Apa itu rhinitis non-alergi?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu rhinitis non-alergi?

Rhinitis non-alergi adalah peradangan yang terjadi di bagian dalam hidung, namun bukan disebabkan oleh alergi. Gejala yang berkaitan dengan rhinitis non-alergi termasuk bersin kronis atau hidung tersumbat, meler tanpa reaksi alergi yang teridentifikasi.

Seberapa umumkah rhinitis non-alergi?

Rhinitis non-alergi dapat dijumpai pada anak-anak dan orang dewasa, tetapi lebih umum terjadi setelah usia 20 tahun. Rhinitis alergi lebih umum daripada rhinitis non-alergi; namun, kedua kondisi ini memiliki fitur, wujud dan pengobatan yang serupa. Hidung gatal dan bersin paroksismal biasanya lebih umum terjadi dalam rhinitis non-alergi dariada rhinitis alergi.

Kondisi kesehatan ini sangat umum terjadi. Ini dapat diatasi dengan mengurangi faktor risiko Anda. Diskusikanlah dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala rhinitis non-alergi?

Jika Anda memiliki rhinitis non-alergi, gejala Anda dapat datang dan pergi sepanjang tahun. Anda dapat mengalami gejala yang konstan, atau gejala sementara. Tanda-tanda dan gejala dari rhinitis non-alergi dapat meliputi:

  • hidung tersumbat
  • hidung meler
  • bersin-bersin
  • lendir (dahak) di tenggorokan (postnasal drip)
  • batuk
  • rhinitis non-alergi biasanya tidak menyebabkan hidung, mata atau tenggorokan gatal

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Jika Anda memiliki kekhawatiran akan gejala tertentu, konsultasikanlah pada dokter.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter jika Anda mengalami yang berikut:

  • gejala Anda parah
  • Anda mengalami tanda-tanda dan gejala yang tidak dapat disembuhkan oleh obat-obatan yang dijual bebas atau perawatan pribadi
  • Anda mengalami efek samping yang mengganggu dari obat-obatan yang dijual bebas atau yang diresepkan untuk rhinitis

Jika Anda mengalami satupun tanda atau gejala yang disebutkan di atas, atau memiliki pertanyaan apapun, konsultasikanlah pada dokter. Tubuh setiap orang bereaksi dengan cara berbeda. Selalu lebih baik untuk mendiskusikan apa yang terbaik untuk keadaan Anda dengan dokter.

Penyebab

Apa penyebab rhinitis non-alergi?

Penyebab pasti dari rhinitis non-alergi tidaklah diketahui.

Namun, para ahli menetapkan bahwa rhinitis non-alergi terjadi dengan syarat pembuluh darah di hidung meluas (melebar), memenuhi lapisan hidung dengan darah dan cairan. Beberapa kemungkinan pelebaran yang abnormal dari pembuluh darah atau peradangan pada hidung akan disebutkan. Yang pertama adalah bahwa ujung saraf di hidung mungkin hiper-responsif, dianggap sebagai sesuatu yang sama dengan reaksi paru-paru dalam asma.

Ada banyak hal yang dapat menjadi alasan untuk memicu rhinitis non-alergi, yang dapat merupakan gejala jangka pendek atau masalah kronis. Pemicu rhinitis non-alergi termasuk:

  • Iritan lingkungan atau okupasi. Debu, asbut, asap rokok atau bau yang kuat, seperti parfum, dapat memicu rhinitis non-alergi.
  • Perubahan cuaca. Perubahan suhu atau kelembapan dapat membuat selaput di dalam hidung membengkak dan menyebabkan hidung meler atau tersumbat.
  • Infeksi. Penyebab umum dari rhinitis non-alergi adalah infeksi virus (pilek atau flu).
  • Makanan atau minuman. Makan dapat menjadi penyebab, terutama ketika makan makanan panas atau pedas. Minum minuma beralkohol juga dapat menyebabkan selaput dalam hidung membengkak, menyebabkan penyumbatan hidung.
  • Obat-obatan tertentu. Beberapa obat dapat menyebabkan rhinitis non-alergi. Ini termasuk aspirin, ibuprofen (Advil, Motrin IB, lainnya), dan obat tekanan darah tinggi (hipertensi), seperti beta blocker.
  • Rhinitis non-alergi juga dapat terpicu pada sebagian orang yang menderita karena sedatif, antidepresan, kontrasepsi oral atau obat yang digunakan untuk mengobati disfungsi ereksi. Penggunaan spray hidung yang berlebihan dapat menciptakan jenis rhinitis non-alergi yang disebut rhinitis medicamentosa.
  • Perubahan hormon. Perubahan hormon karena kehamilan, menstruasi, penggunaan kontrasepsi oral atau kondisi hormon lainnya seperti hipotiroidisme memiliki kemampuan untuk menyebabkan rhinitis nonalergi.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk rhinitis non-alergi?

Ada banyak faktor risiko untuk rhinitis non-alergi, antara lain:

  • Paparan iritan. Jika Anda terpapar asap knalpot atau asap tembakau, risiko Anda untuk terkena rhinitis non-alergi dapat meningkat.
  • Orang di atas usia 20 tahun. Berkebalikan dari rhinitis alergi, yang biasanya muncul sebelum usia 20 tahun, sering kali pada masa kanak-kanak, rhinitis non-alergi muncul setelah usia 20 tahun pada kebanyakan orang.
  • Penggunaan jangka panjang dari tetes atau spray dekongestan hidung. Menggunakan tetes atau spray dekongestan hidung yang dijual bebas (Afrin, Dristan, lainnya) selama lebih dari beberapa hari dapat menyebabkan penyumbatan hidung yang lebih parah ketika dekongestan tersebut mereda efeknya, seringkali disebut rebound congestion.
  • Perempuan. Oleh karena perubahan hormon, selama menstruasi dan kehamilan, wanita biasanya mengalami hidung tersumbat yang lebih parah.
  • Paparan okupasi terhadap asap. Dalam beberapa kasus, rhinitis non-alergi dipicu oleh paparan terhadap iritan udara di tempat kerja (rhinitis okupasi). Beberapa pemicu umum termasuk bahan bangunan, pelarut, atau bahan kimia dan asap lainnya dari bahan organic yang membusuk seperti kompos.
  • Memiliki masalah kesehatan tertentu. Beberapa kondisi kesehatan kronis dapat menyebabkan atau memperburuk rhinitis, seperti hipotiroidisme dan sindrom kelelahan kronis.
  • Stres. Beberapa orang dapat terpicu rhinitis non-alerginya oleh stres fisik atau emosional.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana rhinitis non-alergi didiagnosis?

  • Rhinitis non-alergi didiagnosis berdasarkan gejala Anda dan dibedakan dari penyebab lainnya, terutama alergi. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan mengajukan pertanyaan mengenai gejala Anda.
  • Beberapa tes dapat disarankan. Tidak ada tes yang khusus dan pasti yang digunakan untuk mendiagnosis rhinitis non-alergi. Dokter akan menyimpulkan bahwa gejala Anda disebabkan oleh rhinitis non-alergi jika Anda mengalami hidung tersumbat, hidung meler atau postnasal drip.

Apa saja pengobatan untuk rhinitis non-alergi?

Pengobatan rhinitis non-alergi tergantung pada seberapa jauh kondisi ini mengganggu Anda. Untuk kasus ringan, pengobatan di rumah dan menghindari pemicu mungkin sudah cukup. Untuk gejala yang lebih mengganggu, obat-obatan tertentu dapat membantu, termasuk:

  • Spray garam untuk hidung. Gunakan spray garam yang dijual bebas atau larutan air garam buatan rumah untuk membilas iritan hidung dan membantu mengencerkan lendir dan menenangkan membran hidung Anda.
  • Spray kortikosteroid untuk hidung. Jika dekongestan dan antihistamin dapat membantu mengendalikan gejala Anda, spray kortikosteroid untuk hidung tanpa resep, seperti fluticasone (Flonase) atau triamcinolone (Nasacort) dapat diresepkan.
  • Spray antihistamin untuk hidung. Sementara antihistamin oral tampaknya tidak memperbaiki rhinitis non-alergi, spray hidung yang mengandung antihistamin dapat membuat gejala rhinitis non-alergi berkurang.
  • Spray anti-meler antikolinergik untuk hidung. Obat resep ipratropium (Atrovent) sering digunakan sebagai obat inhalasi asma. Namun sekarang, spray hidung dapat membantu jika hidung meler adalah keluhan utama Anda. Beberapa efek samping yang tampak dapat meliputi mimisan dan bagian dalam hidung kering.
  • Dekongestan oral. Tersedia dengan dijual bebas atau dengan resep. Obat-obatan ini membantu menyempitkan pembuluh darah, mengurangi penyumbatan di hidung. Kemungkinan efek samping meliputi tekanan darah tinggi, jantung berdebar (palpitasi) dan kegelisahan.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi rhinitis non-alergi?

Gaya hidup dan pengobatan di rumah berikut dapat membantu Anda mengatasi Rhinitis Non-Alergi:

  • menghindari pemicu rhinitis
  • menggunakan pengobatan di rumah seperti irigasi hidung
  • menggunakan obat-obatan yang dijual bebas dan diresepkan
  • Suntikan alergi—imunoterapi—tidak digunakan untuk mengobati rhinitis non-alergi
  • Jika Anda memiliki rhinitis non-alergi, bagaimanapun Anda akan dipaksa untuk tidak merokok.

Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikanlah pada dokter untuk memahami solusi terbaik untuk Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Direview tanggal: Maret 12, 2016 | Terakhir Diedit: Juli 9, 2017

Sumber
Yang juga perlu Anda baca