5 Cara Preventif untuk Mencegah Asma Kambuh Akibat Polusi Udara

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 26/03/2020
Bagikan sekarang

Sampai saat ini, belum ada obat atau perawatan yang benar-benar dapat menyembuhkan asma. Orang yang memiliki asma terpaksa harus selalu mempersiapkan diri untuk mengantisipasi asma ketika kambuh. Asma membuat saluran pernapasan dari pengidapnya bereaksi secara hiperaktif, menyebabkan penyempitan, dan seringkali membuat kesulitan bernapas atau sesak napas. Memang tidak mudah mencegah asma untuk kambuh, tetapi Anda perlu mencegah asma dengan cara menghindari faktor risiko seperti polusi udara.

Cara preventif untuk mencegah dan mengurangi risiko asma akibat polusi

Polusi udara merupakan salah satu faktor risiko penyebab asma, terutama bagi pengidap yang tinggal di kawasan urban. Oleh karena itu, penting untuk pengidap asma yang rentan terpapar polusi untuk mengetahui cara mencegah asma dengan selalu melakukan tindakan preventif. Berikut beberapa di antaranya:

1. Terbiasa menggunakan inhaler setiap hari

Inhaler pencegah asma berfungsi untuk mencegah peradangan dan pembengkakan pada saluran napas. Apabila Anda menggunakan inhaler ini setiap hari seperti preskripsi dokter dan dengan teknik yang baik, saluran pernapasan jadi tidak terlalu sensitif. Artinya, cara mencegah penyakit asma ini dapat membantu Anda lebih toleransi terhadap faktor-faktor yang memicu asma.

Inhaler pencegah asma berbeda jenis dengan inhaler untuk mengatasi gejala asma. Meski bentuknya mungkin sama, tapi fungsinya berbeda.

2. Selalu membawa inhaler untuk mencegah gejala asma jadi lebih parah

Ketika asma kambuh karena polusi, inhaler pereda asma dapat dengan cepat membantu otot pada saluran napas lebih rileks. Saluran napas menjadi lebih terbuka lebar sehingga Anda akan kembali dapat bernapas dengan normal.

Setiap orang yang telah terdiagnosis mengidap asma akan mendapat preskripsi inhaler dari dokter, termasuk anak di bawah 5 tahun. Selalu membawa inhaler merupakan salah satu cara mencegah asma yang cukup efektif dan akan sangat membantu untuk meredakan asma yang kambuh.

3. Memeriksa kondisi polusi sebelum keluar rumah

Pengidap asma sebaiknya selalu memeriksa polusi udara dengan menggunakan aplikasi pada gawai atau menyempatkan untuk membaca informasi mengenai tingkat polusi. Dengan begini, Anda akan tahu kondisi polusi disebuah area.

Apabila polusi menunjukkan tingkat yang rentan memicu reaksi asma, Anda dapat lebih siap ketika asma kambuh.

4. Mencegah asma dengan cara menghindari area yang tinggi polusi udara

Cara mencegah asma ini cukup berhubungan dengan poin ketiga. Setelah tahu area mana saja yang tinggi akan tingkat polusi, Anda dapat menghindari area tersebut. Beberapa tempat yang biasanya memiliki polusi paling tinggi seperti:

  • Jalan raya
  • Stasiun bis
  • Parkiran

Memilih jalan alternatif yang lebih sepi atau pergi lebih pagi sebelum tingkat polusi meningkat adalah beberapa cara untuk mencegah asma yang dapat Anda lakukan.

5. Periksakan ke dokter jika Anda merasa sering mengalami asma

Apabila Anda mengalami gejala asma lebih dari tiga kali dalam seminggu, lebih baik periksakan pada dokter. Hal ini untuk mengetahui apakah asma disebabkan oleh polusi atau hal lain.

Mengapa polusi udara dapat memicu asma?

Polusi udara mudah menumpuk di kawasan urban atau kota-kota besar dan merupakan mimpi buruk bagi pengidap asma. Hal ini disebabkan polusi terdiri dari asap dan kabut sehingga lebih rentan menyebabkan asma.

Asap dan kabut adalah polusi udara dengan warna yang lebih gelap yang cenderung banyak ditemukan di kota besar dengan jumlah kendaraan dan pabrik yang tinggi.

Komponen terbesar dari asap dan kabut adalah ozon. Komponen inilah yang memicu asma dengan gejala seperti bersin dan sesak napas.

Selain ozon, asap dan kabut juga terdiri dari sulfur dioksida yang dapat mengiritasi saluran pernapasan dan juga memicu asma.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apa Pengaruh TBC pada Ibu Hamil dan Janin?

Kesehatan ibu hamil perlu dijaga dengan baik agar tidak memengaruhi kondisi janin. Lalu, apakah ada pengaruh TBC pada ibu hamil?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah

Dampak Polusi Udara pada Kesehatan Mata dan Cara Mencegahnya

Polusi udara tak hanya berbahaya untuk kesehatan pernapasan Anda, tapi juga kesehatan mata. Berikut berbagai cara untuk mencegahnya.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha

Jangan Asal Pilih, Begini Cara Menentukan Terapis Seks yang Cocok untuk Anda

Terapis seks hadir untuk Anda yang membutuhkan saran tentang persoalan hubungan intim yang mungkin sulit dikomunikasikan. Bagaimana memilih terapis seks?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi

Begini Efek Pandemi COVID-19 Terhadap Lingkungan Sekitar

Wabah coronavirus mengharuskan orang untuk menjaga jarak dan tetap berada di rumah. Apa efek pandemi COVID-19 terhadap kondisi lingkungan?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 28/04/2020

Direkomendasikan untuk Anda

penderita asma covid-19

Panduan bagi Penderita Asma Selama Pandemi COVID-19

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 24/05/2020
mencium bau hujan

Ini Penjelasan Ilmiah Mengapa Beberapa Orang Suka Bau Hujan

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 15/05/2020
hubungan poliamori

Mengenal Hubungan Poliamori, Saat Cinta Anda Tak Hanya untuk Satu Orang

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rena Widyawinata
Dipublikasikan tanggal: 13/05/2020
Latihan pernapasan asma

Teknik Latihan Pernapasan untuk Mengurangi Gejala Asma

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 11/05/2020