Definisi

Apa itu supraventricular tachycardia?

Supraventricular tachycardia (SVT) adalah kondisi yang terjadi saat jantung berdetak terlalu cepat, menyebabkan jantung tidak dapat terisi sempurna dengan darah. Jantung normalnya berdenyut 60-100 bpm, namun pada penderita supraventricular tachycardia, jandung berdenyut 150-250 detak per menit (bpm). Banyak jenis supraventricular tachycardia, seperti chronic atrial fibrillation (AFIB), paroxysmal sinus tachycardia, atrioventricular nodal reentry tachycardia (AVNRT) dan atrioventricular reciprocating tachycardia (AVRT), serta Wolff-Parkinson-White syndrome. Jika Anda menduga Anda memiliki SVT, segera cari pertolongan medis.

Seberapa umumkah supraventricular tachycardia?

Pria dan wanita dapat mengalami SVT, namun SVT cenderung lebih sering terjadi pada wanita. SVT adalah jenis aritmia yang paling umum pada anak-anak. SVT dapat ditangani dengan mengurangi fator-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala supraventricular tachycardia?

Gejala paling umum adalah palpitasi atau detak jantung yang cepat. Gejala lainnya meliputi pusing, sesak napas, pingsan, angina (nyeri dada), kelelahan, berkeringat dan mual. Gejala dapat muncul dan berhenti tiba-tiba dan berlangsung selama beberapa menit. Beberapa orang mungkin tidak mengalami gejala sama sekali. Pada beberapa kasus yang serius, pasien dapat kehilangan kesadaran.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab supraventricular tachycardia?

Biasanya, sinyal elektrik yang muncul pada simpul sinoatrial (SA) jantung memulai kontraksi pada atria. Kemudian, ventrikel berkontraksi. SVT terjadi saat jalur elektrik tambahan memicu mempercepatnya detak jantung. Penyebab meliputi:

  • Obat-obatan (seperti digoxin, theophylline)
  • Kondisi paru-paru (seperti penyakit paru obstruktif kronik, pneumonia)
  • Alkohol, kafein, obat-obatan terlarang dan merokok dapat meningkatkan risiko terhadap SVT.
  • Salah satu jenis SVT yaitu Wolff-Parkinson-White (WPW) syndrome dapat diturunkan.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk supraventricular tachycardia?

Ada banyak faktor risiko untuk SVT, yaitu:

  • Kerusakan jaringan jantung dari penyakit jantung
  • Jalur elektrik abnormal pada jantung yang muncul sejak lahir (congenital)
  • Anemia
  • Tekanan darah tinggi
  • Olahraga yang terlalu intensif
  • Gelisah, stress tiba-tiba, ketakutan
  • Merokok atau minum terlalu banyak alkohol dan minuman berkafein
  • Penyalahgunaan obat-obatan, seperti kafein
  • Ketidakseimbangan elektrolit, zat mineral yang terkait dengan impuls elektrik
  • Tiroid yang overaktif (hyperthyroidism).

Tidak memiliki faktor risiko tidak berarti Anda tidak dapat terkena SVT. Faktor-faktor di atas hanyalah untuk referensi. Anda harus berkonsultasi dengan dokter untuk detail lebih lanjut.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana mendiagnosis supraventricular tachycardia?

Electrocardiogram (ECG) adalah alat yang efektif dalam mendiagnosis tachycardia serta masalah kardiovaskular lainnya. Dokter dapat mendiagnosis dengan mendengarkan detak jantung. Darah yang mengalir secara abnormal melalui katup mitral dan menghasilkan suara disebut murmur. Dokter dapat mendengar suara murmur dengan bantuan stetoskop. Waktu dan lokasi murmur membantu dokter mengetahui katup mana yang terpengaruh.

Dokter menggunakan pemeriksaan fisik, sejarah medis, electrocardiography (ECG), tes laboratorium dan X-ray dada untuk diagnosis awal. Dokter dapat melakukan Holter monitor, ECG portabel 24 jam, untuk melihat seberapa sering SVT terjadi selama 24 jam. Dokter juga dapat melakukan electrophysiology study (EPS) untuk diagnosis yang lebih akurat.

Bagaimana cara mengobati supraventricular tachycardia?

Perawatan tidak diperlukan untuk orang-orang yang tidak mengalami gejala.

Untuk kondisi dengan gejala, perawatan dapat meliputi vagal maneuver, seperti Valsalva maneuver atau batuk, dan memercikan air dingin ke wajah.

Obat-obatan seperti adenosine, diltiazem dan verapamil dapat diberikan. Dokter dapat menggunakan cardioversion elektrik untuk perawatan darurat atau jika perawatan lainnya tidak bekerja. Pada cardioversion elektrik, sengatan listrik ringan diberikan untuk mengembalikan ritme jantung.

Untuk SVT yang berulang, perawatan dapat melibatkan obat-obatan (seperti beta-blockers), pacemakers, ablasi kateter dan operasi.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi supraventricular tachycardia?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi supraventricular tachycardia:

  • Batasi atau hindari konsumsi alkohol.
  • Perbanyak waktu istirahat.
  • Batasi konsumsi teh dan kopi.
  • Hindari obat-obatan terlarang, seperti kokain.
  • Berolahraga secara rutin dan miliki pola makan yang sehat.
  • Jaga berat badan yang sehat. Kelebihan berat badan meningkatkan risiko terkena penyakit kardiovaskular.
  • Jaga tekanan darah dan kolestrol di bawah kendali.
  • Berhenti merokok. Konsultasikan dengan dokter mengenai strategi atau program untuk membantu Anda berhenti merokok.
  • Gunakan obat-obatan bebas dengan hati-hati karena dapat mengandung stimulan yang dapat memicu detak jantung yang cepat. Tanyakan dokter daftar obat-obatan yang perlu Anda hindari.
  • Atasi stress. Hindari stress yang tidak diperlukan dan pelajari bagaimana mengatasi stress dengan cara yang sehat.
  • Ikuti perkembangan aritmia jantung dan pelajari zat yang menyebabkan aritmia. Sebagai contoh, detak jantung Anda meningkat setelah minum kopi.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Desember 14, 2016 | Terakhir Diedit: Desember 14, 2016

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan