Penyakit Hati (Liver)

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu penyakit hati (penyakit liver)?

Penyakit hati atau penyakit liver adalah gangguan pada fungsi maupun fisiologis organ hati. Hati (liver) berada tepat di bawah tulang rusuk di sisi kanan perut Anda. Organ tersebut terdiri dari dua bagian, yaitu lobus kiri dan lobus kanan.

Dikutip dari Mayo Clinic, hati adalah organ berukuran seperti bola yang bekerja paling keras di dalam tubuh. Hati berfungsi penting untuk mencerna makanan, menyingkirkan zat beracun dari dalam tubuh, dan menyimpan cadangan energi bagi tubuh untuk digunakan saa diperlukan.

Penyakit liver itu sendiri bisa disebabkan oleh banyak hal. Penyakit bisa diawali oleh infeksi virus maupun penyalahgunaan alkohol (konsumsi alkohol berlebihan dalam jangka panjang). Obesitas juga berhubungan dengan kerusakan hati.

Seiring waktu, kerusakan dapat menimbulkan luka pada jaringan hati. Kondisi ini disebut sirosis, yang dapat menyebabkan gagal hati dan mengancam nyawa.

Penyebab dan faktor risiko

Apa penyebab penyakit hati?

Berikut adalah beberapa penyebab utama penyakit hati (liver):

Infeksi

Infeksi parasit maupun virus yang menyerang organ hati dapat memicu peradangan, sehingga menghambat fungsi hati.

Mikroorganisme yang menyebabkan kerusakan hati dapat menyebar melalui darah atau urin, makanan atau air yang terkontaminasi, atau bersentuhan dekat dengan orang yang terinfeksi.

Infeksi yang paling umum menyebabkan penyakit hati adalah dari virus hepatitis, termasuk:

  • Hepatitis A
  • Hepatitis B
  • Hepatitis C

Gangguan sistem kekebalan tubuh

Penyakit di mana sistem kekebalan tubuh menyerang bagian-bagian tertentu dari tubuh (autoimun) dapat mempengaruhi hati Anda. Contoh penyakit hati autoimun meliputi:

  • Hepatitis autoimun
  • Sirosis bilier primer
  • Primary sclerosing cholangitis

Genetika

Gen abnormal yang diturunkan dari salah satu atau kedua orang tua Anda dapat menyebabkan berbagai zat untuk menumpuk dalam hati Anda. Hal tersebut dapat mengakibatkan kerusakan hati. Beberapa contoh penyakit hati genetik meliputi:

  • Hemochromatosis
  • Hiperoksaluria dan oxalosis
  • Penyakit Wilson

Gaya hidup

Penyebab umum dari penyakit liver juga dapat termasuk:

  • Penyalahgunaan alkohol kronis
  • Pola makan tidak sehat

Apa yang meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit hati?

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko penyakit liver termasuk:

  • Penggunaan alkohol berat dan kronis
  • Penyuntikan obat menggunakan jarum bersama-sama
  • Tato atau tindikan dengan peralatan tidak steril
  • Transfusi darah sebelum tahun 1992
  • Terpapar darah dan cairan tubuh orang lain yang terinfeksi virus penyakit hati
  • Hubungan seks tanpa kondom
  • Paparan bahan kimia tertentu atau racun
  • Diabetes
  • Obesitas
  • Kadar trigliserida dalam darah tinggi.

Jenis

Penyakit hati (liver) dapat memengaruhi tubuh dengan berbagai cara. Perwujudan penyakit hati setiap orang pun dapat berbeda, tergantung dari apa penyebab yang paling mendasarnya.

Berikut adalah jenis-jenis penyakit hati yang paling umum ditemukan: 

Penyakit hati terkait alkohol

Kerusakan fungsi dan organ hati akibat konsumsi alkohol secara berlebihan dalam jangka panjang disebut alcohol-related liver disease (ARLD). Golongan penyakit ini pun terbagi lagi menjadi dua, yaitu perlemakan hati karena alkohol (alcoholic fatty liver) dan sirosis alkoholik.

Alkohol sejatinya adalah zat beracun. Normalnya, hati dapat mencerna alkohol dan menyaring zat racunnya untuk kemudian dikeluarkan dari tubuh. Namun selama mencerna alkohol, akan terus ada sebagian sel hati yang rusak dan mati. Semakin sering dan semakin lama Anda rutin minum alkohol, maka fungsi hati akan terganggu.

Konsumsi hingga 160 gram alkohol per hari dapat menimbulkan risiko sirosis hati hingga 25 kali lipat.

Perlemakan hati non-alkoholik 

Non-alcoholic fatty liver disease (NAFLD) atau perlemakan hati non-alkohol muncul akibat penumpukan lemak yang biasanya terlihat pada orang dengan kelebihan berat badan atau obesitas. 

Organ hati yang sehat seharusnya mengandung sangat sedikit lemak atau tidak sama sekali. Kadar lemak di hati yang terlalu banyak bisa meningkatkan masalah kesehatan serius, seperti diabetes, tekanan darah tinggi, dan penyakit ginjal. 

Jika Anda sudah terkena diabetes, penyakit hati berlemak non-alkoholik bisa meningkatkan kemungkinan masalah jantung.  Kondisi tersebut bisa dihentikan asalkan dideteksi dan diatasi sejak dini. 

Hepatitis

Hepatitis adalahperadangan pada hati yang biasanya disebabkan oleh infeksi virus atau kerusakan hati karena mengonsumsi alkohol. 

Ada banyak jenis hepatitis dengan gejalanya masing-masing, yaitu hepatitis A, hepatitis B, hepatitis C, hepatitis D, hepatitis E, hepatitis alkoholik, dan hepatitis autoimun.

Beberapa jenis bisa disembuhkan dengan pengobatan sederhana. Sementara yang lainnya dapat terjadi berkepanjangan sehingga mengakibatkan gagal fungsi hati, dan pada kasus tertentu, kanker hati. 

Hemokromatosis

Hemokromatosis adalah kondisi di mana zat besi dalam tubuh menumpuk dalam jangka waktu bertahun-tahun. Penumpukan zat besi tersebut bisa menyebabkan gejala tak mengenakkan. Jika tidak diatasi, penyakit tersebut bisa menghancurkan organ vital, seperti hati, sendi, pankreas, dan jantung. 

Gejala hemokromatosis biasanya mulai terasa pada usia di antara 30 hingga 60 tahun. Umumnya, Anda akan merasakan sangat kelelahan setiap saat, penurunan berat badan, tubuh menjadi lemah, nyeri sendi, gangguan ereksi pada pria, dan datang bulan tak teratur pada wanita. 

Sirosis bilier primer

Primary biliary cirrhosis (PBC) atau sirosis bilier primer adalah tipe penyakit liver yang bisa menjadi sangat parah secara bertahap, seiring dengan berjalannya waktu. Tanpa perawatan, penyakit itu bisa menyebabkan gagal hati. 

Sirosis bilier primer tidak selalu ditandai dengan gejala. Namun, beberapa pasien merasakan nyeri tulang dan sendi, kelelahan, mata dan mulut kering, dan sakit atau merasa tidak nyaman pada bagian atas perut. 

Tahapan

Apapun jenis penyakit hati yang Anda hadapi, proses kerusakannya akan sama. Bahaya yang meneror hati pun juga akan sama, apa pun penyebabnya.

Berikut merupakan tahapan penyakit hati yang umumnya terjadi:

Hati yang sehat normalnya akan lancar bekerja melawan infeksi dan membersihkan darah Anda dari racun. Organ tersebut juga membantu menyaring makanan dan menyimpan energi ketika Anda membutuhkan. Hati yang sehat punya kemampuan untuk tumbuh kembali atau regenerasi ketika rusak.

Peradangan

Pada tahap awal, hati Anda mungkin akan meradang. Organ itu akan menjadi lembut dan besar. Peradangan menunjukkan bahwa tubuh Anda sedang melawan infeksi atau menyembuhkan luka. Namun jika peradangan berlanjut, itu bisa merusak hati Anda secara permanen. 

Ketika bagian tubuh Anda meradang, Anda akan merasakan panas dan sakit pada bagian itu. Namun, peradangan hati seringkali tak disadari oleh pasien. 

Jika penyakit hati Anda didiagnosis dan ditangani pada tahap ini, peradangan bisa saja hilang.  

Fibrosis

Jika penyakit hati Anda belum sempat ditangani, peradangan akan berubah menjadi parut. Jaringan parut akan tumbuh dan menggantikan jaringan hati yang sehat. Proses itu lah yang disebut dengan fibrosis. 

Jaringan parut tidak bisa bekerja seperti jaringan hati yang sehat. Justru, jaringan parut bisa mencegah darah mengalir ke hati Anda. Semakin banyak jaringan parut yang tumbuh, hati Anda tak akan bekerja sebaik sebelumnya. Atau, bagian sehat dari hati Anda akan bekerja lebih keras untuk menutupi jaringan parut. 

Jika penyakit hati Anda didiagnosis dan dirawat dengan baik pada tahap ini, masih ada kesempatan hati Anda akan pulih dengan sendirinya. 

Sirosis

Sirosis adalah pembentukan luka berupa jaringan parut pada hati yang yang keras menggantikan jaringan sehat yang lembut.

Semakin buruk sirosis, hati Anda akan semakin kekurangan jaringan sehat. Jika tidak ditangani, hati akan gagal dan tak bisa bekerja sama sekali. 

Ketika Anda didiagnosis dengan sirosis, perawatan akan fokus pada pencegahan agar kondisi Anda tidak semakin parah. Hal itu bisa menyetop atau memperlambat kerusakan hati. 

Tahap akhir

End-Stage Liver Disease (ESLD) atau tahap akhir penyakit hati merupakan kondisi saat pasien sirosis dengan tanda-tanda dekompensasi umumnya tidak punya pilihan lain selain melakukan transplantasi.

Dekompensasi termasuk ensefalopati hepatik, perdarahan varises, gangguan ginjal, asites, dan masalah paru-paru. 

Gagal hati

Gagal hati berarti organ hati Anda kehilangan seluruh fungsinya. Ini merupakan kondisi mengancam nyawa dan membutuhkan perawatan medis darurat. 

Tanda dan gejala

Apa saja tanda dan gejala penyakit hati?

Berikut adalah tanda dan gejala penyakit liver yang harus Anda perhatikan:

  • Kulit dan mata yang tampak kekuningan (jaundice)
  • Nyeri perut dan bengkak
  • Pembengkakan pada kaki dan pergelangan kaki
  • Kulit yang gatal
  • Warna urin gelap
  • Warna feses pucat, atau berdarah
  • Kelelahan kronis
  • Mual atau muntah
  • Kehilangan selera makan
  • Kecenderungan untuk mudah memar.

Mungkin ada tanda dan gejala lain yang tidak disebutkan di atas. Konsultasikan lebih lanjut dengan dokter jika Anda merasakan perubahan pada tubuh yang tidak biasa.

Kapan saya harus ke dokter?

Buatlah janji dengan dokter Anda jika Anda memiliki tanda-tanda persisten atau gejala yang membuat Anda khawatir. Cari perhatian medis segera jika Anda memiliki sakit perut yang sangat parah sehingga Anda tidak bisa tinggal diam.

Komplikasi

Apa saja komplikasi yang mungkin terjadi akibat penyakit hati?

Ada banyak komplikasi penyakit hati. Ketika hati Anda mulai gagal, organ lain menjadi terpengaruh. Berikut adalah beberapa komplikasi dari gagal hati akut:

1. Edema serebral

Ini adalah cairan yang berlebihan dalam otak yang dapat menyebabkan tekanan di otak dan mencegah otak dari mendapatkan oksigen.

2. Gangguan perdarahan

Hati bertanggung jawab untuk memproduksi faktor pembekuan darah. Maka itu, gagal hati akut akan menyebabkan perdarahan yang tidak terkontrol, biasanya di saluran pencernaan.

3. Infeksi

Anda menjadi lebih berisiko untuk infeksi, terutama infeksi saluran pernapasan dan saluran kencing.

4. Gagal ginjal

Bila hati gagal, ginjal akan bekerja lebih keras dan sulit untuk mengelola penyaringan racun dalam tubuh. Ini bisa menjadi organ berikutnya yang gagal.

Komplikasi dapat dicegah dengan mengelola risiko dan perkembangan kondisi Anda. Penting untuk berkonsultasi dengan dokter Anda untuk menemukan cara terbaik mencegah komplikasi penyakit liver.

Diagnosis

Bagaimana cara dokter mendiagnosis penyakit hati?

Dokter mungkin memulai dengan menanyakan gejala-gejala yang Anda alami, dan memeriksa rekam medis serta riwayat kesehatan dan gaya hidup Anda secara menyeluruh.

Berangkat dari hasil pemeriksaan fisik awal, dokter selanjutnya dapat merekomendasikan:

  • Tes darah lengkap, untuk memeriksa komponen mencurigakan di dalam darah yang dapat menjadi penyebab penyakit. Misalnya virus, kadar lemak trigliserida tinggi, atau alkohol. Tes darah lainnya bisa dilakukan untuk mencari masalah hati tertentu atau kondisi genetik.
  • Tes pencitraan. Tes CT scan, MRI, dan USG bisa menunjukkan adanya kerusakan pada hati.
  • Biopsi hati. Jaringan hati Anda akan diambil sampelnya sedikit untuk dianalisis di laboratorium. Biopsi dilakukan dengan menggunakan jarum panjang yang dimasukkan melalui kulit untuk mengambil sampel jaringan.

Pengobatan

Bagaimana cara mengobati vertigo?

Pengobatan untuk penyakit hati tergantung pada penyebab dan tingkat keparahan penyakit Anda. Untuk overdosis parasetamol (juga dikenal sebagai overdosis acetaminophen), pengobatan dengan membalikkan efek parasetamol.

Jika penyebabnya adalah infeksi virus seperti hepatitis, dokter akan meresepkan obat untuk mengobati infeksi dan memonitor hati Anda secara teratur. Beberapa masalah hati dapat diobati dengan mudah dengan modifikasi gaya hidup, seperti menghentikan penggunaan alkohol atau menurunkan berat badan yang mungkin menjadi bagian dari program kesehatan Anda.

Masalah hati lain mungkin harus diobati dengan obat atau mungkin memerlukan operasi. Selain itu, pengobatan untuk penyakit hati yang menyebabkan gagal hati mungkin memerlukan transplantasi hati.

Pengobatan di rumah

Apa saja gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi penyakit hati?

Hati akan melakukan tugasnya dengan lebih mudah dan dapat memperbaiki sendiri beberapa kerusakannya, jika Anda menerapkan pola makan yang sehat. Diet yang tidak sehat dapat membuat kerja hati Anda lebih keras dan dapat menyebabkan banyak kerusakan itu.

Bicarakan dengan dokter Anda tentang jenis diet yang terbaik untuk Anda sehingga Anda mendapatkan jumlah nutrisi yang tepat.

Rekomendasi umum untuk pasien dengan penyakit hati yang berat meliputi:

  • Makan karbohidrat dalam jumlah besar. Karbohidrat harus menjadi sumber utama kalori dalam diet ini.
  • Makan asupan lemak dalam jumlah sedang, seperti yang ditentukan oleh dokter. Peningkatan karbohidrat dan lemak membantu mencegah pemecahan protein dalam hati.
  • Memiliki sekitar 1 gram protein per kilogram berat badan. Ini berarti bahwa orang dengan 154-pound (70 kilogram) harus makan 70 gram protein per hari. Ini tidak termasuk protein dari makanan dan sayuran bertepung. Seseorang dengan hati yang rusak parah mungkin perlu makan lebih sedikit protein. Bicarakan dengan dokter Anda tentang kebutuhan protein Anda.
  • Konsumsi suplemen vitamin, terutama vitamin B kompleks.
  • Mengurangi jumlah garam yang Anda konsumsi (biasanya kurang dari 1500 miligram per hari) jika Anda mempertahankan cairan.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Direview tanggal: Oktober 25, 2016 | Terakhir Diedit: November 4, 2019

Sumber