Apa Itu Kanker Tonsil (Kanker Amandel)?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu kanker tonsil (kanker amandel)?

Kanker tonsil adalah satu jenis kanker yang dimulai di sel-sel tonsil. Tonsil adalah dua bantalan berbentuk oval di belakang mulut yang merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh yang melawan kuman. Anda mungkin lebih mengenalnya dengan sebutan amandel.

Kanker pada tonsil lebih sering muncul di tonsil palatina yang terletak di kedua sisi tenggorokan, meskipun juga bisa muncul di tonsil faring (juga disebut adenoid) yang terletak di belakang rongga hidung, atau di tonsil lingual yang terletak di belakang lidah.

Kebanyakan kanker tonsil merupakan karsinoma sel skuamosa yang muncul dalam jaringan lapisan mulut, meskipun ada kemungkinan limfoma (satu jenis kanker sistem kekebalan tubuh) untuk tumbuh di tonsil. Merokok adalah pemicu paling umum untuk karsinoma sel skuamosa tonsil. Alkohol juga merupakan salah satu pemicunya. Kombinasi keduanya akan membawa Anda pada risiko yang lebih besar terhadap kanker amandel.

Seberapa umumkah kanker amandel terjadi?

Pria lebih berisiko untuk terkena kanker tonsil daripada wanita. Kebiasaan gaya hidup tertentu meningkatkan risiko terkena kanker tonsil alias kanker amandel.

Kondisi ini dapat diatasi dan dicegah dengan mengurangi faktor risiko Anda. Diskusikanlah dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-Tanda dan Gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala kanker amandel?

Anda akan menyadari bahwa beberapa gejala kanker amandel sangatlah mirip dengan gejala sakit tenggorokan. Namun, sakit tenggorokan paling umum terjadi pada orang usia 5-15 tahun sementara kanker tonsil paling umum mengenai orang di atas usia 50 tahun.

Ada banyak tanda-tanda dan gejala dari jenis kanker amandel. Berikut adalah yang paling umum:

  • Sariawan di belakang mulut atau tenggorokan yang tidak kunjung sembuh
  • Tonsil bengkak dan ukuannya tidak sama (salah satu lebih besar daripada yang lain)
  • Nyeri mulut yang tidak juga sembuh
  • Sakit telinga
  • Kesulitan dan/atau nyeri ketika menelan
  • Nyeri ketika makan buah sitrus (buah yang asam/jeruk)
  • Benjolan di leher
  • Nyeri leher
  • Sakit teggorokan yang tidak juga sembuh
  • Air liur disertai darah
  • Bau mulut

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Diagnosis dan pengobatan dini dapat mencegah kanker amandel memburuk dan kondisi darurat medis lainnya. Konsultasikanlah pada dokter sesegera mungkin untuk mencegah kondisi serius ini.

Jika Anda mengalami satu pun tanda atau gejala yang disebutkan di atas, atau memiliki pertanyaan apa pun, konsultasikanlah pada dokter. Tubuh setiap orang bereaksi dengan cara berbeda. Selalu lebih baik untuk mendiskusikan apa yang terbaik untuk keadaan Anda dengan dokter.

Penyebab

Apa penyebab kanker tonsil?

Beberapa hal yang umum menjadi penyebab kanker amandel adalah:

  • Merokok
  • Konsumsi alkohol yang berlebihan
  • Kekurangan vitamin A
  • Paparan terhadap asbestos
  • Kebersihan gigi yang buruk

Ada juga kaitan antara kanker tonsil dengan jenis infeksi Human papillomavirus (HPV) tertentu. Virus ini ditularkan secara seksual. Cancer Treatment Centers of America, sebuah lembaga perawatan kanker di Amerika mengatakan bahwa infeksi HPV adalah pemicu terjadinya kanker serviks pada wanita ataupun kanker tonsil.

Kanker amandel ini juga telah dikaitkan dengan jenis kanker lainnya. Bahkan, sebagian orang yang didiagnosis dengan kanker ini juga didiagnosis dengan kanker esofagus, paru-paru, atau kandung kemih pada waktu yang sama. Hal ini terjadi karena umumnya kanker memiliki faktor pemicu yang sama atau karena penyebaran kanker yang dapat terjadi dalam waktu singkat.

Faktor Pemicu

Apa yang membuat Anda berisiko terkena kanker tonsil?

Sebagian orang lebih berisiko terkena kanker tonsil karena pilihan gaya hidup atau keadaan lainnya. Anda lebih berisiko terkena kanker amandel ini jika Anda minum alkohol atau merokok, terinfeksi virus HPV atau HIV, atau berusia di atas 50 tahun (meskipun kanker dapat muncul di usia berapa pun).

Seseorang lebih berpotensi terkena kanker amandel apabila ia adalah seorang pria atau pernah menerima transplantasi organ.

Diagnosis dan Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Bagaimana penyakit ini didiagnosis?

Dokter menggunakan peralatan yang berbeda untuk membantu menegakkan diagnosis kanker tonsil. Jika dokter mencurigai adanya kemungkinan kanker amandel pada tubuh Anda, langkah pertama dari proses ini adalah mengetahui seluruh riwayat kesehatan yang lengkap dari Anda.

Dokter kemudian akan memeriksa Anda dengan saksama. Selanjutnya, jika diperlukan, dokter kemungkinan akan melakukan satu atau lebih dari tes-tes berikut:

  • Pengambilan jaringan dengan jarum yang sangat kecil (sejumlah kecil jaringan diambil dari tonsil dengan jarum dan sel-selnya diperiksa dengan mikroskop)
  • Tes darah
  • X-ray
  • MRI
  • PET scan

Kemudian, dokter akan mengklasifikasikan tahapan kondisi Anda. Mengklasifikasikan kanker ke dalam empat stadium membuat para tenaga kesehatan dapat mengindikasi seberapa jauh perkembangan kanker dengan cara yang jelas dan ringkas.

Tahapan ini mungkin sangat berguna bagi dokter. Namun, Anda bisa jadi bingung dengan setiap perbedaannya. Berikut arti dari tahapan yang berbeda:

Stadium I

Kanker berukuran kecil (kurang dari 2 cm), terbatas pada satu area, dan belum menyebar ke kelenjar getah bening di sekitarnya.

Stadium II

Kanker berukuran antara 2-4 cm tetapi belum menyebar.

Stadium III

Kanker berukuran lebih dari 4 cm dan telah menyebar ke satu kelenjar getah bening yang berada di sisi yang sama dengan tumor berada. Kelenjar getah bening tersebut berukuran 3 cm atau kurang.

Stadium IV

Sampai sekarang, tahap ini merupakan tahap yang paling membingungkan. Perkiraan terburuk biasanya berada dalam stadium 4 kanker amandel ini.

Apa saja pengobatan untuk kanker tonsil?

Jumlah pengobatan yang Anda terima akan bergantung pada tahapan kanker tonsil yang Anda miliki, jenisnya, dan seberapa agresif tubuh Anda dan dokter dalam hal pengobatan. Secara umum, tiga jenis pengobatan yang digunakan, antara lain:

Operasi

Kebanyakan pasien akan membutuhkan operasi untuk mengangkat jaringan kanker. Sebagian individu yang memiliki kanker stadium I atau II mungkin tidak membutuhkan pengobatan lebih dari ini, meskipun radiasi mungkin akan dianjurkan karena satu sisa sel kanker saja bisa tumbuh menjadi tumor lain.

Radiasi

Setelah operasi, banyak pasien menjalani radiasi untuk membunuh jaringan kanker yang tersisa. Ada beberapa jenis radiasi yang dapat digunakan. Semuanya bergantung pada situasi khusus Anda.

Kemoterapi

Jika memiliki kanker amandel stadium III atau IV, kemungkinan Anda akan membutuhkan kemoterapi. Pengobatan baru yang disebut kemoterapi induksi dapat digunakan untuk mengecilkan tumor.

Kebanyakan dokter akan menganjurkan pengobatan bedah yang minimal dengan radiasi lokal. Sejumlah dokter juga menggunakan hipertermia (menghangatkan tubuh hingga ke suhu tinggi untuk membunuh sel-sel kanker).

Beberapa pengobatan lain juga tersedia, yang disebut dengan pengobatan investigasional. Namun, jarang perusahaan asuransi yang menanggung. Pengobatan investigasional sangatlah mahal kecuali jika Anda mau berpartisipasi dalam penelitian terbaru.

Pencegahan

Apa yang dapat saya lakukan di rumah untuk mengatasi atau mencegah kanker tonsil (kanker amandel)?

Anda dapat mengurangi risiko kanker amandel dengan:

  • Menghindari bergonta-ganti berpasangan
  • Makan banyak sayur dan buah-buahan
  • Berhenti menggunakan produk tembakau, termasuk rokok dan tembakau non-rokok
  • Mengurangi asupan alkohol

Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikanlah pada dokter untuk memahami solusi terbaik untuk Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Direview tanggal: Desember 11, 2018 | Terakhir Diedit: Desember 11, 2018

Yang juga perlu Anda baca