Definisi

Apa itu infeksi clostridium difficile?

Infeksi clostridium difficile adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri clostridium difficile (C. Diff), yaitu bakteri yang menyebabkan penyakit ringan seperti diare sampai peradangan berbahaya di usus besar. Infeksi biasanya muncul setelah penggunaan antibiotik dan merupakan penyakit paling umum ketika orang berada di rumah sakit.

Seberapa umumkah infeksi clostridium difficile?

Infeksi clostridium difficile adalah penyakit yang lebih umum terjadi pada orang berusia 65 tahun ke atas dan orang yang dirawat di rumah sakit dan fasilitas perawatan jangka panjang. Meski begitu, orang yang sehat sekalipun mungkin dapat terkena penyakit ini setelah terapi antibiotik dalam waktu yang lama.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala infeksi clostridium difficile?

Tanda dan gejala khas dari infeksi clostridium difficile adalah:

  • Diare berair 10-15 kali sehari
  • Kram dan nyeri di perut yang dapat memburuk
  • Demam
  • BAB berdarah
  • Mual dan muntah
  • Dehidrasi
  • Nafsu makan menurun
  • Berat badan menurun

Penyakit yang lebih parah dapat berupa usus besar yang meradang (colitis) atau bagian jaringan usus besar yang dapat berdarah atau bernanah (pseudomembranous colitis). 

Beberapa gejala atau tanda lainnya mungkin tidak tercantum di atas. Jika Anda merasa cemas tentang gejala tersebut, segera konsultasi ke dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Hubungi dokter jika mengalami diare berair lebih dari 3 kali sehari dan jika gejala-gejala berlangsung lebih dari 3 hari. Jika Anda memiliki salah satu tanda atau gejala di atas, terutama demam dan sakit perut parah, konsultasilah dengan dokter. Setiap tubuh bertindak berbeda satu sama lain. Diskusikan dengan dokter untuk mendapatkan solusi terbaik dalam situasi yang Anda alami.

Penyebab

Apa penyebab infeksi clostridium difficile?

Penyebab paling umum dari infeksi clostridium difficile adalah karena penggunaan antibiotik seperti clindamycin, penisilin, fluoroquinolones, dan cephalosporins jangka panjang. Ketika Anda mengonsumsi antibiotik tersebut untuk melawan bakteri jahat penyebab infeksi, bakteri baik di dalam usus juga ikut terserang. Hal ini membuat bakteri jahat C.diff berkembang biak secara abnormal. Pertumbuhan bakteri C.diff yang tak terkendali tersebut menghasilkan racun yang menyerang lapisan usus. Akibatnya, usus mengalami peradangan yang menyebabkan diare berair.

Bakteri C. Diff sendiri dapat ditemukan di mana saja, seperti di tanah, air, kotoran manusia dan hewan, serta produk makanan layaknya daging olahan. Beberapa orang yang sehat juga secara alami membawa bakteri C. Diff di usus, namun mereka tidak memiliki efek buruk dari bakteri tersebut.

Selain itu, paparan bakteri dan spora juga dapat tersebar melalui kontak dengan kotoran dan permukaan atau makanan yang terkontaminasi termasuk pispot, perabot, kain linen, dan dudukan toilet.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk infeksi clostridium difficile?

Beberapa faktor risiko infeksi clostridium difficile adalah:

  • Mengonsumsi lebih dari satu jenis antibiotik
  • Mengonsumsi antibiotik untuk waktu yang lama
  • Mengonsumsi obat-obatan untuk mengurangi asam lambung, seperti inhibitor pompa proton
  • Orang lanjut usia

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk infeksi clostridium difficile?

Berbagai pilihan pengobatan untuk infeksi clostridium difficile adalah:

  • Berhenti menggunakan antibiotik yang memicu infeksi.
  • Pengobatan dengan antibiotik baru (metronidazole atau vancomycin). Antibiotik ini menahan pertumbuhan C. diff, saat mengizinkan bakteri normal untuk tumbuh di dalam usus.
  • Perbanyak cairan apabila Anda mengalami dehidrasi.
  • Pengobatan lainnya adalah probiotik atau, untuk kasus yang lebih parah, operasi untuk mengangkat usus besar yang terkena. Probiotik adalah bakteri menguntungkan dan ragi yang membantu mengembalikan keseimbangan mikroorganisme yang sehat di dalam usus besar.

Penyakit ini umumnya bisa kambuh dan memerlukan pengobatan lebih banyak lagi. Selalu konsultasikan ke dokter apabila kondisi Anda tidak membaik.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk infeksi clostridium difficile?

Dokter dapat mendiagnosis jika dapat menemukan apakah ada riwayat penggunaan antibiotik dan awal gejala tipikal. Diagnosis dipastikan dengan tes darah dan kotoran. Terkadang, pemeriksaan usus besar menggunakan sigmoidoskopi fleksibel dan computed tomography (CT).

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi infeksi clostridium difficile?

Beberapa pilihan gaya hidup dan pengobatan rumahan yang mungkin dapat mengatasi infeksi clostridium difficile adalah:

  • Selalu cuci tangan dengan sabun dan air
  • Gunakan antibiotik untuk C. diff sampai habis
  • Minum banyak cairan yang mengandung air, garam, dan gula, misalnya jus buah encer, minuman kaleng, dan kaldu
  • Makan makanan yang mengandung karbohidrat jika terkena diare berair. Kentang, mi, nasi, gandum, oatmeal, dan biskuit asin merupakan pilihan baik

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Maret 23, 2018 | Terakhir Diedit: Maret 23, 2018