Definisi

Apa itu hematoma subdural?

Hematoma adalah kumpulan darah dalam suatu organ atau jaringan. Otak manusia dan sumsum tulang belakang ditutupi oleh lapisan membran pelindung yang disebut meninges. Di dalam hematoma subdural atau perdarahan subdural, darah berkumpul di antara dua lapisan ini: lapisan arachnoid (atas/luar) dan lapisan dura atau meningeal. Penyakit ini tergolong akut (cepat berkembang) atau kronis (tumbuh secara perlahan). Hematoma akut dapat mengakibatkan tekanan tinggi di dalam tengkorak (tekanan intrakranial). Hasilnya adalah timbulnya kompresi dan kerusakan jaringan otak dan dapat menyebabkan kematian.

Gejala hematoma subdural, penyebab hematoma subdural, dan obat hematoma subdural, akan dijelaskan lebih lanjut di bawah ini.

Seberapa umumkah hematoma subdural?

Hematoma subdural sering menyerang orang yang pernah mengalami trauma kepala terutama anak-anak dan orang tua. Penyalahgunaan alkohol dalam jangka waktu yang panjang juga berisiko lebih tinggi terkena hematoma subdural karena lebih mudah jatuh atau mengalami kecelakaan.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala hematoma subdural?

Gejala tergantung pada seberapa serius cedera yang terjadi serta ukuran dan lokasi di mana hematoma tumbuh. Gejala bisa muncul dengan cepat atau berminggu-minggu kemudian atau lebih setelah terjadinya cedera. Sebagian orang tampak baik-baik saja pada awalnya (disebut interval lucid) setelah mengalami cedera. Namun, setelah itu, tekanan pada otak dapat menyebabkan:

  • Hilang atau berubahnya tingkat kesadaran
  • Muntah-muntah
  • Sakit kepala
  • Pusing
  • Disorientasi
  • Gagap berbicara
  • Lupa ingatan/amnesia
  • Kejang-kejang
  • Perubahan kepribadian
  • Pernapasan tidak normal
  • Masalah berjalan
  • Lemas tangan dan kaki pada sebelah bagian tubuh.

Hematoma kronis dan sub-akut sering menyebabkan sakit kepala, rasa letih ringan, lambat berpikir, kelainan berbicara, masalah mobilitas, dan kebingungan.

Jika penyakit ini terjadi pada bayi, gejala dapat mencakup:

  • Fontanelles menggembung (“titik lunak” tengkorak bayi)
  • Sulit makan
  • Kejang fokal
  • Kejang tonik-klonik
  • Lingkar kepala bertambah besar
  • Sering mengantuk dan lesu
  • Cepat marah
  • Muntah terus-menerus

Kemungkinan terdapat beberapa tanda atau gejala yang tidak tercantum di atas. Jika Anda memiliki kekhawatiran tertentu mengenai gejala di atas, silakan konsultasikan dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Hematoma intrakranial dapat menyebabkan kematian. Perawatan medis darurat sangat diperlukan. Carilah pertolongan medis segera setelah kepala mengalami cedera apabila:

  • Anda kehilangan kesadaran
  • Anda memiliki salah satu dari tanda-tanda dan gejala yang merujuk pada hematoma intrakranial

Kemungkinan tanda dan gejala hematoma intrakranial tidak langsung terlihat, tunggulah sampai terlihat perubahan pada fisik, mental dan emosional.

Penyebab

Apa penyebab hematoma subdural?

Hematoma subdural biasanya muncul sebagai akibat cedera kepala yang parah. Darah mengisi area otak dengan sangat cepat, mengompresi jaringan otak dan menyebabkan hematoma subdural akut.

Hematoma subdural juga dapat terjadi bahkan akibat cedera kepala yang sangat kecil terutama pada orang tua, karena pembuluh darah mereka rata-rata telah melonggar akibat atrofi otak (penyusutan) juga lebih mudah terluka. Kemungkinan kondisi ini tidak diketahui selama beberapa hari hingga beberapa minggu, dan oleh karena itu disebut  hematoma subdural “kronis”.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk hematoma subdural?

Faktor-faktor tertentu dapat meningkatkan risiko terserang hematoma subdural:

  • Obat antikoagulan (pengencer darah, termasuk aspirin)
  • Penyalahgunaan alkohol jangka panjang
  • Kondisi medis yang membuat darah Anda menggumpal
  • Jatuh berulang kali
  • Cedera kepala berulang kali
  • Usia yang sangat muda atau terlalu tua

Apabila Anda tidak memiliki faktor risiko di atas bukan berarti Anda tidak bisa terserang hematoma subdural. Faktor-faktor ini hanya untuk referensi saja. Anda harus konsultasikan dengan dokter Anda untuk lebih jelasnya.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk hematoma subdural?

Jika Anda mengidap masalah katup mitral stenosis ringan tanpa adanya gejala, dokter akan merekomendasikan Anda untuk melakukan pemeriksaan rutin demi memantau perkembangan katup mitral.

Pengobatan tergantung pada hasil pemeriksaan, gejala, ukuran dan lokasi hematoma, serta apakah bersifat akut atau kronis.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk hematoma subdural?

Dokter dapat membuat diagnosis dengan mendengarkan detak jantung. Darah yang mengalir secara tidak normal melalui katup mitral akan menimbulkan suara berdesir. Dokter mendengarnya dengan menggunakan stetoskop. Durasi serta lokasi suara tersebut membantu dokter membedakan mana katup yang rusak. Hasil sonogram jantung (echocardiogram) dapat menghasilkan sebuah diagnosis. Tes-tes lain meliputi penyinaran dada dengan sinar-X dan penggunaan elektrokardiografi (EKG).

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi hematoma subdural?

Berikut gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi hematoma subdural:

  • Jadwalkan pemeriksaan ulang secara rutin untuk melacak kemajuan penyakit dan kondisi kesehatan Anda
  • Ikuti instruksi dokter
  • Rawatlah gigi Anda. Sikat gigi dan gunakan benang gigi serta kunjungi dokter gigi Anda secara teratur.
  • Ubahlah diet Anda. Batasi penggunaan garam (jangan menambahkan garam ke dalam makanan Anda)
  • Jaga berat badan agar tetap sehat
  • Kurangi asupan kafein
  • Olahraga

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Desember 14, 2016 | Terakhir Diedit: Desember 14, 2016