Definisi

Apa itu vitiligo?

Vitiligo adalah penyakit yang menyebabkan hilangnya pigmen warna pada kulit. Akibatnya, kulit mengalami kondisi seperti belang. Penyakit ini membuat warna-warna kulit asli akan hilang di area tertentu.

Kondisi ini paling sering terjadi pada punggung tangan, wajah, dan ketiak. Namun penyakit kulit ini juga bisa menyerang rambut dan bagian dalam mulut.

Penyakit kulit ini tidak mematikan dan tidak menular. Akan tetapi memang tidak dapat disembuhkan. Kadang-kadang penyakit ini berhubungan dengan penyakit lain, seperti tiroid.

Seberapa umumkah vitiligo?

Vitiligo bisa terjadi pada orang dari semua kelompok ras, dan etnis. Namun, penyakit ini akan lebih jelas terlihat pada orang berkulit gelap.

Vitiligo juga dapat terjadi pada semua usia. Namun, setengah dari kasus terjadi pada orang kurang dari 20 tahun.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala vitiligo?

Tanda utama vitiligo adalah hilangnya warna kulit secara merata di beberapa bagian tubuh. Biasanya perubahan warna ini pertama kali terlihat di area yang terpapar sinar matahari seperti tangan, kaki, lengan, wajah, dan bibir.

Secara garis besar, berikut berbagai tanda dan gejala saat Anda terkena vitiligo:

  • Hilangnya warna kulit secara merata di area tubuh tertentu
  • Munculnya uban secara dini di rambut, bulu, mata, alis atau janggut
  • Hilangnya warna pada jaringan yang melapisi selaput lendir (dalam mulut dan hidung)
  • Hilangnya atau berubahnya warna pada lapisan bola mata atau retina.

Seperti yang telah disebutkan gejala ini bisa muncul di usia berapa pun. Namun umumnya lebih sering terjadi sebelum seseorang menginjak usia 20 tahun.

Dilansir dari American Academy of Dermatology, vitiligo terdiri dari 2 tipe yang berbeda yaitu:

Segmental

Untuk tipe segmental berikut ciri-cirinya:

  • Hanya muncul di 1 bagian tubuh seperti kaki, wajah, atau lengan
  • Sebagian besarnya mengalami kehilangan warna rambu, bulu mata, atau alis
  • Biasanya muncul di usia dini atau sangat muda
  • Sering kali berlangsung selama sekitar satu tahun kemudian berhenti meluas

Non-segmental

Tipe non-segmental adalah jenis vitiligo yang paling sering menyerang. Berikut berbagai tanda dan gejala yang biasanya muncul:

  • Muncul di kedua sisi tubuh, seperti kedua tangan atau kedua lutut
  • Bercak putih pertama berbentuk simetris
  • Hilangnya warna dimulai dari ujung jari, pergelangan tangan, hingga tangan
  • Muncul pada kulit yang terpapar sinar matahari seperti wajah, leher, dan tangan
  • Warna kulit hilang dengan cepat kemudian berhenti untuk sementara waktu dan bisa mulai kembali
  • Warna yang hilang cenderung berkembang dan meluas

Selain dua tipe besar tersebut, ada beberapa subtipe dalam vitiligo. Subtipe menunjukkan pengelompokan vitiligo yang muncul pada tubuh, yaitu:

  • Lokal, munculnya satu atau beberapa bercak di beberapa area tubuh
  • Umum, kondisi paling umum yang menyebabkan bercak tersebar di seluruh tubuh
  • Universal, sebagian besar pigmen kulit hilang

Sejauh ini, tidak ada cara yang bisa dilakukan untuk memprediksi seberapa luas perkembangan penyakitnya. Sebagian orang bisa terus mengalami perluasan area, sementara yang lainnya tidak.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter bila kulit, rambut atau mata Anda berubah warna. Vitiligo tidak dapat disembuhkan, tetapi terapi dapat mencegah atau memperlambat proses perubahan dan mengembalikan warna.

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter. Ini karena tubuh masing-masing orang berbeda dan bisa memunculkan gejala yang berbeda pula.

Selalu konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan informasi terakurat dan perawatan yang tepat.

Penyebab

Apa penyebab vitiligo?

Vitiligo adalah penyakit kulit akibat hilangnya sel pewarna yang disebut melanosit. Melanosit merupakan bagian tubuh yang yang menghasilkan melanin, pigmen penentu warna rambut.

Diduga kuat penyakit ini termasuk autoimun. Penyakit autoimun berkembang ketika sel-sel pada sistem kekebalan tubuh mengalami kekeliruan.

Sel T atau sel yang melawan infeksi justru menyerang sel-sel sehat seolah-olah sedang membunuh kuman penyebab penyakit. Dalam kasus ini, bisa jadi tubuh salah mengenali melanosit sebagai zat asing. Akibatnya melanosit justru diserang dan dihancurkan hingga tak lagi bisa bekerja sebagaimana mestinya.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya terkena vitiligo?

Ada banyak faktor risiko untuk vitiligo, yaitu:

  • Riwayat keluarga, anak yang memiliki orangtua dengan vitiligo berisiko terkena masalah yang sama
  • Penyakit autoimun, terutama penyakit Hashimoto (penyakit tiroid) atau alopecia areata (menyebabkan kerontokan rambut).
  • Hal-hal pemicu, seperti sinar matahari, stres, atau paparan bahan kimia industri

Orang yang bahkan tidak memiliki berbagai faktor ini tidak selalu bebas dari vitiligo. Beberapa faktor ini hanya yang paling umum dan sering saja. Anda perlu konsultasi dengan dokter untuk informasi lebih rinci.

Diagnosis & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk mendiagnosis vitiligo?

Berikut berbagai tes yang bisa dilakukan untuk mendiagnosis vitiligo, yaitu:

Riwayat dan pemeriksaan medis

Saat Anda memeriksakan diri, dokter biasanya akan memeriksa tubuh dengan melihat gejala yang nampak. Dokter akan menggunakan lampu dengan sinar ultraviolet khusus untuk melihat kondisi kulit lebih jelas.

Setelah itu, dokter akan menanyakan riwayat kesehatan Anda dan keluarga. Pasalnya, vitiligo adalah penyakit yang diturunkan dalam keluarga.

Melalui pemeriksaan fisik dan riwayat medis, dokter mulai bisa menentukan apakah Anda terkena vitiligo atau tidak.

Biopsi kulit dan pengambilan darah

Selain melakukan pemeriksaan fisik dan melihat riwayat medis Anda serta keluarga dokter akan melakukan langkah lanjutan.

Biopsi atau pengambilan sampel kulit yang terkena vitiligo adalah salah satu cara yang akan dilakukan. Selain itu, dokter juga akan melakukan tes darah untuk melihat adakah penyakit lain yang memicu kemunculan vitiligo.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk vitiligo?

Jenis perawatan untuk vitiligo tergantung pada kondisi kesehatan, usia, lokasi vitiligo, dan keparahannya. Berbagai pengobatan untuk vitiligo memang tidak bisa mengembalikan warna kulit secara permanen. Namun, sangat berguna untuk mencegah penyebaran semakin luas dan meratakan warnanya.

Ada berbagai pilihan pengobatan untuk vitiligo, yaitu:

Krim kortikosteroid

Krim kortikosteroid adalah salah satu obat oles yang digunakan untuk mengatasi vitiligo di area yang kecil. Krim ini membantu mencegah penyebaran hilangnya pigmen agar tak semakin luas.

Bahkan, mengaplikasikan krim kortikosteroid ke kulit yang terkena membantu mengembalikan warna. Hal ini terutama jika digunakan di awal kemunculannya. Sekitar 45% pasian mendapatkan warna kulit yang hampir normal setelah 4 hingga 6 bulan.

Obat ini bekerja paling efektif pada orang dengan kulit yang berwarna gelap. Dibandingkan dengan tangan dan kaki, wajah menjadi area kulit yang paling terasa efeknya jika diobati dengan krim kortikosteroid.

Krim oles ini cukup efektif dan mudah digunakan. Namun, seperti obat-obatan pada umumnya krim bisa menyebabkan efek samping. Salah satunya yaitu penipisan kulit.

Obat yang memengaruhi sistem kekebalan tubuh

Obat golongan ini seperti tacrolimus atau pimecrolimus (inhibitor kalsineurin), cukup efektif untuk area vitiligo yang tak terlalu luas. Obat ini terutama cukup memberikan hasil jika Anda kehilangan pigmen kulit di wajah dan leher.

Selain itu, perawatan ini juga memiliki efek samping yang lebih sedikit dibandingkan dengan krim kortikosteroid. Akan tetapi, Badan Pengawas Obat dan Makanan di Amerika menemukan hubungan antara penggunaan obat ini dengan limfoma dan kanker kulit.

Terapi cahaya dan psoralen (PUVA)

Terapi ini dilakukan dengan menggabungkan zat yang berasal dari tumbuhan (psoralen) dengan terapi cahaya. Tujuannya yaitu untuk mengembalikan warna kulit mendekati aslinya. Biasanya digunakan untuk kondisi yang sudah menyebar luas.

Dalam terapi ini dokter akan memberikan psoralen minum atau oles untuk langsung digunakan pada area yang terkena. Setelah itu, terapi cahaya seperti sinar UVA, UVB, atau excimer akan diberikan.

Terapi cukup efektif mengembalikan pigmen pada wajah, badan, lengan atas, dan kaki bagian atas sekitar 50 sampai 75 persen. Sayangnya, prosedur ini tidak terlalu efektif untuk tangan dan kaki.

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, Anda perlu mengulang perawatan hingga 3 kali seminggu selama 6 sampai 12 bulan. Gabungan terapi ini cenderung memiliki hasil yang lebih baik dibandingkan dengan hanya obat atau hanya cahaya.

Efek samping psoralen bisa mengenai mata. Oleh karena itu, dokter biasanya menyarankan Anda untuk melakukan pemeriksaan mata terlebih dahulu sebelum dan setelah perawatan.

Depigmentasi

Depigmentasi adalah terapi untuk vitiligo yang biasanya digunakan jika memiliki area penyakit yang tersebar luas. Selain itu, terapi ini juga direkomendasikan jika perawatan lain tidak berhasil.

Terapi ini bertujuan untuk mengurangi warna kulit di bagian yang tidak terkena agar sesuai dengan area lain yang lebih putih.

Depigmentasi digunakan dengan menggunakan losion atau salep oles yang cukup kuat seperti monobenzon, mequinol, atau hydroquinone. Terapi akan dilakukan satu atau dua kali sehari selama sembilan bulan atau lebih.

Perawatan ini bisa memberikan hasil yang cukup bertahan lama. Namun sayangnya membuat kulit menjadi lebih rapuh dan sangat sensitif terhadap matahari. Selain itu, efek samping yang cukup mengganggu yaitu kemerahan , bengkak, gatal, dan kulit kering.

Operasi

Operasi adalah cara terakhir yang akan dilakukan jika terapi lain untuk vitiligo tidak berhasil. Tujuannya yaitu untuk meratakan warna kulit dengan mengembalikan warna mendekati aslinya. Ada beberapa cara yang dilakukan yaitu:

Cangkok kulit

Prosedur ini dilakukan dengan menghilangkan bagian-bagian kecil kulit normal yang berpigmen. Kemudian, bagian ini akan ditempelkan ke area yang kehilangan pigmen.

Umumnya prosedur pembedahan ini dilakukan jika Anda memiliki bercak yang kecil-kecil. Selain itu, prosedur ini hanya direkomendasikan untuk orang dewasa yang bercaknya tidak mengalami perubahan setelah enam bulan perawatan. Anak-anak tidak dianjurkan untuk menjalani proses ini.

Orang yang tubuhnya mudah terkena keloid (bekas luka yang menonjol) juga tidak disarankan melakukan prosedur ini. Biasanya cara ini cukup efektif hingga sekitar 90 sampai 95 persen.

Adapun efek samping yang mungkin timbul yaitu infeksi, jaringan parut, hingga kegagalan kulit untuk bisa menyatu.

Pencangkokan blister

Dalam prosedur ini, dokter akan membuat sedikit torehan pada kulit yang berpigmen dengan cara disedot. Kemudian bagian atas kulit diangkat dan ditransplantasikan pada area yang berubah warna.

Namun, risikonya sama seperti prosedur operasi sepelumnya yaitu jaringan parut hingga kulit yang tidak bisa menyatu. Selain itu, kerusakan kulit yang disebabkan oleh penyedotan juga bisa memicu kemunculan bercak lainnya.

Tato (mikropigementasi)

Cara ini dilakukan dokter menggunakan alat bedah khusus untuk menanamkan pigmen ke kulit Anda. Biasanya cara ini efektif untuk bagian dalam dan sekitar bibir orang dengan kulit yang lebih gelap.

Kekurangannya yaitu sulitnya mencocokkan warna kulit yang pas. Selain itu, tato juga berpotensi memicu kemunculan bercak vitiligo lainnya.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi vitiligo?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi vitiligo:

Lindungi kulit dari sinar UV

Saat mengidap vitiligo, usahakan untuk menjauhkan kulit dari paparan berlebih sinar UV alami dan buatan. Gunakan tabir surya dengan SPF tinggi jika akan berkegiatan di luar ruangan.

Paling tidak, pilihlah tabir surya yang memiliki SPF 30 dan tahan air. Oleskan selama dua jam sekali atau kapan pun saat Anda merasa tabir surya luntur akibat keringat.

Selain itu, lindungi kulit dari teriknya sinar matahari dengan mengenakan pakaian tertutup. Gunakan baju lengan panjang dengan celana panjang plus topi jika diperlukan.

Melindungi kulit dari paparan sinar matahari membantu mencegah kulit terbakar. Ini karena sinar matahari sangat bisa memperburuk kondisi vitiligo Anda.

 Menggunakan kosmetik

Untuk menambah kepercayaan diri Anda, samarkan area vitiligo dengan bantuan kosmetik. Cara ini bisa dilakukan jika area kulit yang kehilangan pigmen tidak terlalu luas. Pilihlah warna yang cocok dengan kulit asli Anda sehingga belang pada kulit dapat tersamarkan dengan baik.

Jangan ditato

Menutupi tubuh yang kehilangan bercak dengan tato bukanlah pilihan yang bijak. Bukannya tertutupi dengan baik kulit malah bisa semakin rusak. Bahkan tato juga bisa memicu munculnya bercak baru dalam waktu dua minggu pasca prosedur.

Ingatlah bahwa tidak ada metode pengobatan yang dapat memberikan kesembuhan permanen dan total untuk vitiligo.
Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Direview tanggal: Mei 7, 2019 | Terakhir Diedit: Mei 7, 2019

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan