Berbagai Jenis Anemia yang Harus Anda Tahu

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Anemia adalah kondisi kekurangan sel darah merah di tubuh Anda. Ketika kekurangan sel darah merah, tubuh tidak akan mendapatkan cukup oksigen yang fungsinya untuk membantu kerja anggota tubuh secara maksimal. Anemia tidak hanya satu jenis kondisi saja. Anda berbagai kalasifikasi anemia berdasarkan penyebab dan kondisi khasnya masing-masing. Berikut adalah berbagai macam kondisi anemia yang harus Anda tahu.

Anemia karena kekurangan  zat besi

Klasifikasi anemia ini  merupakan jenis yang umum. Dimana Anda akan mengalami kondisi kekurangan darah akibat kekurangan zat besi dalam tubuh Anda.

Tanpa zat besi yang cukup, tubuh Anda tidak dapat memproduksi cukup zat dalam sel darah merah yang memungkinkan mereka untuk membawa oksigen (hemoglobin). Sel darah merah ini nantinya akan digunakan untuk membawa hemoglobin berisi oksigen ke seluruh jaringan tubuh.

Kekurangan zat besi disebabkan karena Anda mengalami kecelakaan atau trauma yang menyebabkan perdarahan banyak sehingga persediaan zat besi ikut hilang. Selain itu, klasifikasi anemia karena kurang zat besi ini juga bsia disebabkan karena Anda kurang makan makanan mengandung zat besi seperti sawi atau bayam misalnya.

Adanya masalah pada gangguan pencernaan di usus juga bisa menyebabkan Anda terkena kondisi ini. Usus yang sedang terdapat gangguan, akan sulit menyerap zat besi dari makanan dengan baik. Akibatnya, suplai darah Anda juga tidak dapat diproduksi tubuh dengan maksimal.

Anemia defisiensi zat besi dapat membuat Anda jadi cepat lelah dan kehabisan napas. Untuk mengatasi hal ini, dokter bisa memberikan Anda suplemen, Anda biasanya dapat memperbaiki anemia defisiensi besi dengan suplemen atau makan makanan mengandung zat besi tinggi.

Anemia karena kekurangan vitamin

Anemia defisiensi vitamin terjadi ketika sel darah merah sehat jumlahnya sedikit di bawah batas normal. Kondisi ini disebabkan karena Anda kekurangan vitamin. Gejala kondisi ini sama dengan anemia pada umumnya, badan gampang campek, sesak napas, dan juga pusing.

Jenis anemia ini sering terjadi meningkat serta berkembang pada ibu hamil dan seiring bertambahnya usia Anda. Kurangnya kadar vitamin B12, folat (juga dikenal sebagai asam folat), dan juga vitamin C dapat menyebabkan Anda terkena anemia. Anemia megaloblastik adalah jenis anemia defisiensi yang secara spesifik disebabkan karena kekurangan vitamin B12 atau folat.

Ada beberapa penyebab orang anemia bisa kekurangan vitamin. Pertama, karena kurang makan makanan mengandung vitamin penambah darah. Lalu, ada juga orang yang tubuhnya tidak dapat memproses atau menyerap vitamin B12, vitamin C, atau asam folat dengan baik.

Kesulitan ini dapat disebabkan oleh kondisi yang mendasari seperti adanya luka atau gangguan pada usus. Perokok dan peminum alkohol aktif, tubuhnya juga sulit menyerap nutrisi vitamin dengan baik.

Terkadang, adakalanya kebutuhan vitamin dalam tubuh seseorang jadi meningkat. Misalnya seperti orang yang sedang hamil dan penderita kanker yang telah menyebar ke beberapa bagian tubuh mereka. Jika mereka tidak memenuhi kebutuhan tambahan akan vitamin ini, mereka dapat mengalami klasifikasi anemia karena kekurangan vitamin.

Anemia aplastik

Anemia aplastik adalah salah satu klasifikasi kondisi kekurangan darah yang cukup serius kondisinya. Ini terjadi saat tubuh Anda berhenti memproduksi cukup sel darah merah sehat  yang baru. Selain gampang lelah, mudah mengalami perdarahan juga dapat menjadi gejala dari anemia jenis ini.

Anemia aplastik berkembang ketika ada kerusakan atau kelainan pada sumsum tulang Anda. Sumsum tulang belakang ini nanti dapat memperlambat atau mematikan produksi sel darah baru. Perlu diketahui, bahwa sumsum tulang adalah sel induk yang menghasilkan sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit.

Pada orang dengan anemia aplastik, sumsum tulang bisa digambarkan dengan kondisi hipoplastik yang artinya kosong (aplastik), atau mengandung sangat sedikit sel darah (hipoplastik).

Selain serius dan kasusnya jarang, anemia aplastik dapat terjadi pada usia berapa pun. Anemia aplastik dapat terjadsecara tiba-tiba atau pelan-pelan hingga memburuk dalam jangka waktu lama. Perawatan dan pengobatan  untuk anemia aplastik mungkin termasuk obat-obatan, transfusi darah, atau transplantasi sumsum tulang belakang.

Anemia karena penyakit kronis

Anemia ini masuk ke dalam klasfikasi dampak dari penyakit kronis. Pasalnya, kondisi kekurangan darah ini menyerang orang-orang yang memiliki penyakit kronis karena peradangan. Misalnya seperti infeksi, karena penyakit autoimun, dan akibat penyakit ginjal kronis.

Beberapa ahli kesehatan untuk sementara menyimpulkan bahwa saat Anda infeksi atau terkena penyakit akibat peradangan sistem kekebalan tubuh Anda menyebabkan perubahan. Salah satunya berdampak pada kondisi kekurangan darah.

Misalnya, saat Anda mengalami penyakit Celiac dapat menyebabkan kerusakan pada usus kecil tempat zat besi, folat, dan vitamin B12 diserap. Tubuh Anda mungkin jadi tidak dapat menyimpan dan menggunakan zat besi secara normal.

Sedangkan pada kondisi sakti ginjal, tubuh Anda mungkin menghasilkan lebih sedikit erythropoietin (EPO), hormon yang memberi sinyal pada sumsum tulang Anda untuk membuat sel darah merah.

Sedangkan pada kondisi kelainan sumsum tulang, tubuh Anda mungkin tidak dapat merespons secara normal terhadap EPO. Alhasil sel darah merah yang dihasilkan tubuh lebih sedikit dihasilkan daripada yang dibutuhkan.
Sel-sel darah merah Anda mungkin hidup untuk waktu yang lebih singkat dari biasanya, menyebabkan mereka mati lebih cepat daripada yang bisa diganti.

Klasifikasi anemia karena keturunan

Ada banyak jenis anemia hemolitik dan kondisinya dapat diwarisi orang tua Anda ke Anda. Anemia hemolitik juga bisa didapatkaj seiring perkembangan hidung Anda. Berikut adalah beberapa contoh dari berbagai jenis anemia hemolitik:

1. Anemia sel sabit

Anemia sel sabit termasuk dalam klasifikasi kerusakan geentik pada sel darah merah yang dihasilkan tubuh. 

Anemia sel sabit terjadi ketika ada mutasi pada gen yang memberi tahu tubuh Anda untuk membuat hemoglobin di dalam darah Anda. Hemoglobin ini adalah protein pemberi warna merah dan membuat sel darah dapat membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh bagian tubuh Anda.

Pada klasifikasi atau jenis anemia sel sabit, hemoglobin dalam tubuh Anda bentuknya abnormal sehingga menyebabkan sel darah merah bentuknya seperti bulan sabit, kaku, lengket, dan cacat.

Anemia ini juga termasuk dalam klasifikasi keturunan dan dapat terjadi dari generasi ke generasi, disebut sebagai pewarisan resesif autosom. Ini berarti ibu atau ayah Anda punya genetik yang akan memengaruhi sel darah Anda. Anda bisa berisiko terkena anemia sel sabit ini apabila ada salah satu dari orang tua punya jenis anemia sel sabit.

Selain itu, apabila orangtua ada satu positif anemia sel sabit dan yang satunya tidak punya kelainan darah apapun, di tubuh Anda bisa terdapat hemglobin normal dan abnormal (sel sabit).

Meskipun darah Anda kemungkinakan mengandung beberapa sel sabit, tetapi mereka umumnya tidak akan tmbul gejala. Namun kondisi sel sabit ini bisa Anda teruskan ke anak Anda.

Anemia sel sabit yang parah dapat menyebabkan kondisi seperti stroke dan serangan jantung. Pasien anemia sel sabit mungkin juga mengalami pembengkakan di bagian tangan dan kaki, serta mengalami penurunan kemampuan tubuh untuk melawan infeksi. 

2. Anemia thalassemia

Thalassemia adalah kalsiifikasi  atau jenis anemia yang disebakan kelainan darah bawaan. Kondisi terjadi saat tubuh membuat bentuk hemoglobin yang tidak normal. Akhirnya, thalassemia ini mengakibatkan kerusakan sel darah merah yang berlebihan yang menyebabkan anemia.

Thalassemia adalah anemia yang bisa diturunkan. Artinya ada kemungkinan salah satu dari orang tua Anda menjadi pembawa kelainan tersebut. Sel darah yang abnormal ini disebabkan oleh mutasi genetik atau hilangnya gen penting tertentu.

Thalassemia ada yang ringan kondisinya, biasanya tidak menimbulkan gejala yang parah. Penderita thalassemia ringan biasanya menunjukkan gejala khas dari anemia, seperti kelelahan,

Sedangkan pada thalassemia yang lebih serius terbagi menjadi dua jenis, alpha dan dan beta. Pada thalassemia alpha, setidaknya satu gen alpha globin mengalami mutasi atau kelainan. Pada thalassemia beta, gen-gen globin beta terpengaruh.

Penderita thalassemia sedang atau berat mengalami berisiko masalah pertumbuhan, pembesaran limpa, masalah tulang, dan penyakit kuning.

3. Congenital pernicious anemia

Jenis anemia yang jarang terjadi ini merupakan kondisi ketika seseorang dilahirkan dengan ketidakmampuan tubuh untuk menghasilkan faktor intrinsik, suatu protein dalam lambung yang membantu tubuh menyerap vitamin B12. Tanpa vitamin B12, tubuh tidak mampu membuat cukup sel darah merah yang sehat, sehingga Anda mengalami anemia. Kurangnya vitamin B12 dalam tubuh dapat menyebabkan komplikasi lain, seperti kerusakan saraf, kehilangan memori, dan pembesaran hati. Kondisi ini biasanya ditangani dengan pemberian suplemen vitamin B12 yang mungkin perlu diminum seumur hidup.

4. Fanconi anemia

Fanconi anemia muncul akibat adanya gangguan darah bawaan yang mencegah sumsum tulang memproduksi cukup sel-sel darah baru bagi tubuh. Selain memiliki gejala-gejala umum anemia, seperti kelelahan dan pusing, penderita Fanconi anemia juga berisiko lebih besar terkena infeksi karena tubuh mereka tidak memproduksi cukup sel darah putih untuk melawan kuman. Beberapa pasien juga berisiko lebih besar terkena leukemia myeloid akut (salah satu jenis kanker darah) karena sumsum tulang mereka memproduksi sejumlah besar sel darah putih yang belum matang dan mencegah produksi sel darah normal.

5. Hereditary spherocytosis

Penyakit turunan ini termasuk dalam klasifikasi langka dalam kasus anemia. Kondisi ini ditandai dengan munculnya sel darah merah abnormal yang disebut dengan spherocytes tipis dan rapuh. Sel-sel ini tidak dapat berubah bentuk ketika melewati organ-organ tertentu seperti yang mampu dilakukan sel-sel darah merah normal.

Akibatnya, spherocytes akan menuju limpa lagi akhirnya hancur. Hancurnya sel darah merah menyebabkan anemia. Kebanyakan pasien pengidap hereditary spherocytosis hanya terkena anemia ringan, tetapi dapat berujung pada infeksi yang menyebabkan penyakit kuning dan bahkan penghentian sementara produksi sel-sel darah oleh sumsum tulang.

6. Anemia karena Kekurangan Glukosa-6-Fosfat Dehidrogenase (G6PD)

Anemi ini terjadi ketika sel-sel darah merah Anda kehilangan enzim penting yang disebut G6PD. Akibatnya di dalam tubuh Anda kekurangan G6PD. Kurangnya enzim menyebabkan sel-sel darah merah Anda pecah dan mati ketika mereka bersentuhan dengan zat-zat tertentu dalam aliran darah.

Aenmia ini termasuk dalam klasifikasi kekurangan darah akibat keturunan. Selain itu, bagi Anda yang mengidap anemia karena kekurangan G6PD, infeksi, stres berat, makanan atau obat-obatan tertentu, dapat menyebabkan kerusakan sel darah merah. Beberapa contoh pemicu tersebut termasuk obat antimalaria, aspirin, obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), dan obat sulfa.

7. Autoimmune Hemolytic Anemia (AIHA)

Ini adalah kondisi anemia yang masuk dalam kalasifikasi hemolitik, yaitu bisa diturunkan atau dikembangkan semasa hidup. Kondisi ini umum terjadi meskipun penyebab jelasnya belum diketahuo.  Namun pada beberapa dugaan AIHA menyebabkan sistem kekebalan tubuh membuat antibodi yang menyerang sel  darah merah sehat Anda sendiri. AIHA mungkin menjadi serius dan terjadi dengan sangat cepat.

Sumber
Yang juga perlu Anda baca