Apa Itu Kanker Penis?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia

Definisi

Apa itu kanker penis?

Kanker penis adalah salah satu jenis kanker langka yang terjadi pada kulit dan jaringan penis. Kondisi ini terjadi ketika sel-sel yang terdapat di penis berkembang secara tidak terkendali.

Penis merupakan organ seks pria yang juga merupakan bagian dari sistem reproduksi dan saluran kemih pada tubuh. Di dalam penis, terdapat uretra yang mengalirkan urin dari kandung kemih menuju ke luar tubuh, serta sperma dari testis.

Beberapa pria melakukan prosedur sunat, yaitu proses pemotongan kulup pada ujung penis. Umumnya, kanker berkembang di bawah kulup penis yang tidak disunat, atau pada bagian ujung penis. Namun, sel kanker sebenarnya dapat berkembang di bagian penis mana pun.

Beberapa tanda dan gejala yang umumnya terlihat pada penderita kanker ini adalah perubahan tampilan pada ujung penis, seperti ruam, kulit mengelupas, rasa nyeri, hingga pembengkakan dan pendarahan.

Pengobatan dan penanganan pada penyakit ini umumnya tergantung pada tingkat keparahan serta penyebarannya.

Seberapa umumnya kanker penis?

Kanker jenis ini termasuk penyakit yang sangat jarang terjadi. Meskipun langka, kanker ini memiliki tingkat keparahan dan angka kematian yang cukup tinggi.

Kondisi ini dapat terjadi pada pasien dengan ras apapun. Namun, kondisi ini termasuk langka di Amerika, Eropa dan negara-negara industrial.

Penyakit ini lebih banyak ditemukan di negara-negara berkembang. Sebanyak 20-30% pria penderita kanker di Asia, Afrika, dan Amerika Selatan didiagnosis dengan kanker penis.

Selain itu, penyakit ini lebih umum ditemukan pada pria berusia lanjut, dengan kasus terbanyak ditemukan pada pria 60-80 tahun ke atas. Namun, tidak jarang pula kondisi ini terjadi pada pasien yang baru disunat saat sudah dewasa, seperti yang berusia 20-38 tahun.

Kanker penis dapat diatasi dengan cara mengendalikan faktor-faktor risiko yang ada. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai penyakit ini, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter.

Jenis

Apa saja jenis-jenis dari kanker penis?

Setiap jenis jaringan yang terdapat di penis mengandung berbagai jenis sel. Maka dari itu, berbagai jenis sel kanker dapat berkembang pada sel-sel yang berbeda.

Berikut adalah jenis-jenis sel kanker yang berkembang di penis:

1. Sel karsinoma skuamosa

Sebanyak 96% kasus kanker terjadi pada sel-sel kulit yang disebut dengan sel skuamosa. Kanker sel skuamosa dapat muncul di bagian mana saja pada penis, namun paling banyak ditemukan di kulup atau kulit ujung penis yang belum disunat.

Tumor jenis ini berkembang sangat lambat. Apabila ditemukan pada stadium awal, kondisi ini umumnya dapat disembuhkan.

2. Sarkoma

Sarkoma adalah sel-sel kanker yang berkembang pada jaringan-jaringan penghubung tubuh, seperti tulang, otot, lemak, dan tulang rawan.

Jenis sel ini sangat jarang ditemukan pada penis, namun perkembangannya termasuk sangat cepat apabila dibandingkan dengan sel jenis lainnya.

3. Melanoma

Melanoma merupakan tipe kanker yang berawal di melanosit, yaitu sel-sel yang memberikan warna pada kulit serta melindungi kulit dari matahari. Sel-sel ini cenderung bertumbuh dan menyebar dengan cepat.

Karena umumnya melanoma muncul pada bagian kulit yang sering terpapar matahari, sel ini jarang ditemukan pada penis.

4. Karsinoma sel basal

Sel kanker basal adalah jenis kanker lainnya yang berkembang pada kulit penis. Sama seperti melanoma, sel kanker jenis ini lebih umum ditemukan pada kulit yang sering terkena sinar matahari, sehingga angka kejadiannya pada penis cukup rendah.

5. Adenokarsinoma

Adenokarsinoma merupakan sel-sel kanker yang berkembang di sel-sel kelenjar keringat. Sel-sel tersebut berfungsi untuk memproduksi keringat pada kulit penis.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala kanker penis?

Tanda-tanda dan gejala kanker penis umumnya sulit dibedakan dengan kondisi kesehatan lainnya. Namun, apabila Anda menunjukkan tanda-tanda dan gejala di bawah, sebaiknya Anda segera mengunjungi dokter. Semakin cepat Anda terdiagnosis, semakin efektif pula pengobatan yang diberikan.

1. Perubahan kondisi kulit penis

Salah satu tanda dan gejala yang paling mudah terdeteksi adalah perubahan pada kondisi kulit penis. Perubahan ini dapat terlihat di bagian ujung penis atau pada kulup penis (pada pria yang tidak disunat).

Perubahan-perubahan tersebut meliputi:

  • Penebalan pada bagian kulit yang terdampak
  • Perubahan warna kulit
  • Adanya benjolan
  • Luka terbuka yang mungkin berdarah
  • Adanya benjolan-benjolan kecil yang terkelupas
  • Munjul jaringan atau bengkak berwarna biru kecoklatan
  • Keluar cairan berbau tak sedap atau pendarahan pada kulup penis

2. Pembengkakan

Ujung penis yang membengkak menyebabkan kulup penis sulit untuk ditarik. Kondisi ini biasanya merupakan salah satu gejala kanker.

3. Benjolan pada kelenjar getah bening

Apabila kanker telah menyebar, umumnya kelenjar getah bening di sekitar penis akan terdampak. Kelenjar getah bening dapat membengkak dan Anda dapat merasakannya di bawah kulit, terutama pada pangkal paha.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter bila Anda mengalami gejala-gejala berikut ini:

  • Pernah muncul kutil pada kelamin
  • Pernah menderita infeksi saluran kemih
  • Memiliki kulup penis yang belum disunat
  • Cedera penis sebelumnya
  • Penyempitan uretra

Tubuh masing-masing penderita menunjukkan tanda-tanda dan gejala yang bervariasi. Untuk mengetahui penanganan yang paling tepat dan sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, selalu periksakan apapun gejala Anda ke dokter atau pusat layanan kesehatan terdekat.

Penyebab

Apa penyebab kanker penis?

Kanker umumnya berawal dari mutasi sel-sel yang sehat. Normalnya, sel-sel tubuh seharusnya berkembang biak secara teratur dan mati pada waktunya. Kemudian, sel-sel yang mati akan digantikan dengan sel-sel baru.

Pada penderita kanker, sel-sel tubuh yang sehat bermutasi dan mengalami kerusakan. Kondisi tersebut menyebabkan sel-sel tumbuh secara tidak terkendali dan tidak akan mati. Penumpukan sel yang berlebihan akan menyebabkan munculnya tumor.

Hingga saat ini, para ahli masih belum mengetahui apa penyebab pasti dari mutasi sel tersebut. Namun, terdapat beberapa kondisi yang dapat memicu terjadinya kanker. Salah satunya adalah penis yang belum disunat.

Penis yang belum disunat menyebabkan cairan-cairan tubuh, seperti keringat, akan terjebak di dalam kulup penis. Apabila sisa cairan tersebut tidak dibersihkan, kemungkinan sel-sel kanker dapat berkembang.

Selain itu, beberapa ahli juga meyakini bahwa human papillomavirus atau HPV juga berperan dalam perkembangan sel kanker. Virus HPV umumnya masuk ke dalam tubuh ketika sedang berhubungan seksual.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk terkena kanker penis?

Kanker penis adalah kondisi yang dapat terjadi pada hampir setiap pria, terlepas dari kelompok usia maupun golongan rasnya. Namun, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk menderita penyakit ini.

Perlu Anda ketahui bahwa memiliki salah satu atau beberapa faktor risiko bukan berarti Anda pasti akan mengidap suatu penyakit. Dalam beberapa kasus, tidak menutup kemungkinan seseorang dapat menderita suatu kondisi kesehatan tanpa adanya satu pun faktor risiko.

Berikut adalah faktor-faktor risiko yang dapat memicu terjadinya kanker penis, yaitu:

1. Usia

Penyakit ini lebih banyak ditemukan pada pasien berusia 60-80 tahun ke atas. Semakin bertambah usia Anda, risiko Anda untuk menderita penyakit ini juga bertambah tinggi.

2. Belum atau tidak disunat

Dalam prosedur sunat, seluruh bagian kulup penis akan dipotong dan dibuang. Kondisi ini biasanya dilakukan pada bayi dan anak-anak, meskipun tidak sedikit pula yang melakukannya saat sudah dewasa.

Tidak menyunat penis menyebabkan terjadinya penumpukkan keringat dan bakteri di balik kulup, seperti fimosis dan smegma. Hal tersebut dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker.

3. Memiliki sistem imun tubuh yang buruk

Sistem imun manusia berperan dalam melawan infeksi dan penyakit, termasuk kanker. Anda mungkin berpotensi besar untuk menderita penyakit pada penis apabila Anda memiliki sistem imun yang kurang baik.

4. Virus HPV

Virus HPV adalah infeksi yang umum terjadi melalui hubungan seksual. Sebanyak 60% kanker penis dikaitkan dengan adanya infeksi HPV.

Diagnosis & pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana kanker penis didiagnosis?

Dokter akan mendiagnosis penyakit ini dengan cara melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh. Selain itu, Anda akan diminta menjalani tes-tes tambahan tertentu agar dokter dapat memberikan hasil diagnosis yang lebih akurat.

Selama pemeriksaan fisik, dokter akan melihat penis Anda dan mengecek apakah ada benjolan atau pembengkakan. Berikut adalah tes-tes tambahan yang mungkin akan dilakukan dokter:

1. Biopsi

Dalam prosedur biopsi, dokter akan mengambil sedikit sampel dari kulit atau jaringan pada penis. Sampel ini akan diperiksa untuk mengetahui adanya sel-sel kanker.

2. Sitoskopi

Sitoskopi adalah tes yang menggunakan alat kecil berupa tabung yang disebut dengan sitoskop. Alat ini dilengkapi dengan kamera kecil dan senter di bagian ujungnya.

Sitoskop akan dimasukkan perlahan melalui ujung penis dan menuju kandung kemih. Dengan prosedur ini, dokter dapat melihat bagian-bagian penis dengan jelas.

3. Tes pengambilan gambar

Dalam beberapa kasus, dokter juga mungkin akan merekomendasikan Anda untuk menjalani tes pengambilan gambar, seperti CT scan dan MRI scan.

Bagaimana kanker penis ditangani?

Apabila sel-sel kanker belum menyebar ke jaringan-jaringan lain serta kelenjar getah bening, berikut adalah pilihan penanganan yang mungkin akan direkomendasikan:

  • Sunat
  • Terapi laser
  • Kemoterapi
  • Terapi radiasi atau radioterapi
  • Cryosurgery

Jika sel-sel kanker telah menyebar ke jaringan terdalam penis serta bagian tubuh lainnya, penanganan yang mungkin akan direkomendasikan adalah operasi.

Prosedur ini mungkin akan melibatkan pengangkatan tumor, seluruh bagian penis, atau kelenjar getah bening yang terdapat di panggul dan pangkal paha.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi kanker penis?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi kanker penis:

  • Menjaga kebersihan penis
  • Melakukan sunat sesegera mungkin
  • Hindari merokok
  • Hindari berhubungan seksual dengan pasangan yang berganti-ganti
  • Menggunakan pengaman atau kondom saat berhubungan seksual

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Direview tanggal: Maret 12, 2016 | Terakhir Diedit: Oktober 22, 2019

Sumber