Alergi Obat Beda Dengan Efek Samping Obat

Oleh

Alergi obat adalah reaksi alergi terhadap obat atau pengobatan tertentu. Reaksi alergi artinya sistem kekebalan tubuh Anda mengidentifikasi obat sebagai zat asing dan bertindak untuk membuangnya dari tubuh Anda. Sistem kekebalan tubuh merespon zat asing dalam berbagai cara, yang semuanya mengarah pada peradangan. Respon peradangan ini dapat menyebabkan Anda memiliki gejala seperti ruam, demam, atau gangguan pernapasan.

Alergi obat sendiri sebenarnya tidak umum terjadi. Menurut Organisasi Alergi Dunia (WAO), kondisi ini terjadi hanya pada 3 sampai 5 persen pasien yang dirawat di rumah sakit. Bahkan lebih dari 90 persen kasus alergi obat sebenarnya diakibatkan oleh hal lain.

Apakah alergi obat berbahaya?

Gejala alergi obat mungkin begitu ringan sehingga Anda tidak memperhatikan mereka. Anda mungkin mengalami tidak lebih dari ruam di kulit. Namun, alergi obat yang parah dapat mengancam kehidupan. Anafilaksis adalah reaksi seluruh tubuh yang tiba-tiba dan parah terhadap obat atau alergi lainnya. Hal ini biasanya terjadi segera setelah terpapar substansi dan gejalanya mencakup detak jantung yang tidak teratur, kesulitan bernapas, pembengkakan, dan ketidaksadaran. Jika tidak segera diobati, anafilaksis dapat berakibat fatal.

Kenapa alergi obat bisa terjadi?

Sistem kekebalan tubuh Anda dirancang untuk melindungi Anda dari zat asing, seperti virus, bakteri, parasit, dan zat beracun lainnya. Ketika obat memasuki tubuh Anda, sistem kekebalan tubuh Anda mungkin salah meresponnya sebagai zat berbahaya. Ini mungkin terjadi saat Anda menggunakan suatu obat untuk pertama kalinya, atau mungkin baru terjadi meski Anda telah menggunakan obat tersebut berkali-kali tanpa masalah.

Begitu obat ini diidentifikasi sebagai ancaman, sistem kekebalan tubuh mulai membuat antibodi. Zat ini adalah protein khusus diprogram untuk menyerang hanya satu obat.

Beberapa obat, seperti morfin, aspirin, beberapa obat kemoterapi, dan pewarna yang digunakan dalam beberapa sinar rontgen, dapat menyebabkan reaksi anafilaksis saat pertama kali digunakan. Kondisi ini tidak melibatkan sistem kekebalan tubuh dan bukan alergi yang sebenarnya. Namun, gejala dan pengobatannya sama seperti untuk anafilaksis yang sebenarnya, dan hal ini juga sama mengancam nyawa.

Apa perbedaan antara efek samping obat dan alergi obat?

Efek samping adalah akibat sekunder dari penggunaan obat. Kondisi ini mungkin merugikan, mungkin juga menguntungkan. Efek samping adalah sesuatu yang mungkin terjadi pada orang sehat yang minum obat, dan tidak selalu melibatkan sistem kekebalan tubuh.

Misalnya, aspirin, yang digunakan untuk mengobati sakit kepala, sering menyebabkan sakit perut (efek samping yang merugikan) namun juga mengurangi risiko Anda mengalami serangan jantung dan stroke (efek samping yang menguntungkan); acetaminophen (Tylenol), yang digunakan untuk nyeri, terkait dengan kerusakan hati (efek samping yang merugikan); nitrogliserin, yang digunakan untuk memperlebar pembuluh darah dan meningkatkan aliran darah, juga dapat meningkatkan fungsi mental (efek samping yang menguntungkan).

Sedangkan alergi obat adalah sekelompok gejala yang disebabkan oleh reaksi alergi terhadap suatu obat. Reaksi alergi adalah hasil respon dari sistem kekebalan tubuh Anda.

Apa akibat jangka panjang pada seseorang dengan alergi obat?

Sistem kekebalan tubuh Anda dapat berubah dari waktu ke waktu dan mungkin alergi Anda akan berkurang atau malah hilang. Namun, juga bisa lebih buruk. Jika Anda memiliki gejala alergi obat atau efek samping terhadap obat-obatan yang Anda gunakan, konsultasilah dengan dokter Anda.

Reaksi alergi ringan terhadap obat biasanya dapat dikendalikan dengan obat lain untuk memblokir respon imun dan mengurangi gejala. Obat tersebut dapat mencakup:

Antihistamin: Ini adalah obat yang meredakan gejala reaksi alergi dengan menghalangi produksi histamin, yaitu zat tubuh yang diproduksi untuk merespon zat yang dianggap berbahaya. Pelepasan histamin dapat memicu gejala alergi seperti pembengkakan, gatal, atau iritasi.

Kortikosteroid: Obat ini digunakan untuk mengurangi peradangan yang dapat menyebabkan pembengkakan saluran pernapasan dan gejala serius lainnya. Kortikosteroid dapat diberikan secara oral, topikal, atau dengan suntikan.

Bronkodilator: Jika Anda mengalami mengi atau batuk, dokter mungkin merekomendasikan bronkodilator. Obat ini akan membuka saluran pernapasan dan membuat bernapas lebih mudah.

Jika Anda telah memiliki reaksi alergi obat sebelumnya, Anda harus menghindari penggunaan obat tersebut di masa depan. Dokter biasanya akan merekomendasikan obat lain untuk mengobati Anda.

Dalam beberapa kasus, mungkin tetap lebih besar manfaatnya bagi Anda untuk menggunakan obat tertentu meskipun Anda alergi. Jika hal ini terjadi, Anda mungkin akan diberi antihistamin, kortikosteroid, atau bronkodilator sebelum menggunakan obat. Namun cara ini hanya boleh dilakukan di bawah pengawasan medis yang ketat.

Dalam beberapa kasus, Anda dapat merasa peka terhadap obat. Kondisi ini melibatkan paparan berulang terhadap obat tersebut. Dokter Anda akan mulai dengan dosis yang sangat rendah yang kemudian akan meningkat secara bertahap sampai Anda dapat mentoleransinya. Tapi ingat, Anda tidak boleh mencoba mengatur dosis sendiri tanpa pengawasan yang ketat dari dokter

Jika Anda tahu bahwa Anda alergi terhadap obat apapun, pastikan untuk menginformasikan semuanya kepada dokter Anda, termasuk dokter gigi dan petugas medis lain yang mungkin meresepkan obat. Alangkah lebih baik untuk memakai gelang atau kalung atau membawa kartu yang mengidentifikasi alergi obat Anda dalam kondisi darurat, cara ini bisa menyelamatkan hidup Anda.

BACA JUGA:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca