Definisi

Apa itu sporotrichosis?

Sporotrichosis adalah infeksi kulit yang disebabkan oleh jamur Sporothrix schenckii. Jamur ini sering ditemukan pada duri bunga mawar, jerami, sphagnum moss (spesies lumut atau gambut; biasanya digunakan untuk media tanam anggrek atau tanaman hias lainnya), ranting, dan tanah.

Infeksi ini lebih umum menyerang orang yang suka berkebun dan orang-orang yang memiliki usaha kembang biak mawar dan lumut, produsen jerami, dan orang-orang yang bekerja mengolah tanah.

Begitu jamur menginfeksi kulit, infeksi ini dapat memakan waktu harian hingga berbulan-bulan untuk menampakkan gejala.

Infeksi sporotrichosis termasuk jarang.

Tanda-tanda & Gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala sporotrichosis?

Gejala awal dari sporotrichosis adalah bintil kulit bertekstur keras yang dapat berwarna merah muda atau keunguan. Bintil tidak terasa sakit atau hanya terasa sedikit nyeri ketika ditekan. Seiring waktu, bintil dapat pecah dan mengeluarkan cairan bening. Jika tidak diobati, bintil ini dapat bersifat kronis dan kambuhan hingga tahunan.

Pada hampir kebanyakan kasus, infeksi jamur dapat menyerang kelenjar limpa. Lama kelamaan, akan muncul bintil-bintil dalam formasi barisan yang muncul di tangan atau lengan. Bintil ini dapat bertahan hingga tahunan.

Pada kasus yang amat jarang, infeksi dapat menyerang bagian tubuh lain, seperti tulang, persendian, paru-paru, dan otak. Komplikasi ini lebih rentan terjadi pada orang-orang yang memiliki daya tahan tubuh rendah. Kondisi ini sulit untuk diobati dan mungkin berakibat fatal.

Kemungkinan ada tanda-­tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Penyebab

Apa penyebab sporotrichosis?

Spora jamur dapat masuk ke dalam tubuh dan menginfeksi kulit ketika Anda tertusuk duri yang ada tangkai mawar atau tertusuk ranting. Meski begitu, infeksi juga dapat terjadi ketika Anda menyentuh jerami atau lumut sphagnum moss tanpa harus ada luka terbuka di kulit.

Amat sangat jarang, kucing dan trenggiling dapat menjadi perantara penyebaran jamur ini.

Pada segelintir kasus, spora jamur dapat terhirup atau tertelan, menyebabkan infeksi di bagian tubuh dalam selain kulit.

Diagnosis & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana sporotrichosis didiagnosis?

Sporotrichosis didiagnosis dengan melakukan biopsi (pengambilan sampel jaringan kulit). Setelahnya, sampel kulit Anda akan diperiksa di laboratorium untuk mencari tahu apa penyebab infeksinya.

Tes darah dapat membantu memastikan diagnosis kasus sporotrichosis yang parah. Namun tidak dapat mendiagnosis infeksi kulit.

Bagaimana sporotrichosis diobati?

Kebanyakan kasus sporotrichosis hanya melibatkan lapisan kulit terluar atau jaringan di bawah kulit. Infeksi ini tidak mengancam nyawa, namun harus diobati dengan obat-obatan antijamur selama beberapa bulan. Obat yang paling sering diresepkan untuk kasus ini adalah itraconazole yang diminum rutin selama 3-6 bulan. Obat lainnya adalah supersaturated potassium iodide (SSKI). Namun obat SSKI dan itraconazole tidak boleh digunakan selama kehamilan.

Kasus sporotrichosis parah diobati dengan amphotericin B, yang diberikan lewat suntikan. Itraconazole biasanya digunakan setelah terapi awal dengan amphotericin B, untuk total durasi terapi obat antijamur keseluruhan memakan waktu hingga 1 tahun. Infeksi yang sudah menyebab di paru mungkin perlu operasi untuk mengangkat jaringan yang sudah rusak.

Pengobatan di Rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi sporotrichosis?

Tidak ada tips khusus untuk membantu mengatasi gejala sporotrichosis. Namun, bintil yang muncul harus dijaga agar tetap bersih, kering, dan tertutup sampai sembuh.

Silakan diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut. Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Direview tanggal: Desember 11, 2017 | Terakhir Diedit: Desember 11, 2017

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan