Apa Itu Nokturia?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Definisi

Apa itu nokturia?

Nokturia, atau nocturnal polyuria, adalah istilah medis yang digunakan untuk mendeskripsikan kondisi buang air kecil terlalu sering di malam hari. Saat Anda terbangun lebih dari dua kali setiap malam untuk ke toilet, kemungkinan Anda menderita nokturia.

Normalnya, Anda dapat tidur selama 6 hingga 8 jam tanpa harus terbangun untuk buang air kecil. Namun, jika Anda mengalami nokturia umumnya bisa terbangun lima atau enam kali dalam satu malam untuk buang air. Maka dari itu, penderita kondisi ini memiliki kualitas tidur yang kurang baik.

Selain mengganggu kualitas tidur, kondisi ini mungkin sebenarnya adalah tanda dari beberapa masalah kesehatan tertentu. Beberapa di antaranya adalah infeksi saluran kencing, tumor di kandung kemih atau prostat, prolaps kandung kemih, bahkan diabetes.

Umumnya, nokturia adalah kondisi yang dapat dibagi menjadi 4 jenis. Jenis ini menentukan apa yang menyebabkan Anda terlalu sering buang air kecil di malam hari.

  • Poliuria, ketika tubuh Anda memproduksi terlalu banyak urin dalam periode 24 jam.
  • Poliuria nokturnal, saat tubuh Anda memproduksi urin terlalu banyak di malam hari.
  • Masalah kapasitas kandung kemih, ketika kandung kemih Anda tidak dapat menyimpan dan membuang urin dengan baik.
  • Nokturia campuran, ketika nokturia terjadi akibat kombinasi dari hal-hal di atas.

Perlu diketahui bahwa kondisi ini berbeda dengan enuresis atau mengompol, yang lebih sering ditemukan pada balita dan anak-anak.

Seberapa umumkah nokturia?

Nokturia adalah kondisi yang sangat umum terjadi. Sebanyak 1 dari 3 orang dewasa berusia 30 tahun ke atas pernah mengalaminya.

Angka kejadian kondisi ini mengalami peningkatan seiring dengan bertambahnya usia. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh perubahan gaya hidup atau adanya masalah kesehatan lain, seperti diabetes dan gagal jantung kongestif.

Kondisi ini juga banyak ditemukan pada wanita yang sedang hamil. Hal ini disebabkan karena rahim yang membesar dapat menekan kandung kemih, sehingga keinginan untuk buang air kecil bertambah.

Nokturia adalah kondisi yang dapat ditangani dengan cara mengenali faktor-faktor risiko yang ada. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai penyakit ini, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter Anda.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala nokturia?

Umumnya, Anda dapat tidur 6-8 jam pada malam hari tanpa perlu bangun untuk ke toilet. Salah satu tanda-tanda dan gejala utama dari nokturia adalah bangun lebih dari dua kali pada malam hari untuk buang air kecil. Hal ini dapat menyebabkan gangguan pada siklus tidur yang normal.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Tubuh masing-masing penderita menunjukkan tanda-tanda dan gejala yang bervariasi. Untuk mendapatkan penanganan yang paling tepat dan sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, selalu periksakan gejala-gejala yang Anda alami ke dokter atau pusat layanan kesehatan terdekat.

Penyebab

Apa penyebab nokturia?

Saluran kemih Anda terdiri dari organ yang berfungsi untuk memproduksi, menyimpan, dan membuang urin. Urin merupakan cairan sisa pembuangan dari tubuh Anda.

Urin terbentuk ketika ginjal membersihkan darah Anda. Normalnya, ginjal membuat sekitar 400 hingga 2.000 mL urin setiap harinya. Pada beberapa kasus, tubuh penderita nokturia menghasilkan urin lebih dari batas wajar.

Namun, kondisi ini juga dapat terjadi akibat masalah kesehatan lain. Salah satunya adalah infeksi saluran kemih. Infeksi ini menyebabkan sensasi terbakar dan rasa ingin buang air pada siang dan malam hari.

Selain itu, minum air terlalu banyak menjelang waktu tidur, terutama alkohol dan kafein, juga dapat menyebabkan Anda sering terbangun di malam hari untuk buang air kecil.

Jadi, nokturia adalah kondisi yang sangat berkaitan dengan pilihan gaya hidup hingga kondisi medis. Berikut adalah beberapa kondisi medis yang berkaitan erat dengan penyakit ini:

  • Infeksi atau pembesaran prostat
  • Turunnya kandung kemih
  • Sindrom kandung kemih terlalu aktif
  • Tumor pada kandung kemih, prostat atau area pelvis
  • Diabetes
  • Kegelisahan
  • Infeksi ginjal
  • Edema, atau pembengkakan pada kaki bawah
  • Penyakit neurologis, seperti multiple sclerosis (MS), penyakit Parkinson, atau kompresi saraf tulang belakang
  • Gagal jantung

Selain masalah-masalah di atas, kondisi-kondisi lain yang dapat memicu munculnya nokturia adalah:

1. Kehamilan

Keinginan untuk buang air kecil di malam hari secara terus menerus bisa jadi merupakan gejala awal dari kehamilan. Kondisi ini dapat muncul pada masa awal kehamilan. Namun, kemunculannya lebih umum terjadi saat rahim semakin membesar dan menekan kandung kemih.

2. Sleep apnea

Selain itu, buang air kecil berlebih di malam hari juga merupakan salah satu gejala obstructive sleep apnea. Hal ini dapat terjadi meskipun kandung kemih tidak penuh. Begitu sleep apnea berhasil dikendalikan, gejala-gejalanya pun akan hilang.

3. Efek samping obat

Beberapa jenis pengobatan dapat menyebabkan nokturia sebagai efek samping, terlebih lagi jika Anda mengonsumsi obat diuretik (water pills). Obat tersebut biasanya digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi atau edema kaki.

Berikut adalah obat-obatan yang mungkin dapat memicu rasa ingin buang air di malam hari:

  • Demeclocycline
  • Lithium
  • Methoxyflurane
  • Phenytoin
  • Propoxyphene

Anda harus mencari perawatan medis darurat jika Anda kehilangan kemampuan untuk buang air kecil, atau tidak dapat mengendalikan buang air kecil.

4. Akibat gaya hidup

Penyebab umum dari kondisi ini adalah konsumsi cairan yang berlebih. Alkohol dan minuman berkafein merupakan diuretik, di mana jika Anda mengonsumsinya, tubuh Anda akan menyebabkan lebih banyak urin.

Mengonsumsi alkohol atau minuman berkafein secara berlebih dapat merusak kualitas tidur dan perlu buang air pada malam hari.

Beberapa orang yang memilki nokturia adalah orang yang hanya terbiasa bangun pada malam hari untuk buang air kecil.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk nokturia?

Nokturia adalah kondisi yang dapat terjadi pada siapa saja, tidak memandang golongan usia maupun kelompok ras. Namun, terdapat beberapa faktor yang meningkatkan risiko seseorang mengalami kondisi ini.

Memiliki salah satu atau beberapa faktor risiko bukan berarti Anda dipastikan akan mengalami kondisi tersebut. Ada pula kemungkinan kecil Anda dapat menderita nokturia meskipun Anda tidak memiliki satu pun faktor risiko.

Berikut adalah faktor-faktor risiko yang dapat memicu munculnya kondisi buang air berlebihan di malam hari:

1. Usia

Kondisi ini cenderung lebih banyak ditemukan pada pasien berusia lanjut. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh meningkatnya masalah-masalah kesehatan seiring dengan bertambahnya usia.

Jadi, apabila Anda termasuk dalam golongan berusia lanjut, peluang Anda untuk menderita penyakit ini lebih besar.

2. Menderita penyakit tertentu

Orang yang mengidap penyakit-penyakit tertentu, seperti gagal jantung kongestif, diabetes tipe 2, serta hiperplasia prostat jinak (BPH) memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami peningkatan frekuensi buang air di malam hari.

3. Menderita masalah ginjal dan saluran kencing

Apabila Anda pernah atau sedang mengidap masalah ginjal dan saluran kencing, seperti batu ginjal, infeksi saluran kencing, atau kandung kemih yang terlalu overaktif, risiko Anda untuk menderita nokturia lebih tinggi.

4. Memiliki gangguan bernapas

Jika Anda memiliki masalah dalam bernapas, terutama saat sedang tidur di malam hari atau sleep apnea, kesempatan Anda untuk mengalami kondisi tersebut lebih besar.

5. Terdapat tumor di prostat

Adanya tumor, baik yang jinak maupun berpotensi menjadi sel kanker, dapat memengaruhi peluang Anda untuk mengalami kondisi ini.

Benign prostatic hyperplasia (BPH) atau pembesaran prostat jinak merupakan salah satu penyebab utama dari penyakit ini.

Meskipun pembesaran prostat tidak berbahaya dan tidak berpotensi menjadi kanker, kondisi ini dapat mempersempit saluran uretra, sehingga urin sulit mengalir dengan lancar. Hal ini yang menyebabkan buang air terasa tidak tuntas dan penderita sering terbangun di malam hari.

Maka dari itu, Anda yang menderita kanker prostat juga berpeluang besar untuk mengalami kondisi ini.

6. Lingkungan

Orang yang pernah atau sering terpapar dengan zat berbahaya, seperti radiasi nuklir atau keracunan merkuri, memiliki peluang lebih besar untuk menderita penyakit ini.

Diagnosis & pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana nokturia didiagnosis?

Proses diagnosis penyebab nokturia mungkin sulit untuk dilakukan. Sebelum melakukan diagnosis, dokter akan menanyakan beberapa pertanyaan untuk Anda. Pertanyaan-pertanyaan tersebut meliputi:

  • Kapan nokturia dimulai?
  • Berapa kali dalam semalam Anda buang air kecil?
  • Apakah Anda menghasilkan urin lebih sedikit dari sebelumnya?
  • Apakah Anda pernah mengalami kecelakaan atau pernahkah Anda mengompol?
  • Apakah ada yang memperburuk kondisi Anda?
  • Apakah Anda memiliki gejala lain?
  • Obat-obatan apa yang Anda gunakan?
  • Apakah Anda memiliki sejarah keluarga terhadap masalah kandung kemih atau diabetes?

Menyimpan buku harian yang berisi apa yang Anda minum dan seberapa banyak, serta seberapa sering Anda buang air kecil, dapat membantu.

Anda juga dapat melakukan beberapa pemeriksaan seperti:

  • Tes gula darah (untuk melihat diabetes)
  • Tes urea darah
  • Kultur urin
  • Tes kekurangan cairan
  • Tes pencitraan atau pengambilan gambar, seperti ultrasonik

Bagaimana nokturia ditangani?

Jika nokturia disebabkan oleh pengobatan, mengonsumsi obat sebelumnya pada siang hari dapat membantu.

Perawatan untuk nokturia kadang dapat meliputi pengobatan, seperti obat anticholinergic, yang dapat mengurangi gejala kandung kemih yang overaktif, atau desmopressin, yang menyebabkan ginjal menghasilkan lebih sedikit urin. Berikut penjelasan lebih lanjutnya.

Obat anticholinergic umumnya diresepkan untuk mengobati enuresis, yang ternyata juga memiliki persentase keberhasilan 5-40% dalam mengatasi nokturia. Efek samping yang ditimbulkan adalah mulut kering, pusing, dan penglihatan kabur.

  • Darifenacin: membantu melegakan kejang pada kandung kemih dan mengatasi kandung kemih yang overaktif.
  • Oxybutynin: membantu merilekskan otot detrusor pada kandung kemih.
  • Tolterodine: obat golongan antimuskarinik ini bekerja menyerupai oxybutynin.
  • Trospium Chloride: membantu menghambat reseptor cholinergic yang terdapat di kandung kemih, sehingga overaktivitas kandung kemih berkurang.
  • Solifenacin: obat ini merupakan agen antimuskarinik dengan efek samping anticholinergic yang lebih sedikit.

Apabila obat-obatan di atas dinilai tidak menunjukkan perkembangan dalam pemulihan, dokter mungkin akan meresepkan obat-obatan di bawah:

  • Desmopressin: menyerupai ADH atau vasopressin, obat ini membantu ginjal memproduksi urin lebih sedikit.
  • Furosemide: obat diuretik jenis ini membantu mengatur produksi urin di siang hari, sehingga urin di malam hari pun berkurang.
  • Bumetanide: obat diuretik yang satu ini mengatur produksi urin di malam hari.

Nokturia adalah kondisi yang dapat menyebabkan masalah kesehatan lain semakin memburuk, seperti diabetes atau infeksi saluran kemih yang dapat memperburuk atau menyebar jika tidak diatasi. Saat kondisi-kondisi kesehatan tersebut telah teratasi, umumnya penyakit ini juga akan hilang dengan sendirinya.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi nokturia?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi nokturia:

1. Perbaiki pola makan dan gaya hidup

Mengurangi jumlah yang Anda minum sebelum tidur dapat menghindari Anda dari buang air di malam hari. Menghindari minuman yang mengandung alkohol dan kafein juga dapat membantu, serta buang air sebelum Anda tidur.

Beberapa makanan juga bersifat diuretik, seperti cokelat, makanan pedas dan pemanis buatan. Latihan kegel dapat memperkuat otot pelvic dan meningkatkan kendali pada kemih.

Selain itu, Anda juga dapat melakukan senam kegel dan latihan dasar panggul untuk memperkuat otot-otot panggul Anda sehingga meningkatkan kontrol kandung kemih.

2. Tidur siang

Dengan beristirahat dan tidur yang cukup di siang hari, penumpukan cairan di tubuh Anda dapat dicegah, sehingga cairan tubuh akan tersebar secara merata di tubuh melalui aliran darah. Hal ini membuat Anda tidak ingin terlalu sering buang air kecil.

3. Mengangkat kaki

Sama dengan tidur siang, mengangkat kaki Anda membantu tubuh menyebarkan cairannya secara merata, sehingga dapat terserap oleh aliran darah. Anda bisa melakukannya sambil berbaring dan menumpuk bantal di bawah kaki Anda.

4. Gunakan compression stocking

Gunakan stoking khusus yang dapat memberikan efek serupa dengan mengangkat kaki. Stoking tersebut dapat memberi tekanan dan membantu meratakan penyebaran cairan di aliran darah.

5. Buat kebiasaan baru berupa mencatat

Perhatikan apa yang memperburuk gejala Anda agar Anda dapat menyesuaikan kebiasaan Anda. Beberapa orang merasa terbantu dengan memiliki buku harian yang berisi apa saja dan kapan yang mereka minum.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Maret 12, 2016 | Terakhir Diedit: September 5, 2019

Yang juga perlu Anda baca