home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Batuk Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Karena Gangguan Asam Lambung

Batuk Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Karena Gangguan Asam Lambung

Batuk menerus umumnya adalah gejala dari penyakit yang menyerang sistem pernapasan. Akan tetapi, batuk juga bisa disebabkan oleh gangguan sistem pencernaan. Asam lambung yang naik hingga ke kerongkongan dapat menyebabkan jenis batuk yang berlangsung berminggu-minggu atau batuk kronis. Batuk karena naiknya asam lambung sering tidak disadari oleh banyak orang. Bagaimana asam lambung bisa menyebabkan batuk?

Kenapa asam lambung naik bisa menyebabkan batuk?

Menurut dokter gastroenterologi, Ryan D Madanick, dari North Carolina School of Medicine, sebanyak 25% kasus batuk kronis disebabkan oleh GERD. Namun, sebagian besar di antara mereka tidak merasakan gangguan pencernaan apa pun sehingga tidak menyadari bahwa asam lambunglah yang jadi penyebab batuk mereka.

GERD adalah kondisi naiknya asam lambung ke esofagus atau kerongkongan. Esofagus sendiri merupakan saluran yang membawa makanan dari tenggorokan masuk ke dalam lambung. Asam lambung yang naik (refluks asam) kemudian bisa mengiritasi kerongkongan hingga menyebabkan peradangan. Refleks batuk berlangsung untuk melindungi saluran napas karena refluks asam lambung ini.

Ryan juga menambahkan, beberapa penelitian menemukan bahwa refleks batuk bisa pula memicu naiknya asam lambung ke kerongkongan. Akibatnya, terjadi siklus batuk-refluks asam-batuk yang mengakibatkan batuk berlangsung kronis.

Kondisi GERD sendiri disebabkan oleh gangguan yang menyebabkan sfingter atau otot halus di bagian bawah kerongkongan melemah sehingga meloloskan asam dari lambung naik ke kerongkongan.

Berbagai faktor yang dapat memengaruhi dan memperparah kondisi ini biasanya berkaitan dengan kebiasaan atau gaya hidup, seperti merokok, konsumsi alkohol, dan makan makanan pemicu naiknya asam lambung, seperti makanan berlemak dan gorengan juga yang menyebabkan batuk.

Membedakan batuk yang diakibatkan asam lambung GERD

perut sakit saat batuk

Nah, untuk memastikan apakah batuk kronis yang Anda alami karena naiknya asam lambung atau bukan, Anda bisa melihatnya dari beberapa gejala lain ikut muncul, seperti:

  • Nyeri dada: dada terasa sakit saat batuk biasanya dirasakan setelah makan dan biasanya berlangsung bersamaan dengan batuk. Kondisi ini bisa bertahan selama beberapa jam.
  • Suara serak: iritasi yang disebabkan oleh asam lambung bisa memengaruhi pita suara sehingga suara menjadi serak, terutama di pagi hari.
  • Kesulitan menelan makanan: hal ini disebabkan makanan yang masuk dari mulut terhambat masuk dari kerongkongan ke perut. Akibatnya, bisa menimbulkan sensasi tersedak.
  • Napas berbau: asam yang berasal dari lambung ketika masuk ke kerongkongan bisa menyebabkan bau tak sedap saat bernapas.
  • Mengalami gangguan pencernaan, seperti nyeri pada perut bagian atas (heartburn), mual, dan kembung.
  • Sering batuk saat berbaring.
  • Batuk terus-menerus, walau tidak merokok atau minum obat dengan efek samping batuk.
  • Batuk tanpa gejala asma, seperti napas mengi atau batuk disertai dahak.
  • Batuk tanpa disertai reaksi alergi, seperti hidung tersumbat, mata berair, atau gatal-gatal di kulit.

Bila Anda mengalami salah satu atau beberapa gejala tersebut, segera konsultasikan pada dokter. Dokter akan melakukan sejumlah pemeriksaan untuk memastikan diagnosis, seperti endoskopi saluran cerna bagian atas atau pemantauan pH esofagus untuk menilai kadar keasamannya. Batuk karena asam lambung ditunjukkan dengan kadar asam yang tinggi pada hasil pemeriksaan.

Obat batuk karena asam lambung

Batuk yang terjadi akibat GERD bisa berlangsung selama berminggu-minggu. Meski begitu, terdapat cara untuk mengatasi batuk yang diakibatkan oleh kenaikan asam lambung. Obat yang digunakan tentunya berbeda dengan obat pereda batuk biasa.

Obat batuk kronis akibat GERD bisa diperoleh dari resep dokter. Namun, beberapa obat over the counter (obat bebas) untuk mengatasi GERD juga bisa diperoleh di apotek tanpa resep.

Berikut adalah beberapa obat batuk akibat kenaikan asam lambung:

  • Antasid, seperti Mylanta untuk menetralisir asam dan meringankan rasa sakit di perut (heartburn).
  • H2 blockers, seperti cimetidine, fomotidine, nizatidine, dan ranitidine, untuk mengurangi produksi asam di lambung.
  • Inhibitor pompa proton (PPI), seperti omeprazole, lansoprazole, esomeprazole, dan omeprazole, untuk menghambat produksi asam yang lebih efektif dari H2 blockers.

Selain dengan mengonsumsi obat-obatan, kondisi batuk karena asam lambung akan lebih cepat teratasi jika Anda juga melakukan beberapa perubahan gaya hidup, seperti:

  • Makan lebih teratur dengan porsi sedikit, tapi sering.
  • Menjaga berat badan ideal.
  • Tidak langsung berbaring setidaknya dua jam setelah makan.
  • Menghindari berbagai makanan pemicu batuk dan naiknya asam lambung, konsumsi alkohol, dan berhenti merokok.
  • Tidak memakai pakaian ketat yang menekan bagian perut.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Madanick R. D. (2013). Management of GERD-Related Chronic Cough. Gastroenterology & hepatology, 9(5), 311–313.

Clarrett, D. M., & Hachem, C. (2018). Gastroesophageal Reflux Disease (GERD). Missouri medicine, 115(3), 214–218.

Kahrilas, P., Smith, J., & Dicpinigaitis, P. (2013). A Causal Relationship Between Cough and Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) has been Established: A Pro/Con Debate. Lung, 192(1), 39-46. Retrieved 24 June, from https://doi.org/10.1007/s00408-013-9528-7

NIH. (2020). Acid Reflux (GER & GERD) in Adults | NIDDK. Retrieved 25 June 2020, from https://www.niddk.nih.gov/health-information/digestive-diseases/acid-reflux-ger-gerd-adults

 

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh Fidhia Kemala
Tanggal diperbarui 23/02/2021
x