Alergi Telur Ayam, Bolehkah Makan Telur Puyuh dan Telur Bebek?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Telur ayam adalah salah satu sumber makanan yang paling umum menyebabkan alergi. Pertanyaannya, jika Anda memiliki alergi telur ayam, apakah mengonsumsi telur bebek atau telur puyuh juga akan menimbulkan rekasi yang sama? Cari tahu jawabannya di sini.

Orang yang alergi telur ayam juga alergi telur puyuh dan bebek

Alergi telur ayam muncul ketika sistem imun tubuh menganggap senyawa protein dalam telur sebagai zat berbahaya yang harus dilawan. Dalam banyak kasus, orang yang alergi telur ayam umumnya juga alergi terhadap telur unggas lainnya. Termasuk telur burung puyuh, kalkun, bebek, angsa, dan bahkan burung camar.

Dr. Hermant Sharma, seorang dokter spesialis alergi sekaligus Kepala Depertemen Alergi dan Imunulogi di Children’s National Medical Center Washington D.C mengatakan kondisi ini disebut sebagai reaktivitas silang (cross-reactivity). Pasalnyam, ada kesamaan dalam struktur protein di antara jenis telur-telur tersebut.

Makan telur unggas bisa picu syok anafilaktik

Karena telur-telur dari spesies unggas memiliki struktur yang sama, maka Anda harus menghindari semua jenisnya jika punya alergi telur ayam. Beberapa orang yang memiliki alergi telur ayam bahkan dilaporkan pernah mengalami syok anafilaktik setelah makan telur puyuh.

Syok anafilaktik adalah reaksi alergi yang memengaruhi seluruh tubuh dan dianggap sebagai kondisi darurat medis karena mengancam nyawa. Reaksi anafilaktik bisa terjadi beberapa detik hingga menit setelah terpapar alergen.

Di sisi lain, beberapa orang yang alergi telur ayam mungkin tidak mengalami reaksi alergi sama sekali ketika makan telur puyuh atau bebek. Sayangnya, hal ini biasanya hanya dialami oleh segelintir orang. Maka untuk lebih amannya, kebanyakan dokter biasanya menganjurkan pasiennya yang memiliki alergi telur ayam agar menghindari semua jenis telur unggas.

Tips memenuhi asupan protein kalau punya alergi telur ayam

Telur merupakan salah satu sumber makanan tinggi protein yang baik untuk tubuh. Nah Anda mungkin bertanya-tanya, bagaimana caranya memenuhi asupan protein kalau punya alergi telur ayam? Jangan khawatir. Ada beberapa makanan lain pengganti telur yang bisa Anda konsumsi dengan aman.

Berikut beberapa jenis makanan pengganti telur yang aman untuk Anda konsumsi:

1. Daging

Anda masih bisa mendapatkan asupan protein yang tak melimpah dari daging ayam, daging sapi, maupun daging unggas lainnya. Namun, daging punya kandungan lemak jenuh yang tinggi, sehinga Anda harus berhati-hati ketika ingin mengonsumsinya.

Kuncinya, makanlah daging dalam takaran yang cukup agar makanan satu ini tidak menyebabkan efek berbahaya pada tubuh Anda.

2. Ikan

Selain daging, ikan juga punya sumber nutrisi yang sama baiknya untuk tubuh. Anda bisa makan ikan tuna, udang, salmon, dan jenis ikan lainnya untuk memenuhi asupan protein Anda. Namun, jangan lupa perhatikan porsi makannya. Terlalu banyak makan makanan laut tentu tidak baik untuk kesehatan Anda.

3. Susu

Susu dan produk turunannya bisa jadi salah satu makanan pengganti telur yang aman dan baik untuk Anda konsumsi. Ya, Anda bisa makan keju, yoghurt, kefir, dan masih banyak lainnya. Masing-masing makanan berbahan susu tersebut memiliki cukup protein serta menjadi sumber kalsium baik bagi tubuh.

Namun, pastikan juga Anda tidak memiliki alergi dari makanan-makanan pengganti telur ini ya!

Apabila Anda khawatir tentang hal ini, jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter. Dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan kesehatan yang meliputi tes fisik serta tes laboratorium guna memastikan jenis alergi apa saja yang Anda alami.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Alergi Buah Kiwi Cukup Umum Terjadi pada Anak, Apa Gejalanya?

Siapa yang tak tahu buah kiwi? Buah berwarna hijau ternyata dapat menimbulkan reaksi alergi pada orang. Yuk, kenali apa itu alergi buah kiwi.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi

Panduan Seputar Kebutuhan Protein untuk Balita Usia 2-5 Tahun

Memenuhi kebutuhan nutrisi balita sangat penting untuk tumbuh kembangnya, termasuk asupan protein. Berikut panduan seputar kebutuhan protein anak.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Parenting, Nutrisi Anak 10/04/2020 . 7 mins read

Memahami Kebutuhan Protein Bayi dan Pilihan Sumbernya

Sama halnya dengan asupan karbohidrat dan lemak, peran protein di dalam tubuh juga tidak kalah penting untuk bayi. Berapa kebutuhan protein bayi?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Parenting, Nutrisi Anak 09/04/2020 . 7 mins read

Alasan Mengapa Terjadi Ruam Setelah Anda Menggunakan Parfum

Ruam di kulit setelah memakai parfum pertanda alergi parfum? Jangan terburu-buru mendiagnosis, berikut beberapa penyebab yang mungkin Anda alami.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Hidup Sehat, Fakta Unik 23/03/2020 . 4 mins read

Direkomendasikan untuk Anda

kista saat hamil di usia tua

Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . 5 mins read
makanan sahur untuk ibu hamil

6 Makanan Kaya Gizi yang Harus Ibu Hamil Penuhi Saat Sahur

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 13/05/2020 . 5 mins read
penyebab hidung meler

Beragam Penyebab Hidung Meler Terus Padahal Tidak Sedang Flu

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 13/05/2020 . 4 mins read
gejala alergi cat rambut

Ingin Warnai Rambut? Hati-hati, Kenali Dulu Gejala Alergi Cat Rambut

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 13/05/2020 . 5 mins read