Sistokel

Oleh

Definisi

Apa itu sistokel?

Sistokel adalah kondisi ketika dinding penyekat antara kandung kemih dan vagina melemah, sehingga kandung kemih turun atau jatuh ke vagina.
Kandung kemih adalah organ berongga di dalam panggul, yang fungsinya menyimpan urin. Pada wanita, dinding di bagian depan vagina menyokong kandung kemih. Namun dinding ini bisa melemah atau melonggar seiring bertambahnya usia.
Kehamilan, melahirkan, atau operasi panggul seperti histerektomi dapat melemahkan dinding vagina juga. Jika sudah sangat lemah, kandung kemih tak lagi bisa ditopang dengan baik, dan akhirnya jatuh ke vagina.
Kandung kemih turun biasanya menyebabkan kesulitan buang air kecil, rasa tidak nyaman, dan inkontinensia stres (urin keluar setiap Anda batuk, bersin, atau mengejan). Organ tubuh lainnya juga bisa ikut jatuh ke vagina, termasuk rahim, usus kecil, dan rektum.
Sistokel dibagi menjadi empat level berdasarkan sejauh apa kandung kemih turun ke vagina.
  • Level 1 (ringan): Hanya sebagian kecil kandung kemih yang turun ke vagina.
  • Level 2 (sedang): Kandung kemih turun agak jauh sampai menyentuh bukaan vagina.
  • Level 3 (parah): Sebagian kandung kemih sudah mencuat keluar dari tubuh melalui bukaan vagina.
  • Level 4 (komplit): Seluruh kandung kemih sudah berada di luar vagina, dan biasanya juga diiringi turunnya organ tubuh lain seperti rahim, rektum, dan usus.

Seberapa umumkah sistokel?

Kandung kemih turun adalah kondisi medis yang cukup umum. Sekitar 40% wanita di atas 50 tahun akan mengalami turunnya organ pnggul, dan 10% di antaranya akan membutuhkan operasi untuk penurunan organ maupun inkontinensia urin (urin bocor).

Gejala

Apa saja ciri-ciri dan gejala sistokel?

Gejala sistokel yang pertama kali dirasakan wanita adalah perasaan tertekan di vagina atau kandung kemih. Ciri-ciri lain yang biasanya terjadi adalah:
  • Rasa nyeri atau tidak nyaman di panggul, perut bagian bawah, dan saat duduk
  • Ada jaringan yang keluar dari vagina (terkadang berdarah dan terasa sakit saat ditekan)
  • Ada benjolan di vagina
  • Kesulitan buang air kecil
  • Perasaan tidak tuntas setelah buang air kecil
  • Inkontinensia stres (air kencing bocor saat bersin, batuk, mengejan, dll)
  • Sering terkena infeksi kandung kemih
  • Rasa sakit saat berhubungan seks
  • Ngompol saat berhubungan seks
  • Nyeri punggung bawah
Beberapa wanita yang memiliki kandung kemih turun namun masih di level 1 (ringan) terkadang tidak merasakan gejala apa-apa.
Mungkin ada gejala yang tidak disebutkan di atas. Konsultasikan pada dokter untuk informasi tentang gejala lainnya.

Penyebab

Apa penyebab sistokel?

Sistokel biasanya terjadi akibat berbagai faktor yang melemahkan otot dasar panggul dan ligamen yang menyokong kandung kemih, uretra, rahim, dan rektum. Ini menyebabkan otot tersebut lepas dari ligamen atau tulang panggul tempat seharusnya otot tersebut menempel. Kondisi lainnya yang bisa melemahkan otot panggul adalah:
  • Kehamilan dan melahirkan lewat vagina: Ini adalah penyebab utama kandung kemih turun. Proses melahirkan memberikan tekanan besar pada jaringan dan otot vagina yang menopang kandung kemih wanita.
  • Usia tua: semakin bertambah usia, semakin lemah otot tubuh.
  • Menopause: Estrogen, hormon yang membantu menjga kekuatan dan kesehatan jaringan vagina, tidak lagi diproduksi setelah wanita memasuki menopause.
  • Pernah menjalani operasi panggul, misalnya histerektomi (pengangkatan rahim).

Faktor pemicu

Apa yang meningkatkan risiko wanita mengalami sistokel?

Beberapa kondisi berikut ini membuat seorang wanita lebih berisiko mengalami kandung kemih turun:
  • Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)
  • Obesitas
  • Sembelit
  • Melakukan pekerjaan yang sering mengangkat barang berat

Diagnosis

Bagaimana sistokel didiagnosis?

Untuk memastikan apakah kandung kemih Anda turun ke vagina, dokter perlu melakukan pemeriksaan panggul dan organ genital. Jika tidak terlalu jelas, biasanya digunakan sistouretrogram, yaitu rontgen yang dilakukan saat buang air kecil, untuk membantu dokter menentukan bentuk kandung kemih dan penyebab sulit kencing. Dokter juga mungkin mengetes atau melakukan rontgen di beberapa bagian perut.

Setelah diagnosis, Anda mungkin juga perlu menjalani tes saraf, otot, dan intensitas aliran urin untuk menentukan pengobatan apa yang paling sesuai.

Tes yang dinamakan urodinamik atau video urodinamik mungkin juga perlu dilakukan. Tes ini biasanya disebut juga EKG kandung kemih, dan dilakukan untuk mengukur hubungan antara tekanan dan volume di kandung kemih.

Sistoskopi (melihat kandung kemih dengan sebuah kamera) juga bisa dilakukan untuk menentukan pengobatan.

Pengobatan

Informasi di bawah ini tidak dapat dijadikan pengganti konsultasi medis. SELALU konsultasikan pada dokter untuk mendapat informasi tentang pengobatan.

Bagaimana cara mengobati sistokel?

Sistokel level 1 (ringan) yang tidak menyebabkan rasa sakit maupun ketidaknyamanan biasanya tidak membutuhkan penanganan medis apa-apa. Dokter biasanya hanya menyarankan penderita untuk menghindari mengejan dan mengangkat barang berat.

Untuk kasus yang lebih serius, dokter akan mempertimbangkan sejumlah faktor seperti usia, kesehatan fisik, pengobatan yang dipilih, dan tingkat keparahan sistokel, untuk menentukan pengobatan apa yang paling tepat, dan apakah operasi dibutuhkan.

Pengobatan tanpa operasi

  • Pesarium: Pesarium atau pessary adalah alat yang ditempatkan di dalam vagina untuk mengembalikan posisi kandung kemih. Pesarium perlu dilepas dan dibersihkan secara rutin untuk mencegah infeksi. Pada beberapa jenis pesarium, Anda bisa melakukan ini sendiri. Namun dengan beberapa jenis pesarium lainnya, proses melepas, membersihkan, dan memasang pesarium kembali ini harus dilakukan oleh dokter. Biasanya pesarium digunakan bersamaan dengan krim estrogen untuk mencegah infeksi dan erosi dinding vagina. Namun beberapa wanita merasa bahwa pesarium tidak nyaman digunakan, atau mudah jatuh.
  • Terapi penggantian estrogen: Estrogen menguatkan dan merawat otot vagina, sehingga bisa membantu mengatasi sistokel.

Operasi sistokel

Sistokel yang sudah tidak bisa diperbaiki dengan pesarium biasanya membutuhkan operasi. Operasi ini akan mengembalikan kandung kemih ke posisi semula, dan ini dilakukan lewat vagina. Kandung kemih diperbaiki dengan sayatan di dinding vagina. Kemudian are yang mengalami penurunan akan ditutup, dan dinding vagina dikuatkan.

Bergantung pada prosedurnya, operasi bisa dilakukan baik dengan bius total, regional, atau lokal. Untuk operasi kecil, banyak pasien sudah dibolehkan langsung pulang ke rumah di hari yang sama.

Terkadang beberapa bahan juga digunakan untuk memperbaiki kelemahan panggul yang menyebabkan sistokel. Namun, penelitian menunjukkan bahwa metode ini berisiko tinggi. Dokter perlu menjelaskan semua risiko, manfaat, dan potensi komplikasi dari prosedur ini sebelum pasien menyetujui untuk operasi.

Various materials have been used to strengthen pelvic weakness associated with prolapsed bladder.

Setelah operasi, pasien bisa kembali ke aktivitas normal setelah enam minggu. Namun selama enam bulan pertama, Anda disarankan mengurangi aktivitas berat.

Terapi lain untuk sistokel

1. Stimulasi listrik

Dokter akan menempatkan alat pada otot vagina atau otot panggul yang lemah, untuk mengalirkan listrik dan membuat otot berkontraksi. Efeknya bisa menguatkan otot tersebut. Ada juga alat stimulasi elektrik yang bisa merangsang saraf secara magnetik dari tubuh bagian luar tanpa harus dimasukkan ke vagina. Selain untuk mengaktifkan otot panggul, metode ini juga bisa menyembuhkan inkontinensia.

2. Biofeedback

Aktivitas otot di vagina dan dasar panggul akan dimonitor menggunakan sensor. Dokter akan menyarankan olahraga untuk menguatkan otot-otot ini, kemudian sensor tersebut akan memonitor kontraksi otot selama berolahraga.

3. Senam Kegel

Senam ini sudah lama dikenal sebagai cara menguatkan otot panggul. Senam Kegel bisa digunakan untuk mengatasi sistokel ringan atau sedang, atau untuk mendukung pengobatan pada sistokel yang lebih parah.

Pencegahan

Bagaimana cara mencegah sistokel?

Beberapa hal berikut ini bisa dilakukan untuk mencegah sistokel:

  • Konsumsi makanan tinggi serat dan sejumlah besar cairan untuk mencegah sembelit.
  • Hindari mengejan saat buang air besar.
  • Wanita yang sering mengalami sembelit perlu segera memeriksakan diri ke dokter untuk mendapat pengobatan, untuk mencegah terjadinya kandung kemih turun.
  • Obesitas adalah faktor pemicu kandung kemih turun. Jaga berat badan Anda tetap ideal untuk mencegahnya.

Silakan konsultasikan pada dokter untuk informasi lebih lanjut.

Hello Health Group tidak menyediakan konsultasi medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Desember 13, 2017 | Terakhir Diedit: Desember 13, 2017

Yang juga perlu Anda baca