Hati-hati, Pembuluh Darah Bisa Pecah Saat Anda Sakit Flu. Bagaimana Mencegahnya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 03/08/2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Penyakit influenza atau flu biasanya merebak pada saat pergantian musim dan di musim hujan. Saat pancaroba dan musim hujan, udara memang jadi lebih dingin sehingga orang-orang pun lebih rentan kena infeksi virus. Namun, penyakit flu ini rupanya tidak datang sendirian. Penelitian terbaru menguak bahwa di musim sakit flu, banyak juga orang yang mengalami pembuluh darah pecah.

Bagaimana bisa, ya? Dan apakah kondisi ini berbahaya? Simak jawabannya di bawah ini.  

Pembuluh darah mana yang bisa pecah saat flu?

Dalam tubuh Anda terdapat dua jenis pembuluh darah utama, yaitu arteri dan pembuluh darah balik (vena). Kedua pembuluh darah ini punya fungsi yang berbeda. Arteri bertugas untuk mengalirkan darah dari jantung ke seluruh bagian tubuh lain. Pembuluh darah balik bertugas untuk mengalirkan darah ke dalam jantung.

Arteri sendiri masih dibagi menjadi beberapa jenis. Salah satunya adalah pembuluh aorta. Aorta adalah pembuluh arteri yang paling besar. Jika lapisan dalam pembuluh aorta Anda pecah, darah akan keluar dari jalurnya dan tidak bisa mengaliri seluruh bagian tubuh. Inilah yang disebut sebagai diseksi aorta.  

Jika tidak segera ditangani, pembuluh darah pecah bisa mengakibatkan tubuh kehabisan oksigen. Ini lantaran oksigen didapatkan dari aliran darah Anda. Maka, tak jarang kasus diseksi aorta menyebabkan kematian yang mendadak. Gejala yang mungkin muncul antara lain nyeri dada, sulit bernapas, dan nyeri punggung atas.   

Pembuluh darah pecah di musim sakit flu

Sebuah tim ahli dari University of Texas, dikepalai oleh dr. Harleen Sandhu menemukan bahwa ketika sedang musim flu, banyak orang harus berobat ke rumah sakit akibat pecahnya pembuluh darah aorta. Para pakar kesehatan jantung ini pun mencari tahu apakah ada hubungan antara flu dan pembuluh darah pecah.

Penelitian yang berlangsung selama dua belas tahun dari 2001 sampai 2013 ini mencatat bahwa kasus terbanyak diseksi aorta terjadi bulan November hingga Maret, dengan angka terbesar yaitu saat flu mewabah. Sedangkan di bulan lainnya, keluhan diseksi aorta lebih jarang dilaporkan.

Hasil temuan ini sejalan dengan laporan seorang spesialis bedah jantung dr. Eric Roselli dari Cleveland Clinic. Dr. Eric Roselli juga menemukan hal serupa, yaitu kasus pembuluh darah pecah meningkat pada musim sakit flu.

Bagaimana bisa flu sebabkan pembuluh aorta pecah?

Sayangnya baik dr. Eric Roselli maupun dr. Harleen Sandhu belum menemukan bagaimana tepatnya flu bisa tingkatkan risiko pembuluh darah aorta pecah. Mereka menduga kuat bahwa karena adanya infeksi virus influenza, kekebalan tubuh menurun. Jika pembuluh aorta Anda memang sudah lemah, infeksi tersebut lantas memicu reaksi peradangan di seluruh bagian tubuh, termasuk pembuluh aorta. Peradangan tersebut jika dibiarkan akan membuat lapisan dalam aorta pecah.

Lemahnya pembuluh aorta umumnya dialami orang lanjut usia, orang yang punya penyakit jaringan ikat seperti lupus dan sindrom Marfan, serta orang yang memiliki tekanan darah tinggi (hipertensi). Maka, jika Anda punya faktor-faktor risiko tersebut, kemungkinan Anda mengalami pembuluh aorta pecah saat flu lebih besar.   

Mencegah pembuluh darah aorta pecah karena flu

Untuk menghindari risiko pembuluh darah pecah, jangan abaikan gejala penyakit influenza yang muncul. Segera periksa ke dokter dan ikuti anjuran yang diberikan, termasuk minum obat dan beristirahat cukup. Kalau Anda mengidap hipertensi atau penyakit jaringan ikat tertentu, mintalah vaksin flu di Puskesmas atau rumah sakit. Apalagi ketika memasuki musim sakit flu yaitu bulan November dan Maret.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

11 Pantangan Darah Tinggi yang Harus Anda Hindari

Apa saja makanan, minuman, dan kebiasaan buruk yang harus menjadi pantangan bagi penderita darah tinggi? Simak penjelasan lengkapnya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Hipertensi, Health Centers 14/05/2020 . Waktu baca 11 menit

Kena Flu Saat Puasa Itu Baik! Kok Bisa? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Menyebalkan memang jika terkena flu saat puasa. Namun, tahukah Anda jika kena flu saat puasa justru akan membuat tubuh lebih baik dan Anda cepat pulih?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hari Raya, Ramadan 04/05/2020 . Waktu baca 3 menit

5 Tips Lancar Puasa Bagi Anda yang Punya Tekanan Darah Tinggi

Punya masalah hipertensi alias tekanan darah tinggi saat puasa tentu memberikan tantangan sendiri. Agar puasa tetap lancar, ikuti tips ampuhnya berikut ini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hari Raya, Ramadan 04/05/2020 . Waktu baca 5 menit

Panduan Lengkap Mengukur Tekanan Darah Anak di Rumah

Anak-anak mungkin mengalami tekanan darah tinggi. Orangtua dapat mengukur tekanan darah anak di rumah dengan panduan berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Hipertensi, Health Centers 22/04/2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

makanan yang dilarang untuk pasien penyakit jantung

5 Jenis Pantangan Makanan untuk Pasien Penyakit Jantung

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit
Konten Bersponsor
Batuk ke arah siku etika batuk

Etika Batuk yang Benar untuk Mencegah Penularan Penyakit

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 02/07/2020 . Waktu baca 7 menit
gerimis bikin sakit

Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020 . Waktu baca 5 menit
senam hipertensi

Manfaat dan Jenis-jenis Senam untuk Penderita Hipertensi

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 17/05/2020 . Waktu baca 7 menit