Apa Itu Memar?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Definisi

Apa itu memar?

Memar adalah perubahan warna pada bagian tertentu kulit yang terjadi akibat pecahnya pembuluh darah kecil di bawah kulit. Kondisi pecahnya pembuluh darah dapat terjadi akibat adanya cedera traumatis.

Trauma dapat disebabkan oleh luka sayatan atau benturan pada bagian tertentu tubuh. Hal ini mengakibatkan pecahnya kapiler atau pembuluh-pembuluh darah kecil.

Pecahnya pembuluh darah hanya terjadi di bagian dalam kulit. Karena kulit tidak mengalami luka, darah yang keluar dari pembuluh akan menumpuk di bawah permukaan kulit, sehingga muncul bercak berwarna merah, ungu, atau biru di dalam kulit.

Seiring dengan berjalannya waktu, bercak biru atau merah ini akan berubah warna menjadi hijau, coklat, atau kuning. Gejala lain yang menyertai kondisi ini adalah pembengkakan, kulit terasa lunak, dan muncul rasa nyeri.

Kondisi ini terkadang menimbulkan rasa sakit saat disentuh, walaupun tidak jarang pula Anda tidak merasakan apapun saat kondisi ini muncul.

Seberapa umumkah memar?

Memar adalah kondisi yang sangat umum dan dapat terjadi pada hampir semua orang. Namun, kasus kejadiannya lebih banyak ditemukan pada pasien berusia lanjut.

Hal ini disebabkan karena lansia memiliki kulit yang lebih tipis, sehingga pembuluh darah di dalamnya lebih rentan mengalami kerusakan.

Kondisi ini dapat diatasi dengan beberapa cara, salah satunya adalah dengan mengendalikan faktor-faktor risiko yang ada. Untuk mengetahui informasi mengenai kondisi ini, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala memar?

Kebanyakan orang memar mengalami tanda-tanda dan gejala yang serupa. Namun, terkadang kondisi ini dapat bervariasi, tergantung pada apa penyebab utamanya.

Terdapat tiga jenis memar, tergantung pada di mana lokasinya:

  • Subcutaneous: memar terjadi di bawah kulit
  • Intramuscular: hanya muncul di bagian dalam otot
  • Periosteal: terjadi pada tulang

Sementara itu, kondisi ini juga dapat dibagi menjadi 2 jenis, tergantung pada bagaimana tampilannya.

  • Ekimosis (Ecchymosis)

Ekomosis adalah bercak berwarna ungu merata yang terjadi ketika darah merembes ke lapisan teratas kulit.

  • Hematoma

Hematoma merupakan sekumpulan darah yang menggumpal. Kondisi ini sedikit berbeda dengan memar biasa karena muncul pembengkakan dan rasa nyeri.

Hematoma terjadi setelah adanya cedera atau benturan keras pada kulit. Namun, terkadang kondisi ini juga dapat terjadi dengan sendirinya.

Berikut adalah penjelasan mengenai gejala-gejala memar berdasarkan penyebabnya:

1. Cedera saat berolahraga

Cedera yang terjadi ketika berolahraga dapat menyebabkan patah tulang, keseleo, dislokasi, otot robek, dan pembengkakan otot.

2. Gegar otak

Kondisi gegar otak tergolong dalam cedera otak ringan. Umumnya, hal ini terjadi akibat adanya benturan keras dan mendadak pada kepala.

Gejala gegar otak dapat bervariasi, tergantung pada tingkat keparahannya. Namun, kebanyakan penderita mengalami pusing, kebingungan, penglihatan ganda, sakit kepala, mual, muntah, sensitif terhadap cahaya, dan kehilangan keseimbangan tubuh.

3. Trombositopenia

Trombositopenia adalah kondisi di mana jumlah trombosit di dalam darah Anda terlalu rendah. Kondisi ini menyebabkan munculnya ruam atau bercak-bercak merah, ungu, atau biru, yang disertai dengan bintik-bintik merah, mimisan, gusi berdarah, muntah darah, dan pendarahan berlebihan saat menstruasi.

4. Leukemia

Kondisi ini merujuk pada jenis kanker darah yang terjadi saat produksi sel darah putih tidak terkendali. Gejala yang menyertai memar akibat leukemia adalah berat badan menurun, pembengkakan kelenjar getah bening, bercak merah di kulit, demam, dan infeksi berkelanjutan.

5. Penyakit Von Willebrand

Penyakit ini adalah salah satu jenis kelainan pendarahan yang disebabkan oleh kurangnya kadar faktor von Willebrand (VWF) di dalam tubuh kita.

Jika kadar VWF Anda rendah, tubuh Anda akan lebih mudah memar, mengalami mimisan, serta pendarahan berlebihan saat terluka.

6. Pergelangan kaki keseleo

Keseleo terjadi ketika ligamen yang ada di sekitar tulang kaki Anda mengalami cedera. Beberapa tanda dan gejala yang muncul adalah pembengkakan, nyeri, perubahan warna pada kulit, serta rasa kaku pada pergelangan kaki.

7. Hemofilia

Hemofilia merupakan kelainan pada proses pendarahan tubuh, di mana darah tidak dapat menggumpal dengan sempurna. Kondisi ini dapat menyebabkan tubuh lebih mudah memar, berdarah, muncul pendarahan di gusi, bahkan pendarahan pada otak.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter bila Anda mengalami gejala-gejala berikut ini:

  • Bengkak dan nyeri pada area memar
  • Memar yang terjadi setelah hantaman atau jatuh yang keras
  • Memar yang terjadi disertai dengan dugaan tulang patah
  • Memar tanpa alasan
  • Memar yang tidak membaik dalam 2 minggu atau tidak hilang dengan sempurna setelah 3-4 minggu
  • Memar di bawah kuku yang terasa sakit
  • Memar yang disertai perdarahan pada gusi, hidung atau mulut
  • Memar yang disertai dengan darah pada urin, feses atau mata
  • Memar yang tidak jelas penyebabnya, terutama dengan pola berulang
  • Memar yang tidak terasa sakit
  • Memar yang muncul pada area yang sama tanpa cedera
  • Memar berwarna hitam pada kaki.

Tubuh masing-masing penderita menunjukkan tanda-tanda dan gejala yang bervariasi. Untuk mendapatkan penanganan yang paling tepat dan sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, pastikan Anda selalu memeriksakan apapun gejala yang muncul ke dokter atau pusat layanan kesehatan terdekat.

Penyebab

Apa penyebab memar?

Memar yang muncul secara tiba-tiba di kulit kemungkinan disebabkan oleh benturan oleh benda keras, seperti pintu, kerangka tempat tidur, tiang, atau kursi tanpa Anda sadari.

Penyebab umum lain yang dapat memicu kemunculan bercak kebiruan atau kemerahan di kulit Anda adalah:

  • Cedera saat olahraga
  • Kecelakaan kendaraan bermotor
  • Gegar otak
  • Cedera kepala
  • Pergelangan kaki keseleo
  • Terbentur benda keras, misalnya terkena bola atau dipukul seseorang
  • Obat-obatan pengencer darah, seperti aspirin atau warfarin (Coumadin)
  • Minum suplemen

Memar yang muncul setelah terdapat luka sayatan, luka bakar, atau cedera adalah normal. Memar tersebut merupakan bagian dari proses tubuh Anda untuk memulihkan area yang mengalami cedera.

Dalam kebanyakan kasus, kondisi ini tidak perlu dikhawatirkan karena tidak menimbulkan bahaya yang berarti. Namun, apabila Anda memiliki luka yang disertai dengan nanah, cairan bening, atau darah, Anda sebaiknya memeriksakan diri ke dokter. Kondisi tersebut kemungkinan berkaitan dengan infeksi.

Jika anak Anda memiliki memar yang tidak diketahui penyebab pastinya, Anda dapat membawa anak ke pusat layanan kesehatan terdekat untuk menentukan apa penyebabnya. Kondisi tersebut bisa jadi merupakan gejala penyakit tertentu, atau kekerasan yang dilakukan kepada anak.

Selain itu, beberapa jenis obat-obatan dapat memicu terjadinya kondisi ini, khususnya obat-obatan pengencer darah dan kortikosteroid.

Beberapa suplemen herbal, seperti minyak ikan, juga memiliki efek mengencerkan darah, sehingga memar dapat muncul. Anda juga mungkin akan mengalami kondisi ini setelah disuntik atau mengenakan pakaian terlalu ketat.

Kondisi ini juga lebih umum ditemukan pada kulit orang berusia lanjut. Seiring dengan pertambahan usia Anda, kulit Anda akan semakin menipis. Hal ini menyebabkan kapiler-kapiler di dalam kulit Anda lebih rentan terhadap kerusakan.

Faktor-faktor risiko

Apa saja faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko saya untuk mengalami memar?

Memar adalah kondisi yang dapat terjadi pada hampir setiap orang, terlepas dari apa kelompok usia dan golongan rasnya. Namun, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami kondisi tersebut.

Penting untuk Anda ketahui bahwa memiliki salah satu atau beberapa faktor risiko bukan berarti Anda pasti akan mengalami kondisi kesehatan atau penyakit tertentu.

Dalam kasus yang jarang terjadi, seseorang mungkin dapat mengalami suatu kondisi kesehatan atau penyakit tanpa adanya satu pun faktor risiko.

Berikut adalah faktor-faktor risiko yang dapat memicu munculnya memar di tubuh Anda, yaitu:

1. Usia

Orang-orang berusia lanjut memiliki kulit yang lebih tipis seiring dengan bertambahnya usia. Kondisi tersebut menyebabkan pembuluh darah di bawah kulit rentan mengalami kerusakan.

Oleh karena itu, apabila Anda tergolong dalam rentang usia lanjut, risiko Anda untuk mengalami kondisi ini lebih tinggi.

2. Melakukan aktivitas fisik yang terlalu berat

Kondisi ini juga lebih sering terjadi pada orang-orang yang aktif melakukan kegiatan fisik yang berat, seperti angkat beban, lari, bela diri, dan lain sebagainya.

3. Menderita penyakit atau kondisi kesehatan tertentu

Beberapa macam penyakit dan kondisi kesehatan, seperti leukemia, hemofilia, penyakit hati, sindrom Cushing, sindrom Marfan, anemia defisiensi zat besi, serta anemia aplastik dapat meningkatkan risiko terjadinya pendarahan di dalam kulit.

4. Konsumsi obat-obatan tertentu

Orang-orang yang mengonsumsi obat-obatan tertentu lebih mudah mengalami kondisi ini. Obat-obatan tersebut meliputi nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAID), seperti aspirin dan ibuprofen (Advil, Motrin).

Selain itu, obat-obatan pengencer darah seperti warfarin (Coumadin), clopidogrel (Plavix), dan heparin juga memengaruhi kemunculan memar.

Steroid (prednisone) serta obat-obatan lain yang digunakan untuk mengatasi kanker juga memengaruhi risiko seseorang untuk terkena kondisi ini.

5. Defisiensi atau kekurangan vitamin C

Tubuh yang mengalami defisiensi atau kekurangan vitamin C juga lebih berisiko mengalami kondisi ini.

6. Minum alkohol berlebihan

Konsumsi alkohol yang berlebihan tidak baik untuk kesehatan secara keseluruhan. Jadi, apabila Anda minum minuman beralkohol lebih dari 1-2 gelas sehari, risiko Anda untuk mengalami kondisi ini lebih tinggi.

Diagnosis & pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana memar didiagnosis?

Kondisi ini sebenarnya cukup mudah untuk didiagnosis. Dokter hanya perlu melihat secara langsung bagian kulit yang mengalami perubahan warna.

Namun, dalam beberapa kasus, kondisi ini perlu pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui apa penyebab utamanya, misalnya patah tulang.

Jika terdapat kemungkinan cedera atau patah tulang, dokter akan merekomendasikan tes X-ray pada area yang terdampak.

Apabila kondisi tersebut sering terjadi tanpa ada penyebab khusus, dokter mungkin akan melakukan tes darah untuk mengetahui apakah ada kondisi kelainan pendarahan pada tubuh.

Jika perubahan warna kulit disebabkan oleh obat-obatan pengencer darah, dokter akan memantau kondisi darah Anda secara berkala untuk menentukan dosis pengobatan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda.

Bagaimana memar ditangani?

Pengobatan pada memar tergantung pada apa penyebab utamanya. Apabila kondisi ini terjadi akibat cedera atau kecelakaan ringan, biasanya kulit Anda akan pulih dengan sendirinya.

Selama proses penyembuhan, kulit yang terdampak mungkin akan mengalami perubahan warna secara berkala, mulai dari biru atau merah, menjadi kuning, coklat, hijau, hingga akhirnya menghilang seutuhnya.

Untuk meringankan rasa sakit, dokter akan meresepkan obat-obatan penawar rasa sakit seperti acetaminophen atau paracetamol.

Acetaminophen dan paracetamol dapat diberikan untuk mengatasi rasa sakit sesuai petunjuk pada botol. Hindari aspirin atau ibuprofen karena dapat memperlambat pembekuan darah, dan dapat memperlambat proses penyembuhan.

Jika memar tidak kunjung menghilang setelah beberapa minggu, atau kembali muncul tanpa ada alasan yang jelas, segera periksakan diri lagi ke dokter. Kondisi tersebut mungkin membutuhkan penanganan medis secara lebih intensif.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi memar?

Perawatan untuk memar paling efektif diberikan sesaat setelah cedera, saat memar masih berwarna kemerahan.

1. Menggunakan kompres dingin

Kompres dingin, seperti ice pack atau handuk yang direndam di air dingin, dapat Anda letakkan pada area yang terdampak selama 20-30 menit. Metode ini dapat mempercepat penyembuhan dan meredakan pembengkakan.

Yang perlu Anda hindari adalah menempelkan es batu secara langsung ke kulit. Sebaiknya, bungkuslah es batu dengan kain atau handuk.

2. Mengangkat kaki

Ketika kondisi ini menimbulkan bercak biru dan besar dan cukup parah, angkatlah kaki Anda setinggi mungkin ketika Anda sedang berbaring. Pastikan kaki berada di posisi yang lebih tinggi dari kepala Anda. Lakukan teknik ini dalam 24 jam pertama setelah Anda mengalami cedera.

3. Mencegah terjadinya memar

Selain mengatasi, Anda juga dapat melakukan pencegahan. Ketika Anda sedang melakukan aktivitas fisik yang cukup berat dan berbahaya, pastikan Anda menggunakan pelindung pada lutut dan siku Anda.

4. Menghangatkan memar

Setelah sekitar 48 jam, Anda dapat memberikan panas dalam bentuk kain hangat pada area yang terdampak selama 10 menit. Lakukan metode ini selama 2-3 kali sehari, agar aliran darah pada area tersebut menjadi lebih lancar dan bercak akan memudar.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Maret 12, 2016 | Terakhir Diedit: Oktober 3, 2019

Yang juga perlu Anda baca