Apa itu perdarahan postpartum?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu perdarahan postpartum?

Perdarahan postpartum adalah perdarahan berlebihan yang terjadi setelah melahirkan. Kondisi ini sangat serius dan dapat menyebabkan kematian pada ibu.

Ada dua jenis perdarahan pasca persalinan:

  • Perdarahan postpartum primer terjadi saat Anda kehilangan lebih dari 500 ml darah dalam 24 jam pertama setelah persalinan. Kondisi ini umum, terjadi pada 5 dari 100 wanita. Perdarahan parah (lebih dari 2 liter) lebih jarang terjadi, hanya menyerang 6 dari 1000 wanita.
  • Perdarahan postpartum sekunder terjadi saat Anda memiliki perdarahan berat melalui vagina di antara 24 jam hingga 12 minggu setelah persalinan. Kondisi ini menyerang kurang dari 2 dari 100 wanita.

Seberapa umumkah perdarahan postpartum?

Kondisi ini sangat umum ditemui dan dapat biasanya terjadi pada wanita di atas usia 35 tahun. Perdarahan postpartum dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala perdarahan postpartum?

Gejala umum dari perdarahan postpartum adalah:

  • Kehilangan darah berwarna merah terang secara berlebih melalui vagina setelah persalinan.
  • Nyeri pada perut bawah.
  • Demam.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Perdarahan postpartum adalah suatu keadaan gawat darurat. Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, segera ke instalasi gawat darurat terdekat dan konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab perdarahan postpartum?

Pada kebanyakan kasus, perdarahan postpartum awal terjadi karena rahim tidak dapat cukup berkontraksi untuk mengencangkan pembuluh darah di dinding rahim. Hal ini dapat disebabkan oleh kelelahan otot rahim setelah persalinan yang berkepanjangan, rahim yang merenggang sebagai akibat kehamilan ganda, kelebihan cairan ketuban, atau ukuran bayi yang besar.

Kontraksi rahim juga dapat terganggu oleh pertumbuhan non kanker pada rahim atau jika beberapa atau semua plasenta tetap berada di rahim setelah persalinan.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk perdarahan postpartum?

Ada banyak faktor risiko untuk perdarahan postpartum, yaitu:

  • Pernah mengalami perdarahan postpartum pada kehamilan sebelumnya
  • Memiliki IMT (indeks massa tubuh) lebih dari 35
  • Pernah memiliki 4 bayi atau lebih
  • Mengandung kembar dua atau kembar tiga
  • Etnis Asia Tenggara (termasuk Indonesia)
  • Memiliki plasenta yang terletak rendah (placenta previa)
  • Plasenta keluar lebih awal (placental abruption)
  • Pre-eklampsia dan/atau tekanan darah tinggi
  • Anemia
  • Persalinan dengan operasi caesar
  • Induksi persalinan
  • Plasenta yang tertahan
  • Episiotomi (gunting vagina untuk membantu persalinan)
  • Forcep atau persalinan ventouse
  • Persalinan lebih dari 12 jam
  • Memiliki bayi berukuran besar (lebih dari 4 kg)
  • Memiliki bayi pertama saat Anda berusia di atas 40 tahun.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana perdarahan postpartum didiagnosis?

Jika Anda belum berada di rumah sakit, Anda akan segera di bawa ke rumah sakit. Denyut jantung dan tekanan darah akan diawasi untuk melihat adanya shock. Jika perdarahan postpartum dini telah terjadi, dokter akan merasakan perut bawah untuk melihat apakah rahim berkontraksi. Plasenta akan diperiksa untuk melihat apakah sudah komplit. Jika rahim terlihat berkontraksi namun perdarahan berlanjut, serviks dan vagina akan diperiksa. Hal ini dilakukan di bawah pengaruh anestesi umum atau anestesi epidural.

Apabila Anda memiliki perdarahan postpartum akhir, dokter dapat melakukan scan ultrasonik, menggunakan pemindai pada vagina untuk melihat sisa plasenta pada virus. Vaginal swab dapat dilakukan untuk melihat adanya infeksi.

Apa saja pengobatan untuk perdarahan postpartum?

Apabila perdarahan postpartum dini disebabkan oleh buruknya kontraksi rahim, Anda akan diberikan suntikan untuk membantu kontraksi rahim. Dokter juga dapat memijat perut Anda. Apabila langkah-langkah tersebut tidak bekerja, obat-obatan dapat diberikan untuk membantu rahim berkontraksi.

Apabila perdarahan berlanjut, operasi dapat diperlukan. Pada kasus yang langka, histerektomi dapat diperlukan. Perdarahan akibat plasenta yang tertahan diatasi dengan mengangkat sisa plasenta secara manual melalui vagina.

  • Apabila kehilangan darah disebabkan oleh robekan pada serviks atau vagina, akan dilakukan penjahitan.
  • Apabila perdarahan postpartum akhir merupakan akibat infeksi, antibiotik akan diberikan.
  • Apabila perdarahan berlanjut, operasi dapat diperlukan untuk memeriksa rahim dan mengangkat sisa plasenta. Kehilangan darah akibat perdarahan postpartum akan harus diganti dengan transfusi darah.

Bukti berkualitas tinggi menunjukkan bahwa penanganan aktif pada tahap ketiga persalinan mengurangi insidensi dan keparahan perdarahan postpartum. Penanganan aktif merupakan kombinasi dari pemberian uterotonik (utamanya oksitosin) segera setelah persalinan, penjepitan dan pemotongan tali pusat secara dini dan traksi tali pusat secara lembut dengan teknik peregangan tali pusat terkendali saat uterus sedang berkontraksi.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi perdarahan postpartum?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi perdarahan postpartum:

  • Suplemen zat besi. Mengonsumsi suplemen zat besi dapat mengurangi kemungkinan perlunya tranfusi darah jika Anda memiliki PPH. Beberapa wanita juga dapat diberikan suplemen zat besi jika berisiko terhadap anemia.
  • Atur janji dengan dokter. Apabila Anda pernah melakukan operasi caesar pada kehamilan sebelumnya, penting untuk memeriksa bahwa plasenta tidak menempel pada area luka sebelumnya.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Direview tanggal: Maret 12, 2016 | Terakhir Diedit: Juli 9, 2017

Sumber