Berbagai Efek Samping Vaksin Influenza yang Mungkin Terjadi

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019
Bagikan sekarang

Bagi Anda yang udah kena flu, mungkin tidak ada salahnya jika mencoba vaksin influenza. Vaksin flu ini cukup ampuh mencegah serangan virus yang bisa membuat hidung Anda meler dan batuk-batuk. Namun sebelum vaksin influenza, sebaiknya pahami dulu berbagai efek samping yang bisa terjadi setelahnya.

Efek samping vaksin influenza yang sering terjadi

Pada umumnya, efek samping yang timbul setelah disuntikkan vaksin influenza tidak terlalu berbahaya. Hal ini bisa terjadi kepada anak-anak hingga orang dewasa. Nah, agar tidak panik, mari disimak apa saja efek samping dari vaksin flu berikut ini. 

1. Kulit memerah pada area suntikan

Salah satu efek yang sering muncul setelah vaksinasi adalah kulit memerah pada bagian yang disuntikkan, biasanya pada lengan bagian atas. Setelah disuntik, kulit Anda akan mengalami gejala berupa:

  • Kulit kemerahan
  • Rasa nyeri dan hangat
  • Pembengkakan pada area tersebut

Tidak perlu khawatir, kondisi ini hanya berlangsung paling lama 2 hari setelah vaksin dilakukan. Namun, jika Anda tidak nyaman dengan kondisi ini, mengonsumsi obat penghilang rasa nyeri, seperti ibuprofen, dapat membantu Anda.

2. Sakit kepala dan nyeri otot

penyebab sakit kepala sebelah

Selain reaksi pada daerah yang disuntik, beberapa orang merasakan pusing dan sakit kepala seusai disuntikkan vaksin influenza. Tidak hanya itu, otot-otot Anda juga terasa nyeri dan pegal. Kondisi ini masih terbilang normal dan biasanya akan berlangsung hingga 2 hari. 

Supaya meringankan efek samping dari vaksin flu yang dialami, Anda bisa mengonsumsi obat pereda nyeri. Akan tetapi, obat tersebut hanya diperbolehkan untuk orang dewasa, setidaknya berusia di atas 16 tahun. Selain itu, tidak dianjurkan bagi ibu hamil yang menderita gejala ini untuk meminum obat yang sama.

3. Demam

gejala demam

Biasanya selama 2 hari setelah vaksin flu, suhu badan akan meningkat alias Anda akan mengalami demam. Selama demam tidak melebihi 38 derajat Celcius, maka Anda tak perlu khawatir karena hal ini akan hilang dengan sendirinya.

Memang tidak diperlukan pengobatan khusus untuk mengatasi hal ini. Akan tetapi, jika Anda ingin lekas sembuh karena mengganggu aktivitas harian Anda, terdapat beberapa pilihan pengobatan untuk demam:

  • Mengonsumsi obat penurun panas, seperti paracetamol. Jangan lupa untuk selalu memeriksa dosis penggunaan atau tanyakan kepada apoteker untuk memastikan.
  • Minum air putih yang banyak.
  • Meminum obat-obatan seperti ibuprofen untuk melawan peradangan.

4. Badan terasa lesu hingga pingsan

sering pingsan

Menurut laporan dari VAERS, 62% remaja yang diberikan vaksin influenza mengalami efek samping berupa badan lemas sampai pingsan. Walaupun kondisi ini sangat normal bagi beberapa orang dan tidak berbahaya, tidak sadarkan diri bisa menyebabkan cedera apabila tidak langsung ditangkap oleh orang sekitar.

Nah, cara mencegah terjadinya kondisi ini bisa dilakukan dengan memberikan camilan sebelum imunisasi dan duduk atau berbaring untuk beberapa saat setelah vaksin influenza disuntikkan.

Efek samping yang cukup serius

Setelah Anda mengetahui beberapa gejala efek samping yang ternyata memang umum terjadi, ternyata masih ada beberapa efek samping vaksin influenza yang jarang terjadi namun cukup serius. Apabila Anda mengalaminya segera konsultasikan kepada dokter Anda untuk mendapatkan perawatan.

1. Demam tinggi

Walaupun demam merupakan dampak yang sangat normal setelah vaksinasi, suhu badan lebih dari 38°C adalah hal yang patut Anda khawatirkan. Apabila Anda mengalami hal ini, segera datangi klinik atau dokter terdekat untuk mendapatkan pengobatan lebih lanjut.

2. Anafilaktik

Anafilaktik adalah reaksi alergi yang bisa menyebabkan pingsan hingga kematian. Gangguan ini sangat jarang terjadi setelah imunisasi dilakukan. Akan tetapi, apabila Anda mengalami gejala-gejala berikut ini, konsultasikan kepada dokter Anda untuk mengetahui apa yang harus dilakukan.

  • Detak jantung yang cepat dan lemah
  • Mual dan muntah
  • Ruam pada kulit
  • Penurunan kesadaran

3. Reaksi alergi lainnya

alergi gigitan nyamuk

Pada kasus tertentu, efek samping dari vaksin influenza dapat menimbulkan reaksi alergi yang cukup serius, seperti:

  • Gatal-gatal
  • Pembengkakan
  • Sulit bernapas
  • Detak jantung lebih cepat
  • Pusing
  • Badan terasa lesu

Gejala ini dikategorikan sebagai efek samping yang cukup berbahaya. Apabila Anda mengalami kondisi tersebut, segera datangi IGD untuk perawatan lebih lanjut.

4. Sindrom Guillain-Bare

Sindrom Guillain-bare (GBS) adalah sebuah kondisi neurologi ketika sistem imun menyerang saraf periferal, sehingga sistem saraf pun meradang. Hal tersebut dapat mengakibatkan otot melemah hingga kelumpuhan.

Efek samping ini biasanya terjadi pada orang yang memiliki riwayat penyakit ini sebelumnya. Dilansir dari cdc.gov, secara keseluruhan perkiraan risiko penyakit GBS setelah penyuntikan adalah kurang dari 1 hingga 2 kasus GBS per 1 juta orang yang divaksinasi. Studi lain belum menemukan hubungan vaksinasi flu dengan kejadian GBS. 

Oleh karena itu, tanyakan kepada dokter Anda terlebih dahulu apakah vaksin ini boleh dilakukan atau tidak, mengingat dampaknya yang cukup beresiko.

Kesimpulannya, efek samping vaksin influenza memang tidak begitu berbahaya. Kebanyakan gejala yang ditimbulkan sifatnya umum dan hanya berlangsung sebentar. Akan tetapi, bagi beberapa orang, terdapat efek samping yang cukup serius dan diperlukan perawatan khusus dari dokter agar kondisinya tidak memburuk.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Penyebab Kulit Ketiak Sensitif dan Cara Tepat Mengatasinya

Selain karena kulit yang tipis, ada banyak hal lain yang ternyata juga bisa jadi penyebab kulit ketiak Anda sensitif dan mudah iritasi. Apa saja?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Berbagai Jenis Vaksin Influenza dan Pilihan Tepatnya untuk Lansia

Virus influenza terdiri dari banyak tipe sehingga jenis vaksin influenza untuk lansia juga beragam. Lalu, jenis vaksin apa yang paling sesuai untuk lansia?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu

Sebelum Menerima Vaksin Influenza, Lansia Perlu Memenuhi Syarat Ini

Agar fungsi vaksin lebih efektif, terdapat syarat kesehatan yang harus dipenuhi oleh lansia sebelum memperoleh vaksin influenza.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu

Kenali Penyebab Alergi Terhadap Hewan

Ingin memiliki hewan peliharaan, tetapi sering bersin-bersin berada di dekatnya? Duh, apa ya yang menjadi penyebab manusia bisa alergi terhadap hewan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi

Direkomendasikan untuk Anda

gejala alergi cat rambut

Ingin Warnai Rambut? Hati-hati, Kenali Dulu Gejala Alergi Cat Rambut

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 13/05/2020
vaksin flu covid-19

Efektivitas Vaksin Flu dalam Melawan COVID-19, Apakah Bisa Digunakan?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 14/03/2020
gejala alergi

7 Gejala Alergi dari yang Ringan Sampai Parah

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 04/12/2019
tembok rumah berjamur

Berbagai Masalah Kesehatan yang Dapat Muncul Jika Tembok Rumah Anda Berjamur

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 01/12/2019