Apa Itu Night Eating Disorder (NES)?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu night eating syndrome?

Night Eating Syndrome atau biasa disingkat NES adalah suatu gangguan makan yang ditandai dengan tertundanya ritme sirkadian (irama tubuh) yang mengatur jam makan. Night eating syndrome tidak sama dengan binge eating disorder, meski para individu yang menderita NES sering kali juga merupakan binge eater.

Perbedaan keduanya terletak pada jumlah makanan yang dikonsumsi pada malam hari. Para individu penderita NES biasanya merasa tidak memiliki kontrol atas pola makan mereka, bukan atas jumlahnya yang berlebihan atau asupan makanannya. Memang, mereka bisa saja tidak memiliki kontrol, namun belum tentu penderita gangguan makan ini mengalaminya.

Seberapa umumkah Night Eating Syndrome?

Sindrom makan tengah malam ini menyerang sekitar 1,5% dari populasi, dan sama-sama sering terjadi pada pria dan wanita, menurut National Institute of Mental Health.

Namun, kondisi ini dapat diatasi dengan mengurangi faktor risiko Anda. Diskusikanlah dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-Tanda dan Gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala sindrom makan tengah malam ini?

Orang yang menderita gangguan makan ini biasanya teringat untuk makan baru pada malam hari. Mereka biasanya tidak merasa lapar di awal hari. Mereka juga dapat menunda jam makan pertama mereka sampai berjam-jam. Setelahnya, penderita sindrom makan tengah malam ini dapat makan lebih dari seperempat makanan yang mereka makan setiap harinya.

Pola makan ini tidak dapat dijelaskan dengan perubahan pada jadwal tidur atau rutinitas sosial lokal seseorang (misalnya, kebiasaan makan larut malam). Orang yang memiliki masalah ini biasanya merasa kecewa dan bersalah dengan sindrom yang mereka alami.

Orang yang menderita gangguan makan tengah malam ini biasanya juga memiliki masalah tidur, termasuk kesulitan untuk tertidur atau untuk tetap lanjut tidur. Orang yang menderita masalah ini lebih mungkin untuk mengalami obesitas. Selain itu, depresi juga merupakan sesuatu yang umum pada orang yang menderita Night Eating Syndrome.

Night Eating Syndrome berbeda dari binge eating disorder. Orang yang menderita binge eating disorder biasanya tidak mengalami episode binge eating pada malam hari (jam 10 malam hingga 6 pagi). Namun, jika mereka mengalaminya, mereka akan makan dalam jumlah besar dalam sekali waktu. Sedangkan, penderita NES cenderung makan dalam porsi kecil dalam beberapa kali pada malam hari.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda mengalami tanda atau gejala yang disebutkan di atas, atau memiliki pertanyaan apa pun, konsultasikanlah pada dokter. Tubuh setiap orang bereaksi dengan cara berbeda. Selalu lebih baik untuk mendiskusikan apa yang terbaik untuk keadaan Anda dengan dokter.

Penyebab

Apa penyebab Night Eating Syndrome?

Dokter tidak yakin apa yang menjadi penyebab gangguan makan ini. Namun, beberapa studi menunjukkan bahwa sindrom ini mungkin berkaitan dengan masalah siklus bangun-tidur dan hormon tertentu.

Penyebab sindrom makan tengah malam bervariasi, tetapi biasanya ada beragam faktor yang berkontribusi. Terkadang mahasiswa jadi memiliki kebiasaan makan di malam hari dan tidak dapat menghentikan kebiasaan itu ketika mereka telah lulus menjadi mahasiswa dan memulai kehidupan pekerjaan. Mereka yang berprestasi tinggi terkadang juga bekerja dengan melewatkan makan siang dan “membalas dendam” dengan makan malam lebih banyak pada malam hari.

Ironisnya, Night Eating Syndrome bisa jadi merupakan suatu respons diet. Ketika orang membatasi asupan kalori mereka di tengah hari, tubuh akan memberikan tanda ke otak bahwa ia membutuhkan makanan. Individu itu kemudian biasanya menanggapi sinyal dari otak secara berlebihan di malam hari. Makan tengah malam juga bisa jadi suatu respons terhadap stres.

Mereka yang menderita Night Eating Syndrome sering kali merupakan orang yang berprestasi tinggi. Namun, gangguan makan yang mereka miliki dapat memengaruhi kemampuannya untuk bersosialisasi atau mengatasi tanggung jawab yang berkaitan dengan pekerjaan. Mereka juga bisa memiliki pola hormon yang berbeda, yang berdampak pada terbaliknya rasa lapar sehingga mereka makan ketika bukan jamnya dan tidak makan saat seharusnya mereka makan.

Faktor Pemicu

Apa yang meningkatkan risiko night eating syndrome?

Para penderita NES sering kali obesitas atau kelebihan berat badan, sehingga mereka rentan terhadap masalah kesehatan yang disebabkan oleh kelebihan berat badan, termasuk tekanan darah tinggi, diabetes, dan kolesterol tinggi. Mereka yang obesitas meningkatkan risiko penyakit jantung, banyak jenis kanker dan penyakit kantung empedu.

Para individu yang menderita sindrom makan tengah malam sering kali memiliki riwayat penyalahgunaan zat, dan bisa menderita depresi. Mereka biasanya melaporkan bahwa mereka lebih depresi saat malam hari. Mereka juga sering kali mengalami gangguan tidur.

Diagnosis dan Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Bagaimana Night Eating Syndrome didiagnosis?

Untuk mencari tahu apakah Anda memiliki gangguan makan ini atau tidak, dokter akan mengajukan pertanyaan mengenai riwayat medis dan pola makan Anda. Night Eating Syndrome sering terjadi bersamaan dengan masalah tidur, sehingga dokter mungkin ingin melakukan tes untuk kebiasaan tidur Anda (polisomnografi).

Apa saja pengobatan Night Eating Syndrome?

Sama halnya dengan gangguan makan yang lain, pengobatan yang berhasil untuk Night Eating Syndrome biasanya membutuhkan kombinasi terapi.

Pengobatan untuk gangguan makan tengah malam ini biasanya dimulai dengan mengedukasi pasien mengenai kondisi mereka, sehingga mereka lebih waspada terhadap pola makan. Dengan begitu, mereka diharapka dapat mulai mengenali pemicu yang memengaruhi pola atau kebiasaan makan mereka.

Hanya dengan menyadari bahwa mereka memiliki Night Eating Syndrome dan bahwa itu bukanlah sebuah kesalahan, mereka telah maju satu langkah mendekati kesembuhan.

Pengobatan Night Eating Syndrome juga meliputi penilaian dan terapi gizi, fisiologi olahraga, dan integrasi dari terapi perilaku-kognitif (CBT), terapi perilaku dialektif (DBT), terapi interpersonal (IT), dan pengelolaan stres. Tambahan informasi online juga dapat membantu pasien mendapatkan kontrol atas gangguan mereka.

Penting bagi para penderita gangguan makan tengah malam ini untuk mengubah perilaku mereka dengan mengubah keyakinan mereka. Jika mereka percaya bahwa mereka tidak akan bisa mengubah cara makan mereka, mereka tidak akan mampu untuk berubah.

Pencegahan

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan di rumah yang dapat dilakukan untuk mengatasi sindrom makan tengah malam ini?

Beberapa tindakan pencegahan serta perawatan mandiri di rumah dapat mengurangi risiko Night Eating Syndrome. Pencegahannya antara lain:

1. Kenali penyebabnya

Beberapa orang menuntaskan sebagian besar jadwal makan mereka yang tertunda pada larut malam atau tengah malam. Untuk mengubah kebiasaan ini, Anda harus mengenali penyebabnya.

2. Kenali pemicu Anda

Sama halnya dengan mengenali penyebab keseluruhan dari makan berlebih Anda, mungkin berguna bagi Anda untuk mencari pola spesifik dari kejadian yang biasanya memicu perilaku makan Anda.

3. Gunakan rutinitas

Jika Anda makan berlebih karena tidak cukup makan pada siang hari, membiasakan diri atau mengisi waktu malam dengan sebuah rutinitas bisa membantu.

4. Rencanakan makan Anda

Masukkan jadwal makan sebagai bagian dari rutinitas Anda. Dengan begitu, Anda akan mendapat manfaat apabila menggunakan program makan.

5. Cari dukungan profesional

Jika Anda menduga bahwa Anda memiliki Night Eating Syndrome atau binge eating disorder, maka Anda mungkin ingin mencari bantuan profesional.

6. Melepaskan atau mengurangi stres.

Kecemasan dan stres adalah dua alasan paling umum mengapa orang makan ketika mereka tidak lapar. Namun, menggunakan makanan untuk melampiaskan emosi adalah ide yang buruk. Jika Anda menyadari bahwa Anda makan ketika merasa cemas atau tertekan, cobalah untuk mencari cara lain melepaskan emosi negatif dan bersantailah.

Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikanlah pada dokter untuk memahami solusi terbaik untuk Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Direview tanggal: November 30, 2018 | Terakhir Diedit: November 30, 2018

Yang juga perlu Anda baca