Cara Ampuh Meredakan Batuk Jika Anda PPOK

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11/05/2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Batuk adalah salah satu gejala utama dari PPOK. Batuk bisa jadi mengganggu dan memalukan, bahkan bisa membangunkan Anda di tengah malam. Akibatnya, waktu tidur Anda terganggu dan membuat Anda kekurangan energi. Lantas, bagaimana cara meredakan batuk yang disebabkan oleh PPOK? Simak ulasannya berikut ini.

Apa yang menyebabkan Anda batuk?

Ada banyak alasan mengapa Anda batuk. Pada penderita PPOK, paru-parunya mengalami kerusakan akibat terjadinya peradangan. Peradangan ini membuat paru-paru memproduksi lendir lebih banyak dari biasanya.

Produksi lendir alias dahak yang berlebih pada penderita PPOK ini akan menyumbat saluran udara menuju paru-paru. Otomatis, bernapas pun menjadi lebih sulit. Batuk adalah mekanisme tubuh untuk berusaha mengeluarkan dahak yang menutupi jalan masuk sehingga Anda nanti bisa bernapas dengan lebih baik. Beberapa dokter dan ilmuwan bahkan menganjurkan batuk dan mengajarkan pasien mereka cara untuk batuk.

Batuk juga akan terjadi apabila Anda terpapar iritan, seperti asap rokok atau asap kimia. Terkadang kondisi lain yang terjadi bersamaan dengan PPOK, misalnya pneumonia atau influenza, atau masalah seperti penyakit refluks gastro-esophageal (GERD) juga dapat membuat Anda batuk.

Anda bisa mengeluarkan dahak melalui batuk. Namun, Anda perlu memperhatikan warna dahak Anda, terutama apabila terjadi perubahan warna. Sebab dahak normal biasanya tidak berwarna alias bening.

Batuk adalah hal yang normal. Namun, jangan menganggapnya sepele. Jika sudah sangat menganggu karena dahak yang dikeluarkan sulit, Anda sebaiknya bertanya cara meredakan batuk kepada dokter Anda. Konsultasikan pada dokter yang akan membuat diagnosis dan meresepkan obat yang tepat bagi Anda sebagai cara meredakan batuk.

Cara meredakan batuk yang seperti apa yang benar-benar ampuh?

obat batuk berdahak alami

PPOK adalah penyakit kronis yang sayangnya tidak ada obatnya. Ya, penyakit ini tidak bisa disembuhkan. Namun, dengan obat-obatan untuk PPOK, Anda bisa mengendalikan gejala seperti sesak napas, mual, atau mencegah infeksi. Cara meredakan batuk karena PPOK yang paling umum adalah sebagai berikut:

Obat-obatan

Ada banyak obat batuk yang dijual bebas yang bisa Anda coba. Cara meredakan batuk ini adalah salah satu usaha yang paling umum dilakukan untuk meredakan batuk. Anda bisa menemui dokter untuk obat resep karena obat bebas mungkin saja dapat berinteraksi dengan obat-obatan yang sedang Anda gunakan.

Beberapa obat yang dapat Anda gunakan, antara lain:

  • Beta-agonis inhalasi kerja lambat, seperti salmeterol terkadang dapat meredakan batuk. Beta-agonis adalah jenis lain dari bronkodilator. Obat-obatan ini membantu membuka saluran udara dan memasok lebih banyak oksigen untuk paru-paru.
  • Menggunakan obat batuk sirup dan codeine dapat mengurangi batuk. Meskipun begitu, penelitian pada efek obat batuk sirup dan codein menunjukkan tingkat keberhasilan yang rendah.
  • Dekongestan dapat mengurangi batuk dengan mengurangi produksi lendir. Obat ini mengeringkan lendir di paru-paru dan membuka saluran napas.
  • Supresan batuk dan ekspektoran (seperti guaifenesin) juga mengencerkan dahak.

Herbal

Beberapa herbal dinilai sangat efektif sebagai salah satu cara meredakan batuk. Berikut beberapa herbal yang bisa Anda temukan di supermarket lokal.

  • Madu. Madu adalah obat yang tak termakan waktu untuk radang tenggorokan akibat batuk.
  • Probiotik. Meskipun tidak meredakan batuk secara langsung, probiotik dapat membantu menyeimbangkan flora pencernaan (bakteri yang hidup di usus). Hal itu juga dapat membantu meningkatkan sistem imun yang terbukti ampuh meredakan gejala flu, termasuk batuk.
  • Bromelain. Kandungan ini biasanya terdapat dalam nanas dan buah tropis lainnya, bromelain bisa membantu menekan batuk serta mengencerkan dahak di tenggorokan.
  • Peppermint. Mentol dalam peppermint dapat menenangkan tenggorokan dan bertindak sebagai dekongestan. Kandungan ini membantu dalam mengencerkan lendir.
  • Mashmallow (bukan yang jenis lunak dan manis). Herbal atau akar marshmallow (Althaea officinalis) mengandung getah yang dapat melapisi tenggorokan dan meredakan iritasi.
  • Thyme. Daun ini mengandung senyawa yang disebut flavonoid. Fungsinya mengendurkan otot tenggorokan yang terlibat dalam batuk dan juga mengurangi peradangan.

Metode lainnya

Selain menggunakan obat-obatan dan herbal, cara meredakan batuk yang bisa Anda lakukan adalah dengan mengubah kebiasaan. Kebiasaan apa saja yang sebaiknya diubah?

  • Jika Anda merokok, perubahaan kebiasaan yang harus Anda ubah adalah berhenti merokok itu sendiri. Paparan asap rokok pada paru-paru Anda akan membuat gejala PPOK yang Anda alami semakin parah.
  • Minum banyak air. Jika, Anda menganggap kurang minum tidak terlalu berdampak buruk, sebaiknya Anda berpikir ulang. Minum juga bisa membantu menjaga kelembapan selaput lendir.
  • Mandi air panas juga bisa jadi salah satu cara meredakan batuk dengan mengencerkan sekresi di hidung.
  • Pelembap udara alias humidifier juga bisa membantu. Namun, berhati-hatilah untuk tidak berlebihan karena kelembapan yang terlalu tinggi bisa menyebabkan penumpukan jamur dan iritan.
  • Hindari pemicu batuk seperti parfum dan semprotan pewangi kamar mandi.

Meskipun batuk adalah gejala utama dan umum dari PPOK, cukup mengejutkan bahwa tidak banyak penelitian yang dilakukan mengenai cara meredakan batuk. Padahal, batuk yang tak dikendalikan bisa saja menurunkan kualitas hidup orang dengan PPOK. Konsultasikanlah pada dokter apabila batuk Anda tak kunjung hilang atau bahkan memburuk. Berdiskusilah untuk menemukan pilihan pengobatan yang terbaik.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bagaimana Cara Menjaga Kesehatan Kandung Kemih bagi Pria dan Wanita?

Hati-hati, tidak menjaga kesehatan kandung kemih membuat Anda rentan kena berbagai gangguan sistem kemih seperti infeksi saluran kencing hingga kanker.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Urologi, Kandung Kemih 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit

5 Ramuan Alami Terbaik untuk Mengatasi Rambut Kering

Rambut kering memang bikin penampilan terlihat kusam. Mari simak cara mengatasi rambut kering menggunakan 5 bahan alami pada penjelasan di sini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Perawatan Rambut & Rambut Rontok, Hidup Sehat 04/08/2020 . Waktu baca 4 menit

Tips Menghadapi Kecemasan Kembali Beraktivitas di Era New Normal

Wajar jika merasa khawatir terhadap ketidakpastian di tengah pandemi COVID-19. Yuk, cari tahu solusi menghadapi kecemasan di new normal di sini.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Konten Bersponsor
menghadapi kecemasan di new normal
Hidup Sehat, Tips Sehat 03/08/2020 . Waktu baca 5 menit

Penuhi Nutrisi Ini untuk Mencegah Penularan Coronavirus saat New Normal

Nutrisi memegang peranan yang besar untuk mencegah kemungkinan risiko COVID-19. Yuk, cari tahu nutrisi utama yang perlu ditambahkan dalam menu harian Anda.

Ditulis oleh: Maria Amanda
Nutrisi, Hidup Sehat 30/07/2020 . Waktu baca 9 menit

Direkomendasikan untuk Anda

rileksasi tubuh

5 Cara Sederhana untuk Relaksasi Sehabis Olahraga

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 07/08/2020 . Waktu baca 4 menit
cara menghilangkan varises dengan skleroterapi

Sering Menggoyang-goyangkan Kaki Saat Tidur? Ini Penyebabnya

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 3 menit
sering kencing di malam hari

7 Cara Mengatasi Sering Buang Air Kecil yang Mengganggu

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit
nokturia adalah

Nokturia, Penyebab Sering Buang Air Kecil pada Malam Hari

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit