Apa itu proctitis?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu proctitis?

Proctitis adalah peradangan pada anus (lubang) dan lapisan rektum (bagian bawah usus yang menuju ke anus). Rektum adalah saluran berotot yang tersambung pada ujung usus besar. Feses keluar dari tubuh melalui rektum.

Proctitis dapat menyebabkan nyeri pada rektum dan sensasi seperti ingin buang air besar secara terus menerus. Gejala proctitis dapat berlangsung sebentar atau secara kronis.

Seberapa umumkah proctitis?

Kondisi ini dapat terjadi pada pasien dengan usia berapapun. Proctitis dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala proctitis?

Ciri dan gejala proctitis adalah:

  • Perasaan sering atau terus-menerus ingin buang air besar
  • Perdarahan pada rektum
  • Keluarnya lendir dari rektum
  • Nyeri pada rektum
  • Rasa sakit pada bagian kiri perut
  • Merasa penuh pada rektum
  • Diare
  • Rasa sakit saat buang air besar

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab proctitis?

Berikut ini hal-hal yang dapat memicu dan menyebabkan proctitis:

  • Penyakit peradangan usus. Hampir 30 persen orang dengan penyakit peradangan usus (penyakit Chron’s atau ulcerative colitis) mengalami radang pada rektum.
  • Infeksi. Infeksi menular seksual, menular terutama pada orang yang melakukan hubungan seksual secara anal, dapat menyebabkan proctitis. Infeksi menular seksual yang dapat menyebabkan proctitis meliputi gonorea, herpes kelamin dan chlamydia. Proctitis menular juga terkait dengan HIV. Infeksi yang terkait dengan penyakit bawaan makanan, seperti salmonella, shigella dan infeksi campylobacter, juga dapat menyebabkan proctitis.
  • Terapi radiasi untuk kanker. Terapi radiasi yang ditujukan pada rektum atau area sekitar, seperti prostat, dapat menyebabkan peradangan pada lapisan rektum. Proctitis radiasi dapat muncul saat perawatan radiasi dan berlangsung beberapa bulan atau tahun setelah perawatan.
  • Antibiotik. Kadang antibiotik untuk mengatasi infeksi dapat membunuh bakteri baik pada usus, menyebabkan bakteri Clostridium berkembang pada rektum.
  • Diversion proctitis. Proctitis dapat terjadi pada orang yang melakukan jenis operasi usus besar tertentu dimana saluran feses dialihkan dari rektum.
  • Proctitis yang dipicu protein makanan. Kondisi ini dapat terjadi pada bayi yang mengonsumsi susu sapi atau susu kacang kedelai, dan yang menyusui pada ibu yang mengonsumsi produk susu.
  • Eosinophilic proctitis. Jenis proctitis yang disebabkan oleh penumpukkan sejenis sel darah putih (eosinophil) pada lapisan rektum yang hanya menyerang anak-anak di bawah 2 tahun.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk proctitis?

Ada banyak faktor risiko untuk proctitis, yaitu:

  • Hubungan seks yang tidak aman. Hubungan yang meningkatkan risiko penyakit menular seksual dapat meningkatkan risiko proctitis. Risiko terkena penyakit menular seksual meningkat jika Anda memiliki beberapa pasangan seksual, tidak menggunakan kondom dan berhubungan seksual dengan pasangan yang memiliki penyakit menular seksual.
  • Penyakit peradangan usus. Memiliki penyakit peradangan usus (ulcerative colitis atau penyakit Chron’s) meningkatkan risiko proctitis.
  • Terapi radiasi untuk kanker. Terapi radiasi yang ditujukan pada atau dekat rektum (seperti untuk kanker rektum, indung telur atau prostat) meningkatkan risiko proctitis.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana proctitis didiagnosis?

Tes dan prosedur yang digunakan untuk mendiagnosis proctitis meliputi:

  • Tes darah. Tes ini dapat mendeteksi kehilangan atau infeksi darah.
  • Tes feses. Anda mungkin akan diminta untuk mengumpulkan sel feses untuk diuji. Tes ini dapat menentukan paakah proctitis disebabkan oleh infeksi bakteri.
  • Pemeriksaan pada bagian akhir usus besar. Selama sigmoidoskopi fleksibel, dokter menggunakan tabung fleksibel dengan sinar untuk memeriksa sigmoid, bagian terakhir dari usus besar – termasuk rektum. Selama prosedur ini, dokter juga dapat mengambil sampel kecil dari jaringan (biopsi) untuk analisis laboratorium.
  • Tes infeksi menular seksual. Tes ini meliputi pengambilan sampel cairan dari rektum atau saluran yang mengeluarkan urin dari kandung kemih (uretra).

Apabila penyebab dari proctitis kemungkinan adalah penyakit menular seksual, dokter dapat memasukkan alat penyeka tipis pada ujung uretra atau anus untuk mengambil sampel, yang kemudian diuji untuk melihat bakteri atau organisme infeksi lainnya. Hasil tes dapat digunakan untuk menentukan perawatan yang paling efektif.

Apa saja pengobatan untuk proctitis?

Perawatan untuk proctitis tergantung pada penyebab peradangan.

Perawatan untuk proctitis yang disebabkan oleh infeksi: Dokter dapat menyarankan obat-obatan untuk mengatasi infeksi, seperti:

  • Antibiotik. Untuk proctitis yang disebabkan oleh infeksi bakteri, dokter dapat merekomendasikan antibiotik, seperti doxycycline (Periostat, Vibramycin).
  • Antivital. Untuk proctitis yang disebabkan oleh infeksi virus, seperti virus herpes yang menular secara seksula, dokter dapat memberikan obat antiviral, seperti acyclovir (Sitavig, Zovirax, dll).

Perawatan untuk proctitis yang disebabkan oleh terapi radiasi: Kasus ringan dari proctitis radiasi mungkin tidak memerlukan perawatan. Pada kasus lain, proctitis radiasi dapat menyebabkan rasa sakit dan perdarahan berat yang memerlukan perawatan. Dokter dapat merekomendasikan perawatan seperti:

  • Pengobatan: Obat-obatan berupa pil, supositoria atau enema, meliputi sucralfate (Carafate), mesalamine (Asacol, Canasa, others) and sulfasalazine (Azulfidine), and metronidazole (Flagyl). Obat-obatan ini dapat membantu mengendalikan inflamasi dan mengurangi perdarahan.
  • Pelunak feses dan dilatasi. Hal tersebut dapat membantu membuka obstruksi pada usus.
  • Perawatan untuk menghancurkan jaringan yang rusak. Teknik ini meningkatkan gejala proctitis dengan menghancurkan jaringan abnormal (ablasi) yang mengalami perdarahan. Prosedur ablasi digunakan untuk mengatasi proctitis termasuk argon plasma coagulation (APC), electrocoagulation dan terapi lainnya.

Proctitis yang disebabkan oleh penyakit peradangan usus: Perawatan untuk proctitis terkait dengan penyakit Chron’s atau ulcerative colitis ditujukan untuk mengurangi peradangan pada rektum.

  • Obat-obatan untuk mengendalikan peradangan rektum. Dokter dapat memberikan obat anti-inflamasi, baik dengan mulut atau sebagai supositoria atau enema, seperti mesalamine (Asacol, Canasa, dll) — atau corticosteroids — seperti prednisone (Rayos) atau budesonide (Entocort EC, Uceris). Peradangan pada orang dengan penyakit Chron;s seringkali memerlukan pengobatan yang menekan sistem imun, seperti azathioprine (Azasan, Imuran) atau infliximab (Remicade).
  • Operasi. Apabila terapi obat tidak meringankan tanda-tanda dan gejala, dokter dapat merekomendasikan operasi untuk mengangkat bagian yang rusak dari saluran pencernaan.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi proctitis?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi proctitis:

  • Tanyakan dokter sebelum menggunakan obat diare yang dijual bebas. Jangan menggunakan obat anti diare seperti loperamide (Imodium A-D), tanpa persetujuan dokter.
  • Hindari makan sebelum tidur. Makan sebelum tidur dapat menstimulasi sistem pencernaan dan menyebabkan Anda ingin buang air besar dan merasa tidak nyaman pada malam hari.
  • Gunakan pereda rasa sakit yang dijual di apotek. Acetaminophen (Tylenol, dll) dapat bermanfaat, namun tanyakan dokter sebelum menggunakan aspirin atau ibuprofen (Advil, Motrin, IB, dll), karena pada beberapa kasus, obat-obatan ini dapat memperburuk proctitis.
  • Gunakan sitz bath dengan air hangat. Sitz bath pas di atas toilet. Anda dapat mendapatkannya di toko penyedia medis atau apotek. Sitz bath dapat memberikan rasa nyaman jika Anda mengalami peradangan anal.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Direview tanggal: Maret 12, 2016 | Terakhir Diedit: Juli 13, 2017

Sumber
Yang juga perlu Anda baca