Edema Paru

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 05/08/2020 . Waktu baca 11 menit
Bagikan sekarang

Pengertian

Apa itu edema paru?

Edema paru adalah penumpukan cairan di dalam paru-paru. Normalnya, paru-paru terisi oleh udara ketika Anda bernapas. Namun, edema paru malah menyebabkan paru-paru terisi dengan cairan.

Kondisi ini menyebabkan oksigen tidak dapat terserap dengan baik dan dialirkan ke darah seperti seharusnya. Selain itu, cairan yang terakumulasi pada kantung udara menyebabkan sulit bernapas.

Edema paru biasanya disebabkan oleh gangguan jantung, tapi ada pula kondisi medis lain yang menyebabkannya. Cairan dalam paru dapat muncul secara tiba-tiba (akut) atau dalam jangka panjang (kronis).

Seberapa umum kondisi ini?

Edema paru adalah kondisi yang cukup umum terjadi, terutama pada orang-orang berusia lanjut. Itu sebabnya, kondisi ini sebenarnya jarang ditemukan pada orang-orang berusia lebih muda.

Kondisi ini dapat ditangani dengan cara mengurangi faktor-faktor risiko yang ada. Cobalah konsultasikan ke dokter untuk mengetahui informasi lengkap.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala edema paru?

Gejala dan tanda-tanda yang biasanya mudah dikenali ketika Anda menderita edema paru adalah kesulitan bernapas.

Kondisi ini cukup gawat dan harus mendapatkan penanganan medis sesegera mungkin. Apabila tidak segera ditangani dengan serius, hal ini dapat berakibat fatal.

Kedaan gawat darurat umumnya ditemui pada pasien edema paru akut. Gejala dan tanda-tanda yang dialami oleh pengidap edema paru kronis umumnya tidak terlalu parah.

Oleh karena itu, tergantung apakah Anda memiliki edema paru akut atau kronis, gejala yang timbul akan sedikit berbeda.

Umumnya, gejala yang biasanya muncul, antara lain:

  • Kesulitan bernapas
  • Gelisah atau kelelahan
  • Penurunan tingkat kesadaran
  • Pembengkakan pada kaki atau perut
  • Kulit pucat
  • Keringat berlebih

1. Gejala edema paru mendadak (akut)

Apabila cairan di dalam paru-paru Anda muncul secara mendadak, kondisi ini umumnya menunjukkan gejala-gejala, seperti:

  • Sesak napas atau kesulitan bernapas (dispnea)
  • Merasa tercekik atau tenggelam
  • Wheezing (mengi) atau napas tersengal-sengal
  • Gelisah, lelah
  • Batuk berdahak atau berdarah
  • Nyeri dada apabila edema paru disebabkan oleh penyakit jantung
  • Detak jantung yang cepat dan tidak beraturan (palpitasi).

2. Gejala edema paru jangka panjang (kronis)

Sedikit berbeda dengan edema paru akut, Anda akan merasakan tanda-tanda dan gejala ketika penumpukan cairan pada paru telah berlangsung sejak lama, seperti:

  • Kesulitan bernapas saat beraktivitas atau bahkan berbaring
  • Wheezing (mengi)
  • Gangguan pada tidur akibat kesulitan bernapas
  • Berat badan naik dengan pesat akibat penumpukan cairan pada tubuh, terutama pada kaki
  • Pembengkakan pada bagian bawah tubuh, terutama pada kaki
  • Kelelahan

3. High-altitude pulmonary edema (HAPE)

Pada beberapa kasus, berada di ketinggian juga dapat menyebabkan edema paru. Beberapa gejala yang biasanya muncul adalah:

  • Sesak napas saat beraktivitas
  • Saat beristirahat, sesak napas masih berlanjut
  • Kesulitan berjalan menanjak, yang kemudian menjadi sulit berjalan di permukaan datar sekalipun
  • Demam
  • Kelelahan
  • Batuk mengeluarkan dahak berbusa yang kadang disertai darah
  • Detak jantung menjadi lebih cepat dan tidak beraturan
  • Rasa tidak nyaman di bagian dada
  • Sakit kepala

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Edema paru dapat menjadi kondisi yang fatal. Anda harus menghubungi penyedia layanan medis darurat jika Anda mengalami gejala:

  • Sesak napas, terutama jika terjadi tiba-tiba
  • Kesulitan bernapas atau merasa tercekik (dispnea)
  • Suara tersengal-sengal saat Anda bernapas
  • Dahak berwarna merah muda dan berbusa saat Anda batuk
  • Kesulitan bernapas disertai dengan keringat berlebih
  • Warna kebiruan atau keabuan pada kulit
  • Penurunan tekanan darah yang signifikan dan menyebabkan pusing, kelemahan atau berkeringat
  • Memburuknya gejala yang terkait dengan edema paru kronis atau ketinggian secara tiba-tiba.

Penyebab

Apa penyebab edema paru?

Paru-paru Anda memiliki banyak kantung udara yang menyerap oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida setiap saat Anda bernapas.

Dikutip dari Mayo Clinic, edema paru terbagi menjadi 2 kategori berdasarkan penyebabnya, yaitu kardiogenik dan nonkardiogenik.

1. Kardiogenik

Edema pada paru-paru yang disebabkan oleh masalah jantung disebut dengan kardiogenik. Salah satu penyebab utamanya yang paling sering ditemui adalah congestive heart failure (CHF) atau gagal jantung kongestif.

Gagal jantung kongestif  adalah ketidakseimbangan fungsi pompa jantung, di mana jantung tidak dapat mempertahankan sirkulasi darah di dalam tubuh dengan lancar. Edema paru dapat terjadi akibat ketidakseimbangan ini karena adanya kebocoran di kapiler paru ke bagian interstitium dan alveoli paru-paru.

Beberapa penyakit lainnya yang berhubungan dengan jantung dan dapat menyebabkan edema paru adalah:

  • Penyakit jantung koroner.
  • Kardiomiopati.
  • Gangguan katup jantung.
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi)

2. Nonkardiogenik

Edema paru nonkardiogenik lebih jarang terjadi dibanding jenis kardiogenik. Kondisi ini diakibatkan oleh adanya kerusakan dan peradangan pada jaringan paru-paru.

Kerusakan tersebut dapat mengakibatkan jaringan paru-paru membengkak dan penumpukan cairan pada alveolus paru. Hal ini dapat mengurangi kadar oksigen yang tersebar di dalam aliran darah.

Beberapa penyakit atau kondisi kesehatan yang memengaruhi edema nonkardiogenik adalah:

  • Gagal ginjal: Apabila ginjal gagal berfungsi, kemungkinan cairan dan sisa pembuangan yang tidak dapat diproses oleh ginjal akan menumpuk di paru-paru.
  • Terpapar zat beracun: Menghirup udara dan zat berbahaya seperti amoniak, gas klorin, dan karbon monoksida berpotensi menimbulkan kerusakan pada jaringan paru-paru.
  • Berada di ketinggian: Pada paru-paru yang normal, alveolus mengikat oksigen dan melepas karbon dioksida. Apabila Anda berada di ketinggian, pembuluh darah pada paru-paru akan menyempit dan mengakibatkan tekanan pada paru. Hal ini dapat berakibat pada bocornya cairan dari pembuluh ke paru-paru.
  • Efek samping pengobatan: Edema paru dapat terjadi akibat adanya efek samping atau komplikasi dari pengobatan kemoterapi atau overdosis obat aspirin.
  • Kondisi sistem saraf: Salah satu jenis edema paru yang disebut neurogenik terjadi akibat adalah masalah pada sistem saraf, seperti pernah kecelakaan, cedera pada kepala, atau melewati operasi otak.
  • Infeksi virus: Penumpukkan cairan pada paru juga dapat disebabkan oleh infeksi virus, seperti hantavirus dan virus dengue.
  • Pernah hampir tenggelam: Kejadian hampir tenggelam mengakibatkan banyaknya cairan masuk ke dalam tubuh, terutama paru-paru.
  • Emboli paru: Emboli paru adalah kondisi di mana darah yang menggumpal dapat berpindah dari pembuluh dari di kaki menuju paru-paru. Kondisi tersebut dapat mengakibatkan terjadinya penumpukan cairan di dalam paru.
  • Sindrom gagal napas akut (ARDS): Penyakit ini terjadi akibat adanya peradangan pada sel darah putih, sehingga cairan akan menumpuk pada paru. Beberapa hal yang menyebabkan ARDS adalah cedera parah (trauma), infeksi sepsis, pneumonia, dan pendarahan hebat.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk terkena edema paru?

Edema paru adalah kondisi yang dapat diderita oleh semua orang dari segala golongan usia meski umumnya terjadi pada orang-orang yang berusia lebih tua. Selain itu, ada beberapa hal juga yang membuat Anda lebih berisiko kena edema paru, yaitu:

1. Usia

Orang-orang dari golongan usia lanjut akan lebih rentan terkena kondisi ini dibanding yang masih berusia relatif lebih muda.

2. Riwayat penyakit jantung

Apabila Anda memiliki jantung yang bermasalah atau mengidap kondisi kesehatan seperti yang telah disebutkan di atas, besar kemungkinan Anda dapat mengalami penumpukkan cairan pada paru.

3. Riwayat penyakit paru-paru

Orang dengan paru-paru yang bermasalah juga memiliki kemungkinan terkena edema paru.

4. Merokok

Jika Anda perokok aktif, kemungkinan zat-zat beracun di dalam asap rokok dapat merusak alveolus dan kapiler paru. Kondisi ini dapat mengakibatkan bocornya cairan ke dalam paru.

Diagnosis

Bagaimana cara dokter mendiagnosis kondisi ini?

Dokter terlebih dahulu akan menanyakan apa saja gejala-gejala yang Anda rasakan, riwayat penyakit Anda dan keluarga, serta gaya hidup yang biasa Anda jalani. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mengetahui apakah ada tanda-tanda berikut:

  • Detak jantung meningkat
  • Pernapasan lebih pendek dan cepat
  • Suara bergemeretak di dalam paru-paru
  • Adanya suara aneh lainnya dari jantung

Jika dokter mencurigai adanya penumpukkan cairan di dalam paru-paru Anda, dokter akan melakukan beberapa tes tambahan untuk memastikan apakah Anda memang mengidap edema paru.

Berikut adalah beberapa contoh tes yang biasa dijalankan oleh dokter:

1. Tes x-ray

X-ray atau rontgen dada dapat menjadi langkah pertama dari serangkaian tes yang akan dokter lakukan. Tes ini berguna untuk melihat adanya cairan di dalam paru-paru.

2. Tes darah

Tes ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada masalah kesehatan yang bisa jadi penyebab edema paru. Dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan darah lengkap untuk melihat kadar sel darah dan penyakit-penyakit yang mungkin ada di dalam tubuh. Dokter juga biasanya akan mengecek kadar oksigen dan karbon monoksida di dalam darah

Selain itu, darah Anda mungkin juga akan diperiksa seberapa banyak kadar brain natriuretic peptide atau BNP. Tes ini dapat mengindikasikan apakah edema paru disebabkan oleh jantung salah satunya gagal jantung.

3. Tes oksimetri nadi

Dalam tes ini, sebuah sensor akan dipasang di jari atau telinga Anda untuk menentukan berapa banyak kandungan oksigen di dalam darah Anda.

4. Elektrokardiogram (EKG)

Tes elektrokardiogram dapat menunjukkan hasil yang berkaitan dengan masalah jantung Anda. Tes ini mengukur kecepatan detak jantung, serta mengetahui seberapa lancar peredaran darah dari dan menuju jantung Anda.

5. Ekokardiogram

Tes dengan gelombang suara ini bertujuan untuk mengetahui kondisi dan masalah pada jantung Anda, seperti katup yang tidak berfungsi, adanya cairan di sekitar jantung, dan kerusakan jantung.

Mirip seperti tes EKG, tes ini juga bisa memantau apakah peredaran darah pada jantung berlangsung dengan normal atau tidak.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana mengobati edema paru?

Edema paru yang terjadi secara tiba-tiba (akut) biasanya memerlukan penanganan segera di rumah sakit. Anda mungkin perlu dirawat di ICU untuk mengeluarkan kelebihan cairan dari paru-paru dan untuk membantu jantung bekerja lebih efektif.

Penanganan lainnya adalah dengan pemberian alat bantu napas berupa oksigen yang diberikan melalui masker wajah atau selang plastik yang tipis, atau saluran pernapasan untuk membantu Anda bernapas dengan lancar

Pengobatan dan penanganan kondisi ini berbeda-beda, tergantung apa saja penyebab utama di balik kemunculannya.

Berikut adalah beberapa jenis pengobatan yang sering direkomendasikan oleh dokter:

1. Diuretik

Obat-obatan pengurang preload jantung, seperti diuretik dapat digunakan untuk mencegah cairan masuk ke dalam jantung dan paru-paru. Dokter biasanya juga memberikan nitroglycerin, nifedipine, dan furosemide untuk mengatasi kondisi ini.

2. Morfin

Jenis narkotika ini dapat digunakan untuk meringankan gejala sesak napas dan gelisah. Namun, penggunaannya masih diperdebatkan oleh para ahli.

3. Nitroprusside

Obat-obatan pengurang afterload seperti nitroprusside dapat membantu melebarkan pembuluh darah dan meringankan beban kerja jantung.

4. Obat-obatan untuk jantung

Jika Anda memiliki masalah tekanan darah setelah mengidap edema paru, dokter akan meresepkan obat-obatan yang dapat menurunkan tekanan darah dan melegakan pembuluh darah.

Jika Anda mengalami penumpukkan cairan pada paru-paru akibat ketinggian, langkah pertama adalah mencari tabung oksigen atau pergi ke tempat yang lebih rendah untuk mendapatkan oksigen lebih banyak. Gunakan obat seperti acetazolamide atau nifedipine untuk meringankan gejala edema.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi edema paru?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi edema paru:

  • Kendalikan kondisi penyebab dengan mengonsumsi obat-obatan yang diberikan oleh dokter
  • Berhenti merokok
  • Jaga berat badan yang sehat dan berolahraga
  • Miliki pola makan yang sehat dengan
  • Berolahraga rutin
  • Kurangi berat badan berlebih.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Gagal Jantung Akut, Apa Bedanya dengan Gagal Jantung Kronis?

Gagal jantung terbagi dua berdasarkan progresnya, yaitu gagal jantung akut dan gagal jantung kronik. Apa yang dimaksud gagal jantung akut?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Jantung, Gagal Jantung 01/07/2020 . Waktu baca 5 menit

Endokarditis

Endokarditis adalah infeksi bakteri yang menyerang endokardium, bagian dari organ jantung. Ketahui lebih lanjut gejala, penyebab, dan pengobatannya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Jantung, Penyakit Jantung Lainnya 30/06/2020 . Waktu baca 11 menit

Apakah Seseorang yang Mengalami Aritmia Jantung Bisa Sembuh?

Aritmia merupakan jenis penyakit kardiovaskuler yang mempengaruhi denyut jantung. Lantas, apakah aritmia jantung bisa sembuh?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Jantung, Aritmia 24/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Obat Herbal untuk Penyakit Jantung Koroner, Aman atau Tidak?

Obat herbal untuk jantung koroner harus dilakukan dengan hati-hati. Apa saja obat herbal untuk penderita jantung koroner dan cara aman mengonsumsinya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Jantung, Penyakit Jantung Koroner 22/06/2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

makanan yang dilarang untuk pasien penyakit jantung

5 Jenis Pantangan Makanan untuk Pasien Penyakit Jantung

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit
manfaat virgin coconut oil minyak kelapa dara; virgin coconut oil

Manfaat Virgin Coconut Oil untuk Kesehatan

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 04/08/2020 . Waktu baca 4 menit
kelainan katup jantung bawaan pada bayi

Mengenal Kelainan Katup Jantung Bawaan dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 01/07/2020 . Waktu baca 7 menit
menjaga kesehatan anak dengan penyakit jantung bawaan

Panduan Menjaga Kesehatan Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 01/07/2020 . Waktu baca 10 menit