Sindrom Levator Ani

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu sindrom levator ani?

Sindrom levator ani adalah kondisi di mana otot dasar panggul mengencang dan tak bisa lemas. Dasar panggul adalah otot yang menopang rektum dan uretra. Pada wanita, otot ini juga menopang rahum dan vagina. Sindrom levator ani adalah penyakit jangka panjang dan biasanya ditandai oleh rasa nyeri pada anus dan rektum.

Seberapa umumkah sindrom levator ani?

Sindrom levator ani lebih sering terjadi pada wanita. Penyakit yang disebut juga sindrom levator ini diperkirakan terjadi pada 7,4 persen wanita dan 5,7 pria dari keseluruhan populasi. Lebih dari separuh penderita sindrom levator ani berusia 30-60 tahun. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Penyebab

Apa saja gejala sindrom levator ani?

Penderita sindrom levator biasanya akan mengalami beberapa gejala berikut ini:

1. Rasa sakit

Penderita akan merasakan nyeri di anus, namun tidak disebabkan oleh buang air besar. Rasa sakitnya kadang sebentar, kadang pergi dan hilang, kadang bisa bertahan beberapa jam atau berhari-hari. Rasa sakitnya juga bisa terasa lebih buruk saat Anda duduk atau berbaring. Nyeri biasanya terjadi di bagian atas rektum, dan salah satu sisinya (biasanya yang kiri) akan terasa lebih nyeri saat ditekan.

Anda juga bisa mengalami nyeri punggung bawah yang menyebar ke area panggul dan selangkangan, bahkan pada pria rasa sakitnya bisa terasa sampai prostat, testis, dan ujung penis serta uretra.

2. Gangguan buang air kecil dan besar

Anda mungkin akan mengalami sembelit atau malah kesulitan dalam mengeluarkan kotoran. Terkadang gejala ini juga dirasa seperti tak tuntas buang air besar. Gejala lainnya yang berhubungan dengan buang air:

  • Perut kembung
  • Sering merasa kebelet buang air kecil, namun urin sulit keluar ¬†
  • Nyeri kandung kemih, atau rasa nyeri saat buang air kecil
  • Inkontinensia urin (tak bisa menahan kencing)

3. Masalah seksual

Pada wanita, sindrom levator ani juga bisa menyebabkan rasa sakit sebelum, selama, atau setelah berhubungan seks. Pada pria, penyakit ini bisa menyebabkan rasa sakit saat ejakulasi, atau bahkan menyebabkan ejakulasi dini maupun impotensi.

Mungkin ada gejala yang tidak disebutkan di atas. Konsultasikan pada dokter untuk informasi tentang gejala lainnya.

Penyebab

Apa penyebab sindrom levator ani?

Penyebab sindrom levator belum diketahui secara pasti, namun ada beberapa hal yang dipercaya bisa meningkatkan risiko Anda terkena kondisi ini, yaitu:

  • Sering menahan buang air kecil atau besar
  • Anda menderita penyusutan vagina atau rasa sakit pada vulva (vulvodinia)
  • Terus melakukan hubungan seks meskipun terasa sakit
  • Cedera pada dasar panggul akibat operasi atau trauma, termasuk kekerasan seksual
  • Anda memiliki penyakit lain yang menyebabkan nyeri panggul kronis, seperti sindrom iritasi usus atau irritable bowel syndrome (IBS), endometriosis, atau interstitial cystitis.

Diagnosis

Bagaimana dokter mendiagnosis sindrom levator ani?

Diagnosis sindrom levator ani dilakukan dengan cara memastikan bahwa kondisi Anda ini bukan disebabkan oleh penyakit lain yang memiliki gejala serupa. Biasanya dilakukan lewat cara-cara berikut:

1. Pemeriksaan fisik

Dokter kemungkinan akan mendiagnosis Anda dengan sindrom levator apabila:

  • Anda merasa nyeri pada rektum yang bertahan selama minimal 20 menit
  • Anda merasa nyeri menusuk saat otot levator ditekan

2. Tes

Beberapa tes yang mungkin dilakukan untuk mendiagnosis sindrom levator ani adalah:

  • Pemeriksaan sampel feces
  • Tes darah
  • Prosedur endoskopik
  • Tes pencitraan

Tes mana yang harus Anda jalani biasanya tergantung keputusan dokter, sesuai dengan yang dibutuhkan untuk kondisi Anda.

Pengobatan

Informasi di bawah ini tidak dapat dijadikan pengganti konsultasi medis. SELALU konsultasikan pada dokter untuk mendapat informasi tentang pengobatan.

Bagaimana cara mengobati sindrom levator ani syndrome?

Beberapa pilihan pengobatan untuk sindrom levator ani adalah:

  • Terapi fisik. Terapi fisik seperti pijat panggul bisa mengurangi kejang dan kram pada otot dasar panggul.
  • Stimulasi elektrogalvanik (EGS). Dokter akan memasukkan alat lewat anus untuk menyalurkan stimulasi elektrik. Cara ini terbukti lebih efektif dibanding terapi fisik.
  • Biofeedback. Teknik ini menggunakan alat khusus untuk mengukur aktivitas otot saat Anda sedang berolahraga. Dari hasil yang didapat, Anda bisa belajar mengontrol atau melemaskan otot-otot tertentu untuk mengurangi rasa sakit.
  • Suntikan Botox. Bukan hanya untuk mengurangi kerutan di wajah, Botox juga sudah lama diteliti sebagai salah satu pengobatan sindrom levator. Dua penelitian yang berbeda menemukan bahwa kejang otot berhenti setelah disuntikkan Botox.
  • Pengobatan lain. Jenis pengobatan lain yang mungkin disarankan dokter adalah obat-obatan pelemas otot, obat-obatan antinyeri seperti gabapentin atau pregabalin, akupuntur, stimulasi saraf, dan terapi seks untuk mengatasi gejala yang memengaruhi kehidupan seks.

Pengobatan di rumah

Apa yang bisa saya lakukan untuk mengatasi gejala sindrom levator ani?

Jika Anda menderita sindrom levator ani, cara-cara berikut ini bisa dilakukan untuk meringankan gejalanya:

Berendam di air hangat

Caranya:

  • Isi ember dengan air hangat (bukan panas) kemudian berjongkok atau duduklah sehingga anus Anda terendam selama 10-15 menit.
  • Setelah itu, keringkan tubuh Anda dengan menepuk-nepuk handuk. Hindari mengeringkan dengan menggosok handuk karena akan menimbulkan iritasi.

Duduk di atas bantal donat

Beberapa penderita melaporkan bahwa duduk di atas bantal yang berlubang di tengah (seperti donat) bisa mengurangi tekanan pada anus dan mengurangi rasa sakit.

Buang angin atau buang air besar

Kejang otot pada penderita sindrom levator ani biasanya akan hilang setelah Anda buang angin atau buang air besar.

Olahraga

Beberapa olahraga untuk melonggarkan otot dasar panggul yang terlalu kencang:

Deep squat

  1. Berdiri dengan kaki Anda dibuka selebar bahu, kemudian berpeganganlah pada benda yang stabil seperti bangku atau meja.
  2. Perlahan turunkan bokong Anda mendekati lantai, jaga supaya lutut tidak maju melebihi ujung jari. Tahan selama 30 detik.
  3. Ulangi lima kali sehari.

Happy baby

  1. Berbaring telentang di kasur atau yoga mat di lantai.
  2. Tekuk lutut Anda hingga paha menempel dengan dada, dan telapak kaki menghadap ke langit-langit.
  3. Genggam telapak kaki atau pergelangan kaki dengan tangan Anda.
  4. Perlahan lebarkan kaki Anda melebihi lebar pinggul.
  5. Tahan 30 detik.
  6. Ulangi 5-6 kali sehari.

Legs up the wall

  1. Berbaringlah dengan kaki diangkat ke atas, tumit bersandar pada tembok. Jaga kaki supaya rileks.
  2. Jika Anda merasa lebih nyaman apabila kaki terbuka lebar dan bukan lurus rapat, lakukan ini.
  3. Tahan selama 3-5 menit.

Selain itu, rutin melakukan senam Kegel juga bisa membantu meringankan gejala sindrom levator ani.

Silakan konsultasikan pada dokter untuk informasi lebih lanjut.

Hello Health Group tidak menyediakan konsultasi medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Direview tanggal: Desember 11, 2017 | Terakhir Diedit: Desember 11, 2017

Sumber
Yang juga perlu Anda baca