Cara Mengatasi Anemia Berbeda-beda, Tergantung Penyebabnya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 12/12/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang umum terjadi, terutama pada wanita. Sayangnya tidak banyak orang menyadari bahwa dirinya menderita anemia. Gejala anemia, seperti kelelahan, kadang dianggap sebagai hal biasa oleh sebagian orang. Namun begitu, anemia perlu diatasi. Jika dibiarkan, gejalanya dapat berkembang menjadi hal yang lebih serius. Tapi tunggu dulu. Jangan sembarangan mencari cara mengatasi anemia. Salah-salah gejalanya bisa makin memburuk. Anemia harus diatasi sesuai apa yang menjadi penyebabnya.

Cara mengatasi anemia berdasarkan jenis anemia

Banyak hal yang dapat menjadi penyebab anemia, misalnya banyak kehilangan darah, produksi sel darah merah menurun, atau sel darah merah yang rusak. Masing-masing penyebab dapat menimbulkan gejala yang berbeda, sehingga penanganannya pun akan turut berbeda. Dokter akan mencari tahu terlebih dahulu penyebab anemia yang Anda alami untuk bisa mengatasi anemia.

Anemia karena kehilangan darah

Kehilangan darah dalam jumlah banyak atau perdarahan dapat menyebabkan Anda mengalami anemia. Hal ini bisa terjadi karena berbagai penyebab, seperti masalah pada lambung dan usus, penggunaan obat antiperadangan nonsteroid jangka panjang yang menyebabkan radang lambung, menstruasi berat, atau perdarahan berat saat melahirkan.

Pada kondisi ini, Anda mungkin perlu dirawat untuk diberikan transfusi darah, cairan, oksigen, dan zat besi untuk mengatasi anemia dengan cepat. Hal ini dilakukan untuk membantu tubuh memproduksi sel darah merah baru.

Anemia defisiensi besi

Ini merupakan jenis anemia yang umum terjadi pada banyak orang, terutama pada wanita yang mengalami menstruasi berat. Anemia defisiensi besi disebabkan oleh kurangnya zat besi yang ada di tubuh, sehingga tubuh tidak mampu menghasilkan sel darah merah dalam jumlah cukup. Oleh karena itu, untuk mengatasinya Anda perlu menambah jumlah asupan zat besi Anda dari makanan atau bahkan Anda perlu mengonsumsi suplemen zat besi.

Contoh sumber makanan yang mengandung zat besi tinggi adalah daging merah, kuning telur, seafood, gandum, dan kacang-kacangan. Anda juga perlu menambahkan makanan sumber vitamin C dalam menu makanan Anda untuk membantu tubuh menyerap zat besi.

Anemia defisiensi vitamin B12 dan folat

Anemia juga bisa terjadi karena tubuh kekurangan vitamin B12 dan folat. Dua nutrisi ini juga diperlukan tubuh untuk membuat sel darah merah yang sehat. Untuk mengatasi hal ini, Anda tentu perlu memperbanyak asupan makanan yang mengandung vitamin B12 (seperti daging, ati, ikan, tiram, kerang, susu, keju, dan telur) dan folat (seperti sayuran hijau dan susu). Selain itu, dokter mungkin akan memberikan Anda suntikan vitamin B12 atau suplemen vitamin B12 dan suplemen folat.

Anemia karena penyakit kronis

Anemia bisa disebabkan oleh penyakit kronis, seperti penyakit ginjal kronis dan kanker (setelah kemoterapi). Namun, hal ini bisa diatasi dengan pemberian suntikan eritropoietin atau transfusi darah, selain mengobati penyakit yang menjadi penyebabnya. Eritropoietin adalah hormon yang dihasilkan oleh ginjal, di mana fungsinya adalah untuk merangsang produksi sel darah merah di sumsum tulang.

Anemia yang disebabkan oleh keturunan

Ada dua kelompok anemia yang disebabkan oleh keturunan, yaitu anemia hemolitik (di mana sel darah merah mati terlalu cepat) dan anemia yang berhubungan dengan sumsum tulang. Penyakit talasemia dan anemia sel sabit masuk ke dalam kelompok anemia hemolitik. Sedangkan, anemia aplastik termasuk dalam kelompok anemia yang berhubungan dengan sumsum tulang.

Talasemia dan anemia sel sabit umumnya bisa diobati dengan transfusi darah, pemberian suplemen asam folat, atau transplantasi sumsum tulang (mengganti sumsum tulang Anda dengan sumsum tulang sehat dari donor). Selain itu, pengangkatan limpa (splenektomi) juga bisa dilakukan untuk mengobati talasemia.

Sedangkan, anemia aplastik juga bisa diobati dengan transfusi darah dan transplantasi sumsum tulang jika sumsum tulangnya bermasalah sehingga tidak bisa membuat sel darah merah yang sehat. Pengobatan untuk mengobati talasemia, anemia sel sabit, dan anemia aplastik sangat bervariasi, tergantung pada kondisi dan tingkat keparahan gejala.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apakah Pengidap Thalassemia Bisa Sembuh Total?

Thalassemia merupakan penyakit keturunan yang sulit diobati. Meski demikian, para ahli terus mencari cara untuk mengobati thalassemia hingga sembuh total.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Hidup Sehat, Tips Sehat 10/04/2020 . Waktu baca 5 menit

Apakah Semua Pasien DBD Perlu Transfusi Ketika Trombosit Turun?

Dalam kondisi tertentu, pasien DBD memerlukan transfusi darah karena trombosit turun. Adapun cara untuk meningkatkan trombosit dengan cara yang alami.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Penyakit Musiman, Health Centers 07/04/2020 . Waktu baca 6 menit

Adakah Batas Maksimal untuk Transfusi Darah?

Setiap orang membutuhkan transfusi darah ketika dalam situasi kronis. Namun, adakah batas maksimal transfusi darah? Apakah ada aturan tentang hal ini?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Hidup Sehat, Fakta Unik 23/03/2020 . Waktu baca 4 menit

7 Cara Pencegahan Anemia yang Utama

Memiliki anemia membuat Anda mudah mengalami lemas, letih, lesu tiba-tiba. Lantas, langkah pencegahan apa yang tepat agar anemia tidak mudah kambuh?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Anemia, Health Centers 26/02/2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

anemia rash

Hal yang Perlu Anda Ketahui Mengenai Anemia Rash

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 29/06/2020 . Waktu baca 4 menit
pantangan penderita anemia g6pd

5 Hal yang Perlu Dihindari Jika Anda Menderita Anemia Defisiensi G6PD

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 24/05/2020 . Waktu baca 4 menit
penderita anemia minum suplemen saat puasa

Perlukah Penderita Anemia Dewasa Minum Suplemen Zat Besi Saat Puasa?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 06/05/2020 . Waktu baca 5 menit
Beberapa Hal yang Perlu Diperhatikan saat Pasien Anemia Ingin Puasa

Hal yang Perlu Diperhatikan Pasien Anemia Saat Puasa Ramadan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 24/04/2020 . Waktu baca 3 menit