Apa Itu Hipoksia?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Definisi

Apa itu hipoksia?

Hipoksia adalah suatu kondisi di mana jaringan tubuh Anda memiliki kadar oksigen yang berada di bawah batas normal. Kondisi ini disebabkan oleh hipoksemia, yaitu kadar oksigen di dalam darah Anda lebih rendah dari kadar yang seharusnya.

Umumnya, hipoksia adalah istilah yang digunakan untuk menyebut kedua kondisi di atas. Normalnya, oksigen yang seharusnya terkandung di dalam darah dan arteri adalah sekitar 75 hingga 100 mmHg. Namun, apabila kadar oksigen Anda di bawah 60 mmHg, besar kemungkinan Anda mengalami hipoksia.

Kondisi ini dapat menyebabkan beberapa gejala seperti kesulitan bernapas, pusing, bahkan tekanan darah tinggi. Jika kondisi yang Anda alami cukup parah, kemungkinan dapat terjadi kerusakan pada organ-organ tubuh, kejang, koma, bahkan kematian.

Apabila Anda mengalami kondisi ini, Anda membutuhkan oksigen tambahan untuk mengembalikan fungsi tubuh Anda seperti sedia kala. Kondisi ini dapat dibedakan menjadi akut dan kronis, tergantung pada keparahan dan kapan terjadinya.

Tidak menutup kemungkinan bahwa munculnya hipoksemia dan hipoksia adalah gejala dari kondisi kesehatan lainnya yang Anda alami.

Seberapa umumkah hipoksia?

Hipoksia adalah kondisi kesehatan yang cukup umum terjadi. Kondisi ini juga dapat memengaruhi pasien dari golongan usia berapa saja, baik orang tua maupun anak-anak.

Beberapa masalah kesehatan dapat memperbesar peluang seseorang untuk mengalami kondisi ini. Masalah-masalah kesehatan tersebut umumnya yang berkaitan dengan jantung dan pernapasan, seperti asma, bronkitis, dan serangan jantung.

Kondisi ini dapat ditangani dengan cara mengendalikan faktor-faktor risiko yang ada. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai kondisi ini, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter.

Jenis

Apa saja jenis-jenis dari hipoksia?

Hipoksia adalah kondisi yang dapat dibagi menjadi beberapa jenis. Berikut adalah penjelasannya:

1. Hipoksia hipoksik

Pada jenis ini, darah yang disuplai menuju organ-organ tubuh tidak memiliki kadar oksigen yang cukup. Hal ini menyebabkan masalah pada fungsi organ tubuh, salah satunya gangguan pernapasan.

2. Hipoksia anemia

Apabila hipoksia terjadi pada pasien dengan anemia, kadar hemoglobin yang rendah menyebabkan darah tidak dapat menyerap oksigen dengan baik. Hal ini membuat jaringan-jaringan pada tubuh kekurangan darah yang kaya akan oksigen.

3. Hipoksia stagnan

Pada jenis ini, darah tidak tersirkulasi atau beredar di tubuh dengan baik, sehingga jaringan-jaringan pada tubuh tidak mendapat suplai darah yang cukup.

4. Hipoksia histotoksik

Pada kondisi histotoksik, terdapat jumlah oksigen yang cukup pada paru-paru dan darah yang disuplai menuju jaringan-jaringan tubuh. Namun, jaringan-jaringan tubuh tidak dapat menggunakan oksigen dengan baik.

5. Hipoksia metabolik

Pada jenis hipoksia ini, tubuh mengalami masalah pada sistem metabolismenya, sehingga organ-organ tubuh tidak dapat menyerap oksigen dari darah dengan baik.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja gejala hipoksia?

Gejala hipoksia bervariasi pada setiap orang. Namun, tanda-tanda dan gejala hipoksia yang umum adalah:

  • Pusing, disertai dengan pingsan
  • Napas lebih pendek (dispnea)
  • Napas lebih cepat (takipnea)
  • Sesak napas
  • Batuk
  • Mengi (wheezing)
  • Sakit kepala
  • Percepatan detak atau denyut jantung (takikardi)
  • Perubahan warna kulit di bibir dan ruas-ruas jari
  • Kebingungan dan gelisah
  • Sulit menentukan keputusa
  • Berkeringat lebih banyak
  • Euforia
  • Polisitemia, atau meningkatnya sel darah merah
  • Tubuh kehilangan keseimbangan
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi)

Kemungkinan ada tanda­-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter jika Anda memiliki salah satu dari gejala berikut:

  • Anda merasa sesak napas setelah sedikit beraktivitas atau saat Anda beristirahat
  • Anda merasa sesak napas yang lebih buruk ketika Anda berolahraga atau beraktivitas fisik
  • Gangguan tidur karena sesak napas saat tidur, ini bisa menjadi gejala dari sleep apnea
  • Sesak napas parah dan kesulitan napas Anda mempengaruhi kemampuan Anda dalam beraktivitas
  • Sesak napas parah dengan batuk, denyut jantung yang cepat, dan retensi cairan saat Anda berada di ketinggian

Tubuh masing-masing penderita menunjukkan tanda-tanda dan gejala yang bervariasi. Untuk mendapatkan penanganan yang paling tepat dan sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, selalu periksakan diri ke dokter atau pusat layanan kesehatan terdekat.

Penyebab

Apa yang menyebabkan hipoksia?

Hipoksia adalah kondisi yang dapat disebabkan oleh beberapa macam hal, tergantung pada jenis hipoksia yang Anda derita. Selain itu, terdapat pula berbagai macam penyebab umum dari kondisi ini, mulai dari bepergian ke dataran tinggi hingga kondisi kesehatan.

  • Bepergian ke dataran tinggi atau naik pesawat

Para ahli menyarankan agar penerbangan setinggi 10.000 kaki dan 6.000 kaki harus dilengkapi dengan oksigen tambahan. Hal ini penting karena penglihatan pilot akan menjadi lebih sensitif apabila kadar oksigen di dalam pesawat menurun.

  • Kondisi paru-paru

Paru-paru tidak memiliki sirkulasi udara yang baik akibat adanya beberapa masalah, seperti COPD, asma, kanker paru-paru, pneumonia, penyakit rheumatoid paru, dan hipertensi paru.

  • Hipoventilasi

Hipoventilasi adalah kondisi di mana Anda tidak bernapas dengan cukup. Hal ini terjadi karena otak gagal menginstruksikan paru-paru untuk bernapas secara normal. Kondisi ini umumnya merupakan efek samping obat-obatan, cedera, atau stroke.

1. Penyebab anemia hipoksia

Selain itu, berikut adalah beberapa penyebab hipoksia yang berkaitan dengan anemia. Pada kondisi ini, anemia terjadi karena kadar hemoglobin pada darah mengalami penurunan, sehingga darah tidak dapat menyerap oksigen dengan baik. Pemicunya adalah:

  • Anemia jenis apapun

Pada kondisi ini, hampir seluruh jenis anemia dapat menyebabkan hipoksia, seperti anemia defisiensi zat besi, anemia pernisiosa, dan anemia akibat kemoterapi.

  • Pendarahan

Pendarahan internal atau pendarahan akibat kecelakaan juga dapat menyebabkan kondisi ini.

  • Methemoglobinemia

Kondisi ini terjadi ketika hemoglobin pada darah gagal berfungsi dan tidak dapat mengikat oksigen dengan baik,

2. Penyebab anemia stagnan

Pada kasus hipoksia stagnan, darah tidak dapat mengalir di dalam tubuh dengan baik, sehingga jaringan-jaringan tubuh kekurangan darah dan oksigen. Berikut adalah pemicu-pemicunya:

  • Edema

Edema adalah kondisi pembengkakan yang terjadi pada jaringan-jaringan tubuh, seperti yang terjadi pada serangan jantung. Edema dapat menghambat pemasukan oksigen di dalam darah.

  • Hipoksia iskemik

Penyumbatan atau penggumpalan yang terdapat di arteri koroner dapat menghalangi berjalannya peredaran darah.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya terkena hipoksia?

Hipoksia adalah kondisi yang dapat terjadi pada hampir setiap orang, tidak memandang kelompok usia dan golongan ras. Namun, terdapat beberapa hal atau faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami kondisi ini.

Perlu diketahui bahwa memiliki salah satu atau beberapa faktor risiko bukan berartI Anda dipastikan dapat mengalami kondisi ini. Tidak menutup kemungkinan Anda dapat mengalami hipoksia tanpa memiliki satu pun faktor risiko.

Faktor-faktor yang dapat memicu munculnya kondisi hipoksia adalah:

1. Memiliki penyakit paru-paru atau masalah jantung

Jika Anda menderita beberapa masalah kesehatan yang terkait dengan jantung atau paru-paru, seperti serangan jantung, gagal jantung, pneumonia, atau bronkitis, peluang Anda untuk mengalami kondisi ini jauh lebih besar.

2. Naik pesawat

Orang-orang yang sering bepergian dengan pesawat juga memiliki peluang lebih besar untuk mengalami hipoksia. Hal ini disebabkan karena kadar oksigen menurun ketika pesawat terbang di ketinggian tertentu.

3. Berada di tempat tinggi

Anda juga berisiko mengalami hipoksia apabila berada atau bepergian ke dataran tinggi, seperti gedung tinggi atau pegunungan.

4. Merokok dan minum alkohol

Rokok dan alkohol dapat memberikan pengaruh buruk pada kesehatan, khususnya kadar oksigen di dalam darah dan organ-organ tubuh lainnya. Hal ini menyebabkan Anda berisiko terkena kondisi ini.

Diagnosis & pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti saran medis. SELALU berkonsultasi dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut. 

Bagaimana hipoksia didiagnosis?

Dokter dapat mendiagnosis hipoksia dengan mengevaluasi tingkat gas oksigen dalam darah Anda menggunakan pulse oksimeter (perangkat medis yang diklip ke jari Anda), atau mengukur langsung pada sampel darah yang diambil dari arteri.

Bacaan oksimeter yang normal adalah sekitar 95% sampai 100%. Jika tingkat oksigen Anda bernilai 90% atau di bawahnya, Anda mungkin dalam kondisi hipoksia.

Tes-tes lain mungkin diperlukan dalam beberapa kasus jika dokter ingin memeriksa apakah ada potensi masalah lain seperti keracunan karbon monoksida yang menjadi penyebab hipoksia.

Tes tersebut dapat berupa tes fungsi paru-paru, bersamaan dengan tes lain untuk membantu menentukan penyebab rendahnya tingkat saturasi oksigen.

Bagaimana hipoksia diobati?

Dalam beberapa kasus, Anda sebaiknya dirawat inap di rumah sakit untuk mendapatkan perawatan pada kondisi Anda. Selain itu, dengan dirawat inap, tim medis dapat menjaga dan mengawasi kadar oksigen di dalam tubuh Anda.

Dalam kasus yang cukup darurat, yang paling penting adalah Anda perlu mendapatkan lebih banyak asupan oksigen di dalam tubuh Anda. Dokter biasanya akan memberikan Anda alat bantu pernapasan yang menutupi hidung dan mulut, atau plug kecil di hidung Anda untuk menyuplai tubuh Anda dengan oksigen.

Jika hal ini tidak dapat memberikan Anda cukup oksigen untuk meningkatkan tingkat oksigen Anda hingga normal, inhaler atau obat asma melalui mulut dapat dipilih untuk membuat bernapas lebih mudah.

Jika ini tidak bekerja, Anda dapat menerima obat melalui pembuluh darah di lengan (IV). Anda juga mungkin perlu obat steroid untuk waktu yang singkat untuk mengecilkan peradangan di paru-paru Anda.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat membantu saya mengelola hipoksia?

Berikut gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi hipoksia:

  • Berhenti merokok. Jika Anda telah didiagnosis dengan hipoksia atau penyakit paru-paru yang lain, berhenti merokok adalah salah satu hal pertama yang perlu Anda lakukan untuk memperbaiki kondisi Anda.
  • Hindari menjadi perokok pasif. Selain berhenti merokok, Anda juga perlu menghindari tempat-tempat di mana orang lain merokok. Asap rokok dapat menyebabkan banyak kerusakan paru-paru lebih parah daripada merokok itu sendiri.
  • Berolahraga secara teratur. Latihan yang tepat sangat membantu bagi Anda untuk meningkatkan kekuatan keseluruhan dan daya tahan.
  • Makan yang benar dan tetap aktif.
  • Cari tahu pemicu asma Anda, dan temukan cara untuk menghindarinya.

Jika Anda memiliki pertanyaan, silakan berkonsultasi dengan dokter Anda untuk lebih memahami solusi terbaik untuk Anda.

Hello Health Group tidak memberikan saran medis, diagnosis atau pengobatan.

Direview tanggal: September 22, 2016 | Terakhir Diedit: Oktober 17, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca