Definisi

Apa itu periorbital hematoma (memar di sekitar mata)?

Periorbital hematoma adalah memar pada jaringan di bawah kulit sekitar mata. Pada kebanyakan kasus, memar lebih berdampak pada wajah daripada daya penglihatan mata itu sendiri.

 

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala periorbital hematoma (memar di sekitar mata)?

Gejala yang paling umum mengikuti memar di sekitar mata adalah rasa nyeri, pembengkakan, dan lebam. Pada awalnya, lebam memar mungkin berwarna merah terang dan belum membengkak sepenuhnya. Lambat laun, warna kulit yang memar dapat menggelap menjadi ungu tua, kuning, hijau, hingga hitam. Pembengkakan juga mulai tampak jelas dan membesar seiring waktu.

Beberapa hari setelah cedera pertama, memar akan surut dan membaik sepenuhnya. Warna kulit pun dapat kembali seperti semula.

Memar di sekitar mata dapat menyebabkan penglihatan kabur sementara atau membuat Anda sulit membuka mata. Namun tidak akan berdampak serius atau permanen.

Anda mungkin juga dapat mengalami sakit kepala, karena biasanya memar di sekitar mata didahului dengan cedera kepala.

Tanda-tanda cedera yang lebih serius meliputi:

  • Penglihatan ganda
  • Kehilangan penglihatan
  • Hilang kesadaran
  • Tidak mampu menggerakkan mata
  • Keluar darah atau cairan dari hidung atau telinga
  • Perdarahan pada mata
  • Sakit kepala yang bertahan lama

Kemungkinan ada tanda-­tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Kebanyakan kasus memar di mata termasuk cedera ringan yang dapat sembuh dengan sendirinya. Anda bisa mempercepat proses pemulihan dengan menempelkan kompres es pada mata yang bengkak serta minum obat pereda nyeri. Dokter spesialis mata dapat melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan tidak ada cedera yang lebih serius pada mata Anda.

Temui dokter jika gejala berikut muncul mengikuti memar di sekitar mata:

  • Perubahan penglihatan
  • Sakit terus berlanjut
  • Bengkaknya tidak berkaitan dengan cedera
  • Muncul tanda-tanda infeksi (kulit memerah, terasa hangat, keluar nanah)
  • Anda tidak yakin tentang cara mengobatinya atau mengkhawatirkan gejala tertentu
  • Bengkak tidak kunjung kempes setelah beberapa hari

Segera dapatkan pertolongan medis jika:

  • Mengalami penglihatan ganda, kehilangan penglihatan, atau perubahan penglihatan lainnya
  • Tidak bisa menggerakkan mata (misalnya untuk melirik kanan-kiri atau melihat ke atas-bawah)
  • Cedera melibatkan benda tajam yang masuk ke mata, dan mungkin masih tertinggal di dalam mata
  • Mata berdarah
  • Perubahan bentuk mata, atau keluar cairan dari mata
  • Mengalami sobekan di area mata

Kemungkinan ada tanda-­tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Penyebab

Apa penyebab periorbital hematoma (memar di sekitar mata)?

Penyebab paling umum dari memar di sekitar mata adalah cedera akibat pukulan tepat ke mata, area dahi, atau hidung. Salah satu atau kedua mata mungkin dapat lebam, tergantung dari seperti apa traumanya.

Prosedur operasi pada wajah, seperti face lift, operasi rahang, atau operasi hidung dapat menyebabkan mata memar.

Cedera kepala yang disebut basilar skull fracture dapat menyebabkan kedua sisi mata memar bersamaan, menyebabkan penampilan mata seperti “mata panda”.

Penyebab mata bengkak lainnya termasuk reaksi alergi, gigitan serangga, selulitis (infeksi kulit sekitar mata), angioedema, dan penyakit gigi. Meski begitu, kondisi-kondisi ini tidak menyebabkan warna kulit yang memar jadi menggelap.

Diagnosis & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana periorbital hematoma (memar di sekitar mata) didiagnosis?

Hampir kebanyakan kasus memar hanya membutuhkan pemeriksaan fisik mendasar. Dokter akan menanyakan tentang cedera yang sebelumnya Anda alami dan melihat gejalanya.

Pemeriksaan fisik meliputi pemeriksaan penglihatan dengan mengarahkan sinar senter ke pupil mata untuk melihat adanya cedera, menguji gerak mata dengan meminta Anda melihat mengikuti gerak jari dokter, dan memeriksa tulang wajah di sekitar mata yang lebam.

Tergantung apa yang ditemukan dokter, mungkin akan ada pemeriksaan lanjutan, seperti:

  • Meneteskan tinta khusus ke mata untuk dicek dalam sinar UV guna mencari kemungkinan luka atau benda asing yang masuk ke mata.
  • Jika dokter mencurigai adanya retak atau patah tulang wajah dan di sekitar mata, dokter dapat meminta Anda untuk menjalani rontgen atau CT scan. Ini juga dapat dilakukan untuk mencari tahu adanya objek asing di dalam mata.
  • Jika ada kecurigaan tertentu, dokter dapat merujuk Anda pada dokter spesialis bedah mata untuk pemeriksaan lebih mendalam.

Bagaimana periorbital hematoma (memar di sekitar mata) diobati?

Memar di sekitar mata dapat ditangani dengan kompres es selama 20 menit dalam 24 jam setelah cedera dan minum obat pereda nyeri seperti paracetamol. Lindungi area mata yang lebam dari kemungkinan cedera lanjutan sampai telah benar-benar pulih.

Jika dokter mencurigai adanya cedera yang lebih serius, anda akan dirujuk pada spesialis untuk perawatan lebih lanjut.

Pengobatan di dokter

Untuk cedera yang lebih serius, Anda mungkin akan ditangani lebih lanjut oleh seorang spesialis guna mendapatkan perawatan khusus. Misalnya:

  • Dokter bedah saraf untuk menangani cedera pada tengkorak atau otak.
  • Spesialis mata untuk menangani cedera pada mata.
  • Spesialis bedah THT untuk menangani tulang wajah yang patah atau retak.
  • Dokter bedah plastik untuk memperbaiki cedera sobekan/luka yang serius pada wajah.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi Periorbital hematoma (memar di sekitar mata)?

Perubahan gaya hidup berikut dapat Anda lakukan untuk mengatasi memar di sekitar mata:

  • Periksa rumah Anda untuk barang-barang yang mungkin dapat jatuh menimpa Anda, atau membuat Anda tersandung dan jatuh. Tips ini khususnya berguna untuk anak-anak dan manula yang rentan cedera.
  • Gunakan pakaian atau aksesoris pelindung saat berolahraga atau bekerja, seperti helm, masker pelindung wajah, atau kacamata khusus.
  • Gunakan sabuk pengaman saat mengemudikan mobil dan helm saat naik motor.

Silakan diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut. Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Direview tanggal: Desember 9, 2017 | Terakhir Diedit: Desember 9, 2017

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan