Sekilas Sama, Begini Caranya Membedakan Gejala Flu dan Alergi Pada Si Kecil

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21/04/2020
Bagikan sekarang

Penyakit flu dan alergi bisa menyerang siapa saja, terutama anak-anak. Walaupun gejalanya serupa, keduanya merupakan kondisi yang berbeda sehingga penanganannya pun akan berbeda. Jika si kecil terus bersin disertai hidung meler, bagaimana caranya Anda tahu jika itu flu atau alergi? Yuk, pahami perbedaan flu dan alergi pada ulasan berikut ini.

Cara membedakan flu dan alergi pada anak

Flu adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus. Sementara alergi merupakan reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap alergen (zat pemicu alergi), seperti debu, bulu binatang, serbuk bunga, atau tungau. Meski berbeda, keduanya menyerang saluran pernapasan sehingga dapat menimbulkan gejala yang hampir serupa.

Bila si kecil mengalami bersin, hidung meler, batuk, dan sakit tenggorokan, Anda harus tahu lebih dahulu penyebabnya. Pasalnya, ini menentukan obat mana yang harus Anda berikan pada si kecil supaya gejalanya membaik dan kondisinya kembali sehat. Jika pengobatannya tidak sesuai, alih-alih membuatnya sembuh, penyakit bisa semakin bertambah buruk.

Jika Anda masih bingung, amati beberapa perbedaan flu dan alergi berikut ini, antara lain:

1. Amati gejalanya

Baik itu flu maupun alergi, keduanya memang menyebabkan bersin, hidung meler, dan sakit tenggorokan. Namun, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan untuk membedakan flu dan alergi, antara lain:

Demam

Flu sering kali menyebabkan demam sementara alergi tidak. Ini terjadi karena virus mulai menginfeksi dan menyebabkan peradangan pada tubuh. Demam akibat flu yang terjadi pada anak biasanya akan berlangsung selama 3 atau 4 hari.

Lendir berubah

Flu maupun alergi menyebabkan gejala hidung meler, namun lendir yang dihasilkan akan berbeda. Lendir (ingus) akibat flu pada awalnya tidak berwarna. Dalam beberapa hari ketiga atau kelima, warna lendir akan berubah hijau kekuningan dan lebih kental. Ini berbeda dengan lendir akibat alergi yang selalu tidak berwarna dan cair.

Nyeri otot

Selain demam dan warna lendir, perbedaan flu dan alergi yang perlu Anda amati adalah munculnya rasa nyeri pada tubuh. Pada penyakit flu yang cukup parah, otot dan sendi tubuh biasanya terasa sakit. Sementara alergi tidak menimbulkan gejala ini.

Mata gatal

Gatal dan berair pada mata bukan gejala flu. Gejala ini biasanya lebih umum terjadi pada penyakit alergi. Pada anak yang alergi, kantung mata mereka sering kali membengkak dan menghitam karena sering kali diusap atau digaruk.

2. Perhatikan pemicunya

Gejala alergi biasanya akan muncul jika dipicu oleh berbagai hal, seperti kondisi udara, cuaca, atau jenis makanan tertentu.

Bila udara sedang kotor, rumah belum dibersihkan, atau anak mengonsumsi makanan tertentu, gejala yang dialami anak menjadi bertambah buruk, kemungkinan besar si kecil memiliki alergi. Ini berbeda dengan flu yang biasanya tidak akan terpengaruh oleh faktor pemicu tersebut.

3. Kapan gejala berakhir dan menular atau tidak

Perbedaan flu dan alergi lainnya yang perlu diperhatikan adalah lamanya kondisi tersebut menyerang anak. Flu biasanya akan benar-benar hingga dalam waktu 1 atau 2 minggu. Biasanya akan terjadi pada musim hujan atau ketika anak kehujanan.

Beda dengan alergi, yang bisa terjadi beberapa kali sepanjang tahun akibat terpapar pemicu. Jika terus terpapar, gejalanya bisa berlangsung hingga 6 bulan.

Selain itu, alergi juga tidak menular. Jadi, kondisi ini tidak didapatkan si kecil dari orang lain, melainkan memang sistem imunnya yang bereaksi berlebihan pada suatu zat.

Bertolak belakang dengan flu yang sangat mudah menular. Jika ada teman atau anggota keluarga yang terserang flu, kemungkinan besar kondisi yang menyerang si kecil adalah flu.

Periksa ke dokter bila perlu

sindrom tourette adalah

Jika Anda sudah tahu apa penyebabnya, Anda bisa memilih obat yang sesuai. Obat flu biasanya dapat ditemukan dengan mudah di apotek, seperti acetaminophen atau ibuprofen.

Sementara alergi biasanya diobati dengan dekongestan dan antihistamin.Jika Anda masih ragu atau kondisi si kecil tidak juga membaik, segera periksa ke dokter. Dokter akan merekomendasikan obat yang sesuai untuk kondisinya, baik dari pilihan obat maupun dosisnya.

Setelah diobati, tubuh benar-benar akan sembuh dari flu. Sedangkan alergi akan tetap terus dimiliki anak, namun tetap bisa dikendalikan jika anak menghindari berbagai pemicunya.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apa Penyebab Hidung Tersumbat dan Bagaimana Mengatasinya?

Umumnya orang berpikir kelebihan lendir adalah penyebab utama hidung tersumbat. Sebenarnya saat hidung tersumbat terjadi pembengkakan di lapisan hidung.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Tips Sehat 15/04/2020

Rutin Minum Air Putih Bisa Mencegah Risiko Flu

Selain baik untuk kesehatan Anda, terbiasa minum air putih juga bisa bantu mencegah Anda dari penyakit flu. Berikut penjelasannya.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha

Kapan Sakit Flu Harus Periksa ke Dokter?

Sakit flu bisa terjadi pada siapa saja. Meski bisa sembuh dengan sendirinya, ada kalanya Anda harus segera ke dokter saat flu tidak kunjung sembuh.

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila

Tips Menyembuhkan Flu dengan Cepat

Terserang penyakit flu dapat mengganggu aktivitas, sehingga Anda pasti ingin cepat sembuh. Apa saja tips untuk menyembuhkan flu dengan cepat?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila

Direkomendasikan untuk Anda

penyebab hidung meler

Beragam Penyebab Hidung Meler Terus Padahal Tidak Sedang Flu

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 13/05/2020
gejala alergi cat rambut

Ingin Warnai Rambut? Hati-hati, Kenali Dulu Gejala Alergi Cat Rambut

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 13/05/2020
puasa saat flu saat puasa

Kena Flu Saat Puasa Itu Baik! Kok Bisa? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 04/05/2020
alergi-buah-kiwi

Alergi Buah Kiwi Cukup Umum Terjadi pada Anak, Apa Gejalanya?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 26/04/2020