Bukan Sekadar Bentol, Bisa Jadi Itu Alergi Gigitan Nyamuk

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Hampir semua orang sensitif terhadap gigitan nyamuk, kulit bisa langsung memerah seketika sesaat setelah digigit nyamuk. Namun bagi mereka yang alergi gigitan nyamuk, dampak yang ditimbulkan tentu bisa lebih parah dibandingkan orang normal lainnya.

Apa itu alergi gigitan nyamuk?

Umumnya, setelah seseorang digigit nyamuk maka akan muncul bentol dan kemerahan pada kulitnya. Kondisi ini biasanya akan segera hilang dalam hitungan jam atau beberapa hari. Namun lain halnya jika Anda memiliki alergi terhadap gigitan nyamuk, karena efek yang ditimbulkan setelah digigit nyamuk akan lebih serius daripada orang normal lainnya.

Seekor nyamuk sebenarnya mencari sasaran yang tepat dengan cara mencium aroma tubuh, hembusan karbondioksida, dan zat yang terdapat dalam keringat orang tersebut. Ketika nyamuk telah menemukan sasaran yang sesuai, maka ia akan mendarat di area kulit manusia yang terbuka kemudian memasukkan mulut pengisapnya (proboscis) yang berbentuk jarum.

Pada orang yang memiliki alergi gigitan nyamuk, gejala yang muncul hampir mirip seperti orang normal lainnya yakni benjolan merah yang terasa gatal. Akan tetapi faktor penyebabnya bukan hanya dari gigitan nyamuk tersebut, melainkan dari reaksi sistem kekebalan tubuh Anda terhadap protein yang terkandung dalam air liur nyamuk. Reaksi ini bisa disebut juga dengan sindrom skeeter.

Siapa yang paling berisiko memiliki alergi terhadap gigitan nyamuk?

Beberapa orang yang berisiko lebih tinggi untuk memiliki alergi gigitan nyamuk, yaitu:

  • Memiliki berat badan berlebih atau obesitas
  • Memiliki kadar asam urat, asam laktat, dan amonia pada tubuh dalam jumlah yang lebih tinggi daripada kadar normal
  • Sering berada di luar ruangan (outdoor)
  • Memiliki kekebalan alami yang rendah terhadap nyamuk, misalnya anak kecil atau pengunjung baru yang mendatangi area yang memiliki jenis nyamuk yang belum pernah mereka temui sebelumnya
  • Memiliki masalah gangguan imunodefisiensi, seperti penyakit AIDS, leukimia, atau limfoma
  • Alergi terhadap kandungan dalam air liur (saliva) nyamuk, seperti kandungan protein dan agen antimikroba

Apa tanda dan gejala yang ditimbulkan dari alergi terhadap gigitan nyamuk?

Reaksi yang ditimbulkan dari alergi terhadap gigitan nyamuk biasanya akan lebih parah daripada bekas gigitan nyamuk yang normal. Gejala alergi dari gigitan nyamuk meliputi:

  • Rasa gatal di area bekas gigitan nyamuk
  • Area gatal lebih besar daripada biasanya
  • Memar di area gigitan nyamuk
  • Limfangitis atau peradangan pada sistem limfa
  • Anafilaktik atau gejala alergi parah yang menyebabkan mengi dan pembengkakan pada tenggorokan

Gejala yang ditimbulkan bisa semakin parah, bila Anda mengalami hal-hal berikut ini:

  • Demam
  • Sakit kepala hebat
  • Mual dan muntah
  • Ruam pada kulit
  • Kelelahan
  • Kebingungan
  • Gangguan sistem saraf, seperti kelemahan otot pada salah satu bagian tubuh

Apa perawatan yang tepat untuk kondisi alergi ini?

Bekas gigitan nyamuk memang sangat menjengkelkan, efek ruam dan gatal yang ditimbulkan sering kali membuat Anda kurang nyaman. Terlebih bagi Anda yang memiliki alergi gigitan nyamuk. Maka itu, ada dua cara perawatan yang disarankan setelah digigit nyamuk:

Perawatan dengan obat-obatan

Pada kasus reaksi alergi yang masih ringan, mengoleskan krim hidrokortison atau lotion calamine mungkin sudah mampu meredakan gejalanya. Namun jika reaksi alergi yang ditimbulkan tergolong cukup serius, maka beberapa obat berikut ini bisa menjadi pilihan:

  • Antihistamin oral, seperti diphenhydramine (benadryl) dan loratadine (claritin)
  • Krim anti gatal
  • Mandi dengan air dingin tanpa menggunakan sabun
  • Epinephrine

Penting untuk diingat, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum menentukan obat jenis apa yang tepat untuk Anda gunakan. Tentunya dokter akan merekomendasikan jenis obat sesuai kondisi alergi yang Anda miliki.

Perawatan di rumah

Selain menggunakan obat-obatan, Anda juga bisa mempercepat pemulihan gejala dengan melakukan beragam pengobatan yang bisa di rumah, misalnya:

  • Cuci area bekas gigitan beberapa kali dalam sehari
  • Usapkan kain yang telah dicelupkan ke dalam air dingin sebelumnya, ke area bekas gigitan nyamuk. Lakukan selama beberapa ini guna meredakan pembengkakan
  • Oleskan area kulit bekas gigitan dengan campuran larutan baking soda dan air sampai pembengkakan dan gatal mereda.

Jika perlu, Anda bisa menutup area bekas gigitan dengan perban untuk mencegah Anda menggaruk bekas gigitan nyamuk yang malah bisa mengakibatkan infeksi. Selain itu, juga bisa membantu mencegah luka dari infeksi.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca