Orang yang punya gangguan asma berat sering terbangun karena batuk, mengi, dan sesak napas yang memburuk di malam hari. Tidur tentu jadi tidak nyenyak dan membuat tubuh kelelahan saat bangun tidur. Pergi ke dokter memang menjadi cara terbaik untuk mengatasi masalah ini. Akan tetapi, Anda sebetulnya juga bisa mencegah serangan asma di malam hari dengan langkah sederhana berikut ini.

Cara mencegah serangan asma di malam hari

Penderita asma sering menyepelekan gejala asma yang sering kambuh di malam hari. Padahal, Sonali Bose, MD, seorang asisten dosen dari Divisi Paru, Perawatan Kritis, dan Obat Tidur di Icahn School of Medicine di Mount Sinai Medical Center, New York, mengatakan bahwa ini justru pertanda bahwa Anda membutuhkan lebih banyak obat atau perubahan perawatan, seperti dikutip dari Everyday Health.

Anda mungkin tidak bisa langsung pergi ke dokter untuk memeriksakan kesehatan Anda di tengah malam. Selain dengan mengonsumsi obat asma dari dokter, Anda juga bisa, kok, mencegah asma di malam hari dengan cara sederhana berikut ini.

1. Bersihkan tempat tidur secara rutin

bahaya membereskan tempat tidur

Kasur, bantal, guling, hingga selimut merupakan tempat-tempat persembunyian favorit bagi tungau untuk berkembang biak. Saking kecilnya, Anda mungkin tidak sadar bahwa selama ini asma Anda sering kambuh karena menghirup tungau debu saat tidur.

Gunakan vakum dengan filter HEPA (high efficiency particulate air) untuk menghilangkan semua polutan udara kecil, mulai dari tungau, debu, serbuk sari, dan bulu hewan peliharaan yang menempel di kasur. Terlebih, sel kulit mati hewan berukuran sangat kecil dan mudah beterbangan, sehingga hanya bisa disaring menggunakan filter HEPA.

2. Cuci bantal guling dengan air panas

jemur bantal guling buat apa

Setelah rutin membersihkan tempat tidur, para ahli juga menganjurkan Anda untuk rutin mencuci dan mengganti seprai, bantal, guling, dan selimut setidaknya 1-2 minggu sekali.

Semua perlengkapan tidur ini harus dicuci menggunakan air panas supaya lebih efektif membunuh tungau debu dan mencegahnya datang lagi. Alhasil, tidur Anda malam ini dijamin lebih nyenyak dan terhindar dari serangan asma di malam hari.

3. Pakai bantal tinggi

alasan kenapa harus rutin ganti bantal tidur

Bila Anda juga sedang terkena flu atau sinusitis, tidur dengan posisi kepala yang datar dapat menumpuk lendir atau dahak di sekitar hidung dan tenggorokan (post nasal drip). Hal ini dapat menghalangi aliran udara di saluran pernapasan dan memicu asma di malam hari.

Efek yang sama juga bisa dirasakan jika Anda punya penyakit maag. Tidur berbaring dalam kondisi datar memungkinkan asam lambung semakin naik ke tenggorokan. Sebagai solusinya, gunakan bantal tinggi untuk membantu mencegah lendir menumpuk dan asam lambung naik.

4. Gunakan humidifier

cara membersihkan humidifier

Untuk mencegah asma kambuh di malam hari, coba matikan AC saat tidur. Meski bisa mengusir rasa panas, udara malah menjadi lebih kering dan bisa mengakibatkan asma kambuh.

Gunakan bantuan humidifier untuk menambah kelembapan udara di kamar Anda. Cara ini juga bermanfaat untuk mencegah pertumbuhan tungau debu yang menyukai udara yang kering. Semakin rutin Anda menggunakan humidifier, semakin lembap pula udara di kamar dan mencegah asma kambuh.

5. Hindari tidur dengan hewan peliharaan

alergi hewan

Jika Anda punya hewan peliharaan, entah itu anjing atau kucing, sebaiknya biarkan mereka berlarian atau tidur di luar kamar Anda. Ingat, bulu hewan yang berserakan dapat menempel di karpet dan kasur sehingga memicu asma di malam hari.

Ada baiknya, selalu tutup pintu kamar supaya hewan peliharaan tidak bisa masuk ke kamar. Cara sederhana ini akan berdampak besar dalam mengurangi frekuensi asma kambuh di malam hari, lho.

6. Atur pola makan

pola makan penderita asma

Asam lambung naik, baik itu maag atau GERD, merupakan faktor risiko terjadinya asma. Sebagai upaya pencegahan, atur pola makan Anda supaya asam lambung tidak naik dan memicu asma.

Hindari makanan yang mengandung lemak jenuh tinggi seperti daging berlemak, makanan yang digoreng, susu, dan cokelat. Begitu juga dengan kopi, teh, makanan pedas, dan makanan asam, semua ini sebaiknya dibatasi karena dapat mengiritasi tenggorokan.

Bila Anda mampu mengendalikan gejala asam lambung, maka risiko asma kambuh di malam hari bisa diminimalisasi sebaik mungkin.

7.  Cek risiko sleep apnea

obstructive sleep apnea penyakit ngorok

Menurut American Thoracic Society, orang dengan asma cenderung berisiko tinggi mengalami sleep apnea. Sleep apnea ini merupakan gangguan tidur serius yang membuat pernapasan Anda sering berhenti selama tidur. Akibatnya, asma kambuh pun tak bisa dihindari.

Jika tidur Anda sering terganggu karena gejala asma di malam hari, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter. Dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan untuk mencari tahu kemungkinan sleep apnea dalam diri Anda.

Sebaiknya bawa juga obat asma yang Anda konsumsi akhir-akhir ini. Sesuai kondisi kesehatan Anda, dokter mungkin akan menambah dosis obat atau meresepkan obat asma baru untuk Anda.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca