Apa itu prolaps rektum?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu prolaps rektum?

Prolaps rektum adalah kondisi saat dinding rektum mengalami prolaps hingga menonjol keluar dari anus dan terlihat di luar tubuh. Prolaps rektum dapat terjadi tanpa adanya gejala, tetapi tergantung pada sifat dari prolaps tersebut, kemungkinan ada lendir yang keluar (lendir keluar dari anus), pendarahan rektum, inkontinensi tinja dalam tingkat tertentu, dan gejala buang air besar terhambat.

Seberapa umumkah prolaps rektum?

Prolaps rektum umumnya lebih sering terjadi pada wanita usia lanjut, meskipun juga bisa terjadi pada usia berapapun dan pada kedua jenis kelamin. Kondisi ini sangat jarang mengancam nyawa, tetapi gejalanya dapat melemahkan jika tidak diobati. Kebanyakan kasus prolaps ekternal dapat diobati dengan sukses, seringkali dengan prosedur bedah. Prolaps internal secara tradisional lebih sulit untuk diobati dan operasi bisa jadi tidak sesuai untuk banyak pasien.

Namun, ini dapat diatasi dengan mengurangi faktor risiko Anda. Diskusikanlah dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala prolaps rektum?

Tanda-tanda dan gejala prolaps rektum termasuk:

  • riwayat gumpalan yang menonjol
  • inkontinensi rinja dalam tingkat tertentu, yang mungkin hanya dalam bentuk keluarnya lendir
  • sembelit juga digambarkan sebagai tenesmus (sensasi evakuasi tinja yang tidak lengkap)
  • perasaan mengejan
  • pendarahan rektum
  • diare dan kebiasaan buang air besar yang tidak menentu
  • Awalnya, gumpalan dapat menonjol keluar lubang anus hanya selama buang air besar dan penegangan, dan secara spontan kembali setelahnya. Kemudian, gumpalan tersebut harus didorong masuk kembali setelah buang air besar. Ini dapat berkembang menjadi kondisi prolaps yang kronis dan parah, yang didefinisikan sebagi prolaps spontan yang sulit untuk berada tetap di dalam, dan terjadi ketika berjalan, berdiri lama, batuk atau bersin (Valsalva maneuver). Jaringan rektum prolaps kronis dapat mengalami perubahan patologi seperti penebalan, ulserasi, dan pendarahan.

Jika prolaps menjadi terjebak secara eksternal diluar sfingter anus, prolaps dapat mengalami strangulasi dan ada risiko perforasi. Ini mungkin memerlukan operasi bedah mendesak jika prolaps tidak dapat dikurangi secara manual. Mengoleskan gula pasir pada jaringan rektum yang terpapar dapat mengurangi edema (pembengkakan) dan meringankan kondisi ini.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Jika Anda memiliki kekhawatiran akan gejala tertentu, konsultasikanlah pada dokter.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda mengalami satupun tanda atau gejala yang disebutkan di atas, atau memiliki pertanyaan apapun, konsultasikanlah pada dokter. Tubuh setiap orang bereaksi dengan cara berbeda. Selalu lebih baik untuk mendiskusikan apa yang terbaik untuk keadaan Anda dengan dokter.

Penyebab

Apa penyebab prolaps rektum?

Penyebab pastinya tidaklah diketahui, dan telah banyak diperdebatkan. Ada beberapa kelainan yang mendasari pada dasar panggul yang memengaruhi beberapa organ panggul. Neuropati proksimal, bilateral, pudendal, telah didemonstrasikan pada pasien dengan prolaps rektum yang memiliki inkontinensia tinja. Hasil ini tidak ditemukan pada subyek sehat dan bisa jadi penyebab atrofi terkait denervasi dari sfingter anus eksternal. Beberapa penulis berpendapat bahwa kerusakan saraf pudendal adalah penyebab melemahnya dasar panggul dan sfingter anus, dan  bisa jadi penyebab yang mendasari spektrum gangguan dasar panggul.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk prolaps rektum?

Banyak hal dapat meningkatkan kemungkinan mengalami prolaps rektum. Faktor risiko anak-anak termasuk:

  • Cystic fibrosis. Seorang anak yang memiliki prolaps rektum tanpa penyebab yang jelas mungkin perlu dites untuk cystic fibrosis.
  • pernah menjalani operasi pada anus sewaktu bayi
  • malnutrisi
  • kelainan bentuk atau masalah perkembangan fisik
  • mengejan ketika buang air besar
  • infeksi

Faktor risiko untuk orang dewasa termasuk:

  • mengejan ketika buang air besar karena sembelit
  • kerusakan jaringan yang disebabkan oleh operasi atau melahirkan
  • melemahnya otot dasar panggul yang terjadi secara alami seiring usia

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana prolaps rektum didiagnosis?

Dokter akan mendiagnosis dengan mengajukan pertanyaan mengenai gejala dan masalah medis serta operasi di masa lalu Anda. Ia juga akan melakukan pemeriksaan fisik, yang melibatkan pemeriksaan rektum untuk jaringan yang renggang dan untuk mencari tahu seberapa kuat afingter anus dapat berkontraksi.

Anda mungkin membutuhkan tes untuk mengeliminasi kondisi lainnya. Misalnya, Anda mungkin perlu sigmoidoskopi, kolonoskopi, atau enema barium untuk mencari tumor, luka (ulkus), atau area sempit yang abnormal di usus besar. Atau seorang anak mungkin perlu tes keringat untuk memeriksa cystic fibrosis jika prolapse telah terjadi lebih dari satu kali atau penyebabnya tidak jelas.

Apa saja pengobatan untuk prolaps rektum?

Pada tahap awal, prolaps rektum dapat diobati dengan pelunak feses, supositoria dan obat-obatan lainnya. Namun kebanyakan orang pada akhirnya akan membutuhkan operasi untuk memperbaiki prolaps rektum.

Jenis operasi yang akan Anda jalani tergantung pada sejauh mana prolaps rektum Anda dan masalah kesehatan lainnya. Dokter bedah akan memilihkan operasi yang tepat untuk Anda. Ia mungkin akan menganjurkan prosedur berikut.

  • Perineal protectomy

Pilihan yang ada termasuk prosedur Altemeier dan prosedur Delorme. Dalam kedua prosedur ini, dokter bedah akan mengangkat prolaps rektum melalui sayatan di rektum yang menonjol. Perineal protectomy terkadang dapat dilakukan menggunakan anestesi spinal, yang mengurangi risiko komplikasi dan mempercepat pemulihan.

  • Reseksi Sigmoid dan rectopexy

Dokter bedah akan membuat sayatan di perut dan mengangkat usus sigmoid, bagian dari usus besar yang paling dekat dengan rektum dan anus. Prosedur rectopexy menempatkan rektum ke struktur tulang yang melekat pada tulang punggung bawah dan panggul (sacrum). Dalam kebanyakan kasus, dimungkinkan untuk melakukan operasi ini dengan operasi invasif yang minimal, yang menghasilkan sayatan yang lebih kecil dan rawat inap yang lebih singkat daripada operasi konvensional.

  • Rectopexy

Terkadang dokter bedah akan melakukan rectopexy saja, tanpa mengangkat usus apapun. Dalam kasus ini, ia dapat menggunakan bedah robotik.

Pada anak-anak, prolaps rektum biasanya dapat diatasi dengan pelunak feses atau obat lainnya. Jika dibutuhkan operasi, dokter bedah harus memiliki pengalaman khusus dalam teknik invasif yang minimal.

Anak-anak dengan prolas rektum harus diskrining untuk cystic fibrosis, karena prolaps rektum bisa jadi tanda penyakit tersebut.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi prolaps rektum?

Untuk mengobati kondisi yang mendasari yang menyebabkan atau mempertahankan prolaps rektum, sejumlah kemungkinan faktor harus diatasi:

  • Area rektum yang menyakitkan—Setelah terjadi prolaps, Anda bisa mengalami nyeri pada otot-otot di sekitar rektum; otot levator ani. Jika Anda merasa bahwa otot dari tulang ekor (“tulang duduk” yang dapat Anda rasakan di bagian bawah bokong ketika Anda duduk di sepeda atau kursi keras), menggerakkan kedua sisi bokong Anda dan tepat di bawah sacrum (bantalan tulang yang datar dan sedikit bundar di dasar tulang belakang)—Anda merasakan otot levator ani. Ada sejumlah teknik yang dapat digunakan untuk mengurangi atau menghilangkan nyeri di area ini.
  • Mengejan untuk buang air besar atau posisi buang air besar yang tidak tepat—Cara orang barat duduk di toilet mencegah rektum untuk meluruskan diri dan membuka—membuat kita jauh lebih rentan terkena sembelit, wasir dan fisura. Sembelit dapat memainkan peran besar dalam prolaps rektum dan gangguan yang sedang berlangsung.
  • Otot panggul yang melemah, meregang, atau mengalami trauma—Jika Anda memberikan tekanan lembut pada otot yang terdekat dengan area terletaknya prolaps rektum ketika Anda buang air besar, Anda mungkin bisa menahan rektum tersebut di dalam dan mencegahnya keluar bersama dengan tinja.
  • Terapi bodywork—Saluran anorektum dikelilingi oleh otot dan ligamen, di mana terdapat saraf pudendal. Setelah operasi, melahirkan, atau setiap jenis trauma atau strain yang berkelanjutan, Anda dapat terkena strain otot, tendon atau ligament pada jaringan atau organ terkait. Strain dan melemahnya otot dan ligament ini dapat menyebabkan prolaps rektum. Hal lain yang dapat sangat membantu Anda menyembuhakn penyebab yang mendasari prolaps Anda adalah terapi bodywork dari seorang praktisi yang terlatih khusus.

Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikanlah pada dokter untuk memahami solusi terbaik untuk Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Direview tanggal: Maret 12, 2016 | Terakhir Diedit: Juli 12, 2017

Sumber