Apa itu kolitis mikroskopik?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu kolitis mikroskopik?

Kolitis mikroskopik adalah peradangan pada usus besar (kolon) yang menyebabkan diare yang berkepanjangan.

Ada dua jenis kolitis mikroskopik, yaitu:

  • Kolitis kolagenus, ketika lapisan tebal protein (kolagen) berkembang di jaringan usus.
  • Kolitis limpositik, ketika jumlah sel-sel darah putih (limfosit) mengalami peningkatan pada jaringan usus.

Seberapa umumkah kolitis mikroskopik?

Kolitis mikroskopik adalah salah satu penyakit yang umum. Wanita lebih rentan mengalami kolitis kolagen. Sementara kolitis limfositik dapat terjadi baik pada pria dan wanita.

Seseorang dengan penyakit ini biasanya pertama kali didiagnosis pada usia 50 atau 60-an. Anda dapat mencegah terjadinya penyakit ini dengan mengurangi faktor risiko Anda. Silakan diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala kolitis mikroskopik?

Gejala utama yang muncul dari kolitis mikroskopik adalah diare berair kronis yang tidak berdarah. Hal ini sering terjadi secara tiba-tiba. Diare mungkin terjadi menerus atau datang dan pergi.

Gejala lain kolitis mikroskopik adalah:

  • Nyeri, kram, kembung atau di perut
  • Mual dan muntah
  • Kesulitan untuk mengendalikan buang air besar (inkontinensia feses) yang menyebabkan dehidrasi

Kemungkinan ada tanda-­tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda mengalami diare yang berlangsung lebih dari beberapa hari, hubungi dokter Anda sehingga kondisi Anda dapat didiagnosis dan diobati dengan benar. Tubuh masing­-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab kolitis mikroskopik?

Penyebab peradangan pada usus yang ditemukan pada kasus kolitis mikroskopik belum jelas. Namun, para peneliti percaya bahwa kondisi ini dapat disebabkan oleh:

  • Mengonsumsi obat-obatan yang dapat mengiritasi lapisan usus besar
  • Bakteri yang menghasilkan racun yang mengiritasi lapisan usus besar
  • Virus yang memicu peradangan
  • Penyakit autoimun seperti rematik atau penyakit Celiac, yang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh Anda menyerang jaringan yang sehat
  • Asam empedu yang tidak tercerna dengan baik dan mengiritasi usus besar

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya kena kolitis mikroskopik?

Faktor-faktor tertentu yang meningkatkan risiko Anda mengalami kolitis mikroskopik adalah:

  • Umur dan jenis kelamin. Kolitis mikroskopik paling sering terjadi pada orang usia 50 sampai 70 tahun dan lebih sering terjadi pada wanita daripada pria.
  • Penyakit autoimun. Orang dengan kolitis mikroskopik kadang-kadang juga memiliki gangguan autoimun seperti penyakit Celiac, penyakit tiroid, atau rematik.
  • Merokok. Penelitian terbaru menunjukkan adanya hubungan antara merokok dan kolitis mikroskopik, terutama pada orang usia 16-44 tahun.
  • Genetik. Ilmuwan menduga ada kaitannya antara penyakit ini dengan riwayat keluarga dengan irritable bowel syndrome (IBS).

Beberapa studi penelitian menunjukkan bahwa menggunakan2 obat-obatan tertentu dapat meningkatkan risiko radang usus mikroskopis. Namun, tidak semua ahli setuju. Obat yang mungkin memicu kolitis mikroskopik adalah:

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan kolitis mikroskopik?

Cara utama untuk kolitis mikroskopik adalah dengan mengobati diare. Hal ini bisa dilakukan dengan menghindari mengonsumsi makanan berlemak, mengandung kafein, dan produk susu. Perbanyak asupan cairan guna mencegah terjadinya dehidrasi.

Jika perubahan gaya hidup ini tidak cukup, dapat digunakan obat-obatan. Obat-obatan seperti bismuth subsalicylate (Pepto-Bismol), loperamide (Imodium), atau difenoksilat dan kombinasi atropin (Lomotil) dapat membantu meredakan diare. Zat pengumpul seperti (psyllium, metilselulosa) juga dapat membantu. Obat antiradang seperti mesalamine, sulfasalazine, dan steroid termasuk budesonide, dapat mengurangi peradangan.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk kolitis mikroskopik?

Dokter dapat menduga diare mikroskopik berdasarkan pada riwayat medis dan pemeriksaan fisik. Selain itu, tes lain yang bisa dilakukan untuk mendiagnosis kolitis mikroskopik adalah:

  • Tes feses atau tes darah
  • Biopsi endoskopi
  • Sigmoidoskopi bagian dalam

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan untuk mengatasi kolitis mikroskopik?

Beberapa perubahan gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi kolitis mikroskopik adalah:

  • Hindari makan makanan seperti lemak, kafein, dan laktosa (gula susu yang ditemukan dalam produk susu). Hindari makanan yang pedas dan alkohol. Jauhi makanan yang menyebabkan buang gas dan diare: minuman berkarbonasi, buah-buahan mentah, dan sayuran seperti kacang, kembang kol, brokoli, dan kubis.
  • Bicarakan dengan dokter Anda mengenai penggunaan penghilang rasa sakit selain NSAID, karena NSAID dapat memperburuk diare.
  • Tanyakan kepada dokter Anda apakah Anda harus minum cairan rehidrasi oral (oralit). Diare berat dapat menyebabkan dehidrasi. Oralit memiliki kandungan air, garam, dan gula yang tepat untuk menggantikan cairan tubuh.
  • Beralihlah ke makanan yang bebas gluten. Kolitis mikroskopik dapat mereda dengan pola diet ini.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: September 22, 2016 | Terakhir Diedit: Oktober 9, 2018

Yang juga perlu Anda baca