Definisi

Apa itu SARS?

Severe Acute Respiratory Syndrome atau yang biasa dikenal dengan singkatan SARS adalah salah satu jenis penyakit pneumonia. SARS pertama kali ditemukan menyebar di Cina pada November 2002. Penyakit tersebut kemudian menyebar dengan cepat ke seluruh dunia dan mewabah di 29 negara dalam beberapa bulan saja, lewat penyebaran dari para penderita berupa turis dan masyarakat Cina yang melakukan perjalanan ke luar negeri.

Meskipun diketahui bahwa 9 dari 10 penderita SARS dapat sembuh dari penyakit tersebut, SARS merupakan penyakit yang dapat menyebabkan kematian apabila penderita tidak diberikan penanganan segera yang tepat. Maka dari itu, pemerintah diharapkan untuk bersikap cekatan dalam mengupayakan suatu bentuk penyadaran masyarakat tentang cara mencegah SARS, pengadaan alat pengidentifikasi penderita SARS, penemuan metode yang tepat untuk mendiagnosa penderita, dan pengadaan suatu tempat isolasi pagi para penderita untuk mencegah penyebaran yang tidak terkendali.

Pada Juli 2013, wabah SARS yang menyebar telah terkendali dan dapat ditekan hingga angka yang sangat minim sehingga tidak lagi terdapat suatu keluhan penyakit serupa sejak tahun 2004.

Gejala SARS, penyebab SARS, dan obat SARS, akan dijelaskan lebih lanjut di bawah ini.

Seberapa umumkah SARS?

Dari data yang tercatat, kebanyakan penderita SARS merupakan orang dewasa di atas 65 tahun. Selain itu, apabila Anda memiliki latar belakang penyakit kronis lain, seperti diabetes, gangguan jantung, dan imunitas rendah saat Anda terjangkit SARS, Anda berkemungkinan untuk terkena komplikasi penyakit yang parah sehingga meningkatkan kemungkinan kematian.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala SARS?

Pada awal terjangkitnya SARS, para penderita biasanya mengalami ciri-ciri keluhan seperti flu biasa, yakni: demam di atas 38 derajat Celcius lalu diikuti dengan meriang, tubuh gemetar, nyeri otot, sakit kepala, batuk tidak berdahak, dan kelelahan.

Beberapa keluhan yang lebih serius biasanya berupa pneumonia yang parah dan berkurangnya kadar oksigen pada darah.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus dengan segera memeriksakan diri ke rumah sakit apabila terdapat beberapa gejala SARS seperti demam tinggi, nyeri otot, dan batuk kering, terlebih apabila Anda memiliki riwayat gangguan jantung, tekanan darah tinggi, atau diabetes, untuk mencegah komplikasi.

Penyebab

Apa penyebab SARS?

Penyebab SARS adalah virus Corona, yaitu virus yang biasanya menyebabkan flu pada manusia. Kelelawar dan musang merupakan hewan yang biasanya disebut-sebut sebagai “sumber virus” SARS karena virus tersebut biasanya disebarkan melalui sistem pernafasan mereka, sehingga apabila Anda menghirup udara yang mengandung virus SARS, Anda akan terjangkit penyakit tersebut.

Anda juga dapat terjangkit virus SARS apabila melakukan suatu bentuk kontak dengan penderita SARS, seperti menyentuh sesuatu yang mengandung air ludah, urin, atau feses penderita. Selain itu, berbagai kontak lain seperti berpelukan, berciuman, makan bersama dengan penderita, menyentuh berbagai objek yang telah disentuh oleh penderita; termasuk di dalamnya gagang pintu, telepon, dan tombol lift juga dapat menjadi medium penyebaran SARS.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk SARS?

Terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan kerentanan Anda terjangkit SARS, yakni:

  • Interaksi dengan hewan atau orang yang “membawa” virus Corona baik secara langsung maupun tidak
  • Melakukan lawatan perjalanan ke wilayah atau negara di mana wabah SARS sedang menyebar
  • Tidak mencuci tangan baik sebelum maupun setelah makan, atau secara umum memiliki kebersihan pribadi yang kurang baik

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk SARS?

Sampai artikel ini ditulis, belum ditemukan suatu obat yang dapat menyembuhkan SARS. Apabila Anda terkena SARS, petugas kesehatan akan memberikan resep perawatan, khususnya yang membantu sistem kekebalan diri Anda dalam menjinakkan virus tersebut, seperti di antaranya: ventilasi yang memadai, oksigen, fisioterapi, antibiotik, dan obat-obatan antivirus. Obat-obatan antivirus yang diberikan tidak akan menghilangkan virus SARS yang ada dalam tubuh Anda, melainkan mencegah virus-virus lain menjangkit penyakit lain yang tidak diinginkan. Apabila Anda mengalami gejala pneumonia, dokter juga biasanya akan memberikan resep tambahan berupa steroid anti-inflamasi.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk SARS

Dokter akan mencoba untuk mendiagnosa SARS dengan pertama-tama menanyakan berbagai elemen penularan yang mungkin menjadi penyebab keluhan, seperti ke mana Anda bepergian belakangan ini, dengan siapa Anda melakukan kontak, dan lain-lain.

Tes darah dan kotoran juga kemudian akan dibutuhkan untuk mengetahui apakah darah dan kotoran Anda benar-benar terinfeksi virus Corona atau apakah terdapat antigen virus yang melawan virus Corona.

Radiografi dan Tomografi (CT scan) juga biasanya dilakukan apabila dokter menduga terdapat suatu bentuk komplikasi SARS dengan bronchitis dan penumonia.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi SARS?

Berikut merupakan bentuk-bentuk dari gaya hidup sehat dan pengobatan tempat tinggal yang dapat membantu Anda menghadapi penyakit SARS:

  • Minumlah obat, dan selalu ikuti instruksi dan anjuran yang diberikan dokter
  • Cuci tangan Anda secara menyeluruh dengan sabun dan air mengalir atau gunakan hand sanitizer yang berbahan dasar alkohol. Gunakan juga desinfektan untuk membersihkan permukaan suatu barang atau tempat tertentu yang sering disentuh penghuni rumah
  • Tutup mulut dan hidung Anda saat batuk dan bersin
  • Gunakan masker, kaca mata, dan sarung tangan, apabila Anda akan melakukan kontak dengan penderita SARS
  • Ikuti semua instruksi pada masa karantina setidaknya sampai 10 hari setelah keluhan penyakit benar-benar menghilang
  • Hindari kegiatan-kegiatan yang memunginkan terjadinya kontak yang berkelanjutan, seperti: makan, minum, menggunakan alat mandi, handuk, atau tidur sekasur, dengan siapapun yang sedang sakit

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Desember 14, 2016 | Terakhir Diedit: Desember 14, 2016

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan