Apa itu varises esofagus?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu varises esofagus?

Varises esofagus adalah pembengkakan pembuluh darah yang abnormal pada esofagus – tabung yang menghubungkan kerongkongan dengan lambung. Kondisi ini paling umum terjadi pada orang dengan penyakit hati. Varises esofagus terjadi saat aliran darah normal menuju hati tersumbat oleh penggumpalan atau jaringan luka pada hati.

Untuk menghindari penyumbatan, darah mengalir melalui pembuluh darah yang lebih kecil yang tidak ditujukan untuk mengalirkan volume darah yang besar. Pembuluh darah dapat bocor atau pecah, menyebabkan perdarahan yang mengancam nyawa. Begitu Anda mengalami perdarahan, risiko perdarahan lainnya meningkat drastis. Jika Anda kehilangan cukup banyak darah, Anda dapat mengalami shock yang dapat menyebabkan kematian.

Beberapa obat dan prosedur medis dapat membantu mencegah dan menghentikan perdarahan dari varises esofagus.

Seberapa umumkah varises esofagus?

Kondisi ini sangat umum dan dapat terjadi pada pasien dengan usia berapapun. Varises esofagus dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala varises esofagus?

Varises esofagus biasanya tidak menyebabkan tanda-tanda dan gejala kecuali terjadi perdarahan.

Tanda-tanda dan gejala dari perdarahan varises esofagus meliputi:

  • Muntah dan jumlah darah yang signifikan pada muntahan
  • Feses berwarna gelap dan berdarah
  • Pusing
  • Kehilangan kesadaran (pada kasus yang parah)
  • Gejala dari penyakit hati kronis seperti menguningnya kulit dan mata, mudah berdarah atau memar, penumpukkan cairan pada perut (ascites)

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab varises esofagus?

Penyebab utama dari varises esofagus adalah luka pada hati, yang disebut sirosis. Luka menyebabkan darah kembali ke pembuluh darah portal, pembuluh darah utama yang mengalirkan darah dari lambung dan usus ke hati. Kembalinya darah ini menyebabkan tekanan darah tinggi pada pembuluh darah portal dan pembuluh darah sekitar. Kondisi ini disebut hipertensi portal. Akibatnya, darah akan mencari jalan melalui pembuluh darah yang lebih kecil, seperti pada bagian bawah esofagus. Pembuluh darah berdinding tipis ini mengembang dengan bertambahnya darah. Kadang pembuluh darah dapat pecah dan berdarah.

Penyebab varises esofagus meliputi:

  • Luka parah pada hati (sirosis). Beberapa penyakit hati – termasuk infeksi hepatitis, penyakit hati alkoholik, penyakit hati berlemak dan gangguan saluran empedu yang disebut sirosis empedu primer – dapat menyebabkan sirosis.
  • Pembekuan darah (trombosis). Pembekuan darah pada pembuluh darah portal atau pada pembuluh darah yang menuju pembuluh darah portal (pembuluh splenik) dapat menyebabkan varises esofagus.
  • Infeksi parasitis. Schistosomiasis adalah infeksi parasit yang terdapat di bagian Afrika, Amerika Selatan, Karibia, Timur Tengah dan Asia Tenggara. Parasit dapat merusak hati, paru-paru, usus dan kemih.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk varises esofagus?

Ada banyak faktor yang membuat seseorang lebih berisiko terkena varises esofagus, yaitu:

  • Tekanan tinggi pada pembuluh darah portal
  • Varises besar
  • Tanda merah pada varises
  • Sirosis parah atau gagal hati
  • Penggunaan alkohol berkepanjangan.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana varises esofagus didiagnosis?

Jika Anda memiliki sirosis, dokter akan mencari varises esofagus saat mendiagnosis. Seberapa sering Anda melakukan tes tergantung pada kondisi Anda. Tes utama yang digunakan untuk mendiagnosis varises esofagus adalah:

  • Pemeriksaan endoskopi. Dokter akan melihat pembuluh darah yang melebar, mengukurnya dan memeriksa adanya garis dan bintik merah, yang biasanya mengindikasi risiko perdarahan yang signifikan. Perawatan dapat dilakukan saat tes imaging. CT scan perut dan ultrasonik Doppler pada splenik dan pembuluh portal dapat menunjukkan adanya varises esofagus.
  • Endoskopi kapsul. Pilihan untuk orang yang tidak mau melakukan pemeriksaan endoskop.

Apa saja pengobatan untuk varises esofagus?

Perawatan untuk menurunkan tekanan darah pada pembuluh darah portal dapat mengurangi risiko perdarahan varises esofagus. Perawatan dapat meliputi:

  • Obat-obatan untuk menurunkan tekanan pada pembuluh darah portal. Jenis obat tekanan darah yang disebut beta blocker dapat digunakan pada kasus ini. Obat-obatan tersebut meliputi propranolol (Inderal, Innopran) dan nadolol (Corgard).
  • Menggunakan gelang elastis untuk mengikat pembuluh darah yang berdarah. Jika varises esofagus tampak memiliki risiko tinggi terhadap perdarahan, dokter dapat merekomendasikan prosedur yang disebut band ligation.
  • Menggunakan endoskopi, dokter menjerat varises dan membungkusnya dengan gelang elastis, yang mengikat pembuluh darah sehingga tidak berdarah lagi. Band ligation esofagus memiliki risiko kecil terhadap komplikasi, seperti luka pada esofagus.

Jika Anda mengalami perdarahan, tujuan dari perawatan adalah untuk menghentikan perdarahan akut secepat mungkin. Perdarahan harus dikendalikan secepatnya untuk mencegah shock dan kematian.

  • Menggunakan gelang elastis untuk mengikat pembuluh darah yang berdarah.
  • Obat-obatan untuk memperlambat aliran darah ke pembuluh darah portal. Obat yang disebut octreotide (Sandostatin) seringkali digunakan dengan terapi endoskopik untuk menghambat aliran darah dari organ internal ke pembuluh darah portal. Obat ini biasanya dilanjutkan selama 5 hari setelah episode perdarahan.
  • Mengalihkan aliran darah dari pembuluh darah portal. Dokter dapat merekomendasi prosedur yang disebut portosystemic shunt (TIPS) untuk meletakkan shunt.
  • TIPS biasanya digunakan apabila perawatan lain gagal atau sementara selama pasien menunggu transplantasi hati.
  • Mengembalikan volum darah. Anda dapat diberikan transfusi untuk mengembalikan kehilangan darah dan faktor pembekuan untuk menghentikan perdarahan.
  • Mencegah infeksi. Ada peningkatan risiko infeksi pada perdarahan, kemungkinan Anda akan diberikan antibiotik untuk mencegah infeksi.
  • Mengganti hati yang rusak dengan yang sehat. Transplantasi hati merupakan alternatif untuk orang dengan penyakit hati serius atau orang yang mengalami perdarahan kambuh dari varises esofagus. Walau transplantasi hati seringkali berhasil, jumlah orang yang menunggu transplantasi jauh melebihi organ yang tersedia.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi varises esofagus?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi varises esofagus:

  • Jangan mengonsumsi alkohol. Orang dengan penyakit hati seringkali disarankan untuk berhenti mengonsumsi alkohol, karena hati memproses alkohol. Meminum alkohol dapat membebani hati yang sudah bekerja dengan tidak baik.
  • Miliki pola makan yang sehat. Pilihlah pola makan dengan banyak buah dan sayuran. Pilihlah gandum utuh dan sumber protein tanpa lemak. Kurangi asupan makanan berlemak dan gorengan.
  • Jaga berat badan yang sehat. Kelebihan lemak tubuh dapat membahayakan hati. Obesitas terkait dengan risiko komplikasi sirosis yang lebih besar. Kurangi berat badan jika Anda obesitas atau kelebihan berat badan.
  • Gunakan zat kimia dengan hati-hati. Ikuti petunjuk pada zat kimia untuk rumah tangga, seperti pembersih dan semprotan serangga. Jika Anda bekerja di sekitar zat kimia, ikuti peringatan keamanan. Hati Anda mengeluarkan racun dari tubuh, sehingga batasi jumlah racun yang harus diproses hati.
  • Kurangi risiko hepatitis. Lindungi diri Anda dengan menjauhi seks atau menggunakan kondom. Tanyakan pada dokter apakah Anda harus divaksinasi untuk hepatitis B dan hepatitis A.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Juli 7, 2017 | Terakhir Diedit: Juli 7, 2017

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan