Apa itu ptosis kelopak mata?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu ptosis kelopak mata?

Ptosis adalah kondisi saat kelopak mata atas Anda turun. Seiring bertambahnya usia, kelopak mata bawah sering kali mulai menurun akibat berkurangnya kekuatan otot yang mengendalikan kelopak mata. Namun, bila yang turun adalah kelopak mata atas, penglihatan Anda dapat terganggu.

Tergantung pada keparahan kondisi, menurunnya kelopak mata dapat menghalangi atau mengurangi penglihatan, tergantung seberapa banyak kondisi ini menutupi pupil. Pada umumnya, kondisi akan membaik, baik secara alami atau melalui intervensi medis.

Seberapa umumkah ptosis kelopak mata?

Kondisi ini dapat terjadi pada pasien dengan usia berapapun. Ptosis kelopak mata dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala ptosis kelopak mata?

Gejala utama dari ptosis kelopak mata adalah salah satu atau kedua kelopak mata Anda mengendur. Pada beberapa kasus, kondisi ini dapat mempengaruhi penglihatan Anda. Namun, banyak orang yang tidak merasakan mengendurnya kelopak mata atau bahkan tidak terjadi sama sekali. Anda mungkin juga dapat mengalami mata yang sangat kering atau sangat berair, serta wajah Anda mungkin akan terlihat lelah.

Area utama yang bermasalah ada di sekitar mata, Anda dapat mengalami nyeri, yang dapat membuat Anda terlihat lelah. Beberapa pasien yang memiliki kasus yang parah bahkan sampai perlu untuk mengadahkan kepala saat berbicara.

Dokter akan menginvestigasi kondisi untuk memastikan tidak ada kondisi penyebab. Hal ini penting terutama jika Anda mengalami sakit kepala migrain atau masalah lainnya yang muncul sejak Anda mengalami kondisi ini.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter bila Anda mengalami gejala-gejala berikut ini:

  • Menurunnya kelopak mata mempengaruhi tampilan atau penglihatan Anda
  • Salah satu kelopak tiba-tiba turun atau menutup
  • Kondisi ini terkait dengan gejala lain, seperti penglihatan ganda atau rasa sakit
  • Menurunnya kelopak mata pada anak-anak
  • Kondisi yang baru atau perubahan kelopak mata yang cepat pada orang dewasa

Penyebab

Apa penyebab ptosis kelopak mata?

Penyebab ptosis kelopak mata alami

Siapapun dapat mengalami ptosis kelopak mata, namun kondisi ini paling umum terjadi pada lansia karena proses penuaan alami. Tendon menempel pada otot levator, yang berperan untuk mengangkat kelopak mata. Seiring Anda bertambah usia, otot tersebut dapat meregang dan menyebabkan kelopak mata menurun. Namun orang berusia berapapun dapat dipengaruhi oleh kondisi ini. Bayi kadang lahir dengan kondisi ini, namun kasus ini langka.

Kadang penyebab ptosis yang pasti tidak diketahui, namun dapat disebabkan oleh trauma atau neurologis. Penyebab utama dari ptosis bawaan adalah otot levator yang tidak berkembang dengan sempurna, mempengaruhi kemampuan untuk membuka mata.

Anak-anak yang memiliki ptosis juga dapat mengalami amblyopia atau mata malas. Kondisi ini juga dapat memperlambat atau membatasi penglihatan.

Penyebab ptosis kelopak mata akibat kondisi medis

Ptosis kelopak mata juga dapat menjadi pertanda dari kondisi medis tertentu, terutama jika kondisi mempengaruhi kedua kelopak mata. Jika hanya satu kelopak yang turun, hal ini mungkin disebabkan oleh cedera saraf atau timbilan sementara (inflamasi dan pembengkakan kelopak mata yang biasanya tidak berbahaya atau biasa juga disebut bintitan). LASIK atau operasi katarak kadang dapat menjadi penyebab dari ptosis, sebagai akibat dari otot atau tendon yang tertarik.

Pada beberapa kasus, menurunnya kelopak mata disebabkan oleh kondisi yang lebih serius, seperti stroke, tumor otak atau kanker pada saraf atau otot. Kelainan neurologis yang mempengaruhi saraf atau otot mata seperti myasthenia gravis dapat menyebabkan ptosis.

Penyakit lainnya yang menyebabkan ptosis meliputi:

  • Tumor di sekitar atau di belakang mata
  • Diabetes
  • Sindrom Horner
  • Pembengkakan pada kelopak mata, seperti timbilan atau bintitan

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk ptosis kelopak mata?

Ada banyak faktor risiko untuk ptosis kelopak mata, yaitu:

  • Penuaan
  • Diabetes
  • Stroke
  • Horner’s syndrome
  • Tumor otak
  • Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menanyakan tentang sejarah medis. Begitu Anda telah menjelaskan seberapa sering kelopak mata turun dan seberapa lama kondisi ini telah terjadi, dokter akan melakukan beberapa tes untuk melihat penyebabnya.
  • Pemeriksaan slit-lamp: Pemeriksaan slit lamp dapat dilakukan agar dokter dapat melihat dengan jelas mata Anda dengan bantuan cahaya berintensitas tinggi. Mata Anda dapat dilebarkan untuk pemeriksaan ini, mungkin Anda akan merasa sedikit tidak nyaman.
  • Tes tensilon: Dokter dapat menyuntikkan obat yang disebut Tensilon (nama generik edrophonium) pada salah satu urat. Anda dapat diminta untuk menjulingkan mata atau melakukan pergerakan mata lain yang menggunakan otot mata. Dokter akan memonitor Anda untuk melihat apakah Tensilon memperbaiki kekuatan otot. Hal ini dapat membantu menentukan apakah masalah otot merupakan penyebab dari kondisi ini.
  • Tes visual field

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana ptosis kelopak mata didiagnosis?

  • Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menanyakan tentang sejarah medis. Begitu Anda telah menjelaskan seberapa sering kelopak mata turun dan seberapa lama kondisi ini telah terjadi, dokter akan melakukan beberapa tes untuk melihat penyebabnya.
  • Pemeriksaan slit-lamp: Pemeriksaan slit lamp dapat dilakukan agar dokter dapat melihat dengan jelas mata Anda dengan bantuan cahaya berintensitas tinggi. Mata Anda dapat dilebarkan untuk pemeriksaan ini, mungkin Anda akan merasa sedikit tidak nyaman.
  • Tes tensilon: Dokter dapat menyuntikkan obat yang disebut Tensilon (nama generik edrophonium) pada salah satu urat. Anda dapat diminta untuk menjulingkan mata atau melakukan pergerakan mata lain yang menggunakan otot mata. Dokter akan memonitor Anda untuk melihat apakah Tensilon memperbaiki kekuatan otot. Hal ini dapat membantu menentukan apakah masalah otot merupakan penyebab dari kondisi ini.
  • Tes visual field

Apa saja pengobatan untuk ptosis kelopak mata?

Pengobatan untuk ptosis kelopak mata tergantung pada penyebab spesifik. Apabila kondisi merupakan akibat dari usia atau bawaan lahir, Anda mungkin tidak memerlukan perawatan. Dokter dapat menjelaskan bahwa tidak ada yang perlu dilakukan karena biasanya kondisi ini tidak membahayakan kesehatan Anda. Namun, Anda dapat melakukan operasi plastik jika Anda ingin mengurangi penurunan kelopak mata Anda.

Apabila kelopak mata menghalangi penglihatan Anda, Anda akan memerlukan perawatan medis. Dokter dapat merekomendasikan operasi. Alternatif lain adalah kacamata yang menahan kelopak mata. Perawatan ini paling efektif apabila penurunan kelopak mata hanya sementara, sehingga Anda tidak perlu selalu mengenakan kacamata. Kacamata juga direkomendasikan jika Anda bukan kandidat yang cocok untuk operasi.

Dokter dapat merekomendasikan operasi ptosis. Selama prosedur ini, otot levator akan dikencangkan. Hal ini akan mengangkat kelopak mata ke posisi yang diinginkan. Alternatif lain adalah operasi “sling”, dimana otot kening digunakan untuk mengangkat kelopak mata.

Untuk anak-anak yang memiliki ptosis, dokter dapat merekomendasi operasi untuk mencegah munculnya amblyopia atau mata malas.

Jika dokter melihat bahwa penurunan kelopak mata Anda disebabkan oleh kondisi lain, Anda akan dirawat untuk kondisi tersebut. Dengan begitu, kelopak mata akan berhenti menurun.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi ptosis kelopak mata?

Tidak ada perawatan rumahan untuk penurunan kelopak mata. Namun operasi dapat membantu.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Direview tanggal: Maret 12, 2016 | Terakhir Diedit: Juli 13, 2017

Sumber