Apa itu batuk darah?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Carla Pramudita Susanto

Definisi

Apa itu batuk darah?

Batuk darah atau hemoptysis merupakan keadaan batuk yang disertai dengan keluarnya darah. Darah yang dikeluarkan dapat berwarna merah muda, merah terang, sampai merah pekat. Darah yang berasal dari paru-paru atau saluran pernapasan biasanya berbusa karena bercampur dengan udara dan dahak. 

Penyakit ini menandakan gangguan kesehatan yang serius karena dapat disebabkan oleh infeksi pada pembuluh darah, saluran pernapasan, paru-paru  ataupun terdapatnya kanker. Oleh sebab itu, batuk darah membutuhkan penanganan medis secara profesional sehingga tidak menyebabkan dampak kesehatan yang lebih serius ataupun kerusakan pada sistem pernapasan.   

Seberapa umum batuk darah?

Meski batuk yang disertai darah terlihat mengerikan, namun tidak semua penyebab dari batuk darah menandakan gangguan kesehatan yang serius. Dilansir dari Medical News Today, hemoptysis umum terjadi ketika ada pendarahan yang berlangsung di dalam tenggorokan, trakea, atau pada salah satu bagian saluran pernapasan di dalam paru-paru. 

Kondisi ini berlangsung ketika seseorang mengalami infeksi yang terjadi di saluran pernapasan atau terkena penyakit seperti bronkitis dan pneumonia. Pada anak-anak batuk darah umum disebabkan oleh infeksi pada saluran pernapasan di bagian atas akibat menghirup partikel asing. 

Akan tetapi, batuk berdarah juga dapat menjadi gejala spesifik dari beberapa penyakit kronis, seperti kanker paru-paru dan tuberkulosis (TBC). Jika TBC disebabkan oleh virus, kanker paru dapat diakibatkan oleh kebiasaan merokok. Melansir Very Well Health, perempuan lebih umum terserang kanker paru-paru dibandingkan laki-laki.

Tanda-tanda dan gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala batuk darah?

Batuk darah lebih tepat disebut gejala daripada kondisi. Ada beberapa gejala lain yang sering menyertai batuk darah:

  • Batuk berkepanjangan
  • Terdapat darah di dalam dahak yang dikeluarkan
  • Darah berwarna merah terang sampai pekat
  • Nyeri dada
  • Pusing
  • Demam
  • Sesak napas

Penyebab

Dari mana darah berasal?

Sebenarnya terdapat berbagai kondisi dapat menyebabkan darah keluar bersamaan dengan dahak. 

Darah bisa saja berasal dari perut dan organ-organ di dalam sistem pencernaan lainnya. Jika keluarnya darah berasal dari sistem pencernaan disebut hematemesis. Ciri-cirinya adalah warnanya gelap dan biasanya bercampur dengan sisa-sisa makanan.

Nah, dalam penyakit batuk yang mengeluarkan darah ini, darah biasanya berasal dari bagian paru-paru dan saluran pernapasan di sekitarnya (hemoptysis).

Apa penyebab batuk darah?

Darah yang dikeluarkan saat batuk sebenarnya dapat berasal dari beberapa bagian tubuh, seperti paru-paru, saluran pernapasan, dan perut. Gejala-gejala yang muncul dapat disebabkan dari beberapa masalah medis yang berlangsung di bagian tubuh tersebut. Peristiwa yang terjadi dapat berupa iritasi, infeksi, atau munculnya kanker.

Penyebab umum batuk darah

American Academy of Family Physicians menyebutkan bahwa penyebab dari batuk berdarah umum berasal dari penyakit-penyakit yang menyerang sistem pernapasan seperti, bronkitis, pneumonia, TBC, dan kanker paru. Namun dalam banyak kasus, bronkitis akut dan bronkitis kronis adalah penyebab yang paling banyak ditemukan. Simak penjelasan secara lebih jelasnya di bawah ini:

  1. Bronkitis akut

Bronkitis akut merupakan peradangan yang terjadi di saluran bronkus yang  disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus. Penyakit ini biasanya ditandai dengan munculnya gejala-gejala seperti pilek atau flu, kelelahan, merasa sesak napas, demam ringan sampai menggigil, dan batuk kering. Gejala-gejala ini terus berlangsung selama 2 sampai 3 minggu.

Peradangan saluran pernapasan yang terjadi pada bronkitis akut bisa mengakibatkan pecahnya pembuluh darah di sekitar cabang batang tenggorokan (bronkus)

  1. Tuberkulosis

Tuberkulosis atau TBC merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Untuk memulihkannya, TBC membutuhkan pengobatan yang dilakukan dalam jangka waktu panjang. Gejala-gejala yang muncul adalah batuk yang terus berlangsung selama tiga minggu, demam, berkeringat di malam hari, nyeri di sekujur tubuh, kelelahan, nafsu makan menurun, berat badan menurun drastis.

TBC yang tidak terobati dengan baik bisa menyebabkan komplikasi yang menurunkan fungsi paru, ditandai dengan batuk yang mengeluarkan dahak berdarah.

  1. Kanker paru

Penyebab utama dari penyakit kanker paru adalah rokok. Tidak hanya para perokok aktif, perokok pasif yang konsisten menghirup asap rokok pun bisa terkena penyakit kanker paru. Kanker paru umumnya menyerang orang-orang yang berusia di atas 40 tahun. Sama seperti kanker lainnya, gejala kanker paru sulit dideteksi. Batuk darah merupakan gejala yang paling sering muncul saat kanker sudah menyebar dan menginjak stadium lanjut.

  1. Bronkiektasis

Infeksi pada bronkus juga bisa menyebabkan gangguan pernapasan kronis yang dinamakan bronkiektasis. Peradangan bronkus menyebabkan dinding bronkus menebal sehingga paru-paru tidak bisa membersihkan lendir yang menutupi permukaannya. Jumlah lendir pun menjadi berlebih sehingga menutupi jalannya udara, kondisi seperti ini dapat mengakibatkan hilangnya fungsi paru-paru secara bertahap.  Orang yang mengidap bronkiektasis akan mengalami batuk berdahak yang tidak kunjung sembuh yang dapat disertai dengan keluarnya darah. Penyakit ini bersifat permanen yang bisa kambuh sewaktu-waktu.

Penyebab lain batuk darah

Selain kelima penyakit di atas, berikut merupakan berbagai faktor dan penyakit lain yang berpotensi menyebabkan terjadinya batuk darah.

  • Luka di saluran pernapasan bagian atas
  • Luka di saluran pencernaan bagian atas
  • Kanker leher: Sel kanker dapat ditemukan di bagian tenggorokan, laring, dan kerongkongan. Penyakit ini dapat menyebabkan pembengkakan atau peradangan pada tenggorokan secara permanen, sekaligus memunculkan bintik-bintik putih dan merah di dalam mulut.
  • Cystic Fibrosis: Kerusakan paru-paru yang disebabkan oleh sejumlah faktor dan penyebab sehingga mengakibatkan penumpukan dahak di dalam paru-paru.
  • Penyempitan katup jantung: Penyakit ini dapat menyebabkan penderitanya kesulitan untuk bernapas terutama saat sedang berbaring. Gejala lain ditunjukkan dengan pembengkakan pada kaki, denyut jantung yang tidak teratur, dan kelelahan, biasanya akan semakin parah jika melakukan aktivitas berat.
  • Pulmonary embolism: Dikenal juga dengan emboli paru yaitu kondisi di mana terdapat gumpalan darah yang menyumbat salah satu pembuluh darah dalam paru. 
  • Pulmonary edema: Terdapatnya cairan di dalam paru-paru. Kondisi ini mum terjadi pada orang yang mengalami penyakit jantung. Penyakit ini menghasilkan dahak berwarna merah muda, biasanya juga disertai dengan napas yang memendek dan rasa sakit di bagian dada.
  • Antikoagulasi: Diakibatkan oleh penggunaan pengencer darah (blood thinner) yang berlebih untuk menghentikan pembekuan darah. Beberapa jenisnya adalah warfarin, rivaroxaban, dabigatran, dan apixaban. 
  • Penyakit autoimun: lupus, Wegener’s granulomatosis, microscopic polyangiitis, sindrom Churg-Strauss, dan lainnya.
  • Penggunaan narkotika: Narkotika seperti kokain apabila dihisap melalui hidung dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan di bagian atas.
  • Cedera: Trauma pada tulang dan otot paru akibat kecelakaan dapat menyebabkan batuk darah.
  • Pulmonary arteriovenous malformations (AVMs)
  • Gagal jantung kongestif

Faktor risiko batuk darah

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk batuk darah?

elain penyakit-penyakit di atas, beberapa kondisi kesehatan lain juga dapat membuat Anda lebih berisiko mengeluarkan darah saat batuk. Inilah beberapa faktor yang membikin Anda memiliki risiko batuk darah yang lebih tinggi: 

  • Saat terinfeksi virus HIV (untuk kaposi sarcoma, tuberkulosis, dan infeksi jamur)
  • Penggunaan imunosupresan, obat yang menekan sistem kekebalan tubuh
  • Terekspos dengan virus penyebab penyakit TBC
  • Riwayat merokok
  • Riwayat keluarga terhadap pembekuan darah
  • Penggunaan obat yang mengandung estrogen
  • Setelah menjalani operasi
  • Setelah sembuh dari kanker

Diagnosis untuk batuk darah

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Seberapa berbahaya batuk darah tergantung dari jumlah darah yang dikeluarkan, namun bukan berarti saat darah yang dikeluarkan sedikit, kondisi tersebut bisa diabaikan begitu saja. 

Anda bisa segera menemui dokter kapanpun saat batuk yang dialami disertai dengan keluarnya darah. Dokter selanjutnya akan menentukan jenis pengobatan seperti apa yang tepat untuk menyembuhkan batauk berdahak berdasarkan gejala dan penyebab dari batuk berdarah yang Anda alami.

 Dilansir dari Healthline dan WebMD, terdapat juga beberapa kondisi lain yang mengharuskan Anda segera meminta pertolongan medis untuk mengatasi penyakit ini:

  • Pada saat batuk mulai mengeluarkan darah setelah dada mengalami cedera akibat terbentur atau jatuh.
  • Batuk berdahak telah berlangsung selama seminggu dengan gejala yang semakin parah.
  • Darah yang dikeluarkan dari batuk kerap muncul dan hilang dengan tidak teratur.
  • Saat volume darah yang dikeluarkan dari batuk mencapai sekitar satu sendok teh (100 ml). 
  • Terdapatnya darah pada urin dan feses.
  • Mengalami sakit pada dada dan napas berangsur memendek.
  • Batuk darah disertai dengan penurunan berat badan.
  • Berkeringat di malam hari.
  • Mengalami demam yang mencapai 38 derajat celcius.

Hampir semua pengobatan batuk berdarah selalu memerlukan pertolongan medis profesional di rumah sakit sampai penyebabnya teridentifikasi dan batuk tidak lagi mengeluarkan darah.

Diagnosis batuk darah

Pengobatan yang tepat dilakukan untuk menyembuhkan batuk darah bergantung dari penyebabnya. Secara umum, pada orang yang mengalami batuk berdarah, pemeriksaan berfokus pada volume darah yang dikeluarkan, frekuensi terjadinya batuk darah, dan risiko gangguan pernapasan yang ditimbulkan. 

Maka dari itu, sebelumnya dokter akan menanyakan mengenai gejala-gejala yang dialami oleh pasien, berapa lama batuk berdahak berlangsung, seperti apa kenampakan darah, dan seberapa banyak darah yang dikeluarkan.

Dari informasi tersebut, dokter akan mendiagnosis dari mana perdarahan berasal apakah dari saluran pernapasan atau paru-paru dan untuk kemudian menentukan penyebab dari batuk berdarah tersebut. 

Pemeriksaan batuk darah

Dalam menentukan penyebab dokter biasanya juga akan melakukan serangkaian pemeriksaan laboratorium pada bagian dada dan paru-paru, seperti berikut ini:

  • CT scan: Memindai beberapa bagian dari organ pada sistem pernapasan untuk mendapatkan gambaran secara lebih rinci. 
  • X-ray atau Foto Rontgen: Pengambilan gambar pada bagian dalam tubuh dengan menggunakan gelombang elektromagnetik. Hasilnya dapat dengan jelas memperlihatkan adanya gangguan di dalam paru-paru, seperti penumpukan cairan. 
  • Bronkoskopi: Memeriksa bagian dalam paru-paru dengan bantuan alat endoskop untuk mengetahui bagian tubuh yang menyebabkan penyakit batuk darah.
  • Tes darah: Pemeriksaan mencakup perhitungan elemen darah komplit untuk menentukan kadar sel darah putih dan merah.
  • Lung biopsy: Mengambil salah satu jaringan dari paru-paru untuk selanjutnya diperiksa lebih teliti di dalam laboratorium.
  • Sputum culture: Pemeriksaan dilakukan untuk mencari infeksi yang diakibatkan oleh organisme pada sampel dahak.
  • Pulse Oximetry: Untuk memeriksa kadar oksigen di dalam tubuh.
  • Lung VQ scan: Memeriksa aliran darah dan udara di dalam paru-paru.

Pengobatan batuk darah

Bagaimana cara mengobati batuk darah?

Setiap bentuk penanganan dan pengobatan yang dilakukan bertujuan untuk menghentikan pendarahan yang diakibatkan oleh penyakit yang diidentifikasi sebagai penyebab. 

Tujuan dari pengobatan adalah menghentikan perdarahan dan mengobati kondisi kesehatan yang menyebabkan batuk darah.

Jika diketahui penyebabnya adalah iritasi ringan pada tenggorokan sehingga mengakibatkan batuk berkepanjangan, dokter biasanya akan memberikan obat over-the-counter (OTC), seperti memberikan supresan batuk, pemberian steroid untuk meredakan inflamasi yang menyebabkan pendarahan, atau antibiotik yang digunakan untuk membunuh bakteri penyebab penyakit pneumonia dan tuberkulosis.

Jika pendarahan tetap berlangsung, meskipun telah mengonsumsi obat dari dokter, biasanya dokter akan merekomendasikan Anda untuk dirawat inap di rumah sakit. Seperti yang dilansir dari Medical News Today, apabila kondisi Anda tetap tidak membaik, dokter akan menyarankan untuk melakukan sejumlah prosedur sebagai berikut:

  • Embolisasi: Prosedur ini akan dilakukan jika diketahui pendarahan disebabkan oleh pembuluh darah. Injeksi gelatin kemudian dilakukan untuk menutup bagian pembuluh darah yang bocor.
  • Bronkoskopi: Alat yang dinamakan endoscope akan dimasukan melalui lubang pernapasan, salah satu bagiannya digunakan menghentikan pendarahan dan yang lainnya untuk menghilangkan pembekuan darah.
  • Transfusi darah : Elemen yang ditransfusikan dapat berupa plasma darah, leukosit (sel darah putih), eritrosit (sel darah merah), trombosit untuk menghentikan pendarahan yang disebabkan oleh pembekuan atau kondisi thin blood.
  • Kemoterapi: Prosedur ini diterapkan untuk menyembuhkan batuk darah yang disebabkan oleh penyakit kanker paru-paru.
  • Operasi: Tujuan operasi adalah untuk mengangkat bagian atau jaringan di dalam paru-paru yang terkena kanker. Prosedur seperti ini dijadikan opsi terakhir apabila darah yang dikeluarkan semakin banyak dan batuk darah semakin sering terjadi.

Pencegahan batuk darah

Batuk darah dapat mengindikasikan terdapatnya gangguan kesehatan atau penyakit kronis tertentu. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk lebih peka terhadap gejala-gejala muncul. Jika gejala terus dibiarkan, maka dapat kondisi batuk berdarah yang Anda alami akan bertambah parah.

Untuk mencegah batuk darah tidak terjadi lagi di kemudian hari, Anda dapat melakukan sejumlah tindakan pencegahan. Upaya yang bisa dilakukan sebaiknya menyesuaikan dengan faktor-faktor penyebab dari penyakit ini. 

Apabila batuk berdarah diakibatkan oleh kebiasaan merokok, maka sebaiknya Anda mulai mengurangi frekuensi merokok atau bahkan mulai berhenti untuk tidak mengonsumsi rokok sama sekali. Sama halnya dengan lingkungan berpolusi yang asapnya menimbulkan infeksi pada sistem pernapasan, Anda sebaiknya menghindari melakukan aktivitas secara intensif di dalam lingkungan tersebut.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

Sumber

Direview tanggal: September 22, 2016 | Terakhir Diedit: September 12, 2019

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca