Apa Itu Kanker Tiroid?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Definisi

Apa itu kanker tiroid?

Kanker tiroid adalah salah satu jenis kanker yang berkembang di kelenjar tiroid. Kanker terjadi ketika terdapat perkembangan sel-sel tiroid yang tidak normal.

Kelenjar tiroid adalah organ kecil yang terletak di bagian depan leher Anda. Fungsi dari kelenjar ini adalah untuk mengatur metabolisme tubuh, tekanan darah, denyut jantung, suhu, dan berat badan.

Kelenjar tiroid memiliki dua jenis sel yang berbeda, yaitu sel folikuler dan sel parafolikuler (sel C). Jenis kanker yang berkembang tergantung pada sel apa yang terdampak. Gejala kanker tiroid umumnya ditandai dengan kemunculan nodul atau benjolan pada kelenjar tiroid.

Jika kanker mulai membebani sel-sel, akan terbentuk jaringan kanker yang disebut sumsum. Kanker sumsum sering muncul sebagai kanker yang berdiri sendiri atau kanker keluarga, yang merupakan bentuk turun-temurun.

Beberapa kasus kanker ini dapat disembuhkan dengan pengobatan dan perawatan medis. Namun, pada beberapa kasus, sel kanker berpotensi kembali muncul walaupun pasien telah menjalani pengobatan.

Seberapa umumkah kanker tiroid?

Kanker tiroid merupakan jenis kanker yang cukup jarang terjadi. Penyakit ini lebih banyak ditemukan pada pasien wanita dibanding pria.

Selain itu, kanker jenis ini dapat menyerang pasien dari semua golongan usia, walaupun kasus kanker ini lebih banyak ditemukan pada orang dewasa berusia 40 atau 50 tahun ke atas.

Perkembangan sel kanker berawal dari adanya benjolan atau nodul tiroid. Sebenarnya, nodul ini sangat umum muncul pada siapapun, dengan perkiraan sebanyak 75% populasi memiliki nodul di kelenjar tiroidnya.

Namun, nodul tersebut umumnya bersifat jinak. Hanya sekitar 1% dari populasi tersebut yang memiliki benjolan tiroid dengan potensi kanker.

Penyakit ini dapat diatasi dan diobati dengan cara mengenali faktor-faktor risiko yang ada. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai penyakit ini, Anda dapat berdiskusi dengan dokter Anda.

Jenis

Apa saja jenis-jenis kanker tiroid?

Gejala kanker tiroid hampir sama meski penyakit ini memiliki beberapa jenis tertentu. Pembagian ini dilakukan berdasarkan pada sel tiroid mana yang terdampak, serta faktor-faktor lainnya.

Berikut adalah jenis-jenis kanker tiroid:

1. Tiroid papiler

Kanker jenis papiler adalah yang paling banyak ditemukan. Sekitar 70 hingga 80 persen kanker tiroid tergolong dalam jenis ini. Kanker tipe ini umumnya muncul pada pasien usia berapa saja. Tidak seperti jenis kanker lainnya, tiroid papiler memiliki peluang lebih besar untuk disembuhkan secara total.

Proses perkembangannya cenderung sangat lambat dan hanya terjadi pada salah satu bagian kelenjar tiroid. Namun, meskipun perkembangannya sangat lambat, kanker jenis papiler dapat menyebar hingga ke kelenjar getah bening.

2. Tiroid folikuler

Jenis terbanyak berikutnya adalah tiroid folikuler, dengan perkiraan kasus sebanyak 10 hingga 15 persen. Kanker ini umumnya menyerang orang-orang yang tidak mendapatkan asupan iodium yang cukup.

Kanker jenis ini biasanya tidak menyebar ke kelenjar getah bening, tetapi dapat menyebar bagian tubuh lainnya, seperti paru-paru dan tulang. Peluang untuk sembuh total memang tidak setinggi tipe papiler, namun masih tergolong sangat mungkin untuk disembuhkan.

3. Tiroid Hurthle

Tiroid jenis ini adalah varian dari tipe folikuler. Kasusnya termasuk cukup langka dan sulit disembuhkan, dengan persentase sekitar 2-3% kasus yang ditemukan pada penderita kanker tiroid.

Kanker jenis ini lebih banyak ditemukan pada perempuan berusia 50 tahun ke atas.

4. Tiroid meduler

Jenis meduler ditemukan pada 4% kasus kanker tiroid. Kanker ini berkembang dari sel C kelenjar tiroid. Terkadang, sel kanker dapat menyebar menuju kelenjar getah bening, paru-paru, atau hati.

Kanker tipe meduler dapat dibagi menjadi dua, yaitu sporadik dan familial. Subtipe sporadik muncul secara tiba-tiba, sedangkan subtipe familial didapatkan melalui keturunan keluarga.

5. Tiroid anaplastik

Jenis anaplastik adalah yang paling jarang terjadi, dengan persentase sekitar 2% pada kasus kanker tiroid. Kanker jenis ini umumnya berkembang dari sel kanker papiler atau folikuler yang sudah ada lebih dulu di kelenjar tiroid.

Kanker ini juga disebut sebagai undifferentiated (tidak terdiferensiasi) karena bentuknya yang berbeda dari sel kanker tiroid pada umumnya. Kanker jenis anaplastik menyebar secara cepat ke leher dan bagian tubuh lainnya. Peluang untuk sembuh pun cukup rendah.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-­tanda dan gejala kanker tiroid?

Tanda-tanda dan gejala kanker tiroid umumnya tidak terlihat saat awal kemunculannya. Namun, terkadang kemunculan kanker ini ditandai dengan adanya nodul atau benjolan yang terdapat di leher.

Seperti yang telah dijelaskan di atas, sebanyak 75% populasi kemungkinan akan memiliki benjolan di kelenjar tiroidnya. Namun, benjolan tersebut umumnya bersifat jinak dan tidak membahayakan. Hanya sekitar 1% yang berpotensi berkembang menjadi kanker.

Benjolan tersebut hanya bisa dirasakan dengan cara disentuh atau ditekan. Benjolan tersebut tidak terasa sakit, bertekstur keras, dan tidak mudah bergeser saat ditekan. Seiring dengan berkembangnya sel kanker, benjolan tersebut akan bertambah besar.

Selain muncul benjolan, terdapat gejala kanker tiroid lainnya yang sering kali muncul:

  • Pembengkakan di leher
  • Suara serak yang tidak kunjung membaik
  • Sakit tenggorokan
  • Sakit di bagian leher
  • Kesulitan menelan
  • Kesulitan bernapas
  • Batuk

Kemungkinan ada tanda­-tanda dan gejala dari kanker tiroid yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan munculnya gejala tertentu, segera konsultasikan dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Walaupun benjolan di kelenjar tiroid adalah kondisi yang cenderung tidak berbahaya, akan lebih baik apabila Anda tetap waspada. Terlebih lagi jika kemunculan benjolan di tiroid disertai dengan gejala kanker tiroid lainnya yang telah disebutkan di atas.

Jadi, apabila Anda memiliki tanda-tanda atau gejala kanker tiroid di atas, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter Anda.

Tubuh masing-masing orang menunjukkan gejala

dan tanda-tanda yang bervariasi. Untuk mendapatkan penanganan yang paling tepat dan sesuai dengan kondisi Anda, pastikan Anda memeriksakan diri ke dokter.

Penyebab

Apa penyebab kanker tiroid?

Penyakit ini terjadi akibat adanya perubahan DNA pada sel-sel yang terdapat di kelenjar tiroid. Kondisi ini dapat menyebabkan munculnya benjolan pada tiroid.

Sel-sel kelenjar tiroid yang bermutasi akan berkembang secara cepat dan tidak terkendali. Hal ini menyebabkan sel-sel tersebut tidak mudah mati. Padahal, sel-sel yang normal seharusnya digantikan oleh sel-sel yang baru.

Sel-sel yang tidak normal tersebut akan menyerang jaringan di sekitarnya, mengakibatkan pertumbuhan tumor. Penyebarannya pun berpotensi menjalar ke organ-organ tubuh lainnya.

Penyebab pasti dari mutasi sel kelenjar tiroid hingga saat ini belum diketahui. Namun, para ahli meyakini bahwa paparan radiasi yang tinggi memengaruhi kondisi ini, terutama pada anak-anak yang menjalani terapi radiasi pada bagian kepala, leher, atau dada bagian atas.

Selain itu, paparan radiasi yang terjadi di bencana-bencana nuklir juga meningkatkan risiko seseorang terkena kanker ini, terutama anak-anak. Pada beberapa kasus, sel kanker baru muncul dan berkembang 40 tahun setelah penderitanya terpapar radiasi.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk kanker tiroid?

Penyakit ini dapat menyerang semua orang dari berbagai golongan usia dan ras. Namun, terdapat beberapa faktor yang berperan dalam meningkatkan risiko kemunculannya.

Berikut adalah faktor-faktor risiko yang dapat memicu munculnya penyakit ini:

1. Usia

Kanker ini lebih banyak ditemukan pada pasien berusia 40 atau 50 tahun ke atas. Namun, beberapa kasus seperti kanker jenis papiler juga ditemukan pada pasien berusia lebih muda.

2. Jenis kelamin

Kanker tiroid lebih sering menyerang pasien berjenis kelamin perempuan dibanding laki-laki.

3. Keturunan keluarga

Apabila terdapat anggota keluarga yang memiliki penyakit ini, peluang Anda terkena kanker akan lebih besar.

Selain itu, riwayat penyakit keluarga lainnya seperti sindrom neoplasia endokrin dan kanker usus juga berpotensi memicu berkembangnya sel kanker pada kelenjar tiroid.

4. Pernah terpapar radiasi

Anak-anak yang pernah terpapar radiasi, termasuk pernah menjalani terapi radiasi seperti pengobatan limfoma, memiliki peluang lebih besar terserang penyakit ini.

Dibandingkan anak-anak, orang dewasa yang pernah terpapar radiasi justru memiliki peluang terkena kanker tiroid lebih rendah.

5. Kekurangan asupan iodium

Iodium adalah mineral yang terdapat di beberapa jenis makanan. Mineral ini penting bagi kelenjar tiroid untuk memproduksi hormon.

Kurangnya asupan iodium pada makanan sehari-hari meningkatkan risiko munculnya masalah pada kelenjar tiroid, termasuk berkembangnya sel kanker.

6. Kelenjar tiroid bermasalah

Jika Anda memiliki masalah kesehatan yang berhubungan dengan kelenjar tiroid, seperti peradangan pada tiroid (tiroiditis) atau goiter, Anda berisiko terkena kanker ini.

Diagnosis & pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana kanker tiroid didiagnosis?

Apabila Anda merasakan tanda-tanda atau gejala kanker tiroid, segera kunjungi dokter terdekat. Diagnosis yang dilakukan sejak dini dapat meningkatkan efektivitas pengobatan serta peluang penyembuhan.

Dalam mendiagnosis, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh. Pertama-tama, dokter mengecek adanya benjolan atau bengkak di leher Anda dan memastikan benjolan tersebut berada di kelenjar tiroid.

Dokter akan meraba benjolan tersebut dan meminta Anda untuk menelan. Jika benjolan terdapat di kelenjar tiroid maka akan bergerak mengikuti gerakan menelan.

Kemudian untuk tahu apakah itu kanker tiroid, dokter juga akan menanyakan gejala yang Anda alami, riwayat penyakit keluarga, serta gaya hidup yang Anda jalani.

Apabila dokter mencurigai adanya perkembangan sel kanker, beberapa tes tambahan akan dilakukan, seperti:

1. Tes darah

Dokter akan mengambil darah Anda untuk diperiksa di laboratorium. Tujuan dari tes ini adalah untuk mendeteksi adanya kelainan kadar hormon atau kalsium pada darah.

Apabila kadar hormon kalsitonin dan thyroid-stimulating hormone (TSH) dalam darah menunjukkan ketidakwajaran, kemungkinan ada perkembangan sel kanker di dalam kelenjar tiroid Anda.

Selain itu, kadar kalsium yang terlalu tinggi atau rendah di darah Anda juga menandakan adanya masalah pada kelenjar tiroid Anda.

2. Tes genetik

Beberapa orang yang menderita kanker tipe meduler mungkin memiliki masalah genetik. Oleh karena itu, dokter mungkin akan merekomendasikan tes genetik untuk mengetahui adanya mutasi gen yang berpotensi menjadi kanker.

3. Tes biopsi

Prosedur ini dilakukan dengan cara memasukkan jarum kecil untuk mengambil sedikit jaringan kelenjar tiroid Anda. Namun, terkadang pengambilan jaringan tiroid juga dilakukan dengan prosedur bedah atau operasi.

Tujuan dari tes ini adalah untuk mengecek secara langsung jaringan kelenjar tiroid Anda dengan mikroskop, sehingga sel-sel kanker dapat terdeteksi dengan cepat.

4. Tes pengambilan gambar

Beberapa jenis tes pengambilan gambar, seperti USG, CT scan, dan MRI scan mungkin akan dilakukan oleh dokter. Tujuannya adalah untuk mendapatkan gambaran yang jelas dari leher dan area kelenjar tiroid Anda.

Tidak hanya itu, tes ini juga biasanya digunakan sebagai petunjuk untuk melakukan tes biopsi, agar pengambilan jaringan tiroid bisa dilakukan dengan akurat.

5. Laringoskopi

Prosedur ini dilakukan dengan cara mengecek kotak suara (laring) dengan alat bernama laringoskop. Alat ini berupa tabung kecil dengan cahaya dan lensa untuk melihat bagian kotak suara Anda.

Terkadang, kemunculan penyakit ini dapat memengaruhi pita suara Anda. Tujuan dari tes ini adalah untuk mengetahui apakah pita suara Anda berfungsi dengan normal atau tidak.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk kanker tiroid?

Tujuan dari pengobatan kanker tiroid adalah meredakan gejala dan membunuh sel-sel kanker yang tumbuh.

Terdapat beberapa pilihan pengobatan untuk menangani penyakit ini. Jenis penanganan yang Anda dapat tergantung pada tipe dan stadium kanker. Beberapa faktor seperti usia dan kondisi kesehatan juga memengaruhi jenis pengobatan Anda.

1. Operasi

Prosedur bedah atau operasi adalah metode yang paling sering digunakan untuk menyembuhkan penyakit ini.

Apabila seluruh kelenjar tiroid diangkat, prosesnya disebut dengan tiroidektomi. Namun, jika kelenjar tiroid Anda hanya diangkat sebagian, prosedur tersebut dinamakan dengan lobektomi.

Terkadang, dokter juga akan merekomendasikan pengangkatan kelenjar getah bening di area leher, tergantung pada seberapa parah kanker yang menyerang Anda.

2. Ablasi iodium radioaktif

Penanganan ini ditujukan untuk pasien yang telah menjalani prosedur tiroidektomi. Tujuannya adalah untuk menghancurkan jaringan-jaringan kelenjar tiroid yang tersisa di tubuh Anda.

Prosedur ini juga biasanya dilakukan untuk mengatasi sel-sel kanker yang menyebar ke kelenjar getah bening atau bagian tubuh lainnya.

3. Terapi hormon tiroid

Apabila kelenjar tiroid Anda telah diangkat sepenuhnya, Anda diharuskan meminum pil hormon tiroid. Pil ini membantu mencegah perkembangan sel-sel kanker yang tersisa di tubuh Anda.

Obat ini bekerja dengan cara menurunkan produksi thyroid-stimulating hormone atau TSH. TSH adalah hormon yang diproduksi oleh kelenjar pituitari di otak Anda.

Kemoterapi dan radioterapi akan dilakukan jika metode-metode di atas tidak berhasil membunuh sel-sel kanker.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi kanker tiroid?

Karena penyebab mutasi gen yang memicu munculnya sel kanker belum diketahui secara pasti, tidak ada cara yang benar-benar efektif mencegah penyakit ini.

Namun, Anda dapat meningkatkan peluang penyembuhan penyakit dengan berkonsultasi ke dokter sesegera mungkin. Penting untuk diketahui bahwa semakin awal kanker dideteksi, semakin tinggi kesempatan Anda untuk sembuh.

Apabila Anda telah merasakan tanda-tanda dan gejala kanker tiroid, atau Anda memiliki anggota keluarga dengan penyakit tersebut, segera hubungi dokter.

Apabila Anda tinggal di daerah yang rawan terpapar radiasi, Anda mungkin bisa berkonsultasi dengan dokter untuk meminta resep obat iodium potasium.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Agustus 6, 2019 | Terakhir Diedit: Agustus 6, 2019

Yang juga perlu Anda baca