Apa itu retinopati prematuritas?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu retinopati prematuritas?

Retinopathy of prematurity (ROP) atau retinopati prematuritas adalah gangguan mata yang berpotensi membutakan. Kondisi ini terutama terjadi pada bayi prematur dengan berat sekitar 1250 gram atau kurang, yang lahir sebelum minggu ke-31 kehamilan (jangka waktu kehamilan yang dianggap cukup bulan adalah 38-42 minggu). Semakin kecil bayi ketika lahir, semakin besar kemungkinannya untuk terkena ROP.

Gangguan ini—yang biasanya mengenai kedua mata—adalah salah satu penyebab paling umum dari kehilangan penglihatan pada usia dini dan dapat menyebabkan gangguan penglihatan seumur hidup dan kebutaan. ROP pertama kali didiagnosis pada tahun 1942.

Seberapa umumkah retinopati prematuritas?

Saat ini, dengan kemajuan dalam perawatan neonatus, bayi yang lebih kecil dan prematur dapat diselamatkan. Para bayi ini memiliki risiko yang jauh lebih tinggi untuk terkena ROP. Tidak semua bayi yang prematur terkena ROP. Ada sekitar 3,9 juta bayi yang lahir setiap tahunnya; di antaranya, sekitar 28.000 memiliki berat 2¾ pound atau kurang. Sekitar 14.000-16.000 dari para bayi ini terkena ROP dalam tingkat tertentu.

Penyakit ini dapat membaik dan tidak meninggalkan kerusakan permanen dalam kasus ROP ringan. Sekitar 90 persen dari semua bayi dengan ROP berada dalam kategori ringan dan tidak membutuhkan pengobatan. Namun, para bayi dengan penyakit yang lebih parah dapat terkena gangguan penglihatan atau bahkan kebutaan. Sekitar 1.100-1.500 bayi setiap tahunnya terkena ROP yang cukup parah sehingga dibutuhkan pengobatan medis. Sekitar 400-600 bayi di AS setiap tahunnya menjadi buta secara resmi karena ROP.

Namun, ini dapat diatasi dengan mengurangi faktor risiko Anda. Diskusikanlah dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala retinopati prematuritas?

Ada lima tahapan ROP:

  • Stadium I: Ada sedikit pertumbuhan pembuluh darah yang abnormal.
  • Stadium II: Pertumbuhan pembuluh darah cukup abnormal.
  • Stadium III: Pertumbuhan pembuluh darah sangat abnormal.
  • Stadium IV: Pertumbuhan pembuluh darah sangat abnormal dan ada retina yang terpisah sebagian.
  • Stadium V: Ada ablaso retina yang total

Perubahan pembuluh darah tidak dapat dilihat dengan mata tertutup. Pemeriksaan mata dibutuhkan untuk mengungkap masalah tersebut. Bayi dengan ROP bisa diklasifikasikan memiliki “penyakit tambahan” jika pembuluh darah abnormal cocok dengan gambar yang digunakan untuk mendiagnosis kondisi tersebut. Gejala ROP yang parah meliputi:

  • gerakan mata abnormal
  • mata juling
  • rabun jauh yang parah
  • pupil terlihat putih (leukocoria)

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Diagnosis dan pengobatan dini dapat mencegah memburuknya retinopati prematuritas dan mencegah keadaan darurat medis lainnya, jadi konsultasikan pada dokter sesegera mungkin untuk mencegah kondisi serius ini.

Jika bayi Anda mengalami satupun tanda atau gejala yang disebutkan di atas, atau memiliki pertanyaan apapun, konsultasikanlah pada dokter. Tubuh setiap orang bereaksi dengan cara berbeda. Selalu lebih baik untuk mendiskusikan apa yang terbaik untuk keadaan Anda dengan dokter.

Penyebab

Apa penyebab retinopati prematuritas?

ROP terjadi ketika pembuluh darah abnormal tumbuh dan menyebar di seluruh retina, jaringan yang melapisi bagian belakang mata. Pembuluh darah abnormal ini rapuh dan dapat bocor, melukai retina dan menariknya keluar dari posisinya. Ini menyebabkan ablasi retina. Ablasi retina adalah penyebab utama gangguan penglihatan dan kebutaan dalam ROP.

Beberapa faktor kompleks bisa jadi bertanggung jawab terhadap perkembangan ROP. Mata mulai berkembang pada sekitar minggu ke-16 kehamilan, ketika pembuluh darah retina mulai terbentuk di saraf optik di bagian belakang mata. Pembuluh darah tumbuh dan secara bertahap menuju tepi retina, memasok oksigen dan nutrisi. Selama 12 minggu terakhir dalam kehamilan, mata berkembang dengan pesat. Ketika bayi lahir dengan usia kehamilan penuh, pertumbuhan pembuluh darah retina sebagian besar telah lengkap (retina biasanya selesai tumbuh beberapa minggu hingga satu bulan setelah kelahiran). Namun, jika bayi lahir secara prematur, pertumbuhan pembuluh normal dapat terhenti sebelum pembuluh darah ini mencapai tepi retina. Tepi pinggiran retina bisa jadi tidak mendapatkan cukup oksigen dan nutrisi.

Para ilmuwan percaya bahwa pinggiran retina kemudian mengirimkan sinyal ke area lain di retina untuk mendapatkan makanan. Akibatnya, pembuluh darah abnormal mulai tumbuh. Pembuluh darah baru ini lemah dan dapat berdarah, menyebabkan luka retina. Ketika menyusut, luka ini menarik pada retina, menyebabkannya terlepas dari belakang mata.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk retinopati prematuritas?

Selain berat badan ketika lahir dan seberapa dini bayi lahir, faktor lain yang berkontribusi terhadap risiko ROP termasuk anemia, transfusi darah, gangguan pernapasan, kesulitan bernapas, dan kesehatan bayi secara keseluruhan.

Epidemi ROP terjadi pada tahun 1940-an dan awal 1950-an ketika kamar bayi di rumah sakit mulai menggunakan terlalu banyak oksigen dalam inkubator untuk menyelamatkan nyawa bayi prematur. Selama waktu ini, ROP adalah penyebab utama kebutaan pada anak-anak di AS. Pada tahun 1954, para ilmuwan yang didanai oleh National Institutes of Health menentukan bahwa tingginya kadar oksigen yang secara rutin diberikan pada bayi prematur pada saat itu adalah faktor risiko penting, dan bahwa pengurangan kadar oksigen yang diberikan pada bayi prematur mengurangi insidensi ROP. Dengan teknis dan metode yang lebih baru untuk memonitor kadar oksigen bayi, penggunaan oksigen sebagai faktor risiko telah berkurang maknanya.

Meskipun telah dinyatakan sebagai faktor dalam perkembangan ROP, para peneliti yang didukung oleh National Eye Institure menentukan bahwa tingkat pencahayaan di kamar bayi rumah sakit tidak memberikan pengaruh pada perkembangan ROP.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana retinopati prematuritas didiagnosis?

Semua bayi prematur yang masuk dalam protocol skrining didefinisikan sebagai berat lahir kurang dari 1500 g dan usia kehamilan di bawah 30 minggu secara rutin diperiksa untuk ROP. Para bayi prematur ini kemungkinan akan diperiksa awalnya pada empat hingga enam minggu setelah kelahiran. Dokter mata akan menggunakan tetes mata untuk melebarkan pupil, yang membuatnya dapat melihat bagian dalam mata dengan lebih jelas.

Tergantung pada jumlah perkembangan pembuluh darah abnormal, kondisi bayi akan dinilai dan pemeriksaan lebih lanjut akan dilakukan setiap satu hingga dua minggu, tergantung pada berbagai faktor. Faktor ini termasuk tingkat keparahan dan lokasi ROP pada mata, dan tingkat kemajuan pembentukan pembuluh darah, disebut vaskularisasi. Dalam sebagian besar kasus, bahkan ketika berkembang, ROP akan sembuh secara spontan dengan dampak minimal pada penglihatan. Namun, sebagian kecil bayi yang diskrining untuk ROP, sekitar 10%, akan mengalami kemajuan hingga ke titik di mana tidak lagi aman untuk menunggu kesembuhan spontan. Untuk para bayi ini, pengobatan akan ditawarkan untuk membalikkan perkembangan ROP.

Apa saja pengobatan untuk retinopati prematuritas?

Pengobatan yang terbukti paling efektif untuk ROP adalah terapi laser atau krioterapi. Terapi laser “membakar habis” pinggiran retina yang tidak memiliki pembuluh darah normal. Dengan krioterapi, dokter menggunakan alat yang menghasilkan suhu beku untuk dengan singkat menyentuh titik-titik pada permukaan mata yang terdapat pada pinggiran retina. Baik pengobatan laser maupun krioterapi menghancurkan area pinggiran retina, memperlambat atau membalikkan pertumbuhan pembuluh darah abnormal. Sayangnya, pengobatan ini juga menghancurkan sebagian penglihatan bagian samping. Ini dilakukan untuk menyelamatkan bagian terpenting dari penglihatan, yaitu penglihatan pusat yang tajam, yang dibutuhkan dalam aktivitas “ke depan” seperti membaca, menjahit, dan menyetir.

Baik pengobatan laser maupun krioterapi hanya dilakukan pada bayi dengan ROP tingkat lanjut, terutama stadium III dengan “penyakit tambahan.” Kedua pengobatan dianggap sebagai operasi invasif pada mata, dan dokter tidak tahu apa efek samping jangka panjang dari setiap pengobatan.

Dalam tahapan lanjut ROP, pilihan pengobatan lainnya meliputi:

  • Sabuk sklera

Ini melibatkan penempatan karet silikon di sekitar mata dan mengencangkannya. Ini mencegah gel vitreous menarik pada jaringan parut dan membuat retina dapat meratakan diri kembali pada dinding mata. Bayi yang pernah memiliki sabuk sklera harus menjalani pengangkatan karet tersebut pada berbulan-bulan atau bertahun-tahun kemudian, karena mata terus tumbuh; jika tidak, mereka akan menjadi rabun jauh. Sabuk sklera biasanya dilakukan pada bayi dengan stadium IV atau V.

  • Vitrektomi

Vitrektomi melibatkan pengangkatan vitreous dan menggantinya dengan larutan garam. Setelah vitreous diangkat, jaringan parut pada retina dapat dikelupas atau dipotong, sehingga retina dapat rileks dan terbaring kembali pada dinding mata. Vitrektomi hanya dilakukan pada stadium V.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi retinopati prematuritas?

Cara terbaik untuk mencegah ROP adalah dengan menghindari kelahiran prematur. Perawatan prenatal dan konseling dapat membantu mencegah kelahiran prematur dan menginformasikan pada ibu mengenai faktor-faktor yang memengaruhi kesehatan bayinya dalam kandungan.

Intervensi pencegahan lainnya melibatkan monitoring kebutuhan oksigen secara ketat pada bayi prematur. Pemeriksaan mata secara teratur harus didiskusikan dengan dokter bayi, terlepas dari tahapan ROP.

Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikanlah pada dokter untuk memahami solusi terbaik untuk Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Maret 12, 2016 | Terakhir Diedit: Juli 12, 2017

Yang juga perlu Anda baca