Apa itu schistosomiasis?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu schistosomiasis?

Schistosomiasis adalah penyakit yang disebabkan cacing parasit yang hidup di air di daerah subtropis dan tropis. Schistosomiasis juga dikenal sebagai bilharzia atau “demam siput”. Penyakit ini menyerang usus dan sistem urinasi terlebih dahulu, namun karena cacing tinggal di dalam darah, schistosomiasis dapat menyerang sistem lainnya.

Bagian tubuh yang terpengaruh penyakit ini akan tergantung dari spesies parasit. Beberapa spesies dapat mempengaruhi paru-paru dan saraf tulang belakang, otak dan sistem pusat saraf. Parasit ini paling umum ditemukan di Afrika, namun juga terdapat di bagian Amerika Selatan, Karibia, Timur Tengah dan Asia.

Sering kali Anda tidak akan mengalami gejala saat pertama kali terinfeksi dengan schistosomiasis, namun parasit dapat tinggal di dalam tubuh selama bertahun-tahun dan menyebabkan kerusakan pada organ, seperti kemih, ginjal dan hati. Bilharzia sering kali tidak langsung fatal, namun kronis yang dapat merusak organ internal dengan serius. Kondisi ini bahkan dapat menyebabkan menurunnya pertumbuhan dan perkembangan kognitif pada anak-anak.

Seberapa umumkah schistosomiasis?

Kondisi ini sangat umum ditemui dan dapat terjadi pada pasien dengan usia berapapun. Schistosomiasis dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala schistosomiasis?

Gejala bervariasi terhadap spesies cacing dan fase infeksi. Ciri dan gejala schistosomiasis adalah:

  • Banyak parasit dapat menyebabkan demam, menggigil, pembengkakan kelenjar limfa dan pembengkakan hati dan limfa.
  • Saat cacing pertama kali masuk ke dalam kulit, dapat menyebabkan gatal dan ruam (swimmer’s itch). Pada kondisi ini, schistosome hancur di dalam kulit.
  • Gejala usus meliputi sakit perut dan diare (mungkin terdapat darah).
  • Gejala urinasi dapat meliputi urinasi yang sering, sakit dan terdapat darah.

Gejala-gejala ini, dikenal dengan schistosomiasis akut, sering kali membaik dengan sendirinya dalam beberapa minggu. Namun tetap penting untuk mendapatkan perawatan karena parasit dapat tinggal di dalam tubuh dan menyebabkan gangguan jangka panjang.

Beberapa orang dengan schistosomiasis, baik apakah pernah memiliki gejala awal atau tidak, akan mengalami masalah lebih serius di bagian tubuh di mana telur telah berpergian. Kondisi ini disebut schistosomiasis kronis. Schistosomiasis kronis dapat meliputi berbagai gejala dan masalah, tergantung pada area persis yang terinfeksi. Sebagai contoh, infeksi pada:

  • Sistem pencernaan dapat menyebabkan anemia, sakit dan bengkak pada perut, diare dan darah pada feses
  • Sistem urinasi dapat menyebabkan infeksi pada kandung kemih (cystitis), sakit saat buang air kecil, sering merasa ingin buang air kecil dan darah pada urin
  • Jantung dan paru-paru dapat menyebabkan batuk yang tidak kunjung hilang, napas berbunyi, sesak napas, dan batuk darah
  • Sistem saraf atau otak dapat menyebabkan kejang, sakit kepala, kelemahan dan mati rasa pada kaki dan pusing.

Tanpa pengobatan, organ yang terpengaruh dapat rusak secara permanen.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter bila Anda mengalami gejala-gejala berikut ini:

  • Mengalami tanda-tanda atau gejala di atas
  • Berpergian ke area tropis atau subtropis dimana terdapat penyakit ini
  • Terekspos pada air yang terkontaminasi

Penyebab

Apa penyebab schistosomiasis?

Cacing penyebab schistosomiasis hidup di air tawar, seperti:

  • Kolam
  • Danau
  • Sungai
  • Waduk
  • Kanal

Air untuk mandi yang berasal dari sumber yang tidak disaring langsung dari danau atau sungai juga dapat menyebarkan infeksi, namun cacing tidak tinggal di air laut, kolam yang mengandung klorin atau sumber air yang dikelola dengan baik.

Anda dapat terinfeksi jika memiliki kontak dengan air yang terkontaminasi, saat mengayuh kapal, berenang atau mencuci, dan cacing kecil memasuki kulit Anda. Begitu di dalam tubuh, cacing bergerak melalui darah ke area seperti hati dan usus. Setelah beberapa minggu, cacing mulai menetaskan telur. Beberapa telur tinggal di dalam tubuh dan diserang oleh sistem imun, dan beberapa keluar melalui urin atau feses. Tanpa pengobatan, cacing dapat tetap menetaskan telur selama bertahun-tahun. Apabila telur keluar dari tubuh ke air, telur menghasilkan larva-larva kecil yang perlu tumbuh di dalam siput air tawar selama beberapa minggu sebelum dapat menginfeksi orang lain. Hal ini berarti tidak mungkin untuk terinfeksi dari orang lain yang memiliki kondisi ini.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk schistosomiasis?

Ada banyak faktor risiko untuk schistosomiasis, yaitu:

  • Tinggal atau berpergian ke area dimana terjadi schistosomiasis
  • Kulit Anda terkena kontak dengan air tawar dari kanal, sungai atau danau
  • Anak-anak

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana schistosomiasis didiagnosis?

Jika Anda baru saja kembali dari daerah dimana terdapat bilharzia dan mengalami gejala, Anda harus mengunjungi dokter. Dokter akan menanyakan kemana Anda berpergian, berapa lama Anda disana, dan apakah ada kontak dengan air yang terkontaminasi. Dokter akan melakukan pemeriksaan dan melakukan berbagai tes:

  • Tes antibodi untuk melihat tanda-tanda infeksi
  • Biopsi jaringan
  • Penghitungan jumlah darah komplit untuk melihat tanda-tanda anemia
  • Penghitungan eosinophil untuk mengukur jumlah sel darah putih
  • Tes fungsi ginjal
  • Tes fungsi hati
  • Pemeriksaan feses untuk melihat telur parasit
  • Urinanalisis untuk melihat telur parasit

Anda dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan 3 minggu setelah kembali walau tidak ada gejala, karena ada kemungkinan gejala tidak muncul hingga beberapa waktu kemudian.

Apa saja pengobatan untuk schistosomiasis?

Praziquantel adalah obat-obatan yang dapat diberikan dalam jangka pendek untuk mengatasi infeksi. Obat ini dapat membantu walau pasien telah mencapai tahap lanjut dari penyakit. Obat ini biasanya efektif, selama kerusakan atau komplikasi signifikan belum terjadi. Namun, obat ini tidak mencegah kembalinya infeksi.

Obat-obatan steroid juga dapat digunakan untuk meringankan gejala schistosomiasis akut, atau gejala yang disebabkan oleh kerusakan pada otak atau sistem saraf.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi schistosomiasis?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi Schistosomiasis:

Jika Anda berpergian ke area yang terjangkit:

  • Hindari mendayung, berenang atau mencuci di air tawar – berenang hanya di lautan atau kolam renang dengan klorin
  • Bawa celana dan sepatu boot anti air apabila ada kemungkinan Anda harus melewati aliran atau sungai
  • Rebus atau saring air sebelum meminum – parasit dapat masuk ke dalam bibir atau mulut jika Anda meminum air yang terkontaminasi
  • Oleskan penangkal serangga di kulit Anda atau segera keringkan kulit Anda dengan handuk setelah keluar dari air yang kemungkinan terkontaminasi
  • Gunakan dosis tunggal Praziquantel oral setiap tahun, untuk mengurangi kemungkinan infeksi dan komplikasi.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Direview tanggal: Maret 12, 2016 | Terakhir Diedit: Juli 12, 2017

Sumber
Yang juga perlu Anda baca