Apa Itu Spondylosis?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Definisi

Apa itu spondylosis?

Spondylosis adalah istilah medis yang digunakan untuk menggambarkan proses penuaan (degenerasi) tulang belakang. Degenerasi biasanya terjadi pada taji tulang dan piringan antar tulang belakang.

Kondisi ini merupakan salah satu jenis dari osteoarthritis, yaitu degenerasi yang terjadi pada persendian. Namun, istilah ini umumnya merujuk pada kerusakan yang terjadi pada tulang belakang secara keseluruhan.

Penyakit ini paling banyak terjadi akibat faktor usia. Seiring dengan bertambahnya usia, tulang belakang akan mengalami degenerasi akibat menahan beban tubuh terus menerus.

Seberapa umumkah spondylosis?

Kondisi ini sangat umum terjadi dan lebih sering menyerang lansia. Selain itu, penyakit ini dapat terjadi pada pasien dengan usia berapapun.

Spondylosis adalah penyakit yang dapat diatasi dengan cara mengenali faktor-faktor risiko yang ada. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai penyakit ini, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter Anda.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala spondylosis?

Gejala-gejala umum dari spondylosis adalah:

  • Kaku atau nyeri pada leher atau punggung. Biasanya, rasa tidak nyaman pada punggung mereda saat berbaring.
  • Kelemahan atau mati rasa pada kaki atau tangan jika kondisi cukup parah untuk mempengaruhi saraf tulang belakang
  • Nyeri pada bahu
  • Sakit kepala

Apabila dibagi berdasarkan letak tulang belakang yang terdampak, gejala-gejala yang muncul dapat bervariasi. Penyakit degenerasi tulang belakang ini dapat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu cervical (tulang punggung dekat leher), thoracic (tulang punggung bagian atas), dan lumbar (tulang punggung bagian bawah).

1. Cervical

Apabila kondisi jenis ini hanya terjadi pada akar saraf tulang belakang, Anda mungkin akan mengalami beberapa gejala seperti:

  • Rasa sakit yang hilang dan muncul kembali
  • Kaku di bagian leher atau bahu
  • Jaringan bahu dan leher lebih sensitif
  • Sakit kepala di bagian belakang tulang tengkorak
  • Rasa sakit menjalar hingga ke bahu dan lengan atas
  • Lemah otot pada bahu dan lengan atas
  • Sensasi kesemutan dan geli

2. Thoracic

Jika Anda merasakan gejala-gejala di bawah, kemungkinan Anda menderita pengeroposan tulang belakang di bagian atas atau thoracic:

  • Sensasi kaku di tengah punggung
  • Rasa sakit berpusat di bagian tengah dan atas punggung
  • Sakit punggung ketika melakukan posisi tertentu (membungkuk atau mencondongkan badan ke depan)

3. Lumbar

Degenerasi tulang punggung yang terdapat di tulang belakang bagian bawah (lumbar spine) dapat menyebabkan munculnya beberapa gejala, di antaranya adalah:

  • Rasa sakit muncul dan hilang
  • Rasa sakit lebih sering muncul saat melakukan aktivitas
  • Sensasi kaku pada punggung bagian bawah
  • Sensitivitas meningkat pada punggung bagian bawah
  • Keseimbangan tubuh berkurang
  • Kesulitan berjalan dengan normal
  • Mati rasa
  • Terkadang muncul gejala sulit buang air kecil atau besar

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Tubuh masing-masing penderita menunjukkan tanda-tanda dan gejala yang bervariasi. Agar Anda mendapatkan penanganan yang paling tepat dan sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, selalu periksakan diri ke dokter atau pusat layanan kesehatan terdekat.

Penyebab

Apa penyebab spondylosis?

Spondylosis adalah kondisi yang umumnya tidak memiliki penyebab atau pemicu eksternal. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh faktor usia.

Hampir seluruh kasus degenerasi tulang dan sendi, termasuk osteoarthritis, dipengaruhi oleh perubahan usia. Pada masa-masa awal hidup Anda, tulang belakang Anda belum memikul beban tubuh atau aktivitas yang terlalu berat.

Namun, seiring dengan bertambahnya usia, tulang belakang Anda akan mengalami aktivitas yang bervariasi dan beban tubuh Anda pun meningkat. Hal ini menyebabkan tulang belakang lebih rentan mengalami keausan (wear and tear).

Pada kasus degenerasi tulang belakang, faktor usia juga berkontribusi pada hal-hal berikut:

  • Hilangnya cairan pelumas di dalam piringan bantal tulang belakang
  • Munculnya pembesaran atau kerusakan pada piringan tulang belakang
  • Pertumbuhan tulang yang berlebih (bone spurs)
  • Penumpukan deposit kalsium pada ligamen tulang belakang

Mengeringnya piringan pada tulang belakang dapat menyebabkan pengecilan pada piringan tulang belakang secara keseluruhan. Hal ini meningkatkan risiko terjadinya kontak atau gesekan yang tidak wajar pada ruas-ruas tulang belakang. Kondisi ini disebut dengan degenerative disc disease.

Selain itu, pertumbuhan tulang yang tidak wajar dapat mengganggu fungsi saraf tulang belakang. Penumpukan deposit kalsium juga dapat mengurangi kelenturan dan pergerakan tulang belakang Anda.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk spondylosis?

Spondylosis adalah penyakit yang dapat terjadi pada siapa saja, tidak memandang golongan usia ataupun kelompok ras. Namun, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami kondisi ini.

Memiliki salah satu atau beberapa faktor risiko bukan berarti Anda dipastikan akan menderita penyakit ini. Terdapat pula kemungkinan kecil seseorang dapat mengalami kondisi ini meskipun tidak memiliki faktor risiko.

Berikut adalah faktor-faktor risiko yang dapat memicu munculnya penyakit spondylosis adalah:

1. Usia

Umumnya, gejala-gejala pertama kali dilaporkan muncul pada saat pasien berusia 20-50 tahun. Lebih dari 80% orang di atas 40 tahun terbukti mengalami degenerasi tulang belakang pada tes X-ray.

2. Jenis kelamin

Untuk orang di bawah 45 tahun, osteoarthritis lebih umum terjadi pada pria. Setelah usia 45 tahun, osteoarthritis lebih sering ditemukan pada wanita.

3. Memiliki berat badan berlebih

Apabila Anda memiliki indeks massa tubuh yang melebihi batas normal, atau Anda menderita obesitas, peluang Anda untuk mengalami kondisi ini lebih besar.

4. Mengalami cedera atau trauma pada sendi

Sendi yang pernah mengalami cedera atau trauma juga dapat meningkatkan risiko Anda untuk menderita penyakit ini.

5. Memiliki pekerjaan tertentu

Apabila Anda memiliki pekerjaan atau olahraga yang melakukan gerakan berulang-ulang pada sendi tertentu, besar kemungkinan Anda dapat mengalami pengeroposan atau degenerasi pada tulang belakang.

Diagnosis & pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana spondylosis didiagnosis?

Selain pemeriksaan fisik, dokter dapat melakukan tes tertentu untuk membantu diagnosis osteoarthritis pada tulang belakang. Tes ini meliputi X-ray dan MRI atau tes darah untuk mengeliminasi penyakit lainnya.

  • X-ray – cara terbaik untuk mengonfirmasi diagnosis pada spondylosis – untuk melihat kerusakan pada tulang, taji tulang dan terkikisnya tulang rawan atau piringan. Namun, X-ray tidak dapat menunjukkan kerusakan awal pada tulang rawan.
  • Tes darah untuk mengeliminasi penyakit lain.
  • Magnetic resonance imaging (MRI) untuk menunjukkan kemungkinan kerusakan pada piringan atau penyempitan area dimana saraf tulang belakang berakhir.

Apa saja pengobatan untuk spondylosis?

Perawatan awal dapat meliputi penurunan berat badan jika diperlukan, dan menjaga berat badan yang sehat untuk semua orang, serta olahraga.

Beberapa olahraga yang terkait dengan perawatan spondylosis meliputi berenang, berjalan dan aerobik air. Olahraga dapat digolongkan menjadi beberapa kategori berikut:

  • Latihan penguatan. Latihan ini bertujuan untuk memperkuat otot yang menyokong sendi. Latihan ini melibatkan resistensi dengan penggunaan beban atau gelang karet.
  • Latihan aerobik. Latihan ini memperkuat jantung dan sistem peredaran.
  • Latihan range-of-motion. Latihan ini meningkatkan fleksibilitas tubuh.
  • Periode istirahat pada keseluruhan perawatan diperlukan. Namun, bed rest, splints, bracing atau traction untuk jangka panjang tidak direkomendasikan.

Sementara perawatan non-obat yang tersedia untuk spondylosis adalah:

  • Pijat
  • Akupunktur
  • Kompres hangat atau dingin, dengan meletakan es atau kompres hangat pada sendi (periksakan dengan dokter kombinasi apa yang paling tepat untuk Anda)
  • Transcutaneous electrical nerve stimulation (TENS) menggunakan perangkat kecil yang menghasilkan denyut elektrik pada area yang terpengaruh
  • Suplemen gizi

Tidak ada perawatan untuk membalikkan proses spndylosis karena proses ini degeneratif. Perawatan untuk spondylosis menargetkan nyeri punggung dan leher yang disebabkan oleh spondylosis.

  • Pengobatan. Penanganan rasa sakit dari spondylosis umumnya meliputi pengobatan anti-inflamasi, analgesik, NSAID atau suntikan kortikosteroid.
  • Terapi fisik. Terapi fisik sering diberikan untuk nyeri kronis atau nyeri leher untuk penguatan dan peregangan otot.
  • Operasi. Apabila sistem saraf terganggu, atau saat berjalan menjadi sulit, operasi akan disarankan.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi spondylosis

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi spondylosis:

1. Gunakan kompres

Untuk mengurangi rasa sakit, Anda dapat menggunakan kompres hangat atau dingin yang diletakkan pada bagian tubuh yang sakit.

2. Pola makan yang seimbang

Agar berat badan Anda tetap terjaga, pastikan Anda memiliki pola makan yang sehat. Kelebihan berat badan memberikan tekanan pada sendi penahan beban seperti lutut, tulang belakang, pinggang, pergelangan kaki dan kaki.

Makanan yang kaya akan vitamin C dan asam lemak omega-3 dapat membantu Anda untuk menjaga berat badan. Ahli gizi biasanya akan menyarankan Anda untuk fokus terhadap makanan sehat dibandingkan dengan makanan yang hanya mengandung 1 jenis nutrisi.

Pastikan menu Anda meliputi banyak buah dan sayuran, gandum utuh, produk susu rendah lemak, ikan dan daging tanpa lemak, seperti daging sapi tenderloin.

Selain itu, pilihlah lemak sehat seperti kacang dan alpukat, minyak yang sehat seperti minyak zaitun dan canola.

3. Rajin berolahraga

Lakukan olahraga seperti berenang, berjalan, dan aerobik air. Latihan meningkatkan tenaga Anda, serta memperkuat otot dan tulang dan menjaga sendi tetap fleksibel.

4. Tidur yang cukup

Tidur malam yang cukup dapat membantu Anda mengatasi rasa sakit dan stres dari arthritis. Untuk tidur dengan lebih baik, tidur pada waktu yang sama setiap malam, gunakan bantal untuk mengangkat tekanan dari sendi yang sakit. Jika Anda memiliki kesulitan tidur, hubungi dokter Anda.

5. Menggunakan alat bantu

Cobalah splints, braces, dan alat bantu lain. Perangkat yang membantu menahan sendi yang sakit, seperti braces dan tongkat, dapat meringankan rasa tidak nyaman dan mencegah cedera. Benda lain seperti pembuka kaleng elektrik dan kursi mandi dapat membantu kegiatan sehari-hari Anda.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Maret 12, 2016 | Terakhir Diedit: September 5, 2019

Yang juga perlu Anda baca