Bronkospasme

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 17/06/2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu bronkospasme?

Bronkospasme adalah kondisi otot-otot yang melapisi bronkus pada paru-paru jadi mengencang dan menegang. Saat otot ini mengencang, saluran udara akan menyempit, sehingga udara sulit untuk keluar masuk.

Oksigen yang seharusnya masuk ke paru dan karbondioksida yang seharusnya dikeluarkan jadi terhambat dan terbatas jumlahnya. Penyempitan saluran udara tersebut dapat mengurangi jumlah aliran udara sebesar 15 persen atau lebih. Hal ini pula yang membuat bronkospasme menjadi salah satu penyebab utama sesak napas pada kebanyakan orang.

Bronkospasme adalah penyakit yang perlu Anda waspadai karena rentan terjadi pada orang yang memiliki riwayat penyakit asma atau alergi.

Seberapa umum terjadinya bronkospasme?

Bronkospasme rentan terjadi pada orang dengan penyakit asma, alergi atau penyakit saluran pernapasan lainnya. Kondisi tersebut biasanya sering menyerang anak-anak dan orang dewasa usia di atas 65 tahun.

Tanda-tanda dan gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala bronkospasme?

Gejala bronkospasme bervariasi, tergantung tingkat keparahan penyakit, seberapa banyak saluran bronkus yang menyempit atau seberapa banyak aliran udara yang berkurang.

Gejala yang umumnya terjadi meliputi:

  • Rasa sesak dan kencang pada dada
  • Rasa sakit pada dada bisa menembus ke punggung
  • Mengeluarkan suara mengi saat bernapas
  • Batuk
  • Mudah pusing dan juga lelah
  • Sulit untuk bernapas lega seerti orang normal lainnya

Penyebab

Apa penyebab bronkospasme?

Penyebab bronkospasme adalah adanya pembengkakan, peradangan, iritasi pada saluran pernapasan. Itulah sebabnya banyak penyakit yang bisa berkembang menjadi bronkospasme, seperti:

Selain itu, para ahli juga meyakini bahwa berolahraga dapat menjadi pemicu utama bronkospasme. Umumnya, bronkospasme yang timbul setelah berolahraga dianggap sebagai salah satu gejala asma.

Namun, sebuah studi pada tahun 2014 menyatakan bahwa hal tersebut mungkin tidak benar. Dalam penelitian tersebut, diperkirakan bronkospasme yang terjadi seusai berolahraga mungkin saja adalah kondisi yang berbeda dengan asma.

Masih dari studi yang sama, kondisi ini juga dikaitkan dengan rhinitis atopik. Rhinitis atopik adalah kondisi kronis yang menyebabkan munculnya kerak kering di dalam rongga hidung, serta berkurangnya produksi lendir seiring dengan berjalannya waktu.

Para peneliti juga masih berupaya mencari tahu apakah rokok elektrik dapat menjadi penyebab menegangnya otot saluran pernapasan. Pasalnya, kandungan nikotin di dalam rokok elektrik dapat merangsang saraf-saraf utama dalam paru, sehingga terjadi penegangan pada otot-otot paru.

Sebuah penelitian yang terdapat di American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine menguji efek rokok elektrik pada guinea pig, yaitu hewan sejenis tikus. Hasilnya, rokok elektrik dengan kandungan nikotin 12 mg/ml dapat memicu terjadinya bronkospasme pada hewan yang dibius terlebih dahulu.

Faktor risiko

Apa saja faktor-faktor risiko dari kondisi ini?

Sementara itu, faktor lainnya yang dapat membuat seseorang berisiko terkena bronkospasme antara lain:

  • Sering terpapar asap dari bahan kimia atau pembakaran
  • Memiliki kebiasaan merokok, baik itu dari tembakau maupun rokok elektrik
  • Mendapatkan anestesi umum selama operasi yang bisa mengiritasi saluran pernapasan
  • Menggunakan obat pengencer darah

Diagnosis

Bagaimana cara dokter mendiagnosis kondisi ini?

Untuk mendapatkan diagnosis bronkospasme, Anda sebaiknya berkonsultasi pada dokter spesialis penyakit saluran pernapasan atau ahli paru.

Dokter akan menanyakan gejala yang Anda alami serta mencari tahu riwayat kesehatan Anda, apakah Anda memiliki asma, alergi, atau penyakit saluran pernapasan lainnya atau tidak. Selanjutnya, dokter akan melihat bagaimana Anda bernapas.

Selain itu, Anda perlu mengikuti beberapa tes kesehatan untuk mengukur seberapa baik fungsi paru-paru Anda, seperti:

  • Tes bernapas dengan tabung spirometri untuk mengukur kekutan udara saat Anda bernapas
  • Tes volume paru untuk mengukur seberapa banyak oksigen dapat ditangkap oleh paru-paru
  • Tes kapasitas difusi paru-paru unuk mengetahui kadar hemoglobin dalam darah
  • Tes pulse oximetry untuk mengukur tingkat oksigen dalam darah
  • Tes eucapnis voluntary hyperventilation, mendiagnosis bronkospasme dengan menghirup campuran oksigen dan karbondioksida untuk merangsang pernapasan sata berolahraga
  • Rontgen thorax dan CT Scan untuk mencari tanda atau maslaha lain pada paru-paru

Pengobatan

Bagaimana cara mengobati bronkospasme?

Walaupun penyakit ini bisa diatasi dengan obat-obatan bentuk tablet, maupun injeksi, yang paling efektif digunakan adalah obat hirup. Biasanya dokter akan meresepkan bronkodilator untuk mengatasi bronkospasme.

Obat ini dapat membantu pasien untuk melebarkan saluran udara yang menyempit sehingga aliran udara akan meningkat. Ada tiga jenis bronkodilator yang umum digunakan, yaitu beta-agonis, antikolinergik, dan teofilin.

Ada dua tipe perawatan bronkospasme dengan bronkodilator, yaitu:

Bronkodilator kerja pendek

Obat ini akan mulai bekerja dalam beberapa menit dan efeknya bisa bertahan hingga beberapa jam. Dokter akan meresepkan perawatan ini, jika pasien mengalami sesak tiba-tiba dan hanya boleh digunakan satu atau dua kali dalam seminggu. Bronkodilator kerja singkat yang umumnya digunakan, meliputi:

  • Metaproterenol
  • Xopenex
  • Maxair
  • Ventolin

Bronkodilator kerja panjang

Untuk bronkospasme kronis, dokter akan memberikan perawatan jangka panjang, yaitu kombinasi antara bronkodilator dengan kortikosteroid inhalasi. Penggunaan bronkodilator dilakukan dua atau tiga kali per hari dan pada waktu-waktu yang sudah dijadwalkan oleh dokter. Kombinasi obat dapat membantu menghilangkan gejala tegang pada otot bronkus dengan cepat.

Bronkodilator kerja panjang dan obat kortikosteroid inhalasi yang umum digunakan, meliputi:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Fungsi Paru Berkurang Setelah Pasien COVID-19 Sembuh, Benarkah?

Ilmuwan melihat adanya perubahan pada pada kondisi paru pasien COVID-19 yang sudah sembuh, kondisi paru-paru mereka mengalami pelemahan fungsi.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 18/03/2020 . Waktu baca 4 menit

7 Cara Efektif Membersihkan Paru-Paru Perokok Pasif

Perokok pasif punya bahaya kesehatan yang sama dengan perokok aktif. Jangan tunda lagi, praktikkan cara membersihkan paru-paru untuk perokok pasif berikut.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Tips Sehat 13/02/2020 . Waktu baca 6 menit

Pentingnya Membersihkan Ruangan untuk Penderita Sakit Paru Kronis

Membersihkan ruangan dapat menjadi hal yang sedikit sulit untuk penderita PPOK. Namun jangan khawatir, berikut tips untuk bantu Anda.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Hidup Sehat, Tips Sehat 30/01/2020 . Waktu baca 4 menit

5 Cara Mudah dan Efektif untuk Membersihkan Paru-Paru Perokok

Asap rokok yang dihirup penuh dengan racun yang bisa merusak paru. Oleh karena itu, yuk cari tahu berbagai cara untuk membersihkan paru-paru perokok.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Tips Sehat 24/01/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

dampak menghirup udara kotor

Tak Hanya di Luar, Udara Kotor di Dalam Ruangan Bisa Ganggu Sistem Pernapasan

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 04/06/2020 . Waktu baca 6 menit
Latihan pernapasan asma

Teknik Latihan Pernapasan untuk Mengurangi Gejala Asma

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 11/05/2020 . Waktu baca 4 menit
hidung

Keunggulan Nasal Spray Powder untuk Melindungi Hidung

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 24/04/2020 . Waktu baca 4 menit
hidup dengan sebelah paru

Manusia Hidup dengan Sebelah Paru, Kok Bisa?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 25/03/2020 . Waktu baca 5 menit