3 Panduan Berolahraga untuk Penderita Asma

Oleh

Asma, baik yang kronis maupun yang hanya dipicu oleh olahraga, dapat menyebabkan beberapa gejala yang membuat olahraga sulit dan dapat berbahaya. Jika Anda mengalami napas berbunyi, sesak napas, batuk, atau bahkan nyeri dada, menyelesaikan lari atau permainan tenis hampir sulit dilakukan. Tapi bagaimana jika Anda menyukai olahraga dan memerlukan aktivitas agar tetap sehat?

Bagaimana cara menjaga diri agar tetap fit saat asma mengganggu olahraga?

Ikuti langkah-langkah berikut:

Pertama, bicarakan dengan dokter jika Anda mengalami gejala asma saat berolahraga, atau jika gejala yang Anda alami tidak kunjung berhenti. Dokter mungkin akan memberi obat yang diminum secara rutin, obat yang langsung bekerja, atau keduanya. Anda juga dapat menggunakan obat yang bekerja cepat apabila gejala muncul saat olahraga.

Kemudian, miliki rencana olahraga yang meminimalisir asma. Pertimbangkan jenis aktivitas serta kondisi yang tepat untuk Anda. Jika Anda memiliki asma yang dipicu oleh olahraga, Anda lebih baik menghindari olahraga saat udara dingin dan kering. Anda juga perlu berhati-hati jika kualitas udara buruk akibat polusi berlebih. Pada kasus tersebut, gantilah jogging di taman menjadi treadmill dalam ruangan atau kelas kardio hingga kualitas udara membaik. Namun, pastikan fasilitas yang Anda gunakan memiliki ventilasi yang baik dan tidak menggunakan pemutih atau zat kimia yang keras yang dapat memicu gejala asma Anda.

Terakhir, pilih olahraga dengan baik berdasarkan gejala Anda. Menurut para ahli, berenang, berjalan atau bersepeda baik dilakukan, karena:

  • Berenang baik untuk dilakukan orang dengan kesulitan bernapas, menurut para ahli di the American Academy of Allergy Asthma and Immunology. Hal ini disebabkan oleh udara yang lembap dan hangat saat Anda berenang. Udara yang lembap menjaga saluran udara terbuka sehingga memudahkan bernapas. Namun, berhati-hatilah akan klorin yang dapat memicu asma.
  • Berjalan atau bersepeda baik dilakukan selama cuaca mendukung. Walau Anda mungkin merasa khawatir terhadap olahraga yang memerlukan tenaga yang ekstra, seperti sepak bola, jangan langsung menyingkirkannya tanpa mencoba terlebih dahulu. Menurut Jonathan Parsons, MD, associate director of The Ohio State University Asthma Center, kenyataannya setiap aktivitas olahraga memiliki risiko yang memicu asma, dan kadar risiko berbeda-beda untuk setiap pasien. Apapun jenis olahraga yang Anda pilih, sertakan pemanasan dan pendinginan.

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca