Macam-Macam Obat Anemia yang Diresepkan Dokter Sesuai Jenisnya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20/12/2019 . Waktu baca 9 menit
Bagikan sekarang

Anemia adalah kondisi yang ditandai dengan kurangnya jumlah sel darah merah sehat untuk mengalirkan oksigen ke berbagai jaringan tubuh. Jika Anda mengalami gejala anemia, Anda akan merasakan lemas atau kelelahan tanpa sebab, sesak napas tiba-tiba, pusing berputar atau sakit kepala, bahkan kulit yang memucat. Kurang darah karena anemia dapat ditangani dengan minum obat penambah darah. Namun, anemia itu sendiri punya banyak jenis sehingga jenis pengobatan yang diperlukan mungkin juga berbeda.

Obat anemia karena kekurangan gizi

Jenis anemia ini disebabkan oleh kekurangan asupan zat gizi pembentuk komponen darah, seperti zat besi atau vitamin B12 dan folat.

Tanpa asupan yang cukup, tubuh tidak dapat dapat memproduksi sel darah merah dalam jumlah normal dan kondisi sehat. Maka dari itu, umumnya dokter akan memberikan suplemen makanan.

1. Suplemen oral (obat minum)

Obat yang tersering digunakan untuk mengatasi anemia defisiensi zat besi adalah suplemen zat besi. Dokter Anda mungkin akan merekomendasikan suplemen zat besi yang mengandung zat besi, yang mudah diserap tubuh. Misalnya seperti suplemen sulfat ferrous, ferrous fumarat, dan ferrous glukonat.

Sementara untuk kasus anemia defisiensi B12 dan asam folat, dokter dapat meresepkan multivitamin yang mengandung keduanya.

Obat ini dapat digunakan untuk mengobati kurang darah yang disebabkan oleh kurangnya asupan zat gizi dari makanan, kehilangan darah, penyakit tertentu, kehamilan, gangguan pencernaan, dan kondisi lainnya.

Namun jika anemia defisiensi besi Anda secara spesifik disebabkan oleh kehilangan darah, dokter harus mencari tahu dulu apa penyebabnya dan menghentikan perdarahan sesegera mungkin sebelum meresepkan suplemen zat besi.

2. Suntikan zat besi

Jika anemia Anda tidak membaik hanya dengan suplemen zat besi, dokter akan menjadwalkan terapi suntikan atau infus zat besi.

Selama pengobatan anemia ini, dokter akan memantau jumlah sel darah merah Anda, termasuk tingkat hematokrit, hemoglobin, dan feritin. Dalam kasus anemia defisiensi besi yang sangat mengancam jiwa, pengobatan mungkin melibatkan transfusi darah.

Sedangkan untuk obat suntik kurang darah akibat defisiensi vitamin B12 dan asam folat biasanya dokter akan memberikan hydroxocobalamin dan cyanocobalamin. Hydroxocobalamin umumnya lebih disarankan karena efeknya lebih bertahan lama di dalam tubuh. Suntikan dapat diberikan setiap hari selama 2 minggu sekali atau sampai gejala Anda mulai membaik.

Obat kurang darah karena anemia sel sabit

Anemia sel sabit adalah penyakit anemia turunan yang disebabkan tidak adanya sel darah merah sehat untuk mengantarkan oksigen ke seluruh tubuh. Untuk mengatasi kurang darah akibat anemia jenis ini, jenis pengobatan yang direkomendasikan dokter adalah:

1. Obat antibiotik

Anak-anak yang memiliki anemia sel sabit dapat diresepkan antibiotik penisilin oleh dokter. Pengobatan ini berfungsi untuk membantu mencegah infeksi, seperti pneumonia, yang dapat mengancam nyawa bayi atau anak kecil.

Orang dewasa juga dapat diberikan obat ini jika limpanya telah diangkat atau terkena radang paru-paru. 

Antibiotik diperlukan karena organ limpa yang diangkat atau bermasalah tidak lagi menyaring darah dengan maksimal. Ini membuat risiko infeksi bakteri di dalam tubuh meningkat sehingga harus diantisipasi dengan antibiotik.

2. Hydroxyurea

Obat hydroxyurea biasa diberikan untuk mengurangi rasa sakit dan mengurangi kebutuhan transfusi darah pada pengidap anemia sel sabit.

Biasanya dokter meresepkan obat ini berdasarkan berat badan, kondisi medis, hasil tes laboratorium, dan respon tubuh pada pengobatan.

Obat anemia ini diminum dengan menelannya secara utuh tanpa menghancurkan, mengunyah, atau membuka kapsul.

Obat anemia karena penyakit kronis

Penyakit tahunan atau kronis juga dapat menyebabkan anemia. Risiko anemia yang paling tinggi terjadi pada penderita penyakit autoimun, penyakit ginjal, beberapa jenis kanker, gangguan hati atau tiroid, dan infeksi kronis tertentu.

Penyakit-penyakit di atas menyebabkan peradangan yang mencegah tubuh menggunakan zat besi dalam pembuatan sel-sel darah merah yang sehat. Kondisi ini juga menghalangi ginjal membuat hormon yang memberi sinyal sumsum tulang untuk membuat lebih banyak sel darah merah.

Anemia akan berangsur membaik ketika penyakit yang memicunya berhasil diobati. Namun terkadang, pasien penyakit ginjal dan pasien kanker yang mengidap anemia karena menjalani kemoterapi menerima pengobatan untuk merangsang produksi sel darah merah dengan epoetin alfa.

Obat epoetin alfa digunakan untuk mengatasi kurang darah akibat anemia pascakemoterapi, akibat penyakit ginjal kronis, atau anemia yang disebabkan oleh penggunaan zidovudine untuk mengobati HIV (human immunodeficiency virus).

Obat ini juga digunakan untuk mengurangi kebutuhan transfusi sel darah merah pada orang yang menjalani prosedur operasi tertentu. Epoetin alfa adalah bentuk protein buatan manusia yang membantu tubuh memproduksi sel darah merah.

Obat anemia ini diberikan memalui suntikan melalui infus. Namun, obat ini tidak disarankan untuk orang dengan tekanan darah tinggi dan memiliki aplasia sel merah murni (sejenis anemia) setelah menggunakan epoetin alfa, saat sedang hamil dan menyusui.

Pengobatan anemia hemolitik

Anemia hemolitik adalah gangguan yang menyebaban sel-sel darah merah hancur lebih cepat dari waktu seharusnya. Penghancuran sel darah merah disebut hemolisis atau hemolitik, dan bisa terjadi karena keturunan. 

Pengobatan anemia hemolitik akan disesuaikan dengan penyebab yang mendasarinya, kemungkinannya yaitu:

1. Pembedahan

Orang anemia hemolitik mungkin perlu menjalani pembedahan untuk mengganti katup jantung yang rusak, mengangkat tumor, atau memperbaiki pembuluh darah yang tidak normal. 

Jika anemia hemolitik berlanjut meskipun telah diobati, dokter Anda dapat merekomendasikan splenektomi. Ini adalah operasi pengangkatan limpa sebagai upaya terakhir. Kebanyakan orang tetap dapat menjalani kehidupan normal tanpa limpa.

2. Transfusi dan obat-obatan

Kasus kurang darah karena anemia hemolitik ringan mungkin tidak memerlukan obat sama sekali. Dokter biasanya memberikan perawatan seperti cairan intravena dan obat penghilang rasa sakit.

Steroid dapat menghentikan serangan kekebalan tubuh pada sel darah merahnya sendiri. Namun pada beberapa kasus, transfusi darah mungkin diperlukan. 

3. Plasmapheresis

Jika Anda mengalami anemia, plasma Anda dapat mengandung antibodi yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Faktor-faktor pembentuk darah tertentu yang mengalami kerusakan dapat dihilangkan dari darah dengan pengobatan yang disebut plasmapheresis.

Plasmapheresis adalah suatu proses pemisahan plasma (bagian cair dari darah) dari sel-sel darah. Mesin plasmapharesis digunakan untuk menghilangkan plasma yang rusak dan menggantinya dengan plasma baru yang lebih sehat. Ini juga dikenal sebagai pertukaran plasma, prosesnya mirip dengan dialisis ginjal.

Alternatifnya, plasma dapat diganti sementara dengan larutan lain seperti saline atau albumin atau disimpan dulu kemudian baru dikembalikan ke tubuh Anda.

Obat kurang darah akibat anemia aplastik

Masalah kurang darah yang dipicu oleh kelainan sumsum tulang belakang dikenal juga dengan nama anemia aplastik. Jenis anemia ini cenderung lebih sulit diatasi, baik dari penanganan maupun lewat obat.

Namun, ada beberapa cara yang bisa dilakukan dokter untuk mengatasi dan meringankan gejalanya misalnya berupa:

1. Transfusi darah

Dokter dapat menganjurkan transfusi darah. Transfusi darah bukan obat paten untuk anemia aplastik. Tindakan perawatan ini hanya meredakan gejala dan tidak menyediakan sel darah yang tidak bisa diproduksi oleh sumsum tulang Anda.

2. Transplantasi sel sumsum tulang belakang

Transplantasi sel punca ke sumsum tulang belakang dapat digunakan untuk kondisi anemia aplastik parah.

Transplantasi sumsum tulang belakang umumnya akan dilakukan pada pasien yang usianya masih muda, dan biasanya sel puncanya akan didonorkan dari saudara kandung. 

3. Immunosupresan

Untuk orang anemia aplastik yang tidak dapat menjalani transplantasi sumsum tulang, dokter akan memberikan obat imunosupresan. Misalnya obat cyclosporin dan anti-thymocyte globulin. 

Obat-obatan ini menekan aktivitas sel-sel kekebalan yang merusak sumsum tulang Anda. Obat ini juga membantu sumsum tulang Anda pulih dan menghasilkan sel darah baru agar gejala anemia aplastik dapat dikendalikan. 

4. Obat stimulan sumsum tulang belakang

Obat stimulan dapat diresepkan untuk membantu mengatasi gejala anemia aplastik. Obat seperti sargramostim, filgrastim, dan pegfilgrastim berguna untuk membantu merangsang sumsum tulang  menghasilkan sel darah baru.

5. Antibiotik dan antivirus

Antibiotik dan antivirus kemungkinan akan diberikan juga dalam pengobatan anemia aplastik. Pasalnya, kondisi ini dapat membuat sistem kekebalan tubuh melemah karena jumlah sel darah putih untuk melawan virus atau bakteri di tubuh Anda sedikit. Kondisi ini rentan menyebabkan Anda terkena infeksi. 

Pengobatan anemia thalassemia 

Thalassemia adalah jenis anemia yang disebabkan karena kelainan darah bawaan. Kondisi ini ditandai dengan sel darah merah yang mengandung hemoglobin lebih sedikit. 

Hemoglobin dalam sel darah merah Anda membawa oksigen ke seluruh tubuh agar bisa beraktivitas dengan normal. Hemoglobin yang rendah pada sel darah merah dapat menyebabkan Anda terkena anemia. 

Ragam jenis obat yang mungkin direkomendasikan dokter untuk mengatasi kurang darah akibat anemia thalassemia adalah:

1. Transfusi darah rutin

Pengobatan kurang darah ini mungkin akan dilakukan setiap beberapa minggu sekali. Namun seiring waktu, transfusi darah dapat menyebabkan penumpukan zat besi dalam darah sehingga berisio merusak jantung, hati, dan organ-organ lainnya.

Untuk membantu tubuh Anda menyingkirkan kelebihan zat besi, Anda mungkin perlu minum obat deferasirox.

2. Transplantasi sel sumsum tulang

Pengobatan transplantasi sel sumsum tulang untuk anemia ini dapat menjadi pilihan dalam kasus anak yang lahir dengan talasemia parah. Ini dapat menghilangkan kebutuhan untuk transfusi darah seumur hidup dan konsumsi obat penambah darah khusus anemia dalam jangka panjang.

Diskusikan lebih lanjut dengan dokter jika Anda merasa mengalami gejala anemia atau sudah terdiagnosis secara resmi. Dokter akan memberikan obat yang paling cocok dengan penyebab Anda mengalami kurang darah.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

7 Cara Pencegahan Anemia yang Utama

Memiliki anemia membuat Anda mudah mengalami lemas, letih, lesu tiba-tiba. Lantas, langkah pencegahan apa yang tepat agar anemia tidak mudah kambuh?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Anemia, Health Centers 26/02/2020 . Waktu baca 6 menit

Jangan Anggap Remeh, Ini 3 Penyebab Anemia saat Menstruasi

Anemia bisa terjadi saat menstruasi. Ketika darah banyak keluar, tubuh menjadi kekurangan zat besi. Maka itu, perlu pengelolaan agar anemia bisa teratasi.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Konten Bersponsor
anemia saat menstruasi
Anemia, Health Centers 30/01/2020 . Waktu baca 4 menit

Anemia Gravis

Anemia gravis adalah penyakit kekurangan darah berat. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, pengobatan, obat, dan cara mencegah kondisi ini di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 16/01/2020 . Waktu baca 7 menit

3 Manfaat Penting Buah dan Sayur Bagi Anak yang Sayang Jika Dilewatkan

Makanan tinggi serat penting untuk tumbuh kembang anak. Memang, apa saja manfaatnya makan sayur dan buah untuk bayi yang perlu orangtua tahu?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Serat Anak, Parenting, Nutrisi Anak 12/12/2019 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

anemia rash

Hal yang Perlu Anda Ketahui Mengenai Anemia Rash

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 29/06/2020 . Waktu baca 4 menit
pantangan penderita anemia g6pd

5 Hal yang Perlu Dihindari Jika Anda Menderita Anemia Defisiensi G6PD

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 24/05/2020 . Waktu baca 4 menit
penderita anemia minum suplemen saat puasa

Perlukah Penderita Anemia Dewasa Minum Suplemen Zat Besi Saat Puasa?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 06/05/2020 . Waktu baca 5 menit
Beberapa Hal yang Perlu Diperhatikan saat Pasien Anemia Ingin Puasa

Hal yang Perlu Diperhatikan Pasien Anemia Saat Puasa Ramadan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 24/04/2020 . Waktu baca 3 menit