Apa itu kelainan darah?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu kelainan darah?

Kelainan darah, juga dikenal sebagai gangguan hematologi, adalah gangguan yang memengaruhi kuantitas serta fungsi darah Anda. Darah Anda tersusun dari empat komponen utama, yaitu sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), plasma darah, dan trombosit (keping darah).

Keempat komponen tersebut dapat mengalami masalah sehingga tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Akibatnya, Anda mungkin akan mengalami berbagai penyakit kelainan darah yang dapat bersifat akut dan kronis.

Berikut beberapa penyakit kelainan darah yang paling umum.

Penyakit kelainan darah yang memengaruhi sel darah merah

Macam-macam kelainan darah yang memengaruhi sel darah merah (eritrosit) di antaranya:

1. Anemia

Dari banyaknya penyakit kelainan darah, Anda mungkin sudah tak asing lagi dengan anemia. Ya, penyakit ini disebabkan karena jumlah sel darah merah dalam tubuh rendah. Ketika Anda terkena anemia, tubuh Anda tidak mendapatkan suplai darah yang kaya oksigen. Suplai darah kaya oksigen yang rendah ini dapat membuat penderitanya merasa lelah, lesu, dan tidak bertenaga. Orang yang mengalami anemia juga mungkin memiliki gejala lain, seperti sesak napas, pusing, atau sakit kepala.

Tergantung penyebabnya, anemia terbagi menjadi beberapa jenis yang meliputi:

2. Malaria

Malaria adalah penyakit berbahaya yang disebabkan oleh parasit yang dibawa oleh nyamuk Anopheles. Parasit akan masuk ke darah kemudian menginfeksi sel darah merah dan merusak sel tersebut.

Setelah Anda terinfeksi, tubuh Anda akan bereaksi dengan memunculkan gejala seperti demam tinggi dan menggigil. Kondisi ini biasanya terjadi dalam siklus yang berlangsung selama 2-3 hari dalam satu waktu.

Apabila kondisi ini dibiarkan tanpa pengobatan yang tepat, infeksi parasit dapat menyebabkan kerusakan pada organ tubuh penderitanya. Dalam kasus yang parah, malaria juga bisa mengancam nyawa bahkan menyebabkan kematian.

2. Polisitemia vera

Polisitemia vera adalah kondisi ketika sel darah merah yang diproduksi pada sumsum tulang belakang terlalu banyak. Meningkatnya produksi sel darah merah dalam tubuh ini dapat menyebabkan darah membeku dan menghambat aliran darah. Kondisi ini meningkatkan risiko pembekuan darah.

Jika tidak segera diobati, gumpalan darah dapat melewati pembuluh darah, menyebabkan kondisi serius seperti stroke (pengumpalan pembuluh darah di otak) atau infark miokard (penggumpalan darah di arteri jantung).

Penyakit kelainan darah yang memengaruhi sel darah putih

Macam-macam kelainan darah yang memengaruhi sel darah merah (eritrosit) di antaranya:

1. Leukimia

Leukimia adalah jenis kanker darah yang terjadi ketika sel darah putih berubah menjadi tidak normal dan berkembang biak secara tidak terkendali di dalam sumsum tulang. Leukimia adalah jenis yang paling umum dari kanker darah.

Berdasarkan seberapa cepat perkembangannya serta jenis sel darah putih yang diserang, leukemia dibedakan menjadi akut dan kronis. Leukemia kronis jauh lebih berbahaya dan sulit untuk diobati dibanding leukimia akut.

2. Limfoma

Limfoma adalah jenis kanker darah yang memengaruhi organ limpa, kelenjar getah bening, timus, sumsum tulang, dan bagian lainnya di tubuh. Sama seperti penyakit leukimia, limfoma terjadi akibat sel darah putih yang berkembang tidak normal dan di luar kendali.

Limfoma terdiri dari berbagai jenis, tetapi dua kategori utama dari limfoma adalah limfoma Hodgkin dan limfoma non-Hodgkin.

3. Multiple myeloma

Multiple myeloma adalah jenis kanker darah yang terjadi karena sel plasma berubah menjadi ganas dan berkembang biak tidak terkendali. Padahal, sel plasma sendiri berperan untuk menghasilkan antibodi (atau immunoglobulin) yang membantu tubuh menyerang dan membunuh kuman, sehingga Anda bisa terlindungi dari infeksi penyakit.

Sayangnya, multiple myeloma justru menyebabkan produksi antibodi menjadi tidak normal. Akibatnya, sistem kekebalan tubuh Anda menjadi lemah dan rentan terhadap infeksi.

4. Sindrom mielodisplastik (praleukimia)

Sindrom mielodisplastik atau juga disebut dengan penyakit praleukimia adalah jenis kanker darah yang menyerang sumsum tulang. Kondisi ini disebabkan karena sel darah yang terbentuk tidak sempurna, sehingga tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

Meski sering kali muncul secara perlahan, sindrom ini juga dapat muncul secara mendadak dan menjadi leukimia pada tingkatan yang parah.

Penyakit kelainan darah yang memengaruhi keping darah

Beberapa penyakit kelainan darah yang dapat memengaruhi trombosit di antaranya:

1. Trombositopenia

Trombositopenia terjadi karena trombosit dalam darah terlalu rendah. Trombosit sendiri merupakan sel darah yang berperan penting pada proses pembekuan darah. Kondisi ini dapat disebabkan karena masalah kesehatan atau efek dari obat-obatan tertentu.

Pada kasus yang langka, jumlah trombosit dapat menjadi sangat rendah. Jika dibiarkan tanpe pengobatan yang tepat, kondisi ini tersebut dapat menyebabkan perdarahan internal yang berbahaya.

2. Trombositosis esensial

Trombositemia esensial adalah peningkatan jumlah trombosit tanpa sebab yang jelas. Kondisi ini menyebabkan pembekuan darah yang berlebihan dan perdarahan.

Trombositemia esensial bisa terjadi akibat gangguan proses pembentukan sel punca (stem cell) pembentuk darah. Sayangnya, sampai saat ini para ahli belum mengetahui apa penyebab pasti dari trombositosis esensial.

Gangguan darah yang memengaruhi plasma darah

Beberapa penyakit kelainan darah yang dapat memengaruhi plasma darah adalah:

1. Hemofilia

Hemofilia adalah penyakit genetik yang menyebabkan darah menjadi sulit membeku. Kondisi ini disebabkan karena tubuh kekurangan protein pembekuan darah (faktor pembekuan).

Apabila orang dengan hemofilia mengalami perdarahan, maka perdarahannya akan sulit dihentikan. Akibatnya, darah akan terus mengalir keluar. Jika tidak segera ditangani, penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi serius.

2. Trombofilia

Jika hemofilia terjadi karena darah sulit membeku, trombofilia justru kondisi yang membuat darah Anda mudah untuk menggumpal. Ya, trombofilia atau yang disebut juga dengan pengentalan darah adalah penyakit yang berhubungan dengan pembekuan darah.

Kondisi ini menyebabkan darah lebih mudah untuk menggumpal. Beberapa orang yang didiagnosis penyakit ini harus minum obat pengencar darah setiap hari untuk menghindari terjadinya penggumpalan darah.

Kadang‐kadang, trombofilia dapat mengakibatkan komplikasi serius dan mengancam nyawa.

3. Trombosis vena dalam

Trombosit vena dalam atau deep vein thrombosis (DVT) adalah suatu penyakit yang terjadi ketika terdapat gumpalan darah di pembuluh darah vena. Biasanya pembuluh darah vena yang paling sering mengalami penggumpalan adalah bagian kaki.

Kondisi ini menyebabkan aliran darah melambat. Akibatnya, daerah yang tersumbat menjadi bengkak, merah, dan nyeri. Apabila gumpalan darah bergerak ke paru-paru, maka dapat menyebabkan emboli paru yang menimbulkan masalah pernapasan serius.

Seberapa umumkah kelainan darah?

Penyakit kelainan darah termasuk yang cukup sering terjadi. Kondisi ini dapat dialami oleh siapa saja dari kalangan usia maupun jenis kelamin. 

Anda dapat terhindar dari penyakit kelainan darah dengan mengurangi faktor risiko yang ada. Silakan diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala kelainan darah?

Tanda dan gejala penyakit kelainan darah mungkin dapat berbeda, tergantung dari penyebabnya. Namun, ada beberapa gejala khas yang bisa muncul ketika seseorang mengalami gangguan darah, di antaranya:

  • Lemah, lesu, tidak bertenaga
  • Demam
  • Sakit kepala
  • Pusing
  • Kulit pucat pasi
  • Kemerahan pada wajah
  • Pembekuan darah yang berlebihan
  • Muncul petekie atau bintik-bintik merah
  • Luka yang tidak kunjung sembuh atau lambat sembuh
  • Perdarahan tak terkendali setelah terluka
  • Kulit mudah memar meski hanya terkena benturan kecil

Umumnya, gangguan darah menyebabkan perdarahan sangat berat dalam kasus:

  • Mimisan
  • Prosedur gigi
  • Perdarahan menstruasi
  • Melahirkan
  • Tumbuh gigi pada bayi

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab kelainan darah?

Ada beberapa penyebab utama gangguan darah, di antaranya:

Keturunan

Penyakit gangguan darah dapat berasal dalam keluarga. Ini berarti jika orangtua atau saudara kandung memiliki kelainan darah, Anda kemungkinan akan mengalami hal yang serupa.

Penyakit tertentu

Misalnya, polisitemia vera (sebuah kondisi genetik) dapat menyebabkan tubuh Anda menghasilkan terlalu banyak sel darah merah. Bisa juga karena Anda Anda memiliki penyakit autoimun seperti lupus.

Sistem kekebalan tubuh Anda mungkin menghancurkan trombosit darah Anda sendiri, yang membuat tubuh kesulitan untuk menghentikan perdarahan ketika terluka.

Infeksi

Beberapa infeksi dapat mengurangi jumlah sel darah putih dari darah Anda. Meski begitu, terkadang infeksi juga bisa meningkatkan produksi sel darah putih dalam tubuh Anda. 

Kekurangan gizi

Asupan nutrisi yang buruk juga bisa menyebabkan gangguan darah. Contohnya, jika Anda kekurangan zat besi, maka tubuh Anda tidak bisa memproduksi sel darah merah yang cukup. Akibatnya, Anda akan lebih rentan mengalami penyakit anemia.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko terkena penyakit kelainan darah?

Ada beberapa alasan yang membuat Anda berisiko lebih tinggi mengalami gangguan darah, di antaranya:

  • Kegemukan alias obesitas
  • Merokok
  • Terkena infeksi serius
  • Kurangnya aktivitas fisik
  • Lanjut usia
  • Pola makan yang tidak sehat, misalnya tinggi lemak, garam, dan gula
  • Mengalami gangguan pencernaan kronis yang memengaruhi kemampuan tubuh dalam menyerap nutrisi dari makanan yang Anda konsumsi

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan untuk mengatasi penyakit kelainan darah?

Hal pertama yang akan dilakukan dokter untuk mengatasi gangguan darah yang Anda alami adalah memeriksa riwayat medis Anda dan kondisi Anda secara umum. Setelah itu, dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan fisik dan laboratorium untuk memantabkan diagnosis.

Dokter dapat menyarankan kombinasi perawatan untuk membantu memperbaiki gangguan sel darah Anda. Jika kondisi Anda tidak parah, Anda mungkin hanya akan diberi obat-obatan tertentu untuk meringankan gejala yang Anda keluhkan.

Sementara dalam kasus ketika obat tidak bekerja dengan baik, Anda mungkin akan dianjurkan untuk melakukan transplantasi sumsum tulang. Prosedur tersebut dapat memperbaiki atau mengganti sumsum tulang yang rusak, sehingga bisa kembali berfungsi lagi dengan baik.

Selain itu, transfusi darah adalah pilihan lain untuk membantu Anda mengganti sel-sel darah yang hilang atau rusak. Selama transfusi darah, Anda menerima infus darah yang sehat dari donor.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk kelainan darah?

Guna mengetahui penyebab gangguan darah yang Anda alami, dokter biasanya akan menganjurkan Anda untuk melakukan beberapa tes di bawah ini.

Hitung darah perifer lengkap

Hitung darah perifer lengkap adalah tes yang paling umum untuk gangguan darah. Prosedur ini berfungsi untuk mengevaluasi semua komponen seluler (sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit) dalam darah.

Mesin otomatis dapat melakukan tes ini dalam waktu kurang dari 1 menit pada sejumlah kecil darah. Prosedur ini dalam beberapa kasus juga dilengkapi dengan pemeriksaan sel darah di bawah mikroskop.

Penghitungan retikulosit

Penghitungan retikulosit berfungsi untuk mengukur jumlah sel darah merah (eritrosit) yang baru terbentuk dalam volume tertentu darah. Retikulosit biasanya menempati sekitar 1% dari total jumlah sel darah merah.

Jika tubuh membutuhkan lebih banyak sel darah merah, seperti pada anemia, sumsum tulang biasanya merespon dengan memproduksi lebih banyak retikulosit. Dengan demikian, jumlah retikulosit adalah ukuran kapasitas dari sumsum tulang untuk membuat sel darah merah baru.

Tes khusus sel-sel darah

Para dokter dapat mengukur proporsi jenis sel darah putih dan kemampuan sel darah putih untuk melawan infeksi. Sebagian besar tes dilakukan pada sampel darah, tetapi beberapa memerlukan sampel dari sumsum tulang.

Tes pembekuan mencakup berbagai jenis tes

Beberapa tes pembekuan dapat menghitung jumlah trombosit dalam darah Anda. Trombosit bertanggung jawab untuk mengontrol perdarahan.

Kadang-kadang dokter perlu menguji seberapa baik trombosit bekerja. Tes-tes lain dapat mengukur fungsi keseluruhan dari protein yang dibutuhkan untuk pembekuan darah normal.

Pengukuran protein dan zat lainnya

Tes ini dilakukan pada sampel urin. Urin mengandung sejumlah kecil protein. Dengan mengukur protein ini, dokter dapat mendeteksi kelainan pada kuantitas atau struktur urin Anda.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi kelainan darah?

Anda dapat mengatasi kelainan darah dengan banyak cara. Jika Anda menemukan gejala apapun, Anda harus mengunjungi dokter untuk didiagnosis dan diobati dini, sehingga dapat memperoleh hasil yang terbaik.

Menerapkan pola makan yang sehat, olahraga secara teratur, berhenti merokok dan minum minuman beralkohol mungkin dapat membantu Anda mengurangi risiko terkena gangguan darah. 

Jika kelainan darah terjadi pada orang tua Anda, Anda perlu konsultasi dengan dokter untuk mendiskusikan kemungkinan Anda memilikinya juga di kemudian hari. 

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: April 10, 2019 | Terakhir Diedit: April 10, 2019

Yang juga perlu Anda baca