Sama-Sama Batuk Terus, Ini Bedanya Bronkitis Kronis dengan Emfisema

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 14 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Bronkitis kronis dan emfisema adalah bagian dari penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Sama seperti penyebab PPOK, penyebab utama kedua penyakit ini adalah merokok. Gejala yang ditimbulkan dari bronkitis kronis dan emfisema memang tampak mirip. Tak heran banyak orang yang masih sering salah menganggap kedua penyakit ini sama. Lantas, apa perbedaan bronkitis kronis dengan emfisema? Yuk, simak ulasannya berikut ini.

Apa pengertian bronkitis kronis dan emfisema?

Dikutip dari National Emphysema Foundation, bronkitis kronis dan emfisema merupakan dua kondisi yang sering muncul bersamaan, kemudian menyebabkan PPOK. Kedua penyakit ini sama-sama tidak bisa disembuhkan dan dapat terus berkembang.

Sebelum memahani perbedaannya, Anda perlu menyimak penjelasan soal pengertian masing-masing kondisi berikut ini.

Bronkitis kronis

Bronkitis adalah peradangan pada bronkus (bronkial), tabung jalur udara yang bercabang menuju paru-paru bagian kanan dan kiri. Bronkus berfungsi untuk menyalurkan udara yang keluar-masuk paru.

Bronkitis kronis merupakan peradangan yang muncul dalam jangka panjang, yaitu hampir setiap hari dalam sebulan, tiga bulan dalam setahun. Kondisi itu terjadi dua tahun berturut-turut.

Penyebab bronkitis ada macam-macam, mulai dari infeksi sampai paparan polusi udara. Namun, penyebab paling utama bronkitis kronis adalah merokok. Kurang dari 10 persen kasus bronkitis yang disebabkan oleh infeksi bakteri.

Jika tidak tertangani, peradangan bronkus bisa menjadi kronis dan dapat berlangsung berbulan-bulan hingga hitungan tahun. Intensitas gejalanya juga lebih parah dibandingkan dengan peradangan akut.

Ini karena lambat laun, peradangan pada lapisan tabung bronkial akan semakin meningkatkan produksi lendir paru yang membuat Anda sulit bernapas lega. Bahkan, penyakit ini bisa mengakibatkan kerusakan saluran napas permanen.

Emfisema

Emfisema adalah penyakit yang disebabkan oleh pembengkakan alveoli secara bertahap. Alveoli adalah kantung udara yang ada dalam paru. Emfisema mengakibatkan alveoli melemah dan lama-lama hancur.

Kondisi ini bisa membuat paru-paru mengerut, sehingga pertukaran udara (oksigen dan karbon dioksida) terganggu atau tidak terjadi sama sekali. Akibatnya, jumlah oksigen yang seharusnya mencapai aliran darah jadi sangat terbatas. Ini membuat pengidap emfisema akan sulit bernapas, terutama saat berolahraga.

Apa perbedaan bronkitis kronis dan emfisema?

Bronkitis kronis dan emfisema sama-sama penyakit paru yang penyebab utamanya adalah merokok. Namun, kedua penyakit ini tetap memiliki perbedaan masing-masing yang perlu Anda pahami dan waspadai.

1. Bagian paru yang diserang

Anatomi paru manusia

Bronkitis kronis dan emfisema menyerang bagian paru yang berbeda. Infeksi bronkitis kronis akan menyebabkan peradangan pada lapisan tabung bronkial, jalur udara yang bercabang menuju paru-paru bagian kanan dan kiri. Seperti yang telah dijelaskan di atas, bronkus seharusnya berfungsi untuk menyalurkan udara yang keluar-masuk paru.

Sementara itu, emfisema akan menyebabkan kerusakan pada alveoli. Alveoli adalah sekumpulan kantung-kantung kecil tempat pertukaran oksigen dan karbon dioksida dengan darah.

2. Gejala

penyebab sesak nafas

Kedua kondisi ini membuat penderitanya sama-sama punya stamina yang lebih rendah dan mudah kelelahan setelah beraktivitas. Maka, Anda akan merasa sulit bernapas lega dan darah Anda akan lebih sedikit mengandung oksigen.

Gejala yang membedakan emfisema dan bronkitis kronis adalah sesak napas. Seperti gejala PPOK yang umum, emfisema akan menyebabkan sesak napas yang bisa memburuk hari demi hari. Mulanya sesak napas hanya akan dirasakan setelah berjalan jauh. Namun, seiring waktu juga dapat dialami saat sedang duduk santai atau sedang tidak melakukan aktivitas fisik apa pun.

Selain sesak napas, orang dengan emfisema akan merasakan gejala lain, seperti:

  • Tingkat kewaspadaan menurun
  • Kuku tangan berubah menjadi biru atau abu-abu setelah beraktivitas fisik
  • Sulit melakukan kegiatan yang berat karena sesak napas kian memburuk
  • Berat badan menurun
  • Detak jantung lebih cepat

Sementara itu, bronkitis kronis tidak menyebabkan sesak napas. Umumnya, napas mereka akan tersengal ketika batuk yang dialami semakin parah. Batuk adalah cara tubuh untuk mengurangi kelebihan lendir. Akan tetapi karena bronkitis membuat paru terus-terusan memproduksi lendir terus, batuk juga akan semakin sering dan parah.

Bronkitis kronis dan emfisema dikenal sebagai penyakit progresif. Artinya, perlu waktu lama bagi keduanya sampai memunculkan gejala yang nyata.

Itu kenapa kebanyakan kasusnya baru terdeteksi ketika kondisi sudah semakin memburuk. Terlebih, kondisi Anda juga bisa semakin buruk seiring waktu jika tidak mendapatkan perawatan yang tepat. Banyak orang yang sakit bronkitis kronis tapi tidak mendapatkan pengobatan akhirnya terkena emfisema juga.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Penyebab Bronkitis yang Perlu Anda Waspadai

Penyebab bronkitis bisa berbeda, tergantung apakah sifatnya akut atau kronis. Memahami penyebabnya bisa membantu menentukan pengobatan yang tepat.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kesehatan Pernapasan, Bronkitis 15 Juli 2020 . Waktu baca 7 menit

Keunggulan Nasal Spray Powder untuk Melindungi Hidung

Tak hanya baru, jenis nasal spray powder atau serbuk memiliki keunggulan dan manfaat lebih baikjika dibandingkan nasal spray pada umumnya.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
hidung
Kesehatan THT, Gangguan Hidung 24 April 2020 . Waktu baca 4 menit

6 Penyebab Kadar Hemoglobin Dalam Darah Melonjak

Cari tahu informasi mengenai apa saja enam penyebab utama dari kadar hemoglobin tinggi pada tubuh di artikel Hello Sehat berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari

5 Tips Merawat Orang dengan PPOK di Rumah

Merawat penderita PPOK bisa jadi tantangan karena ini penyakit kronis yang tak bisa sembuh. Jangan patah arang, simak tipsnya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kesehatan Pernapasan, PPOK 2 Januari 2019 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

menghirup debu

Apa yang Akan Terjadi Ketika Anda Menghirup Debu

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
adenoma bronkus

Adenoma Bronkus

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 8 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
sinusitis adalah

Sinusitis

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 28 Desember 2020 . Waktu baca 12 menit
obat herbal paru-paru kronis

Berbagai Pilihan Obat Herbal untuk Atasi Penyakit Paru-Paru Obstruksi Kronis

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 23 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit