulan. Hal ini dapat berlangsung selama beberapa tahun hingga sistem imun menjadi lebih peka terhadap alergen. 

Jika Anda tidak bisa menghindari pemicu asma, cara mencegah kekambuhan penyakit asma ini patut dipertimbangkan. Diskusikan lebih lanjut dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

7. Atur pola makan

makanan untuk penderita maag makanan untuk penderita asam lambung

Memiliki riwayat GERD atau maag? Hati-hati, keduanya dapat memicu kekambuhan gejala asma jika tidak dikendalikan dengan baik.

Bila Anda punya riwayat penyakit asam lambung dan asma, langkah pencegahan terbaiknya adalah dengan mengatur pola makan. Mulai sekarang kurangilah konsumsi makanan yang serba berlemak dan digoreng. Hindari pula makanan yang terlalu asam dan pedas karena keduanya dapat memicu asam lambung naik. Ganti dengan memperbanyak makan buah dan sayuran segar.

Jika Anda mampu mengendalikan gejala asam lambung, maka risiko asma kambuh pun dapat dikurangi. Maka itu, jangan ragu untuk mencoba cara mencegah penyakit asma ini, ya.

8. Sering cek fungsi paru

peak flow meter asma

Selain dengan obat pencegah, Anda juga harus memantau kondisi paru-paru Anda secara teratur. dengan menggunakan peak flow meter. Alat ini efektif sebagai cara mencegah kekambuhan penyakit asma.

Cara menggunakan peak flow meter terbilang mudah. Anda cukup memasukan ujung alat ke dalam mulut dan tarik napas dalam-dalam. Setelahnya hembuskan napas secepat dan sekuat Anda bisa ke dalam rongga alat tersebut.

Lihat posisi angka yang tertera pada peak flow meter. Bila angka yang keluar dari peak flow meter tinggi, maka fungsi pernapasan Anda baik. Sedangkan bila angkanya rendah, artinya ada risiko asma rentan kambuh karena kerja paru-paru Anda tidak bekerja sebaik yang diperkirakan.

Hasil pengukuran peak flow meter dikategorikan dalam tiga zona. Setiap zona ini menandakan perkembangan penyakit asma Anda.

Zona Hijau: stabil

  • Anda tidak mengalami gejala asma selama siang hingga malam hari.
  • Menggunakan obat-obatan asma yang diresepkan dokter seperti biasa.
  • Mampu menjalankan kegiatan sehari-hari dengan bebas. 
  • Bila Anda bisa mencapai zona ini secara konsisten, dokter mungkin akan mengurangi obat asma Anda.

Zona Kuning: hati-hati

  • Anda mengalami gejala seperti batuk, bersin, atau napas yang pendek.
  • Sering terbangun di malam hari karena gejala asma.
  • Mampu menjalankan aktivitas sehari-hari tetapi tidak semua.
  • Gejala tetap sama atau memburuk dalam 24 jam.
  • Anda butuh tambahan dosis atau bahkan mengganti jenis obat-obatan asma.

Zona Merah: merah

  • Anda mengalami gejala asma yang parah, seperti batuk terus-terusan dan napas yang sangat pendek.
  • Obat asma aksi cepat tidak membantu meredakan gejala. 
  • Anda tidak dapat beraktivitas seperti biasanya.
  • Anda membutuhkan penanganan medis segera.

Cara mencegah kekambuhan penyakit dengan rencana aksi asma

menulis tangan vs mengetik

Membuat rencana aksi asma tidak kalah penting sebagai upaya pencegahan sekaligus pengendalian asma. Rencana aksi asma bertujuan agar kondisi asma Anda tidak mengganggu aktivitas Anda sehari-hari.

Pengidap asma kronis harus memiliki lembaran khusus berisi detil rencana aksi asma yang mudah dijangkau. Di dalamnya berisi sejumlah informasi dasar terkait daftar pemicu gejala, dosis obat-obatan yang dipakai (serta kapan dan bagaimana penggunaannya), hingga instruksi pertolongan pertama untuk mengatasi serangan asma.

Anda juga harus menyertakan nomor telepon darurat, seperti wali/anggota keluarga terdekat, nomor telepon dokter Anda, nomor ambulans, hingga IGD rumah sakit. Selipkan salinan rencana aksi Anda di dompet atau bersama kartu identitas penting Anda lainnya. Jangan lupa Jadikan nomor ambulans darurat sebagai panggilan cepat pada ponsel Anda.

Lembar rencana aksi ini berguna ketika gejala asma Anda kumat di ruang publik dan Anda tidak bisa menanganinya sendiri. Orang terdekat Anda bisa mengakses informasi tersebut untuk membantu Anda.

Selain yang sudah disebutkan di atas, Anda juga bisa bertanya langsung ke dokter untuk mencari tahu beragam cara lain untuk mencegah penyakit asma. Tanyakan hal apa pun yang ingin Anda tanyakan pada dokter. Dokter yang berpengalaman dapat membantu mencarikan jalan keluar atas permasalahan yang Anda alami.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca