Apa Itu Kanker Nasofaring?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Definisi

Apa itu kanker nasofaring?

Kanker nasofaring adalah salah satu jenis kanker yang berkembang di bagian kepala dan leher, khususnya di nasofaring. Nasofaring merupakan bagian atas tenggorokan (faring) yang terhubung dengan bagian belakang hidung.

Nasofaring memiliki bentuk yang menyerupai ruang kotak. Fungsi dari nasofaring sendiri adalah sebagai jalur pernapasan dari hidung ke tenggorokan, yang kemudian diteruskan menuju paru-paru.

Umumnya, penyakit ini sulit dideteksi pada fase awal perkembangannya. Hal ini disebabkan karena gejala kanker ini mirip-mirip dengan penyakit lain dan harus melewati pemeriksaan lebih lengkap agar terdeteksi.

Sel-sel kanker dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya, seperti sistem kelenjar getah bening, darah, dan yang paling sering terdampak adalah tulang, paru-paru, dan hati.

Apabila terdeteksi sejak dini, peluang untuk sembuh atau menambah angka harapan hidup sebanyak 5 tahun akan lebih besar.

Seberapa umumkah kanker nasofaring?

Penyakit ini merupakan salah satu jenis kanker yang cukup jarang terjadi. Pada beberapa negara di seluruh dunia, perkiraan angka kejadian penyakit ini adalah 8-25 dari 100.000 orang setiap tahunnya.

Kanker jenis ini lebih banyak ditemukan di negara-negara Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Afrika Utara. Kasus kejadiannya lebih jarang dijumpai pada orang-orang dari kelompok ras kulit putih.

Selain itu, penyakit ini umumnya lebih sering menyerang pasien berjenis kelamin laki-laki dibanding perempuan, dengan rasio sekitar 2:1.

Pasien kanker nasofaring paling banyak terdiagnosis pada usia transisi dari anak-anak menuju remaja, serta usia 50-60 tahun. Namun, banyak pula penderitanya yang berasal dari kelompok usia 30-an.

Penyakit ini dapat diatasi dengan cara mengenali faktor-faktor risiko yang ada. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai kanker jenis ini, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter Anda.

Jenis

Apa saja jenis-jenis dari kanker nasofaring?

Pada umumnya, kanker nasofaring tergolong dalam jenis karsinoma nasofaring. Karsinoma adalah jenis sel kanker yang berkembang di sel-sel pelindung tubuh manusia atau sel epitel.

Terdapat tiga jenis karsinoma nasofaring. Ketiga jenis ini pertama kali berkembang di sel-sel epitel yang terdapat di dinding nasofaring. Namun, ketiganya memiliki bentuk sel yang berbeda apabila dilihat dengan mikroskop:

  • Karsinoma nonkeratin tak terdiferensiasi
  • Karsinoma nonkeratin terdiferensiasi
  • Karsinoma sel skuamosa keratin

Jenis nonkeratin tak terdiferensiasi adalah yang paling banyak ditemukan pada penyakit ini. Sel-sel nonkeratin umumnya merespon dengan lebih baik apabila diobati.

Selain tiga jenis yang paling umum terjadi di atas, terdapat pula dua jenis sel kanker lainnya yang dapat berkembang di nasofaring:

  • Limfoma, jenis sel kanker yang berkembang di kelenjar getah bening
  • Adenokarsinoma dan karsinoma kistik adenoid, jenis sel kanker yang muncul di kelenjar ludah pada nasofaring

Dalam beberapa kasus, ada pula pertumbuhan tumor di nasofaring bersifat jinak dan tidak berbahaya. Tumor ini biasanya tidak akan menyebar ke bagian tubuh lain dan ditangani dengan prosedur yang berbeda dari penanganan kanker biasa.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala kanker nasofaring?

Umumnya, tanda-tanda dan gejala kanker nasofaring tidak terlihat pada stadium awal. Namun, banyak penderita yang mengeluhkan benjolan atau pembengkakan di salah satu atau kedua sisi leher.

Benjolan biasanya bertekstur keras dan tidak terasa sakit. Kondisi ini disebabkan karena sel kanker kemungkinan menyebar ke kelenjar getah bening yang terdapat di leher.

Selain itu, gejala-gejala yang biasanya muncul seiring dengan berkembangnya penyakit ini adalah:

  • Radang tenggorokan
  • Kesulitan bernapas atau berbicara
  • Mimisan
  • Hidung tersumbat
  • Kehilangan pendengaran
  • Sering terjadi infeksi telinga
  • Sakit kepala
  • Penglihatan terganggu
  • Wajah terasa kaku atau mati rasa

Infeksi telinga lebih umum terjadi pada penderita anak-anak dan jarang ditemukan pada orang dewasa. Jika Anda mengalami kondisi ini, padahal Anda sebelumnya tidak pernah memiliki infeksi telinga, mintalah dokter untuk memeriksa nasofaring Anda.

Beberapa gejala yang disebutkan di atas bisa jadi pertanda adanya masalah kesehatan lain yang lebih umum dan tidak terlalu serius. Namun, akan lebih baik apabila Anda memeriksakan diri ke dokter agar penyakit dapat terdeteksi lebih cepat.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, segera konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Tubuh masing-masing penderita menunjukkan tanda-tanda dan gejala yang bervariasi. Untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, selalu periksakan diri ke dokter atau pusat layanan kesehatan terdekat.

Apa saja komplikasi yang diakibatkan oleh kanker nasofaring?

Berikut adalah beberapa komplikasi yang mungkin dapat terjadi apabila Anda terserang kanker nasofaring:

1. Sel kanker menyebar ke bagian tubuh sekitarnya

Sel karsinoma nasofaring yang telah berkembang lebih pesat dapat menyebar ke jaringan-jaringan sekitar nasofaring, seperti tenggorokan, tulang, dan otak.

2. Sel kanker menyebar ke bagian tubuh lainnya

Sel karsinoma nasofaring juga dapat bermetastasis dan menyebar ke bagian tubuh lainnya, seperti tulang, paru-paru, dan hati.

Penyebab

Apa penyebab kanker nasofaring?

Pada dasarnya, sel-sel kanker berkembang akibat adanya mutasi genetik yang memicu pertumbuhan sel secara tidak terkendali.

Sel-sel yang normal seharusnya berkembang dan bereplikasi secara teratur, kemudian mati dan digantikan dengan sel-sel baru. Namun, pada penderita kanker, sel yang bermutasi akan tumbuh tak terkontrol dan menumpuk.

Kondisi ini menyebabkan munculnya tumor pada organ yang terdampak. Selain itu, sel-sel kanker dapat menyebar ke jaringan lain di sekitar organ, bahkan menyebar ke bagian tubuh lainnya. Proses ini disebut dengan metastasis.

Pada kanker nasofaring, perkembangan sel kanker umumnya dimulai pada sel-sel yang berada di sepanjang permukaan nasofaring. Hingga saat ini, para ahli belum mengetahui apa penyebab pasti penyakit ini.

Akan tetapi, kanker ini diyakini memiliki kaitan yang erat dengan virus Epstein-Barr (EBV), meskipun fenomena ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

Walaupun infeksi EBV merupakan salah satu faktor risiko kanker ini, tidak semua orang dengan EBV akan terserang kanker ini. Tidak begitu jelas mengapa beberapa orang dengan semua faktor risiko tidak mengalami kanker atau mengapa orang tanpa faktor risiko dapat mengalami kanker.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk kanker nasofaring?

Kanker nasofaring adalah penyakit yang dapat menyerang siapa saja dari berbagai golongan usia dan kelompok ras. Namun, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit ini.

Memiliki salah satu atau semua faktor risiko bukan berarti Anda dipastikan akan terkena penyakit ini. Ada pula kemungkinan Anda tetap mengalami kanker meski tidak memiliki satupun faktor risiko.

Berikut adalah faktor-faktor risiko yang memicu Anda terkena kanker ini:

1. Usia

Penyakit ini memang dapat menyerang pasien dari berbagai kelompok umur. Namun, angka kejadiannya lebih banyak ditemukan pada pasien remaja, dewasa berusia 30 tahun ke atas, dan lansia berusia 50-60.

2. Jenis kelamin

Kanker jenis ini lebih banyak ditemukan pada pasien berjenis kelamin pria dibanding dengan wanita.

3. Ras

Orang-orang yang berasal dari keturunan Asia Tenggara, Afrika Utara, dan Timur Tengah memiliki peluang lebih besar untuk terserang penyakit ini.

4. Keturunan keluarga

Jika Anda memiliki anggota keluarga yang menderita kanker jenis ini, risiko Anda untuk terserang pun lebih tinggi.

5. Terinfeksi virus Epstein-Barr (EBV)

Hampir semua sel-sel yang terdapat pada kanker nasofaring mengandung sebagian virus Epstein-Barr (EBV). Selain itu, banyak penderita penyakit ini yang memiliki infeksi EBV di darahnya.

Kemungkinan Anda untuk terserang kanker ini lebih besar apabila Anda telah terinfeksi virus EBV.

6. Terlalu sering makan makanan yang diasinkan

Mengonsumsi banyak makanan seperti ikan atau daging yang diasinkan pada usia muda dapat meningkatkan risiko menderita kondisi ini.

Hal ini disebabkan karena reaksi kimia pada makanan yang diasinkan dapat memengaruhi kesehatan rongga hidung, yang berpotensi meningkatkan risiko munculnya kanker.

7. Konsumsi alkohol berlebihan dan aktif merokok

Jika Anda aktif merokok dan minum minuman beralkohol lebih dari batas wajar, peluang Anda untuk terkena penyakit ini lebih besar.

Diagnosis & pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana kanker nasofaring didiagnosis?

Jika Anda mengalami tanda-tanda atau gejala yang telah disebutkan sebelumnya, segera periksakan diri Anda ke dokter secepat mungkin.

Untuk mendiagnosis penyakit ini, dokter biasanya akan mulai dengan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh. Dokter juga akan menanyakan beberapa pertanyaan, seperti kapan gejala muncul dan riwayat penyakit Anda.

Selain itu, dokter akan memeriksa apakah ada pembengkakan atau benjolan di leher Anda. Untuk mendapatkan hasil diagnosis yang lebih akurat, beberapa tes tambahan akan direkomendasikan, seperti:

1. Tes endoskopi

Jika dokter menduga Anda menderita kanker, dokter akan menyarankan Anda untuk menjalani tes endoskopi.

Tes ini dilakukan dengan cara memasukkan tabung kecil dengan kamera melalui hidung Anda. Dengan tabung ini, dokter dapat melihat bagian dalam hidung dan tenggorokan Anda untuk mengetahui adanya kelainan.

2. Biopsi

Dokter juga mungkin akan mengambil sedikit sampel jaringan nasofaring Anda untuk diteliti di laboratorium. Biopsi umumnya dilakukan dengan endoskopi.

3. Tes pengambilan gambar

Setelah Anda terdiagnosis dengan kanker nasofaring, dokter akan melakukan tes pengambilan gambar untuk menentukan stadium kanker yang Anda derita. Tes pengambilan gambar meliputi:

  • Computerized tomography (CT scan)
  • Magnetic resonance imaging (MRI scan)
  • Positron emission tomography
  • X-ray

Bagaimana kanker nasofaring ditangani?

Pilihan penanganan kanker tergantung pada beberapa faktor, seperti jenis kanker, stadiumnya, ukuran tumor, serta kondisi kesehatan Anda.

Berikut adalah tiga jenis pengobatan standar yang direkomendasikan:

1. Terapi radiasi

Terapi radiasi atau radioterapi menggunakan cahaya berkekuatan tinggi, seperti X-ray atau proton, untuk membunuh sel kanker.

Pada kanker jenis ini, terapi radiasi biasanya dilakukan dengan prosedur radiasi eksternal. Dalam beberapa kasus, terapi radiasi dapat dikombinasikan dengan kemoterapi.

Efek samping dari prosedur ini adalah kulit kemerahan, rambut rontok, dan mulut kering.

2. Kemoterapi

Kemoterapi adalah pengobatan yang dilakukan untuk membunuh sel-sel kanker. Pengobatan dapat diberikan dengan cara diminum dalam bentuk pil, disuntikkan ke pembuluh darah, atau kombinasi dari keduanya.

Kemoterapi untuk mengobati kanker jenis ini biasanya dilakukan dengan tiga cara:

  • Kemoterapi digabungkan dengan terapi radiasi
  • Kemoterapi setelah terapi radiasi dilakukan
  • Kemoterapi sebelum terapi radiasi dilakukan

3. Operasi

Prosedur bedah atau operasi merupakan alternatif yang jarang dipilih. Biasanya, operasi dilakukan untuk mengangkat kelenjar getah bening di leher yang telah terdampak sel-sel kanker.

Namun, dalam beberapa kasus, prosedur bedah dilakukan untuk mengangkat tumor di nasofaring.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi kanker nasofaring?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi kanker nasofaring:

  • Konsumsi pola makan yang kaya akan buah dan sayur
  • Hindari ikan dan daging yang diasinkan
  • Jangan merokok
  • Jangan minum terlalu banyak alkohol

Mulut kering (xerostomia) adalah akibat umum dari terapi radiasi untuk kanker nasofaring, menyebabkan berbagai infeksi pada mulut  dan kesulitan makan, menelan dan berbicara, juga dapat meningkatkan masalah kesehatan gigi. Anda dapat meringankan kondisi mulut kering dan komplikasi jika Anda:

  • Menyikat gigi beberapa kali sehari dengan sikat gigi yang berbulu halus. Beri tahu dokter apabila mulut Anda menjadi sangat sensitif untuk mentoleransi sikat gigi yang lembut.
  • Kumur mulut dengan larutan air hangat, garam dan baking soda. Kumur dengan larutan ini setelah makan.
  • Jaga mulut agar tetap lembap dengan air dan permen bebas gula. Minum air sepanjang hari untuk menjaga mulut tetap lembap. Permen atau permen karet bebas gula dapat menstimulasi mulut untuk menghasilkan air liur.
  • Pilihlah makanan yang lembap. Hindari makanan yang kering. Lembapkan makanan kering dengan saus, gravy, kaldu, mentega atau susu.
  • Hindari makanan atau minuman asam dan pedas. Pilihlah makanan dan minuman yang tidak mengiritasi mulut. Hindari minuman berkafein dan beralkohol.

Beri tahu dokter jika Anda memiliki mulut kering. Dokter dapat memberikan perawatan untuk membantu Anda mengatasi tanda-tanda dan gejala yang lebih parah dari mulut kering.

Dokter dapat merekomendasi ahli gizi yang dapat membantu Anda mencari makanan yang lebih mudah dikonsumsi apabila Anda memiliki mulut kering.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Maret 12, 2016 | Terakhir Diedit: September 2, 2019